Three Lives, Three Worlds

Three Lives, Three Worlds
Bab 32.



"Udah ngomelnya, sekarang kita istrahat," karena melihat Liu Li hanya diam, Rong Bang pun menggendongnya dan membaringkan Liu Li,setelah itu, secepat kilat dia membuka pehiasan yang menghiasi kepala Liu Li,setelah selesai,dia pun memeluknya sebelum Liu Li sadar.


Liu Li tersadar saat mendengar helaian nafas teratur dari Rong Bang.Dia juga mendapati tubuhnya di peluk dengan erat oleh Rong Bang,seakan-akan dia akan kabur.


"Sejak kapan aku berada di tempat tidur?" tanya Liu Li dalam hati.Dia menoleh dan melihat wajah damai Rong Bang yang sedang tertidur.


"Rong Bang," panggil Liu Li, tapi tak ada jawaban.


"Rong Bang, apakah kau tidur?" tanya Liu Li lagi, tetapi tetap saja tak mendapat jawaban dari Rong Bang. Karena tidak mendapat jawaban, Liu Li yakin kalau Rong Bang telah tertidur.


Liu Li mengubah posisinya dari terlentang menjadi miring menghadap pada Rong Bang.Liu Li memilih menatap intens wajah damai dan tenang itu, wajah yang sangat berbeda jika sedang terbangun, jika terbangun wajah itu begitu dingin dan datar.


"Kau memang sangat tampan, tidak salah jika Baixu memiliki wajah yang sangat cantik, walau usianya masi muda,"


Liu Li menyusuri setiap lekuk wajah Rong Bang yang terpahat dengan sangat sempurnah, dengan bulu mata yang ternyata lumayan lentik jika di lihat dari dekat dan hidung yang begitu mancung.


"Oh ya ampun, aku kenapa?" Liu Li menyentuh dadanya, saat merasakan detak jantungnya yang berdegup dengan kencang.Liu Li segera menetralkan jantungnya.


"Aku tidak tau, apakah pernikahan kita ini akan bertahan atau tidak, karena,aku tau kalau pernikahan ini hanya atas dasar saling menguntungkan," kata Liu Li dengan lirih. Lalu mendekat dan berbisik.


"Jika kau ingin mengakhiri pernikahan ini, cukup beritahu aku, aku akan berlapang dada menerimanya, " bisik Liu Li kepada Rong bang. Tiba-tiba pelukan Rong Bang makin erat, maka tubuh Liu Li makin rapat dengan Rong Bang.


"Tidurlah, dari pada kau berpikiran yang tidak-tidak. Dan ingat ini, aku tak akan melepasmu, karena kali ini aku akan komitmen dengan hubungan ini,jadi tidurlah, " kata Rong Bang,lali mengecup kening Liu Li.Liu Li yang mendengar itu pun ikut memeluk Rong Bang.


"Aku berharap, kau tidak ingkar dengan kata-katamu, karena, aku menaruh harapan dalam hubungan ini, walau awalnya berawal dari perjodohan," kata Liu Li.


"Baiklah, aku berjanji padamu,ya sudah, sekarang tidurlah," jawab Rong Bang.Akhirnya Liu Li pun tertidur juga, karena merasa nyaman dengan berada di pelukan Rong Bang dan tangan Rong Bang yang terus membelai kepalanya.


"Aku berjanji padamu, aku akan mempertahankan hubungan ini, aku akan melindungi kalian dengan nyawaku," janji Rong Bang dalam hati, dia tidak ingin kejadian itu terulang lagi, cukup sekali dia gagal dalam menjalin hubungan.Tetapi bukan berarti dia melupakan Baihe, Rong Bang hanya tidak ingin kembali gagal.


------------


Di daratan Shu Zu


Terlihat Yi Xuang sedang berdiskusi dengan para menterinya,mereka membahas tentang panggoda pengurung telah melemah, berarti mereka harus mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi nanti. Akan tetapi, Yi Xuang sedari tadi pikirannya melambung jauh terbang ke hari perayaan lernikahan Rong Bang beberapa hari lalu.


