
"Itu salah satu muridku, aku sengaja membawanya ke sini," jawab Hua Rong.
"Tampaknya dia sangat spesial," kata kaisar langit sambil tersenyum.
"Anda benar yang mulia,dia salah satu muritku yang sangat cerdas, " kata Hua Rong sambil tersenyum pula. Tapi jika di perhatikan,matanya menyimpan kekhawatiran.
--------
Satu minggu setelah kejadian menghebohkan itu, sekarang Liu Li telah selesai dalam kultivasinya. Itu juga di rasakan oleh hewan kontrak yang ada di dalam lautan spiritualnya. Para hewan itu sekarang sangat bersyukur,karena,mereka tidak salah telah menjalan kontrak dengan Liu Li.
----------
Sekarang mereka telah siap untuk berperang.Mereka sekarang berada di daratan darah, suatu tempat untuk berperang. Mereka sedang menunggu sang surya terbit, untuk melaksanakan perang.
Sekarang sang surya telah menampakkan sinarnya, maka itu adalah tanda peperangan telah di mulai.
Di bagian dewa dewi,di barisan depan ada dewa perang yaitu Hua Rong, dan para muridnya.Dan untuk kaisar langit, dia ada di barisan belakang yaitu untuk mengawasi.
Sementara di bagian para iblis, di barisan depan ada raja iblis dan kedua anaknya.
Setelah sang surya telah keluar seutuhnya, maka perang pun di mulai. mereka saling membunuh dan bertahan, karena tak ada pilihan lain dalam berperang, kalau tidak membunuh, berarti bersiap untuk di bunuh.
Karena para iblis sangat licik, sehingga banyak korban dari pihak dewa dewi, bahkan sekarang raja iblis mengeluarkan beast moster jenis sacred beast yang terkenal liar dan bruntal dalam menyerang,apa lagi kalau dia di kontrak sama orang yang salah. Sehingga semakin banyak korban.Tidak ada yang bisa menghentikannya,sebenarnya ada yang bisa menghentikan beast itu, yaitu beast jenis anciant beast. Tetapi tak ada yang bisa mengontrak beast jenis itu, karwna mereka terkenal akan ke sombongannya.
Sekarang hewan itu menarget Liu Li.Karena fokus kepada lawannya, dia tidak memperhatikan sekitarnya, untung saja Kakak ke dua belasnya menyadarinya, sehingga dia menghalu serangan itu. Ternyata serangan itu sangat menyakitkan dan mematikan. Melihat itu, Liu Li sangat kaget,dia pun segera menghampiri kakaknya tersebut lalu memeluknya.
"Kakak, kenapa kau menghalaunya untukku, " kata Liu Li dengan derai air mata.
"Karena kau adalah adik kesayangan kami, karena keceriaanmu membuat warna di dalam diri kami,aku juga mengetahui kalau kau adalah pewaris di klanmu,berbeda denganku, aku seorang yatim piatu.Jadi,sebagai kakak aku akan selalu melindungimu, " kata Kakak ke Dua belas dengan senyuman,setelahnya dia memuntahkan darah.
"Adik ke tiga belas, bisahkah kau memberikan aku senyum," pinta kakak ke dua belas. Liu Li pun tersenyun sambil menangis. Melihat air mata di pipi adiknya dia pun mengusapnya, akan tetapi, lama kelamaan pandangannya mulai mengabur, dan diapun menghembuskan nafas terakhirnya. Melihat itu, Liu Li pun sangat marah, sehingga sekarang keluar aurah membunuh dari dalam tubuhnya, matanya menajam seperti hendak memangsa lawan. Bahkan, fire lion pun merasakan aura yang sangat pekat itu,membuat dia sangat takut.
Liu Li pun mengeluarkan pusaka yang dia dapatkan dulu. Dan ternyata, pedang itu adalah pedang penghancur jiwa, sekali tebas saja,busa langsung mengambil jiwa lawan, bahkan tak akan bisa bereingkarnasi lagi.
Hua Rong Melihat kemarahan muridnya, menurutnya itu lebih mengerikan dari dirinya, bahkan kaisar langit yang melihatnya, dia sampe membatin,"aku tidak akan membuat masalah kepada anak itu, ".
