Three Lives, Three Worlds

Three Lives, Three Worlds
Bab 29.



"Yah, lebih cepat lebih baik,kerena aku sangat penasaran sekarang,"


"Baik," Lulu pun pergi dari sana.


"Siapapun dirimu, aku yakin,bisa menyingkirkanmu seperti Baixu, aku yakin itu, karena hanya aku yang pantas mendampongi Rong Bang," kata Jiaojiao. Tanpa tau siapa lawannya kali ini.


----------


Di lembah pohon persik,Paman Xue sedang ngobrol dengan Mu Lingyu.Mereka telah menemui Orang tua Liu Li.Sekarang mereka tengah bersantai.Rencananya paman Xue akan tinggal beberapa hari karena situasi di lembah pohon persik sangat tenang.


----------


Keesokan harinya, Di halaman Kediaman teratai sangat ramai dengan pelayan yang membawa beberapa nampan. Sampai orang yang tinggal di kediaman itu terganggu.


Liu Li sangat marah, karena waktu tidurnya terganggu. Akan tetapi setelah dia sadar kalau sekarang mereka berada di kerajaan langit.Dia segera bangun dan memakai tudung kepala lalu keluar melihat, ada apa gerangan.


Saat sampai di luar, dia bingung melihat banyak pelayan, bukannya kemarin dia telah memberi tahu Rong Bang kalau dia tidak membutuhkan pelayan, lalu apa ini.


"Zheng Meng,ada apa ini?" tanya Liu Li.


"Salam ratu, mereka membawa berbagai jenis pakaian dan perhiasan untuk di pilih oleh anda, mereka adalah utusan kaisar, " jawab Zheng Meng.Liu Li pun segera mendekati mereka.


"Hormat hamba Ratu, kami membawa kiriman dari kaisar," hormat merem semua.


Lalu Liu Li melihat semua nampan itu, dia menjatuhkan pilihannya pada baju berwarna berwarna merah sederhana,beserta perhiasannya. Setelah melaksanakan tugas,para pelayan itu pergi dari sana.


"Zheng Meng,jaga Zhi Jun,aku ingin memasak,"Perintah Liu Li,lalu pergi mencari dapur. Tapi setelah lama berkeliling dia tidak dapat menemukan di mana dapur di kediaman itu.Lou Li tidak sadar kalau Rong Bang memperhatikannya dari jauh. Setelah lama, Rong Bang menghampirinya.


"Kau sedang mencari apa Liu Li!" tanya Rong Bang.


"Salam yang mulia, aku mencari dapur, apa kediaman ini tak memiliki dapur?" jawab Liu Li.


"Ada, dapur ada di sebelah barat,"


"Haizz, pantas dari tadi aku tak menemukan nya," kata Liu Li dengan kesal.Mendengar Liu Li kesal,Rong Bang merasa sangat lucu, sayang dia tidak dapat melihat langsung wajah kesal Liu Li.


"Hmm…,mari aku mengantarmu ke sana," Lalu mereka menuju ke dapur.Sampai di dapur, Liu Li segera memeriksa bahan masakan yang ada, dia ingin memasak bubur untuk sarapan.Setelah bahan-bahan siap, dia segera memasaknya, dia agak kesusahan karena terhalang oleh tudung kepala.


Rong Bang yang melihat itu segera menggunakan kekuatannya untuk menghalau sinar yang terlalu terang.


"Bukalah,aku melihatmu kesusahan dengan tudung itu," Liu Li melihat sekitarnya,ternyata Rong Bang telah menghalau Cahaya yang masuk.Segera dia membukanya dan melanjutkan memasaknya.


Setelah selesai,Liu Li di bantu oleh Rong Bang,membawa makanan itu ke meja yang ada di halaman kediaman itu.Setelah selesai tak lama datanglah Zhi Jun dan Zheng Meng.Melihat mereka, Rong Bang ingin kembali ke ruangannya, tapi di hentikan oleh Liu Li.


"Bergabunglah dengan kami Yang mulia,aku sengaja memasak banyak tadi, " ajak Liu Li.


"Ibu, bolehkah habis sarapan aku bertemu dengan kak Baixu?" tanya Zhi Jun.


