
"Kau akan mengetahuinya nanti kakak, untuk sekarang belum saatnya kau tau," jawab Yi Xuang.
"Baiklah, tapi ingat, kau harus bisa membedakan mana urusan kerajaan dan urusan pribadi," nasihat Zhi Xing.
"Baik kak, " jawab Yi Xuang,karena apa yang di ucapkan kakaknya itu benar, dia harus bisa mengontrol perasaannya.
"Baiklah, Baixu, aku akan membebaskan kau beberapa tahun ini, setelah upacara kedewasaanmu kau tak akan ku biarkan lepas dari genggamanku, maka bersiaplah," ucap Yi Xuang sambil menerawang jauh ke depan.
Di kediaman teratai bagian timur,atau lebih tepatnya di kamar Baixu.Di halaman kamar Baixu mereka sedang asik bermain pedang diawasi oleh Zheng Meng.
"Kak, aku sudah capek, kita istrahat dulu," pinta Zhi Jun.Sambil duduk di kursi yang ada di taman itu.
"Baiklah," jawab Baixu lalu duduk di samping Zhi Jun, "apakah capek sekali?" tanya Baixu sambil membantu melap keringat Zhi Jun yang di wajah dan lehernya.
"Ia aku capek sekali," jawab Zhi Jun.
"Paman, bisahkah paman membuatkan kami minuman yang segar," tanya Baixu.
"Bisa nona,kalau begitu aku akan segera membuatkannya.," jawab Zheng Meng.Lalu pergi dari sana.
"kak, kau tau, aku sangat bahagia sekarang," kata Zhi Jun.
"Karena!"
"Karena aku akhirnya dapat merasakan rasanya memiliki seorang ayah dan kakak," jawab Zhi Jun dengan tersenyum lebar, kentara sekali kalau dia sangat bahagia.Baixu tau bagaimana rasanya memiliki orang tua yang tidak lengkap.Walau,Zhi Jun lebih beruntung sedikit darinya, karena Zhi Jun mendapat kasih sayangbutuh ibunnya dan orang terdekat ibunya.
"Selama ini aku selalu bermain sendirian di temani oleh paman Zheng, terkadang ibu akan menemaniku,kalau dia tidak sibuk.Tapi sekarang aku tidak sedih lagi, karena sekarang ada kakak yang menemaniku," kata Zhi Jun.
"Benarkah,syukurlah jika kau senang. Kakak janji, akan selalu menemanimu dan melindungi mu dan Ratu Liu Li," janji Baixu.
"Kakak, izz, Ibuku itu sekarang adalah ibumu juga, kenapa masi memanggilnya Ratu," protes Zhi Jun sambil melipat tangan dengan bibir yang di monyongkan dan pipi di gembungkan.
"Ha…ha…ha, baiklah, baiklah.Tetapi,tolong kau jangan berekpresi seperti itu," Kata Baixu dengan tertawa.
"Memangnya kenapa, aku jelek ya!" tanya Zhi Jun dengan muka masih cemberut, dan kalau orang lain melihatnya, pasti ingin sekali mencubit kedua pipi cabi itu.
"Tidak, kau tidak jelek, kau hanya lucu saja, " jawab Baixu setelah bisa meredahkan tawanya. Tampaknya, membuat Zhi Jun kesal akan menjadi salah satu hobinya sekarang. Karena, semakin Zhi Jun kesal, itu akan semakin lucu dan imut.
"Huh, awas saja jika kakak berbohong," Kata Zhi Jun.
Lalu datanglah Zheng Meng membawa pesanan mereka, setelah selesai, Baixu mengajak Zhi Jun mandi, lalu tidur,walau sudah sore.
Jiaojiao sangat pusing sekarang,semua rencana yang dia atur berantakan semuanya.Seperti mencoba mendekati Liu Li seperti yang di lakukannya pada Baihe dulu.Akan tetapi dia tidak memiliki kesempatan,karena setiap waktu Rong Bang selalu ada di dekat Liu Li.Mau mendekati Zhi Jun tetapi ada Baixu di dekatnya.Jadi dia bingung mau bikin rencana apa lagi.
Lulu yang melihat kegelisahan tuannya itu memberi saran.
