
"Yang mulia,yang mulia,"Chichi datang dengan nafas yang memburu.
"Ada apa chichi?"
"Yang mulia,putri membuat kegaduhan di pesta kaisar," kata Chichi
"Apa,cepat antar aku ke sana," kata Baihe,dia sangat khawatir dengan anaknya.Mereka pun bergegas ke aula,tempat acara berlangsung.
---------
Sementara di aula
Situasinya sangat menegangkan,karena Baixu terus saja berbicara tanpa memberi yang lain mengeluarkan suara.
"Ayah,aku tak tau pantas atau tidak akau memanggilmu seperti itu,tapi kau seakan-akan tak pantas menyandang status itu.Kau bahkan tak bisa melindungi keluargamu," Kata Baixu sambil menunjuk Rong Bang.Tapi ada suara yang membuat dia berhenti mengoceh.
"BAIXU," panggil Baihe,yah,Baihe tiba di aula dan melihat anaknya sedang menunjuk kepada Rong Bang.Semua yang mendengar suara lembut penuh tekanan itu menoleh kepada asal suara.
Perlahan tapi pasti Baihe masuk ke tengah aula,dia menoleh kepada Rong Bang,dan melihat ada Jiaojiao di sampingnya,bahkan Rong Bang tak melihat kearahnya,lalu melihat kembali kepada kaisar.
"Salam hormat hamba yang mulia," hormat Baihe, "Yang mulia,tolong maafkan Putri mahkota,dia masi sangat kecil dan tak tahu apa yang dia ucapkan,aku sebaga pengasuhnya merasa gagal," kata Baihe sambil terus mebunduk.Baixu,Rong Bang,dan yang ada di sana terkejud. "Maaf atas kesalah pahaman yang terjadi,mungkin karena kedekatan di antara kami,membuat dia mengira kalau aku adalah ibunya," lanjut Baihe,kali ini dengan air mata yang mengalir.Baixu yang mendengar itu ingin mendekat kepada ibunya,tapi di hentikan oleh Jiaojiao.
"Jika kaisar berkenan,maka hukumlah hamba yang tidak becus ini,"
"Baiklah jika itu yang kau inginkan,aku akan mengampuninya,dan sebagai gantinya kau yang di hukum.Karena didikanmu,dia telah membuat kerajaan langit malu,maka,selain nyawa,tak ada hukuman lain untukmu,Prajutit segera laksanakan perintahku" kata kaisar langit.
"Tidak,," teriak Baixu,dia berontak dari cengkraman Jiaojiao,hanya saja di saat yang genting ini,terjadi sesuatu yang akan membuat Baixu menyesal.
"Aaahhhhh,mataku," jerit Jiaojiao.
Ternyata,di saat Baixu berontak,dia tidak sengaja mengayunkan tangannya,dan dari lengannya,keluar pedang kecil,dan melukai kedua mata Jiaojiao.Orang-orangpun menjadi panik.
"Segera panggilkan tabib," perintah kaisar dengan suara yang keras.
Melihat kekacauan itu,Baihe segera mendekap Baixu yang masi terkejud.Baihe ingin bertanya kepadanya,tetapi melihat anaknya gemetaran dia tidak jadi menanyakan,dia hanya berusaha menenangkan anaknya.
"Dari mana Baixu mendapat pedang kecil itu," tanya Baihe pada pelayan pribadi anaknya.
"Maafkan hamba yang mulia," bukan jawaban yang di dapatkan,tapi permintaan maaf.Dari situ Baihe dapat menebak,dari mana asalnya pedang itu.Sekarang mereka telah di amankan oleh prajurit.
Tabib datang dang segera mengobati mata Jiaojiao.
"Maafkan hamba yang mulia,luka di mata selir sangatlah dalam,…"
"Apakah bisa di sembuhkan," belum selesai tabib berbicara,Kaisar sudah memotongnya.
"Kalau cuma luka biasa bisa sembuh yang mulia,tapi terdapat racun di pedang itu yang mulia," kata tabib lagi. "racunnya Itu sangat langkah,dan belum ada penawarnya," kaisar sangat marah,lalu bertanya kepada Rong Bang.
