
"Selamat datang di kediamanku dewa Liu Xing," ujar Dewa Mu Lingyu menyambut kedatangan Dewa Liu Xing.
Dewa Mu Lingyu lalu mengajak Dewa Liu Xing untuk duduk di dekat danau,sambil minun teh. Ternyata, kedatangan Dewa Liu Xing tak lain,tak bukan adalah untuk menanyakan putrinya.
"hmm.. Mu Lingyu, kedatanganku ke sini karena ingin menanyakan Li'er. Karena,sudah dua hari tak pulang ke rumah.Apakah dia bersembunyi di sini?" tanya Dewa Liu Xing dengan cemas, pasalnya, putrinya pergi dari rumah ,karena,dia habis memarahinya.
"Tenanglah Liu Xing, Liu Li sekarang baik-baik saja,dan dia tidak ada di sini. Dia sekarang sedang berada di suatu tempat," jawab Mu Lingyu dengan tenang, sambil meminum tehnya.
"Di suatu tempat,di mana itu!"tanya Liu Xing lagi.
"Sesuai dengan permintaanmu kemarin,bahwa aku harus mengajar Liu Li,tapi,kau tau sendiri, aku cuma bisa mengajarkan dia ilmu alkemis,dan untuk masalah seni beladiri dan energi spiritual, aku kurang bisa mengajarinya. Jadi, aku membawanya kepada orang yang tepat untuk mengajarinya." jawab Mu Lingyu,"kau tenang saja, di sana dia akan baik-baik saja," kata Mu Lingyu lagi.
"Benarkah,wah,,,aku sangat senang mendengarnya. Tapi, apakah dia akan betah di sana, apakah dia tidak akan kabur lagi,kau kan tau sendiri bagaimana susahnya menyuruh Liu Li untuk belajar dan diam di satu tempat," tanya Liu Xing lagi, karena dia sangat hafal dengan tabiat anaknya.
"Tenanglah, dia akan betah belajar di sana, dan aku jamin itu, walaupun di kau datang dan membujuknya pulang, dia pasti tak akan mau pulang," kata Mu Lingyu dengan senyum sambil menaik turunkan alisnya.
"Benarkah, apa yang membuat putriku menjadi jinak seperti itu?" sambil melihat Mu Lingyu dan berpikir, "kecuali satu," Mu Lingyu tersenyum.
"Yah, kau benar. Itulah yang membuat dia bertahan dan tidak mau pulang,"
"Wah, apakah itu, apa yang telah menari perhatiannya,"
"Coba tebak,"
"hmm,,,, aku tau, karena cuma dua yang dapat membuatnya tertarik,buku dan benda pusaka,tapi kalau buku, sehabis dia membacanya dan mempelajarinya,setelah selesai dia akan pergi mencari buku yang lain. Hmm,,, aku tau sekarang, pasti yang yang sangat menarik perhatiannya itu adalah benda pusaka, apakah aku benar? "
"Wah, kau benar sekali, ternyata kau adalah ayah yang sangat perhatian,"
"Ha ha ha," tawa keduanya.
"Baiklah, kalau begitu, aku akan pulang dan memberitahukan kabar bahagia ini ke pada istriku,saat ini dia sangat cemas akan putriku yang tak pulang ke rumah,"
"Pulanglah,"
"Yah, dan terima kasih karena mau membantuku,"
"Tidak perlu sungkan, kita ini berteman, dan aku sudah menganggap Liu Li seperti putriku juga. Jadi tenanglah,"
"Baiklah,kalau begitu aku pulang dulu," pamit Dewa Liu Xing. Lalu bergegas pulang untuk menyampaikan kabar bahagia ini pada istri tercintanya.
----------
Di kaki gunung,setelah melatih energi internal,para murid ingin mandi-mandi di sungai, karena, mereka sangat berkeringat sehabis latihan. Kebetulan di dekat situ ada sungai.Liu Li pun ingin mandi juga, tetapi di tahan olah gurunya. Liu Li sangat bingung, kenapa dia tak boleh mandi bersama yang lain, dan malah di ajak ke tempat lain. Tapi tak mau ambil pusing,karena dia sudah kegerahan, dia pun langsung mandi. Awalnya dia mengajak gurunya mandi juga, tapi guru Hua Rong menolak.
