Three Lives, Three Worlds

Three Lives, Three Worlds
Bab 26.



"Kenapa aturan dibuat dengan hukum alam paman!" tanya Ning Meng.


"Itu, karena,orang di daratan Shu Zu,kalau tinggal di daratan Tianyuan,maka hidupnya tidak akan lama, karena perbedaan energi yang mengalir dalam tubuh kita,sampai sini mengerti, " tanya Yi Xuang,dan di jawab anggukan oleh Ning Meng.


"Kau tau ayahmu sebenarnya sedih saat kau meminta dirinya menikahkanmu dengan murit Kunlun, itu berarti cepat atau lambat dia akan kehilangan dirimu selama-lamanya," kata Yi Xuang lagi.Sekarang Ning Meng mengerti,dia pun segera beranjak keluar mencari ayahnya,dia merasa sangat bersalah pada ayahnya itu.


Di luar dia melihat pemandangan yang tidak pernah dia lihat, saat ini dia melihat ayahnya sedang menangis di sampingnya ada ibunya yang menenangkannya.Di lalu mendekat.


"Ayah, " panggil Ning Meng.Zhi Xing segera menghapus air matanya.


"Ayah,maafkan Ning meng,yah," tapi Zhi Xing dan istrinya diam saja.


"Ning Meng nggak akan keras kepala lagi,ayah tolong maafkan Ning Meng," kata Ning Meng dengan air mata mengalir.Zhi Xing yang melihat anaknya menangis akhirnya dia memeluknya.


"Ayah sudah memaafkanmu,kau adalah anak kecil ayah," kata Zhi Xing.Ning Meng sangat bersyukur memiliki keluarga yang sangat menyayanginya. Dari kejauhan kerhamonisan itu di lihat oleh Yi Xuang.Zhi Xing pun melihatnya,diapun tersenyum kepada adikya itu,dia tau, perubahab pada sikap anaknya ini, ada campur tangan adiknya.


 


Sampailah Liu Li di gerbang kerajaan langit.Mereka di gadang oleh penjaga gerbang.


"Maaf anda ingin mencari siapa,"tanya penjaga satu.


"Aku Liu Li dari lembah pohon persik,aku keaini karena undangan kaisar," jawab Liu Li.


"Maafkan hamba karena tidak mengenali anda, silahkan masuk," kata penjaga dua.


"salam hormat kami Ratu Liu Li," hormat kedua penjaga.


"Hmm…" lalu Liu Li mesuk.


Setelah masuk dia bingung mau jalan ke arah mana,pasalnya,ini ke dua kalinya dia ke kerajaan langit.Dia dan Zheng Meng terus berjalan,sapa tau mereka bertemu seseorang untuk bertanya. Tanpa mereka sadari, mereka telah sampai di danau teratai, dia melihat ada seorang anak yang sedang berlatih pedang,Liu Li pun mendekatinya.


Baixu sedang berlatih pedang di danau teratai merasa ada yang berjalan ke arahnya, siapa gerangan yang berani melewati danau ini, pasalnya, setelah kejadian itu, Rong Bang melarang siapapun datang ke sana.Hanya Baixu yang berani melanggar aturan itu.


Merasa orang itu semamin mendekai, Baixu segera mengayunkan pedangnya ke arah orang itu,beruntung orang itu menghindar, orang itu adalah Liu Li.Liu Li tidak menyangka kalau dia akan di serang seperti ini, apalagi yang menyerangnya seorang anak kecil menurutnya.


Baixu melihat orang di depannya berperawakan seperti ibunya, dia tertegu.


"Siapa kau?"tanya Baixu sambil menodongkan pedang.


"Tidak perduli aku siapa, hanya saja, kuda-kuda dan caramu memegang pedang itu salah," mendengar kritikan dari Liu Li, Baixu segera menurunkan pedangnya dan memasukannya pada sarungnya.


"Apakak anda tidak mengetahui kalau tempat ini tidak boleh di masuki oleh sembarang orang,!" bukannya berterimahkasi, Baixu malah kembali bertanya.Terdengar helaian nafas dari Liu Li.


"huft…,maaf aku tidak tau, aku baru pertama kali ke sini," jawab Liu Li, "dari tadi aku mencari orang, tapi aku tak melihatnya,hanya kau yang aku lihat,jadi aku datang menghampirimu," lanjut Liu Li.


"Ada apa gerangan kau ke kerajaan langit?"