"Yang mulia, anda harus tenang, untuk saat ini kita tidak memiliki kesempatan,tetapi aku yakin, kalau akan ada kesempatan suatu saat nanti, " Kata Lulu.
"Kau benar Lulu, untuk sekarang, biarkan mereka di atas angin dulu, kita cukup diam dan mengamati,setelah ada kesempatan,kita harus menyingkirkan mereka sekaligus, " kata Jiaojiao dengan senyum jahatnya.
Sementara di lembah pohon persik.Semua orang merasa kesunyian. Selama ini selalu ada suara canda tawa.Akan tetapi itu telah sirnah setelah dua orang yang selalu membuat orang gemas akan tingkah mereka telah pergi.
-------------
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun. Tidak terasa, Rong Bang dan Liu Li telah hidup bersama selama seratus tahun.Hari-hari mereka lewati dengan selalu memupuk perasaan dalam hati mereka,sejak mereka memutuskan untuk mencoba membuka hati mereka. Berawal dari rasa tanggung jawab, sekarang rasa kasih sayang dalam hati mereka semakin besar seriring berjalannya waktu yang merwka lalui bersama.
Tidak jauh beda dengan hubungan Baixu dan Zhi Jun.Makin hari mereka takdapat dipisahkan.Di mana ada Baixu, disitu pasti ada Zhi Jun,begitu pula sebaliknya. Bahkan pernah sekali waktu, Zhi Jun menangis seharian agar di izinkan untuk bersekolah dengan Baixu.
"Ibu, aku ingin bersekolah bersama kak Baixu, boleh yah," izin Zhi jun.Saat mereka sekeluarga sedang makan siang.
"Tidak," jawab Zhi Jun.
"Tetapi kenapa bu? aku kan juga ingin belajar, " tanya Zhi Jun.
"Kamu itu belum cukup umur untuk masuk sekolah,lagian nanti di sana kau hanya akan mengganggu kak Baixu belajar," jelas Liu Li.
"Tidak akan bu, Zhi Jun benaran mau sekolah bu, Zhi Jun tidak akan mengganggu kak Baixu," pinta Zhi Jun,sambil merengek kepada ibunya.
"Dengar Zhi Jun,sekali ibu bilang tidak ya tidak," jawab Liu Li dengan sedikit membentak. Dan itu membuat Zhi Jun kaget, karena baru pertama kali ini ibunya berbicara keras padanya. Zhi Jun sangat sedih, dia segera berlari ke kamarnya, dan menangis di sana.
Melihat Zhi Jun yang menangis dan berlari dari sana, Baixu ingin menyusulnya.tetapi dia di hentikan oleh suara seseorang.
"Tidak ada yang boleh meninggalkan meja, sebelum menghabiskan makanannya," kata Liu Li dengan tegas, terkesan seperti perintah yang tak boleh di langgar. Baixu mau tak mau akhirnya kembali duduk dan melanjutkan makannya, dia seakan takut merasakan aurah membunuh yang sangat kental yang keluar dari tubuh Liu Li,bahkan Rong Bang pun ikut terdiam karena ikut tertekan merasakan aurah itu.
"Liu Li,bisahkah kau tenang, kau akan membunuh semua orang nanti," kata Rong Bang dengan mengelus tangan Liu Li yang berada di atas pahanya.
Mendengar itu, Liu Li segera melihat ke sekeliling,benar saja,para pelayan sudah pingsan semua karena tak kuat menahan aura yang di keluarkan Liu Li.Akhirnya Liu Li menarik auranya, dan itu membuat Rong Bang bahkan Baixu menghelai nafas legah.
Setelah selesai makan,Baixu langsung pergi dari sana,dan pergi menyusul Zhi Jun ke kamarnya, karena sejak tadi dia merasakan perasaan tidak enak. Benar saja, sejak tadi Zheng Meng membujuknya untuk keluar,tetapi Zhi Jun tak keluar juga, bahkan pintunya di kunci olehnya.Bahkan walau Baixu yang membujuknya Zhi Jun tetap tidak mau membuka pintu itu.Baixh dan Zheng Meng terus membujuknya, bahkan saking sibuknya membujuk Zhi Jun,sampai mereka tidak menyadarinya kalau hari telah malam.