
Pagi hari di halaman kediaman teratai.Terlihat sebuah keluarga kecil sedang sarapan.
"Ibu,kemarin aku tidak melihatmu saat aku dan kakak pulang?" tanya Zhi Jun.
"Hmmmm, kemarin ibu sedang tidak enak badan, jadi ibumu sedang istrahat di kamar," jawab Rong Bang,karena melihat Liu Li kesulitan untuk menjawab. Karena, tidak ada yang tau kalau kemarin Liu Li menghilang, hanya dirinya dan dewa tinggi Mu Lingyu yang tau.
"Aapaa,lalu bagaimana keadaan ibu sekarang!" tanya Baixu dengan cepat karena merasa khawatir.
"Tenanglah, ibu sudah lebih baik sekarang, " jawab Liu Li dengan senyuman.Dan saat ini Liu Li sedang menggunakan cadar, karena dia masi enggan untuk memperlihatkan wajahnya kepada orang lain.Lagipula Rong Bang tidak keberatan dengan keputusannya itu.
"Benarkah," tanya Baixu,saat melihat Liu Li tersenyum,itu di tandai dengan mata Liu Li yang menyipit.
"Ia benar," jawab Liu Li.Setelah mendengar jawaban Liu Li,Baixu akhirnya kembali memakan makanannya.
"Memangnya ibu sakit apa!" tanya Zhi Jun.
"Ibumu cuma kelelahan saja, " jawab Rong Bang.
"Kelekahan, memangnya ibu habis mengerjakan apa," tanya Zhi Jun lagi.
"Ibumu kelelahan karena membuat calon adik kalian,aaauuuussss" jawab Rong Bang,dan langsung mendapatkan pelototan dan cubitan di paha dari Liu Li.
"Benarkah ayah, berarti sebentar lagi aku akan mempunyai adik, yeyy," kata Zhi Jun dengan girang.
"Doakan saja, mudah-mudahan cepat ada adik," kata Liu Li.Dia tersenyum melihat keantusiasan Zhi Jun dan Baixu, walau Baixu hanya tersenyum,tetapi Liu Li tau kalau Baixu juga berharap.
"Yah, sudah. Aku dan Zhi Jun berangkat sekarang ayah ibu," pamit Baixu.
"Baiklah,kalian belajarlah dengan baik," pasan Liu Li kepada kedua anaknya.Di jawab anggukan oleh mereka berdua. Lalu mereka pergu dari sana.
"Salam hormat hamba yang mulia,"
"Bangunlah, ada apa ?" tanya Liu Li.
"Di luar ada dewa tinggi Mu Lingyu ingin bertemu," jawab pelayan tersebut.
"Persilahkan dia masuk, dan arahkan dia ke gazebo taman belakang," kata Liu Li.
"Baik," kata pelayan lalu pergi menemui Mu Lingyu.
"Dan salah satu dari kalian, persiapkan teh beserta cemilannya,yang lainya bereskan meja ini, " perintah Liu Li kepada para pelayan.
"Baik, " para pelayan segera melaksanakan perintah setelah Liu Li dan Rong Bang pergi dari sana.
Setelah di izinkan masuk, Mu Lingyu di arahkan ke gazebo taman belakang, yang ternyata di sana sudah ada Liu Li dan Rong Bang yang menunggunya.
"Salam putar mahkota," salam Mu Lingyu.
"Salam dewa tinggi Mu Lingyu," Rong Bang juga memberikan salam.
"Silahkan duduk," kata Rong Bang,sambil menuangkan teh kedalam cangkir Mu Lingyu.
"Ada berita apa gerangan Mu Lingyu!" tanya Liu Li tanpa ada embel-embel dewa tinggi.Bahkan Mu Lingyu belum sempat meminum teh nya.
"Liu Li,biarkan dewa tinggi Mu minum dulu," kata Rong Bang.
"Tidak masalah yang mulia, aku sudah terbiasa dengan perilaku Liu Li ini," kata Mu Lingyu,apalagi melihat wajah Liu Li yang di tekuk. Dia sangat hafal, kalau Liu Li itu selama hidupnya dia tidak pernah di kekang oleh aturan. Karena di kerajaan rubah tidak banyak aturan seperti di kerajaan langit. Kalau untuk kesopanan,dia akan sangat sopan sama orang yang lebih tinggi kedudukannya,tetapi tidak dengan orang yang sudah akrab dengannya, seperti dirinya.