"Kaisar yang mengundangku,"


"Bisakah kau mengantarku menemuinya, atau tunjukan saja jalannya, " lanjut Liu Li.Baixu yang mendengar kalau yang berbicara dengannya ini tamu kaisar, akhirnya diapun mengantarnya ke aula.


"Baiklah, aku akan mengantarmu, karena kalau aku cuma menjelaskan jalannua, takutnya anda akan makin kesasar," kata Baixu.


Liu Li dan Baixu berjalan menuju aula, dan Zheng Meng mengikutinya di belakang,dengan Zhi Jun di gendongannya yang masi tertidur.


Setelah sampai depan bangunan itu, Baixu berhenti berjalan,otomatis Liu Li juga berhenti.


"Kita sudah sampai,masuklah," kata Baixu.


"Kenapa kau tak masuk bersamaku!" tanya Liu Li.


"Maaf, tapi aku tak punya kepentingan," jawab Baixu.


"Baiklah, kalau begitu," kata Liu Li,lalu menoleh kepada Zheng Meng,"tunggulah di luar, " dijawab anggukan oleh Zheng Meng.


"Kalau begitu aku akan menemani mereka di sini sampai anda keluar," kata Baixu.


"Baiklah, terimakasih,kalau begitu aku masuk dulu," kata Liu Li,lalu masuk kedalam.Sementara di luar, Baixu mengajak Zheng Meng duduk di bawah pohon,tidak jauh dari sana,karena kasian Zheng Meng dari tadi menggendong seorang anak,dan melihat anak itu sudah mulai nggak nyaman, dan Zheng Meng cuma menganggukkan kepalanya.


Di dalam aula, Liu Li melihat ada dua orang pria yang sudah menunggunya,dapat ia tebak, pria yang duduk di atas singgasana itu pastilah kaisar, lalu siapa pria yang satunya itu, dia terlihat sangat dingin, apakah dia calon suaminya.


"Haizz, sudahlah,lagian pasti aku akan bertemu dengannya dan menjelaskan situasiku saat ini," ucap Liu Li dalam hati.


Sementara, di sisi Rong Bang, yah pria dingin yang bersama kaisar itu adalah sang putra mahkota,Rong Bang. Di sangat terkejud melihat penampilan Liu Li itu mengingatkan dia pada Baihe, Rong Bang terus memperhatikan nya.


"Salam hormat hamba yang mulia," salam Liu Li.Suara Liu Li itu kembali menarik perhatian Rong Bang, tapi Rong Bang menutupinya dengan wajah dinginnya.


"Bangunlah," jawab Kaisar.


"Selamat datang di istana langit Ratu Liu Li," lanjut kaisar.


"Anda terlalu sungkan yang mulia,Anda cukup memanggilku Liu Li saja," kata Liu Li merendah.


"Baiklah, aku sangat senang begitu pesan dari dewa Xue sampai kepadaku, bahwa kau akan segera kesini," kata kaisar.


"Anda terlalu memuji yang mulia, " jawab Liu Li.


"Baiklah, karena sudah sampai,bagai mana kalau kau beristirahat dulu, kau habis dari perjalanan jauh," kata kaisar.Tapo Liu Li adalah orang yang tidak suka menunda seauatu, dia ingin segera menyelesaikan urusannya.


"Tidak perli yang mulia,ada pun jika memang harus tinggal, maka aku akan tinggal, " jawab Liu Li.


"Baiklah, ternyata kau orang yang tidak suka memvuang waktu," kata kaisar, dan di jawab anggukan oleh Liu Li.


"Baiklah, aku mengundangmu, karena ingin membicarakan tentang perjodohan kalian yang akan di laksanakan dua bulan lagi," kata kaisar.


"Aku mengundangmu, karena ingin kau memilih kain,baju,atau perhiasan vagaimana yang ingin kau kenakan," kata kaisar dengan antusias. sayangnnya kedua orang yang ingin di satuhkan itu tidak terlalu antusias.


"Kalau aku terserah yang mulia saja,aku cuma menginginkan pakaian yang simpel dan tidak menyitkan aku bergerak, dan untuk yang lainnya, terserah yang mulia saja," kata Liu Li.


"Baiklah, tidak masalah," kata kaisar.


"Tapi yang mulia, bolehkah aku bertemu dengan Calon suamiku," tanya Liu Li.


"Karena ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan, karena aku tidak ingin ada yang di tutup-tutupi dalam pernikahan ini, " mendengar itu, kaisar di buat khawatir,tetapi dia tetap berpikir positif.