Three Lives, Three Worlds

Three Lives, Three Worlds
Bab 18.



"Dengar ini,karena kau keluar dari kediaman,itu membuat aku mendapat masalah,maka sekarang aku perintahkan kalau selamanya kau tidak boleh keluar,mengerti," tanpa menunggu jawaban Baihe,Rong Bang langsung pergi dari sana.Baihe sangat sedih,dia tidak tau kalau dia keluar akan menyebabkan masalah.


Sesampainya Rong Bang di ruang bacanya,dia terduduk menangis,dia menyesal telah membentak istrinya,tapi cuma itu yang bisa dia lakukan agar istrinya tidak keluar lagi.Apalagi dia mendengar tadi di suruh menikah dengan wanita lain,agar status anaknya jelas.Apalagi sekarang dia tidak bisa sembarang menemui orang tersayangnya itu.


-------


Setelah hari di mana Rong Bang memarahinya,Baihe tak lagi keluar,bahkan keluar kamar pun tidak.Hal itu membuat cemas Rong Bang,karena,biasanya kalau rindu dia selalu melihatnya dari jauh,tapi ini,jangankan melihat,Keluarpun Baihe seakan enggan.Rong Bang cuma melihat Chichi saja yang berlalu lalang.


Di dalam kamar,Baihe menyibukkan dirinya dengan merajut dan menjahit baju untuk anaknya.Entah berapa lama sudah dia melakukan kegiatan itu,tapi sudah banyak baju yang jadi.


Hari ini,Rong Bang mengunjungi Baihe,dan Baihe menyambutnya.


"Salam yang mulia," Baihe memberi salam,seperti pelayan yang memberi salam kepada junjungannya.


"Bangunlah," Kata Rong Bang.Setelah itu Baihe cuma diam berdiri di tempatnya.


"Bagaimana kabarmu sekarang?" tanya Rong Bang.


"Hamba baik-baik saja yang mulia," jawab Baihe.Rong Bang yang mendengar jawaban Baihe sangat sedih,seakan jarak di anyara keduanya sangat jauh.


"Lalu apa kegiatanmu akhir-akhir ini?" tanga Rong Bang lagi.


"Hamba cuma merajut dan menjahit baju untuk putri hamba yang mulia," jawab Baihe.


"Tidakka kau menjahit juga untukku,"


"Hamba yang rendahan ini tidak berani yang mulia," jawab Baihe sambil menunduk.Mendengar itu Rong Bang bangkit lalu mendekati Baihe,setelah itu memegang kedua bahunya.


"Baihe,kenapa kau bersikap seperti ini?" tanya Rong Bang. Tetapi Baihe cuma diam saja.Rong Bag pun memeluknya,tetapi langsung di dorong oleh Baihe.


"Maaf yang mulia,tak pantas anda melakukan itu,hamba hanya seorang rendahan yang mulia," kata Baihe sambil bersujud. " Sebaiknya anda kembali yang mulia,hamba taku akan ada yang melihat anda datang ke tempat hamba yang rendahan ini yang mulia," kata Baihe sambil terus bersujut.


Sedih…tentu saja sedih yang di rasakan oleh Rong Bang,karena tak tahan melihat istrinya,diapun pergi dari sana,menuju ruang kerjanya.Setelah melihat Rong Bang pergi,Baihe terduduk dan menangis,mengingat di saat dia tidak sengaja mendengar pembicaraan para dewa dewi.


Flash back.


"Aku dengar ada seorang duniawi yang tinggal di istana putra mahkota," kata dewa satu.


"Yah,benar,aku pun melihatnya dengan mata kepalaku sendiri," jawab dewa dua.


"Saat aku menanyakan kepada kaisar,kaisar bilang,dia hanyalah seorang pelayan,yang kebetulan menyelamatkan putra mahkota," Kata dewi satu.


"Tapi kenapa di lihat dari pakaiannya dia kaya bukan pelayan," tanya dewa dua.


"Hmm…Waktu itu juga kaisar tiba-tiba mengumumkan mengangkat Jiaojiao menjadi selir putra mahkota," kata dewi dua.


"Sudahlah,kalian kan tau kalau putra mahkota dan Dewi Jiaojiao tumbu besar bersama,jadi pasti ada perasaan di antara keduanya," Kata dewi tiga.


