
Baixu telah menjelma menjadi gadis yang cantik, penyayang,dan anggun. Sementara Zhi Jun terlihat seperti remaja seusia kakaknya Baixu, bahkan badannya lebih besar dari Baixu. Dia tumbuh dengan subur, tidak seauai dengan umurnya yang masi muda.Bahkan kalau ada orang baru,bila melihat mereka, orang baru itu tidak percaya kalau Zhi Jun adalah adiknya Baixu,hanya karena melihat badan Zhi Jun sangat besar untuk seusianya.
Sementara Rong Bang dan Liu Li sekarang mereka sedang pusing, mereka pusing dengan permintaan anak-anaknya.Memang tidak ada salahnya jika mengabulkanya, tetapi selama ini hubungan mereka hanya sekedar dekat saja, bahkan Rong Bang belum pernah sama sekali melihat wajah Liu Li tanpa cadar, walau Rong Bang penasaran, tetapi dia menunggu Liu Li yang menunjukannya sendiri, Rong Bang tidak ingin memaksakannya.
Saat sarapan tiba-tiba Rong Bang dan Liu Li di buat bingung dengan permintaan Zhi Jun.
"Ibu,bolehkah aku meminta sesuatu," tanya Zhi Jun dengan manja.
"Hmm, apa?" jawab Liu Li.Sambil terus makan.
"Aku ingin adik," pinta Zhi Jun dengan semangat.
"uhuk, uhuk, uhuk, " Liu Li dan Rong Bang keselek makanannya karena kaget dengan permintaan Zhi Jun.
"Apa?" tanya ulang Liu Li.
"Zhi Jun ingin adik bu, aku ingin adiknya besok,"
"Hah," Liu Li tidak tau harus menjawab apa, dia lalu menoleh ke pada Rong Bang ingin meminta pertolongan.Tetapi Rong Bang cuma mengangkat bahunya bertanda kalau dia juga tak tahu harus menjawab apa. Karena, Zhi Jun cuma badan doang yang besar, tetapi pemikirannya masih kecil.
"Kenapa tiba-tiba Zhi Jun ingin memiliki adik?"tanya Liu Li.
"Karena aku melihat temanku memiliki adik yang sangat lucu bu.Terus kata Paman Xue,aku harus mempunyai adik agar aku resmi di panggil kakak, kaya orang memanggilku," jawab Liu Li.
"Terus kata Paman Xue aku harus meminta itu kepadamu bu, karena cuma ibu yang bisa memberikan adik, jadi kapan aku punya adik bu, bisahkah besok adiknya sudah ada bu?" tanya Zhi Jun dengan mata berbinar dan wajah imutnya.
"Hah," Liu Li makin bingung sekarang, dia harus menjelaskan pelan-pelan, dengan kata-kata yang di pahami oleh Zhi Jun.
"Hmmm,bagaimana kalau kau tanyakan itu kepada ayahmu," kata Liu Li,karena sesungguhnya dia juga tidak tau, karena selama ini dia tidak pernah mempelajari itu, bahkan saat mengandung Zhi Jun pun dia masih bingung, apa jika menjadi dewi abadi bisa hamil tanpa menikah.
Sementara Rong Bang yang mendengar namanya di sebut pun terkesiap, karena sekarang pandangan Zhi Jun padanya seperti meminta penjelasan. Mau tidak mau dia pun menjelaskannya dengan pelan.
"Hmmm, Zhi Jun,"
"Ia ayah, apakah besok aku sudah memiliki adik ayah?" tanya Zhi Jun dengan semangat. Sementara Baixu diam saja, cuma menyimak.
"Bukan seperti itu," kata Rong Bang.
