
"Tidak,aku cuma ingin mengingatkan,bahwan Rong Bang sangat mencintaiku,buktinya,dia sampai mengambil matamu,karena dia tidak ingin aku tidak bisa melihat," kata Jiaojiao.
"Aku juga ingin memberitahu,kalau di dekat sini ada lobang namanya Zhu Xian,aku yakin kau akan menyukainya,karena kau adalah biang masalah untuk Rong Bang," kata Jiaojiao lalu beranjak dari sana.Baihe tidak tau apa itu lobang Zhi Xian,sampai dia harus mentukainya,apakah indah.
Baihe terus memikirkan lobang itu,dia sangat penasaran.
"Ah,sudah lah,nanti aku tanyakan pada Chichi," lalu Baihe beristrahat.
Saat dia bangun,Chichi datang membawakan loyang berisi air,untuk cuci muka,setelah selesai,Baihe bertanya kepada Chichi.
"Chichi,apakah kau tau lobang Zhi Xian Itu apa?"
"Yang mulia,kenapa anda menanyakan lobang itu!"
"Jawab saja,"
"Lobang itu tedapat di dekat danau teratai,dan lobang itu sangat berbahaya," kata Chichi, " lobang itu adalah lobang penghancur jiwa,kalai lompat ke sana,jiwa kita akan hancur dan tidak bisa bereingkarnasi," jelas Chichi lagi.
Ternyata,itu adalah tujuan Jiaojiao memberutahunya,dia ingin Baihe lompat kesana,dari awal,Baihe sudah berpikir begitu,karena apa tujuan Jiaojiao memberitahunya.
"Baiklah,aku mengerti,bisahka kau mengantarkan aku ke sana,"
"Bisa yang mulia,tapi kenapa anda ingin kesana?"
"Tidak aku cuma ingin tau saja,"
"Baiklah,ayo,"
Chichi pun menuntut Baihe ke jalan yang paling terdekat dengan lobang itu,setelah sampai.
"Chichi,di sini anginnya sangat sejuk,besok-besok tuntun aku kesini lagi, agar aku hafal dengan jalannya," kata Baihe,saat ini baihe memakai penutup kepala,yang terdapat kain di sampingnya,yang mampu menutupi wajahnya.
Setiap hari Chichi selalu menemani Baihe ke Lobang Zhi Xian,sampe Baihe bisa pergi sendiri,atau sudah hafal sama jalannya.
Tangah malam,saat Baihe tertidur,dia di kagetkan oleh Rong Bang,karena tiba-tiba dia memeluknya,Baihe ingin berteriak tapi mendengar suara yang familiar,diapun mengurungkan niatnya.
"Baihe,aku sangat merindukanmu," kata Rong Bang,sambil memelunya dari belakang.Baihe diam saja.
"Tidurlah," kata Rong Bang,karena melihat tidak ada pergerakan dari Baihe.Rong Bang pun tertidur,sambil memeluk Baihe.Dan untuk Baihe,dia juga tertidur karena merasa nyaman.
Keesokan harinya,terlihat dua insan yang masi tertidur sambil saling mendekap.Dan akhirnya Rong Bang yang duluan terbangun,dia tersenyum melihat wajah cantik istrinya yang kini sedang memeluknya.
Di elusnya pipi Istrinya,lalu pandangannya tertuju kepada bibir merah istrinya.Perlahan tapi pasti dia mengecup bibir merah itu,kecup satu kali kurang,kecup duakali malah ingin lebih,pada akhirnya dia m***mat bibir itu sampai yang punya merasa terusik.Baihe pun terbangun karena merasa ada yang m******nya.Dia berusaha melawan,walau dia tau itu adalah suaminya.
Karena sudah di kuasai nafsu,maka,Rong Bang menindih tubuh Baihe,lalu tangan Baihe dia mengangkatnya ke atas kepalanya dan di pegangnya dengan erat dengan satu tangan,sementara tangan yang lain sibuk meraba setiap inci tubuh istrinya,dan bibirnya sibuk mengecap dua benda favoritnya.Tak bisa di pungkiri,Baihe juga sangat menikmati perlakuan suaminya,maka lama kelamaan diapun terbuai dengan permainan suaminya.Karena merasa istrinya sudah terbua,Rong Bang menggunakan kekuatannya untuk melepas pakaian mereka.