"hmm, " Liu Li melihat ke arah Rong Bang, Rong Bang menyadari itu.


"Boleh, Baixu pasti sangat senang," kata Rong Bang.


"Yei, paman kau sangat baik, siapa namamu?" tanya Zhi Jun,Liu Li ingin menegurnya, tapi keduluan Rong Bang.


"Terimah kasi atas pujiannya, kau boleh memangnggiku Paman Rong," jawab Rong Bang sambil tersenyum.


setelah selesai sarapan, Zhi Jun di temani oleh Zheng Meng,pergi mengunjungi Baixu, kebetulan tadi Rong Bang sudah menunjukan jalannya.


"Yang mulia,kenapa anda mengizinkan Zhi Jun menemui Baixu, bagaimana kalau dia mengganggu Baixu berjalan?" tanya Liu Li,sekarang mereka ada di dalam kamar.


"Liu Li, bisahkah kau tak terlalu formal denganku!" bukannya jawaban yang di dapatkan Liu Li,tapo sebuah pertanyaan.


"Hah…, tapi bagaimana kalau ada yang mendengar, itu…,akan membuat orang lain mengira aku tidak menghargaimu," jawab Liu Li.


"Baiklah,tapi, bisahkan kau memanggil namaku saja di saat hanya ada kita berdua saja, "


"Mmmm…,baiklah," jawab Liu Li dengan malu-malu, jika tidak memakai cadar,sudah di pastikan Rong Bang akan melihat pipinya sekarang sedang bersemu karena malu. Selama ini Liu Li tidak pernah terlibat perasaan dengan orang lain,dia ingin memberikan perasaannya kepada suaminya kelak.


Sementara Ronh Bang, dia merasakan perasaan yang sangat di kenalnya kalau berdekatan dengan Liu Li.Entah itu perasaan apa.


-----------


Tidak terasa akhirnya tiba juga Hari pernikahan Rong Bang dan Liu Li,Acara pernikahan di adakan dengan sederhana di kerajaan rubah.Rencananya mereka akan merayakan acara puncaknya di kerajaan langit.


Setelah menikah,mereka di boyong masuk ke dalam kamar pengantin karena hari sudah malam, dan mereka harus bersiap ke kerajaan langit keesokan harinya. Karena,acara akan berlanjut.


Di kamar,Dua orang yang baru menikah itu sangat canggung sekali, mereka sangat bingung mau berbuat apa, di tengah kebingungan mereka masuklah sang penyelamat, yaitu Zhi Jun.


"Ibu, aku sudah sangat mengantuk," kata Zhi Jun sambil mengucek matanya, karena memang sudah jam tidurnya.


"Baiklah, ayo kita berganti baju dulu," kata Liu Li.


Setah selesai, Liu Li membaringkan anaknya di tengah tempat tidur,agar menjadi pemisah antara dia dan Rong Bang,tapi di protes oleh anaknya.


"Ibu, aku ingin tidur di samping, biasanya juga kaya begitu, aku tidak mau di sini," Protes Zhi Jun lalu berpindah ke samping.


"Ayah, kenapa berdiri di situ,kemarilah yan tidur dengan kami," ajak Zhi Jun,yah,dia sudah di beri tahu kalau Rong Bang adalah ayahnya setelah resmi menikah dengan ibunya.Akhirnya Rong Bang ikut berbaring.Sekarang posisi Liu Li ada di antara dua lelaki itu.


Karena terlalu lelah akhirnya mereka tertidur dengan cepat.Di tengah malam,Rong Bang merubah posisinya, yang dari terlentang menjadi miring membelakangi Liu Li,saat dia berbalik, Rong Bang tanpa sadar memeluk Liu Li yang tidur membelakanginya, karena saat ini Liu Li sedang menghadap anaknya, dan memeluknya.Karena merasa nyaman Rong Bang makin mempererat pelukannya. Sementata Liu Li juga merasa nyaman,jadi dia tidak memberontak, karena saking nyamannya, dia malah tidurnya makin nyenyak.Mereka tertidur dengan posisi itu sampai tidak sadar kalau di luar matahari telah menampakan sinarnya.