"Lalu,"
"Adik itu ada tidak segampang yang Zhi Jun pikirankan,itu bukan seperti membeli hewan. Adik itu harus ada dulu di perut ibu, baru setelah itu muncul adiknya," jawab Rong Bang
"Berarti harus ada di perut ibu dulu ya, lalu bagaimana caranya ada di perut ibu? apakah harus meminum ramuan dulu seperti ibu hamilkan Zhi Jun?" Mendengar itu Rong Bang menoleh ke Liu Li dan meminta penjelasan, Tetapi Liu Li seakan tidak peduli, karena dia juga berpikir seperti Zhi Jun.
"Hmmm, berarti aku harus menunggu dulu ya,padahal aku sangat ingin memiliki adik, " jawab Zhi Jun dengan lemah, dia seakan kehilangan semangatnya,Baixu langsung menggenggam tangan adiknya.Melihat anaknya sedih Liu Li pun tak tega.
"Begini saja, ibu sama ayah akan berusaha memberi adik pada kalian, bagaimana," tanya Liu Li,tanpa tau akibat dari ucapannya, Rong Bang bahkan tidak menyangka kalau Liu Li akan mengambil keputusan seperti itu, Tetapi dalam hatinya dia senang, karena itu artinya Liu Li mau mengandung anaknya.
"Benarkah ibu, Janji ya, " tanya Zhi Jun.
"Ia,ibu janji" mereka saling menautkan jari kelingking. Yang lain melihatnya cuma geleng-geleng kepalah.
"Baiklah, kalau begitu kami ke sekolah dulu," kata Baixu yang dari tadi hanya menyimak.
"Baiklah, kalian hati-hati, sampaikan salamku pada pengasuhmu," kata Liu Li pada Baixu.
"Ia ibu," lalu kedua anak itu pergi dari sana.
setelah kepergian mereka, sekarang hanya tinggal Rong Bang dan Liu Li,serta para pelayan.
"Kalian bubarlah, tinggalkan kami berdua," perintah Rong Bang dan para pelayanpun segera pergi dari sana. Kini tinggallah mereka berdua.
"Apa kau serius mau memberikan anak-anak seorang adik?" tanya Rong Bang.
"Yah, aku serius.Aku tidak tega melihat wajah sedih Zhi Jun, " jawab Liu Li.
"Benarkah?" tanya Rong Bang dengan semangat.
"Ya benar lah, " jawab Liu Li.
"Terimah kasih yah, karena sudah berpikir mau mengandung anakku, " Kata Rong Bang,saking senangnya dia memeluk Liu Li dengan sangat erat.
"Kalau begitu kita kapan mau memulainya?" tanya Rong Bang dengan semangat.
"Hum, lebih cepat lebih baik," jawab Liu Li.
"Benarkah, kalau begitu ayo kita masuk," ajak Rong Bang,dan tanpa membantah Liu Li mengikutinya masuk kedalam kamar.
Sampai di dalam, Rong Bang mendudukan Liu Li di samping ranjang begitu pula dengan dirinya. Saat Rong Bang ingin memulainya, dia di hentikan oleh Liu Li.
"Kenapa kita ke kamar jika ingin hamil, bukannya kita tinggal meminta Mu Lingyu untuk membuat ramuan ya" tanya Liu Li
Jederrrrr… bagai di sambar petir, dan entah dosa apa yang pernah dia lakukan, Rong Bang seketika lemas. Pantas saja Liu Li dengan cepat mengiyakan permintaan Zhi Jun,Ternyata dia pun tidak tau, kenapa bayi bisa ada di perutnya.Sekarang Rong Bang terkapar di atas tempat tidur, dengan sebelah tangannya menutupi matanya.Rong Bang berpikir, sudah berapa lama Liu Li hidup,bahkan Liu Li lebih deluan lahir ke dunia ini,dari pada dirinya.Apakah hal seperti ini saja dia tidak tau. Lalu,selama ini dia mempelajari apa, bukannya pada saat seorang anak melaksanakan upacara kedewasaan mereka akan di ajarkan tentang pernikahan,dan pasti juga akan di ajarkan tentang hubungan antara suami istri.Lalu pada saat Liu Li melaksanakan upacara itu pikirannya kemana saja, apa dia tertidur.