Karena sudah banyak korban yang tidak bersalah, baik dari pihak dewa dewi atau pihak lawan, dia pun mengeluarkan senjata ampuh para dewa, yaitu sebuah panggoda pengurung. Kaisar langit yang melihat itu mencoba menghentikannya, karena panggoda akan berfungsi jika ada jiwa yang di korbankan untuk mengurung seseorang di dalamnya.
"Hua Rong, tolong hentikan, kita bisa memikirkan cara lain untuk menghadapi mereka, itu sangat berbahaya, " kata kaisar langit.
Setelah itu, terjadi ledakan di sekitar raja iblis dan mementalkan yang lain,termaksud Liu Li. Liu Li melihat gurunya sedang berusaha mengurung raja iblis, diapun bangun mau membantu gurunya,tetapi dia rertahan, ternyata Hua Rong telah memasang aray pelindung.Setelah sekian lama, akhirnya raja iblis bisa terkurung, di saat-saat terakhir, Hua Rong melihat kepada Liu Li dan tersenyum,kemudian berucap, tunggulah aku.Setelah itu diapun tumbang, bersamaan dengan aray yang hilang.
Melihat gurunya tergeletak,Liu Li segera berlari dan memangku kepala Hua Rong.
"Guru, guru bangunlah, " kata Liu Li dengan air mata. Bersamaan dengan para murid yang lainnya, mereka ikut bersedih.
"Guru, apa yang terjadi kepadamu, kenapa kau tidak bangun. Bangunlah guru, jangan membuatku takut.Guru bangu, hiks hiks hiks, " kata Liu Li dengan berderai air mata.
Setelah kaisar langit di kurung. Maka peperanganpun usai. Kemudian Kaisar langit mendekat kepada jasad Hua Rong, dia melihat kalau para muridnya sangat sedih. Dia pun berujar.
"Dia telah pergi, " kata Kaisar langit. Mendengar itu, Liu Li sangat marah, diapun berdiri.
"Diam kau, guruku cuma tertidur, sebentar lagi dia akan bangun, jadi jaga ucapan anda, " kata Liu Li sambil menunjuk Kaisar langit. Para kasim yang melihat itu ingin maju memperingati,tetapi di hentikan oleh Kaisar langit.
"Itu kenyataan anak muda, untuk mengaktifkan panggoda itu, harus ada jiwa yang di korbankan. Dan Hua Rong mengorbankan jiwanya untuk perdamaian," mendengar kata-kata dari kaisar langit maka bertambah sedihlah Liu Li.
"Anda pasti berbohong,Guru pasti tidak pergi meninggalkan ku. Kau pasti berbohong," katanya sambil menutup telinganya. tidak lama, diapun pingsan karena terlalu sedih.
Akhirnya mereka pun kembali ke tempat masing-masing. Liu Li di gendong oleh kakak pertama, mereka kembali ke Kunlun.Sementara jenazah Hua Rong di bawa ke istana langit.
setelah beberapa jam,akhirnya Liu Li sadar, dia melihat ke sekitarnya, tidak ada orang. Dia pun keluar, di luar dia bertemu dengan kakak ke dua, dia pu bertanya.
"Kakak ke dua, " kata Liu Li
"Akhirnya kau sadar juga adik ke tiga belas, kami baru saja menguburkan adik ke dua belas, " kata kakak ke dua
"Lalu guru di mana!" kata Liu Li
"Jasad guru di bawa ke istana langit," jawab kakak ke dua dengan sedih. Mendengar itu, Liu Li bergegas ke kaisaran langit.Tetapi di hentikan oleh kakak ke dua.
"Kau hendak ke mana adik! " tanya kakak ke dua
"Aku ingin ke istana langit kak, aku ingin melihat guru," kata Liu Li lagi. Karena melihat kesedihan di mata adiknya, akgirnya kakak ke dua luluh juga.
"Baiklah, aku akan mengantarmu, "
Mereka pun bergegas ke kaisar langit. Sesampainya di gerbang, mereka di tahan oleh pengawal, karena kesal tidak di izinkan masuk, akhirnya Liu Li pun melumpuhkan mereka. Sesampainya di aula, dia melihat sebuah peti,yang dia yakini di dalamnya adalah gurunya.Diapun mendekat, kaisar langit dan para dewa dewi yang melihatnya sangat terkejut, pasalnya dia sudah memberikan penjagaan yang ketat.