"Ia,tapi aku dengar juga kalau putra mahkota sudah bertunangan dengan Ratu Liu Li," kata dewa satu.


"Yah,itu hanya untuk menjalin keakraban di antara keduanya," kata dewa dua.


"Sudahlah,jangan bergosip,nanti kita di dengar oleh kaisar," kata dewi dua,lalu mereka bubar.Tanpa mereka sadari,mereka bergosil di depan kediaman teratai,dan ada Baihe yang mendengarkan dari balik pintu.


flash back off.


Sementara di ruang kerja,Rong Bang sedih karena istrinya menjaga jarak darinya.Ingin sekali dia mengumumkan kepada dunia,kalau Baihe itu adalah orang yang sangat ia cintai,dan juga Baihe adalah istrinya,ibu dari anaknya.Tapi apa daya,dia tidak bisa membantah perintah kaisar langit.Tadinya dia ingin memberitahu Baihe,tapi melihat sikapnya tadi,seakan walau menjelaskannya pun pasti percuma.


Dan yah,Jiaojiao telah menjadi selir,tetapi tidak di izinkan memasuki kediaman teratai.


---------


Hari ini adalah hari ulang tahun kaisar.Baixu di ajak oleh pengasuhnya untuk menghadirinya.Saat memasuki aula,dia mendengar kasak kisuk dari para hadirin.Dan tak lama datanglah Rong Bang dan selirnya,melihat ayahnya bersama wanita lain,membuat Baixu sangat marah,tapi dia tahan,dan entah kapan kemarahannya itu akan meledak.Lalu kaisar memasuki aula.


"Salam yang mulia," hormat mereka serentak.


"Bangunlah," kata kaisar,lalu Para hadirin mengucapkan selamat kepadanya dan di sertai dengan pemberian hadiah.Setelah itu kaisar memanggi Baixu untuk maju,Baixu pun maju ke tengah,di hadapan kaisar dab para hadiarin.


"Kalian pasti bingung,siapa anak ini?" tanya kaisar.


"Ya yang mulia," jawab para hadirin.


"Baiklah,kenalkan,dia adalah Baixu,dia adalah cicitku," kata kaisar.


"cicit?" para hadirin saling bertanya.


"Ya,dia adalah anak dari Rong Bang dan selirnya," kata kaisar.Mendengar it Baixu sangat marah,apalagi saat dia tidak melihat ayahnya membantahnya,maka habis sudah kesabarannya yang selama ini di tahannya.


"Bohong,itu tidak benar," kata Baixu dengan emosi,sekarang tatapan matanya sangat tajam,menatap Kaisar dan Rong Bang bergantian.Para hadirin pun terkejut,sekaligus merinding melihat kemarahan Baixu.


"Aku bukan anak dari sorang selir,aku anak dari seorang duniawi,"kata Baixu.Lalu berjalan kepada kaisar. "Dengar ini,Ibuku tak pernah mengajarkanku berbohong,jadi mengapa anda seorang kaisar dengan mudahnya membohongi rakyatnya," lanjut Baixu kali ini sambil menunjuk kaisar,tanpa ada rasa takut sekalipun.


"Baixu," tegur Rong Bang.


"Kenapa Yang mulia putra mahkota,apa aku salah?" tanya Baixu,tanpa menoleh kepada Rong Bang,karena saat ini tatapannya masih kepada kaisar.Sedih sekali rasanya Rong Bang mendengar anaknya memanggilnya seperti itu.


"Lancang," kata Jiaojiao.


"Benarkah," kalia ini Baixu menoleh kepada Jiaojiao. "Lalu apakah berbohong itu adalah ajaran yang sangat baik?" tanya Baixu.


"Yang mulia kaisar melakukan itu untuk dirimu," kata Jiaojiao.


"Yah,tapi itu atas saranmu bukan," kata Baixu.Jiaojiao langsung terdiam.


--------


Di kediaman teratai


Chichi buru-buru melapor kalau Baixu membuat kegaduhan di aula.


"Yang mulia,yang mulia,"Chichi datang dengan nafas yang memburu.


"Ada apa chichi?"


"Yang mulia,putri membuat kegaduhan di pesta kaisar," kata Chichi


"Apa,cepat antar aku ke sana," kata Baihe,dia sangat khawatir dengan anaknya.