
"Tidakkah kau ingin melihatnya,"
"Tidak," Jawab Rong Bang dengan cepat.kerena gemas dengan tingkah suaminya itu,dia menangkup wajahnya agar menghadap kepada dirinya.
"Lihatlah walau sebentar,setelah itu,terserah,dengan apa yang kau pikirkan" kata Baihe dengan nada tegas dan sorot mata yang tajam,tidak ada lagi kelembutan di wajahnya.Melihat perubahan istrinya,membuat Rong Bang,mau tidak mau dia pun memandang wajah anak itu.
Betapa terkejutnya dia melihat wajah anak itu,dia seperti sedang melihat pada cermin.wajahnyanya tercetak jelas pada wajah anak itu.
"Bagaimana,apakah kau sudah melihatnya dengan jelas," Kata Baihe.Mendengar kata istrinya diapun mengalihkan pendangannya,menjadi memandang istrinya.
"Sayang,siapa anak ini?" tanya Rong Bang,lalu melihat kembali kepada Baixu, " kenapa wajahnya sama persis denganku?" tanya Rong Bang.Baihe cuma tersenyum.
"Duduklah,aku akan menjelaskannya padamu," maka duduklah Rong Bang di samping ranjang.Baihe menarik nafas sejenak.
"Dia adalah anak kita"
"Apa,bagaimana bisa!"
"Ya,di saat kau pergi,aku tidak sadar,kalau aku sedang mengandung," kata Baihe. Rong Bang langsung menggenggam kedua tangan Baihe.Baihe tersenyum,lalu melanjutkan ceritanya.
"Pada saat itu aku sangat sedih,karena,keadaanku sangat lemah,kandunganku juga.Aku bahkan tak tau apa yang harus ku lakukan,tabib menyuruku istrahat total,kalau tidak,aku akan kehilangan dirinya," kata Baihe,kali inj dengan air mata yang mengalir,mengingat perjalanan hidupnya selama ini.
"Maafkan aku,jika aku tahu,aku,,," Rona Bang tak sanggup melanjutkan kata-katanya,dia meresa menjadi orang yang tidak berguna.Dia hanya bisa menangis sekarang.
" Hust,tak apa," kata Baihe,sambil menghapus air mata di pipi suaminya.
"Itu sudah berlalu,lagian,kau tak melupakan kami sepenuhnya,justru aku bersyukur,mempunyai suami seperti dirimu," kata Baihe,Rong Bang pun menatap wajah istrinya itu.
"Setidaknya kau sudah melakukan yang terbaik,dengan menitipkan kami kepada bibi," Rong Bang pun mengingat,kalau sebelum pergi, dia menitip pesan pada bibi untuk sering menjenguk Baihe.
"Jika kau tidak menitipkan kami pada bibi,entah apa yang akan terjadi pada kami," Kata Baihe dengan menunduk dengan air mata yang kembali mengalir,karena tak sanggup membayangkan,bagaimana bila Rong Bang tak senitipkanya pada bibi,akankah dia masi hidup sekarang.
Melihat istrinya menangis,Rong Bang segera mendekapnya dan mengelus surai panjang istrinya,dia membiarkan istrinya menangis meluapkan semua kesedihan yang selah ini dia tahan.Setelah tenang,dia pun melanjutkannya.
"Untungnya pada saat itu ada anak bibi yang bantu merawatku,aku jadi merasa memiliki taman," kata Baihe.Di saat Baihe ingin melanjutkan ceritanya,tiba-tiba dia mendengar suara Baixu.
"Ibu," Baihe melihat anaknya itu gelisah,seperti mencari sesuatu.Baihe segera berbaring di samping anaknya lalu mendekapnya,Rong Bang yang melihat itupun tersenyum,tapi kemudian dia di buat congkak dengan kelakuan anaknya saat ini,karena dia melihat tangan anaknya menyelusup masuk ke baju istrinya dan memegang benda favoritnya dulu.Melihat ekspresi suaminya,Baihe cuma terkekeh saja.
"Tidurlah suamiku," Kata Baihe sambil menunjuk ke sebelah anaknya yang kosong,"nanti besok baru aku lanjut bercerita,lagian,kau pasti sangat capek dari perjalanan jauh," Rong Bang pun berbaring ke sisi yang di tunjuk istrinya,
"Apakan dia selalu melakukan itu?" Bukannya tidur,dia malah penasaran dengan apa yang di lakukan anaknya itu.