Maka,terjadilah pergulatan panas di antara keduanya,seakan-akan melampiaskan rindu yang selama ini mereka pendam.Jangan tanya berapa kali.Karena Rong Bang benar-benar melampiaskan rasa rindunya selama ini.
Karena lelah,mereka pun tertidur kembali.Setelah lama tertidur,Rong Bang terbangun,karena,merasakan pergerakan dari istrinya.
"Ibu…buka pintunya," terdengar teriak Baixu dari luar.Karena sedari pagi tadi hingga sore ibunya tidak keluar dari kamarnya.
Baihe segera bangkit,dan dia mencari pakaiannya.Melihat itu,Rong Bang menggunakan kekuatannya,dan sekarang mereka telah berpakaian.Lalu,melepaskan kekuatannya agar pintunya terbuka.Melihat pintunya terbuka,Baixu segera masuk.
"Ibu… kenapa tidak keluar kamar,apakah kau sa…" Baixu berhenti berbicara saat melihat Rong Bang duduk di samping ibunya.Karena tadi dia berbicara sambil berjalan masuk ke dalam kamar.
"Salam hamba yang mulia," kata Baixu setelah sadar dari keterkejutannya.
"Tidak perlu terlalu sopan,kita adalah keluarga," kata Rong Bang.
"Hamba tidak berani yang mulia," jawab Baixu.
"Karena hamba takut nanti ada yang mendengar,Kaisar akan menghukum ibuku lagi," laljut Baixu,di sertai dengan sindiran halus.Rong Bang bukan orang bodoh yang tidak mengerti akan makna kalimat yang di keluarkan Baixu.Baihe yang merasa kalau anaknya merasa tidak nyaman,maka dia menyuruh Rong Bang pergi dari sana.
"Maaf kan hamba yang mulia,saya ingin membicarakan sesuatu dengan anakku,sebelum dia kembali bersekolah.Bisakah yang mulia meninggalkan kami," kata Baihe.
"Baiklah,jika kalian ingin berbicara," Kata Rong Bang,pergi dari sana.
Memang benar,besok Baixu sudah kembali bersekolah,karena masa hukumannya telah usai.
"Ibu,kenapa dia ada di sini," kata Baixu enggan memanggil Ring Bang dengan sebutan ayah setelah kejadian itu.
"Sopanlah dalam berucap sayang,kau harus belajar dari pengalaman yang kemarin.Tidak boleh lebih cepat berucap dari pada berpikir,karena itu kan menjadi bumerang untukmu suatu saat nanti," nasihat Baihe.
"Dan biar bagaimanapun,Rong Bang tetaplah ayahmu,darahnya mengalir di tubuhmu dan kah tak bisa menghilangkan itu,jadi hormatilah dia,mengerti," Kembali Baihe menasihati anaknya.
"Baik ibu," jawab Baixu.
"Kemarilah,aku sangat merindukanmu," kata Baihe.Baixu pun langsung masuk ke dalam pelukan ibunya.Saking nyamannya,Baixu pun sampai tertidur.Baihe lalu meletakkannya di tempat tidur.
Baihe,terus mengelus kepala anaknya sambil melamunkan sesuatu,dia masi terngiang ingiang dengan tuduhan para dewi padanya.Dia seakan-akan merasa dirinya adalah yang paling buruk.
Flash back.
"Lihat itu,dasar tak tau di untung,dia menggunakan kebaikan yang mulia untuk menikahinya," kata dewi 1.
"kau benar,dia menggunakan tubuhnya untuk menggoda yang mulia," kata dewi dua.
"aku yakin,dia menggunakan obat agar yang mulia menidurinya," kata dewi satu.
"Ia,dasar wanita murahan," kata dewi dua.
"Lihat,bahkan yang mulia tak menoleh padanya,"Kata dewi dua.
"Ia,karena yang mulia telah sadar,yang mana yang lebih pantas untuknya," kata dewi satu.
Baihe yang mendengar itu sangat sedih,dia makin sedih saat mengetahui kalau Rong Bang tak membelanya,atau menghentikan para dewi itu bergosip,bahkan dia seakan membenarkan ucapan para dewi itu.