Ke esokan harinya, guru Hua Rong melatih mereka untuk berkutivasi.Guru Hua Rong mengajak mereka untuk berkultivasi. Di aula, meraka di suruh mencari tempat yang nyaman,dan mengambil sikap lotus untuk menyerap esensi energi Qi. Liu Li pun segera mengambil sikap lotus dan mulai mengfokuskan pikirannya. Tak terasa mereka menyelesaikan kultivasinya di saat hari sudah sore. Sebelum kembali ke kamarnya,Liu Li pergi menyusul Gurunya ke kamar.Sesampainya di depan pintu kamar guru Hua Rong, dia pun mengetoknya,Guru Hua Rong pun mempersilakannya masuk.Liu Li pun masuk.
"Wow, guru.Aku sudah menerobos sampai ke tingkat God tingkat menengah," kata Liu Li dengan bahagia.
"Benarkah?" tanya Guru Hua Rong,dia sangat terkejut dengan kecepatan Liu Li dalam berkultivasi,dan kemarin pun saat melatih energi internal dia sangat cepat menyerap energi bumi.
"Ia Guru. Oh ya guru, aku ingin bertanya. Hmm,, tadi, sewaktu aku berkultivasi,aku melihat ada cahaya warna warni di sekitarku,cahaya warna-warni itu apa guru? " tanya Liu Li, karena tadi dia sempat bingung, tapi dia pikir itu bagian dari latihan berkultivasi.Mendengar itu, makin terkejutlah Guru Hua Rong. Tapi tak lama, dia pun tersenyum.Ternyata,selain dirinya, ada juga yang lebih cepat dalam hal berkultivasi dan memiliki semua warna.
"Tenanglah, itu sesuatu hal yang bagus untukmu. Maka, mulai besok dan seterusnya Guru akan melatihmu secara pribadi,sekarang pergilah beristirahat," jawab Guru Hua Rong.
"Baik Guru."
Akhirnya, mulai hari itu Liu Li di ajar secara pribadi sama guru Hua Rong, karena, dia tidak bisa ikut bersama dengan yang lain.
Hari-hari di lewatinya dengan berlatih dan berlatih. Tidak terasa hari berganti minggu,minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Dan dua tahun pun berlalu. Sekarang Liu Li sudah mencapai tingkat petarung terhormat tahap akhir. Dia pun sudah mengetahui kalau warna-warni yang pernah dia tanyakan kepada gurunya adalah elemen. Dan dia mempunyai semua elemen itu.
"Guru, kenapa aku tak bisa menerobos ke tingkat kaisar petarung!" bingung Liu Li
"Ia, karena, energi Qi di sini masih kurang untuk mau menerobos ke tingkat selanjutannya," jawab Guru Hua Rong, mendengar itu, Liu Li sangat kesal. Yah, itulah Liu Li, jika dia sudah menekuni sesuatu, dia akan bersungguh-sungguh untuk mempelajarinya sampai akhir. Melihat kekesalan muridnya, Guru Hua Rong hanya tersenyum, selama ini dia di buat gemas sama tingkah muridnya itu.
"Apakah kau sudah menyelesaikan mempelajari kitap yang Guru berikan minggu lalu?" tanya Guru Hua Rong
"Ya, aku sudah menyelasaikannya guru," jawab Liu Li.
"Bagus, jadi sisa dua kitab lagi yang belum kau selesaikan,"
"Ya Guru. Tapi Guru, aku sangat ingin segera menerobos ke tingkat selanjutnya," pinta Liu Li.
"Baiklah, tapi ada syaratnya,"
"Apa syaratnya Guru? " tanya Liu Li sangat antusias.
"Guru akan mengajakmu ke suatu tempat agar kau bisa menerobos, tapi jika kau sudah menyelesaikan mempelajari kedua kitab ini, bagaimana?" tanya Guru Hua Rong. Terlihat Liu Li sedang berpikir.
"Jika aku tak mempelajari kedua kitap itu, berarti guru tak akan mengajakku. Tapi, aku sangat ingin menerobos ke tingkat selanjutnya, hmmm, baiklah, aku akan mempelajari kitap itu dahulu, baru aku akan menaklukkan semua tingkat kultivasi. he.. he.. he.., jangan salahkan aku kalau terlalu serakah guru. " batin Liu Li
"Baiklah guru, muridmu ini akan mempelajari kedua kitap itu," jawab Liu Li akhirnya.
"Ya sudah, ini ada dua kitab, kitab pedang phoenix dan kitab es surgawi.Pelajarilah sendiri, karena Guru akan melakukan pelatihan tertutup,setelah keluar nanti, Guru harap, kau sudah menyelesaikan mempelajari kedua kitap itu,"
"Baiklah Guru,aku akan menyelesaikan mempelajari kedua kitab ini, dan menunggu Guru menyelesaikan pelatihan tertutup," jawab Liu Li dengan semangat.Dan pergi dari kamar Gurunya, karena Guru akan melakukan pelatihan tertutup.