
"Ayah, kenapa berdiri di situ,kemarilah yan tidur dengan kami," ajak Zhi Jun,yah,dia sudah di beri tahu kalau Rong Bang adalah ayahnya setelah resmi menikah dengan ibunya.Akhirnya Rong Bang ikut berbaring.Sekarang posisi Liu Li ada di antara dua lelaki itu.
Karena terlalu lelah akhirnya mereka tertidur dengan cepat.Di tengah malam,Rong Bang merubah posisinya, yang dari terlentang menjadi miring membelakangi Liu Li,saat dia berbalik, Rong Bang tanpa sadar memeluk Liu Li yang tidur membelakanginya, karena saat ini Liu Li sedang menghadap anaknya, dan memeluknya.Karena merasa nyaman Rong Bang makin mempererat pelukannya. Sementata Liu Li juga merasa nyaman,jadi dia tidak memberontak, karena saking nyamannya, dia malah tidurnya makin nyenyak.Mereka tertidur dengan posisi itu sampai tidak sadar kalau di luar matahari telah menampakan sinarnya.
Di Luar,rombongan telah lama menunggu, tapi orang yang mereka tunggu belum keluar juga. Akhirnya mereka berangkat duluan,Mu Lingyu cuma menitip pasan pada Zheng Meng.
Di dalam kamar,Zhi Jun yang bangun terlebih dahulu.Saat membuka mata dia melihat ada yang memeluk ibunya. Zhi Jun tersenyum, lalu keluar tak ingin mengganggu tidur ibunya.
Zhi Jun membuka pinti dengan sangat pelan, Zheng Meng bingung melihat kelakuan tuannya.
"Tuan muda," Tegur Zheng Meng.
"Haizz, Paman Zheng,aku sangat terkejut, huf, huf," kata Zhi Jun sambil mengatur napasnya.
"Kenapa anda mengendap-endap seperti itu!" tanya Zheng Meng.
"Hust, jangan terlalu berisik," kata Zhi Jun dengan menaru jari telunjuknya di bibir, lalu menarik tangan Zheng Meng pergi dari sana. Setelah agak jauh.
"Aku cuma tidak ingin mengganggu tidur ibu, lagian ibu pasti sangat kelelahan memakai pakaian dan perhiasan seperti kamarin," kata Zhi Jun.Lalu mengedarka. pandangannya.
"Kemana semua orang, apa belum bangun,"kata Zhi Jun dalam hati.
"Paman, apa yang lain belum bangun juga? "
"Tidak, mereka telah berangkat, "
"kenapa tidak menunggu kami, hmmm…,sudahlah, lebih baik aku juga bersiap,jadi kalau ibu sudah bangun kita bisa langsung berangkat," kata Zhi Jun menuju kamar pribadinya. Zhi Jun sebenarnya memiliki kamar pribadi, hanya kalau tidur saja dia tidur dengan ibunya.
Di kamar pengantin, Liu Li mulai tersadar karena ada cahaya yang menyilaukan mata masuk dari sela-sela gorden.
"Hmm, siapa yang membuka gordennya,Silau sekali,jam berapa ini" kata Liu Li.
"Mungkin sudah lewat watu sarapan," jawab seseorang dari belakang. Seketika Liu Li sadar kalau ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Dengan sekuat tenaga dia mendorong orang itu, lalu berteriak.
"Aaaaaaaaa…,siapa kau?" tanya Liu Li,sambil memperharikan pakaiannya.
"ukh, ini aku," jawab orang itu, sambil merintih kesakitan karena di dorong dari tempat tidur.
"Siapa, dan kenapa kau tidur disini bahkan kau juga memelukku, kau mau ku bunuh?" tanya Liu Li,bahkan dia sudah bersiap mengambil pedang yang ada di dekat ranjang.Itu adalah pedang yang di sediakan Liu Li,takut kalah ada penyusup.
"Apa wanita ini lupa kalau aku suaminya,ukh,sakit sekali punggungku,sial,kenapa aku juga bisa memeluknya.," gerutu Rong Bang dalam hati. Tapi melihat Liu Li memegang pedang.