"Rong Bang,apa yang akan kau lakukan atas tindakan anak itu,biarpun bagaimana,yang dia lukai adalah selirmu," tanya Kaisar.
"Yang mulia,tolong ampuni putri hamba,dia masi sangat kecil," mohon Baihe,dan tampa ia sadari dia telah membongkar identitas asli anaknya.
"Tapi dia telah melukai selir kerajaan," kata Rong Bang.Sakiy sekali hati Baihe mendengar Rong Bang lebih memilih orang lain,dari pada anaknya.
"Kalau begitu,bagaimana kalau aku yang menggantikan hukuman itu,ambil saja mataku yang mulia," Kata Baihe.
"Baik,jika itu maumu," Rong Bang mengeluarkan kekuatannya,dia mengambil mata Baihe.Dan Baihe menahan sakit yang teramat sangat,dengan mencengkram roknya dengan erat.Tapi sakit itu kalah dengan sakit di hatinya,Sakit karwna Rong Bang lebih memilih tahta di banding dia dan Baixu.Karena sangat sakit,setelah matanya telah di ambil diapun pingsan.
"Bawah dia kembali ke kamarnya,dan dia tidak boleh keluar kamar selama hukumannya belum di jalankan" perintah Rong Bang,Baihe pun di bawah ke kamarnya di ikuti oleh Chichi dan Baixu.Setelah itu Rong Bang memberikan mata itu pada Tabib lalu berlalu dari sana.
Rong Bang pergi mencari tabib lain untuk mengobati Baihe.Sekarang dia di kamar Baihe melihat dia di obati.Setelah selesai,tabib pergi dari sana.
Karena Baihe belum sadar,dia ingin pergi melihat anaknya di kamar sebelah.Yah,untuk sementara,Baixu tinggal dengan ibunya.Tetapi,belum masuk dia sudah di usir oleh Baixu.Dia pun pergi ke ruang bacanya.
Seminggu setelah kejadian itu,Baihe tidak lagi tersenyum,bahkan dia lebih sering sendiri,Baixu sajah di suruh meninggalkannya sendiri.Setiap dia ingin keluar,pasti dia di hentikan oleh prajurit.
Saat ini Rong Bang datang mengunjunginya.
"Bagai mana kabarmu Baihe?" tanya Rong Bang lembut sambil menggenggam kedua tangan Baihe.Tapi baihe tidak merespon,dia diam saja.
"Baihe,tolong maafkan aku,saat itu aku tak bisa berbuat apa-apa karena jika membela kalian,maka aku akan di pandang rendah oleh orang lain,kau tau sendiri posisiku saat ini," kata Rong Bang.
"Yang mulia,berapa lama lagi hukumanku akan di laksanakan," bukannya menjawab malah Baihe bertanya tentang hukumannya.
"Kau tidak akan di hukum,aku akan pastikan itu,"
"Yang mulia,bisa tinggalkan aku sendiri," usir Baihe.
"Segitu bencinyakah kau ke padaku,sampai kau tak mau berbicara ke padaku," kata Rong Bang,tapi tidak di jawab oleh Baihe.
"Yang mulia,bisahkah aku jalan-jalan keluar,setidaknya sebelum aku menjalankan hukumanku," pinta Baihe
"Baiklah,tapi akh ingatkan,kalau kau tak akan di hukum," lalu beranjak dari sana.
Tidak lama setelah Rong Bang pergi,Datanglah Jiaojiao.
"Salam selir,"hormat Baihe.
"Ternyata kau masi tau di mana posisimu," kata Jiaojiao.
"Ada apa gerangan anda datang mengunjungiku?" tanya Baihe.
"Tidak,aku cuma ingin mengingatkan,bahwan Rong Bang sangat mencintaiku,buktinya,dia sampai mengambil matamu,karena dia tidak ingin aku tidak bisa melihat," kata Jiaojiao.
"Aku juga ingin memberitahu,kalau di dekat sini ada lobang namanya Zhu Xian,aku yakin kau akan menyukainya,karena kau adalah biang masalah untuk Rong Bang," kata Jiaojiao lalu beranjak dari sana.Baihe tidak tau apa itu lobang Zhi Xian,sampai dia harus mentukainya,apakah indah.