"Ya,,hmm,,sudahlah,nanti besok saja baru di lanjutkan,aku sudah mengantuk sekarang," setelah mengatakan itu,Baihe pun terlelap.Sementara Rong Bang,saat ini dia sedang memandang istri dan anaknya,dia kembali memikirkan segala penderitaan yang di alami istrinya di saat di pergi.Dan akhirnya diapun terlelap dengan mendekap kedua orang yang di sayanginya.
---------
"Hei,biarkan aku masuk,tidakkah kalian tau aku ini siapa," Kata Jiaojiao marah.
"Maaf dewi,ini sudah perintah yang mulia,untuk tidak membiarkan orang masuk ke kamar pribadinya," Kata prajurit penjaga 1.
Jiaojiao sangat kesal sekarang,sejak di jodohkan sama Liu Li,Rong Bang,tak membiarkan siapapun masuk ke kamar pribadinya.
"Kalau begitu,pergi kau sampaikan kalau aku ingin bertemu," Kata Jiaojiao berusaha tenang.
"Maaf dewi,tapi saat ini yang mulia tidak ingin di ganggu," jelas prajurit penjaga 2.
Karena tak bisa masuk,Jiaojiao pun kembali ke kediamannya,dia sangat kesal,kesal karena dia tak bisa melakukan apa-apa.
--------
Ke esokan harinya
Baixu nampak sangat sesak saat bernapas.Dia pun membuka matanya,dan pertama yang di lihatnya adalah wajah ibunya,dia tersenyum.Tapi,dia merasakan kalau ada yang memeluk dia dari belakang,diapun menoleh,dan betapa kagetnya dia ada seorang pria yang sangat mirip dengannya.Dipun segera memeluknya dengan sangat erat,seketi air matana meleleh.
Rong Bang yang merasakan ada pergerakan diapun terbangun.Di lihatnya anaknya saat ini sedang memeluknya,diapun tersenyum.Tetapi tak lama senyumnya memudar saat dia menyadari kalau anaknya itu sedang menangis sekarang.Di dekapnya anaknya itu,sambil mengeluk punggungnya.
"Hei,ada apa,kenapa menangis?" tanya Rong Bang.Bukannya diam,Baixu malah tambah terisak.Baihe yang mendengar suara tangisan anaknya pun terbangun.Dia melihat,saat ini anaknya sedang memeluk suaminya.
"Ada apa sayang?" tanya Baihe.Baixu yang mendengar suara ibunya,segera berbalik dan memeluk ibunya.
"Hei,kenapa sayang?" kata Baihe dengan mengelus punggungnya agar dia tenang.
"Ibu,saat ini aku tidak sedang bermimpi kan!" kata Baixu sambil menatap ibunya, " ibu,aku melihat ayah tadi," kata Baixu lagi. Mendengar itu,Baihe tersenyum lembut,dan mengelus wajah anaknya.
"Tidak sayang," kata Baihe bangun dari tudurnya dan duduk dengan Baixu yang masih berada di dekapannya,melihat istrinya duduk,Rong Bang ikut duduk juga.
"Lihatlah" kata Baihe menyuruh Baixu melihat pada Rong Bang yang tersenyum, "ayah sudah pulang,apakah Baixu tidak ingin memeluk ayah?" tanya Baihe.Dan dengan cepat Baixu meompat ke pelukan ayahnya.
"Ayah,,hiks,hiks,, kenapa baru pulang sekarang?" tanya Baixu.
"Maafkan ayah ya sayang,ayah janji tidak akan meninggalkan kalian lagi" kata Rong Bang dengan sedih.
"Janji," kata Baixu sambil menyidorkan kelingkingnya pada Rong Bang.Rong Bang di buat bingung.Dan Baihe melihat itu,segera memberi isyarat agar Rong Bang Melakukan seperti tang dia peragakan.
"Janji," kata Rong Bang dengan menautkan jari kelingkingnya.Baixu sangat senang,lalu memeluknya dengan erat.
"Baixu,sekarang waktunya mandi,kau nanti terlambat berangkat sekolah," Kata Baihe dengan membawa nampan berisi makanan.Entah sejak kapan dia keluar dan memasak,karena ayah dan anak yang sedang melepas rindu itu tidak menyadarinya.