
Pagi menjelang,pasangan suami istri itu sedang duduk sarapan sambil ngobrol.Setelah selesai sarapan Rong Bang pamit, karena ada pertemuan di aula kerajaan dengan kaisar dan para mentri lainya.
Liu Li yang merasa bosan di tinggal sendiri akhirnya memikirkan untuk menjenguk hewan kontraknya.
"Liu Li," sapa Yang Wu si macan putih.
"Yang Wu," jawab Liu Li.
"Kemana yang lain!" tanya Liu Li lagi.
"Mereka sedang di pepustakaan, mereka sedang mencari tahu tentang pesananmu kemarin, " jawab Yang Wu.
"Oh.... ya sudah, kalau begitu aku ingin kembali berlatih di dekat air terjun itu," kata Liu Li.
"Baiklah, aku akan menyiapkan cemilan dan teh untukmu,"
Setelah itu mereka berpisah,Liu Li menuju air terjun, Yang Wu ke dapur. Akan tetapi,setelah sampai di depan air terjun itu, Liu Li malah melamun,dan kembali mengingat kalau dia juga sedang mencari air terjun surgawi yang airnya memiliki khasiat yang sangat bagus sekali.
Entah sudah berapa lama dia melamun,sapai membut orang di sekitarnya heran.
"Liu Li," panggil Yang Wu,tetapi belum di respon oleh Liu Li.
"Liu Li," kali ini yang menegur Yang Huang si naga kuning.Tetapi Liu Li masi diam saja.
"Liu Li," panggil Yang Song sambil menepuk bahu Liu Li,saat itu juga Liu Li terkejud dan akhirnya sadar dari lamunannya.
"Iyaa, " jawab Liu Li dengan agak kencang, karena kaget.
"Maaf karena membuatmu terkejut," kata Yang Song.
"Tidak apa²,mungkin aku juga salah, karena terlalu larut dalam pikiranku," kata Liu Li.
"Apakah ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Yang Long, si naga biru.
"Ya,,, " jawab Liu Li dengan lesuh.
"Apa gerangan yang sedang mengganggu pikiranmu? ceritalah kepada kami, sapa tau kami bisa membantu," kata Yang Xuan si Kura-kura hitam, yang sedari tadi diam sambil menyimak.
"Apakah maksudmu kalau kami sudah Tua," Kata Yang Long dengan sinis. Begitu pula dengan ke empat lainnya.
"he…he…he, bukankah memang seperti itu," kata Liu Li dengan tertawa.
"Huh, sudahlah, kau memang selalu benar, lebih tepatnya benar sekali.Jadi apa yang ingin kau tanyakan?" kata Yang Xuan.
"Hmmmm, Apakah kalin mengenal dewa Hua Rong!"
"Ya kami mengenalnya," jawab Yang Song.
"Bukannya dia dewa perang yang telah mengorbankan jiwa nya untuk mengurung raja iblis," kata Yang Xuan.
"Bukannya dia gurumu, yang jasadnya kau pindahkan, karena kau percaya kalau dia akan kembali, " kata Yang Wu. Dan itu membuat Liu Li kembali bersedih mengingat kejadian yang merenggut jiwa gurunya. Dan kelima hewan yang bisa berubah menjadi manisia itu turut merasakan perasaan tuannya. Mereka pun ikut terdiam.
"Ya, apa yang kalian ucapkan itu semua benar," kata Liu Li berbalik,sekarang dia sedang memandang air terjun di depannya.
"Maaf karena kembali mengingatkan dirimu akan kejadian itu," kata Yang Wu.
"Tidak apa-apa, " jawab Liu Li berbalik menghadap kembali kepada kelima hewan kontraknya itu, tak lupa dengan senyuman yang sangat manis.
"Kalau begitu aku langsung saja, apakah kalian tau di mana letak air terjun Surgawi?" Tanya Liu Li.
Pertanyaan yang membiat kelima hewan itu saling memandang dengan kebingungan.
"Kenapa kalian saling melihat dengan wajah bingung seperti itu!" tanya Liu Li kesal, karena mereka justru terlihat seperti orang bodoh.
"Maaf,,,, maafkan kami, aku hanya heran saja, aku kira selama ini kau tau di mana letak air terlun itu," jawab Yang Xuan.
"Kalau aku tau,tidak mungkin aku bertanya kepada kalian," kata Liu Li dengan kesal, entah kenapa, saat ini dia sangat muda emosi, Modnya kadang berubah-ubah.
**********
Maaf yah aku lama up nya, di karenakan sekarang aku lagi sibuk cari kerjaan, doakannya semoga segera dapat kerjaan.