Saat itu, dia tertarik melihat seorang anak perempuan cantik yang sedang berlatih pedang di temani oleh seorang anak laki-laki dan seorang laki-laki dewasa.Yi Xuang sangat penasaran dengan anak perempuan itu.Ingin mendekat, tetapi di hentikan oleh pelayan kalau kawasan itu hanya orang tertentu saja yang bisa memasukinya, akhirnya dia hanya bisa melihat dari kejauhan saja.Saat melihat mereka telah pergi, baru Yi Xuang juga melanjutkan perjalanan menuju ke tempat acara.


Dan Yi Xuang akhirnya melihat anak perempuan itu lagi, dan dia pun mengetahui identitas anak itu.Di saat kaisar mengumumkan atau mengesahkan status mereka.


"Ternyata namanya Baixu, dan dia adalah anak dari Rong Bang dan Ratu Liu Li," kata Yi Xuang dalam hati.


Yi Xuang tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia pun mendekat, dan itu di sadari oleh kedua anak itu, maka anak perempuan itu segera menodongka pedangnya dan menarik adiknya untuk berlindung di belakangnya. Yi Xuang hanya tersenyum melihat kepedulian Baixu.


"Dengar ini anak manis, kau telah menarik perhatianku dengan kecantikanmu, " kata Yi Xuang setelah berhasil menyingkirkan pedang itu.Lalu berjongkok tepat di hadapan anak perempuan itu.


"Maka, mulai sekarang kau adalah milikku, ingat MILIKKU,aku akan menunggumu sampai besar, dan kau juga harus setia, tidak boleh menerima orang lain,dan saat upacara kedewasaanmu, maka, pada saat itu aku akan datang menjemputmu, mengerti, "kata Yi Xuang, dan mendapat anggukan dari Baixu.


"Dan untukmu, jagalah kakakmu untukku, mengerti, " perintah Yi Xuang ke pada Zhi Jun.


"Baik, " jawab Zhi Jun dengan patuh.


"Bagus, kalau begitu aku pergi dulu.DAN INGAT TUNGGU AKU,JIKA MAU MELANGGAR AKU TIDAK AKAN SEGAN-SEGAN MEMBERIMU HUKUMAN. " lalu menghilang dari sana, setelah mencium kening calon pengantinnya.


Sejak saat itu, Zhi Xing sering melihat adiknya itu tersenyum sendiri, Entah setan dari mana yang merasukinya,pikir Zhi Xing.


----------


Kembali ke saat ini, Zhi Xing dari tadi memanggil adiknya itu untuk sadar kembali, karena dia melihat adiknya tersenyum dan itu merusak imeg tegas dan dingin yang selama ini dia bangun.


"Yi Xuang," teriak Zhi Xing dengan pelan tepat di telinga Yi Xuang saking kesalnya,


"Berisik, apakah kau ingin mati?" bentak Yi Xuang sabil menodongkan pedang.


"Kau yang gila," Kata Zhi Xing sambil mengode Yi Xuang dengan matanya,niat hati ingin mengingatkan,malah bentakkan yang di dapat.Paham dengan kode kakaknya dia pun menoleh.Hampir saja Yi Xuang terjungkal kebelakang karena sangking kaget bercampur malu.


"Sial, gadis kecil, cepatlah kau besar, biar aku tidak menghayalkan kamu terus, "Gerutu Yi Xuang dalam hati.


"Kalian boleh bubar, aku akan membaca laporannya nanti," perintah Yi Xuang.Maka mau tidak mau akhirnya mereka bubar, karena percuma juga mau protes.


"Yi Xuang,ada apa dengan dirimu, kau terlihat sangat aneh setelah pulang dari kerajaan langit beberaa hari yang lalu!" tanya Zhi Xing.


"Kau akan mengetahuinya nanti kakak, untuk sekarang belum saatnya kau tau," jawab Yi Xuang.


"Baiklah, tapi ingat, kau harus bisa membedakan mana urusan kerajaan dan urusan pribadi," nasihat Zhi Xing.


"Baik kak, " jawab Yi Xuang,karena apa yang di ucapkan kakaknya itu benar, dia harus bisa mengontrol perasaannya.


"Baiklah, Baixu, aku akan membebaskan kau beberapa tahun ini, setelah upacara kedewasaanmu kau tak akan ku biarkan lepas dari genggamanku, maka bersiaplah," ucap Yi Xuang sambil menerawang jauh ke depan.