"Tunggu,tidakkah kau melihat aku siapa, bahkan baru sehari kita menikah, tapi kau sudah lupa, " kata Rong Bang dia sangat kesal, masi enak-enaknya tidur, tiba-tiba dia kaget karena di dorong dan teriakan melengking Liu Li.Saat Liu Li memperhatikan orang di depannya, diapun tersadar.
"Ah, Rong Bang, tolong maafkan aku,au tidak sengaja, aku sangat panik tadi," kata Liu Li,lalu turun dari ranjang dan membantu Rong Bang berdiri.Dan mendudukannya di pinggir ranjang lalu Liu Li keluar.
"Hmmm, " jawab Rong Bang dengan deheman, karena saat ini dia sangat kesal.
Tak lama, Liu Li masuk dengan nampan di tangannya.Lalu meletakannya di meja kecil di samping ranjang.
"Sarapanlah,tadi Zheng Meng bilang kalau yang lain sudah berangkat deluan,maka kita juga harus bergegas," kata Liu Li.
"Baiklah, "
Setelah siap semua, mereka akhirnya berangkat.
Di istana langit,terlihat lebi ramai dari biasanya, karena kaisar mengundang semua semua orang.Karena yang menikah bukanlah orang biasa, Mereka adalah Putra mahkota kerajaan langit, dan ratu dari klan rubah yang sangat di hormati.Bahkan seluruh istana di hiasi dengan sangat indah, jika orang melihat, pasti akan berasumsi kalau kaisar langit sangat menyayangi cucunya.
Sementara di kediaman tulip, Jiaojiao merasa sangat kesal, karena sudah berbagai cara dia lakukan, dari mengingatkan Rong Bang pada sosok Baihe, menghasut para dewa dewi, menghasut Baixu,kaisar, bahkan ibu Rong Bang, dewi Zhi Xue. Tapi semua tidak ada yang berhasil.
"SIALAN, " reriak Jiaojiao.
"Yang mulia, harap redakan emosi anda, tenang yang mulia,"
"Bagaimana aku tenang, kalau semua rencanaku tidak ada yang berhasil, " teriak Jiaojiao.
"Tenang yang mulia,kita masi punya kesempatan lain,"
"Kau benar,aku haru tenang,aku harus tenang, ya sudah, siapkan pakaian yang akan aku kenakan di acara itu,"
"apakah anda akan hadir,"
"Tentu saja, aku harus menarik simpati para dewa dewi,"
"Ah, anda benar, baiklah, aku akan menyiapkan pakaian anda," Lulu pun pergi dari hadapan Jiaojiao.
Setelah berpakaian, Jiaojiao segera berangkat ke tempat acara, setelah sampai, dia di sambut dengan baik.
Di sisi keluarga Liu Li,mereka merasa familiar sama mata Jiaojiao.Mereka sangat kenal dengan mata itu. Hanya saja,menurut Mu Lingyu,mata Jiaojiao tidak sesuai dengan wajahnya, atau cuma sekedar kebetulan, entahlah.
Sementara itu, Liu Li dan Rong Bang baru tiba di istana langit.Mereka segera ke kediaman teratai untuk bersiap. Dan untuk Zhi Jun,dia di suruh menunggu di suatu tempat,nanti dia akan keluar setelah pengumuman yang di buat oleh Rong Bang.
Setelah bersiap, mereka segera ke tempat acara. Tiba di depan gedung, Liu Li membuka tudungnya, menyisahkan cadar saja. Lalu dia di tuntun oleh Rong Bang masuk kedalam, karwna saat ini Liu Li berjalan sambil menutup mata, karwna cahaya yang terlalu terang.
"Bukalah matamu, kita sudah di dalam sekarang, " kata Rong Bang. Liu Li lalu membuka mata dan benar saja apa yang di katakan Rong Bang, kalau di sana tidak terlalu silau.
Sebenarnya orang-orang pada bertanya-tanya,kenapa ruangannya di atur dengan kurang pencahayaan,tetapi tidak ada yang tau, selain kaisar kan keluarga Liu Li,selain itu tak ada lagi.