
Rong Bang yang melihat Liu Li menangis sesegukanpun tidak tahan dan tidak tega.Akhirnya dia pun memeluknya.
"Sekarang apakah kau ketakutan," tanya Rong Bang ,di jawab anggukan oleh Liu Li.
"Takut karena aku membentakmu, atau yang lain?"
"Aku sangat takut karena semur hidup baru kau yang membentakku," kata Liu Li.
"benarkah," dijawab anggukan oleh Liu Li.
"Kalai begitu aku minta maaf yah," kata Rong Bang sambil mengelus kepala Liu Li yang masi dalam pelukannya.
"Sekarang aku ingin bertanya,apakah boleh?" di jawab anggukan oleh Liu Li.
"Apakah Zhi Jun pernah ada yang membentak atau memarahinya?"
"Tidak, semua orang terus saja memanjakannya," jawab Liu Li.
"Berarti kemarin untuk pertama kalinya," tanya Liu Li.
"Iya," jawab Liu Li sakin menenggelamkan kepalanya di dada Rong Bang.Dia tau dengan jelas kenapa dia menanyakan itu, sekarang dia tau,kenapa Rong Bang membentaknya, itu agar dia tau bagaimana takut dan sakitnya hati Zhi Jun karena dia telah membenyaknya.
"Sekarang aku tanya, kenapa kau tidak mengizinkan Zhi Jun bersekolah," tanya Rong Bang.
"Itu…,Hmm, itu karena aku tidak ingin Zhi Jun jauh dariku, karena selama ini dia selalu ada dalam jangkauan mataku," jawab Liu Li.
"Itulah kenapa aku tidak ingin dia pergi kesekolah, lagian usianya juga masi muda," kata Liu Li lagi.
"Apakah cuma itu,"
"Yah, cuma itu, "
"Dengar Liu Li,kau kan bisa memberi Zhi Jun pengertian, pelan-pelan kau jelaskan padanya,paham," di jawab anggukan oleh Liu Li.
"Ya sudah, sekarang kita ke kamar Zhi Jun,sapatau dia sudah sadar,dan ingat, minta maaf padanya,"
"Ia, "
Lalu mereka pergi, sesampainya mereka, ternyata Zhi Jun telah sadar, Zhi Jun sedang di suap oleh Baixu.Melihat Liu Li datang, Zhi Jun segera membuang muka, Liu Li yang melihat itu hanya tersenyum, lalu mengambil alih piring makanan, dan menyuruh Baixu dan Rong Bang untuk meninggalkan mereka. Liu Li duduk di samping Zhi Jun dan menyuapinya, tetapi Zhi Jun membuang mukanya.
"Masi marah,atau takut?" tanya Liu Li.Tetapi tidak di jawab oleh Zhi Jun.
"Yah, sudah kalau tidak mau jawab, sekarang ayo habiskan makanannya," kata Liu Li.Tetapi Zhi Jun masi diam saja. Liu Li pun menghei napas, tanpaknya kekeras kepalaannya menurun kepada Zhi Jun.
"Baiklah, padahal tadi aku sudah berpikir untuk memberikan izin untuk sekolah,kayanya aku harus menarik kembali," kata Zhi Jun,lalu ingin beranjak pergi dari sana. Tetapi sebelum Liu Li sempat berdiri, Zhi Jun segera menahannya.
"Zhi Jun ingin makan sekarang ibu," kata Zhi Jun.
"Yah, sudah tinggal di makan," jawab Liu Li.Dia tau kalau anaknya itu tidak marah lagi,Liu Li merasa lucu, jika membujuk Zhi Jun,itu sama saja membujuk diri sendiri.
"Tapi aku ingin di suapi," kata Zhi Jun manja.
"Berarti sudah tidak marah lagi," tanya Liu Li.
"Iya," jawab Zhi Jun.Liu Li pun menyuapi Zhi Jun sampai makanannya habis. Setelah itu Liu Li melap badan Zhi Jun dan mengganti pakaiannya.
"Masi ada yang sakit," tanya Liu Li.
"Tidak, aku sudah sembuh," jawab Zhi Jun.
"Ya sudah, ibu minta maaf yah, karena sudah melarangmu bersekolah," kata Liu Li.
"Zhi Jun tidak marah bu,Zhi Jun hanya sangat takut saat melihat ibu marah," jawab Zhi Jun dengan tubuh bergetar dan semakin mengeratkan pelukannya.Liu Li tau kalau saat ini anaknya pasti sangat ketakutan.
"Maaf yah, maaf karena ibu sudah membentakmu," Kata Liu Li dengan penuh penyesalan.
"Tidak, ibu tidak salah, Zhi Jun yang salah, karena tidak mendengarkan ibu,"
"Tidak, Zhi Jun tidak salah, Ibu yang salah, Jadi maafkan ibu ya. Ibu janji tidak akan mengulanginya lagi, " kata Liu Li.
"Zhi Jun juga minta maaf, karena, tidak mendengar perintah ibu," jawab Zhi Jun.
"Jadi, masih ingin bersekolah," kata Liu Li mencoba menggoda anaknya.
"Tentu saja masih, " jawab cepat Zhi Jun.
"Baiklah, yah sudah, sekarang istrahat, agar kau cepat sembuh,"
"Ia, tetapi aku di izinkan sekolah kan?"
"Hmm, kalau besok nggak sembuh, berarti batal," goda Liu Li.
"Baiklah, aku tidur sekarang.Tetapi aku mau di peluk ibu," pinta Zhi Jun.
"Yah sudah, sekarang tidurlah," Zhi Jun pun tertidur.
Setelah Zhi Jun tertidur, masuklah Baixu.
"Apakah Zhi Jun sudah tidur?" tanya Baixu.
"Iya, " jawab Liu Li.Baixu pun segera keluar tidak ingin mengganggu. Tetapi dia di hentikan oleh Liu Li.
"Mau ke mana, Kemarilah, kau juga butuh istirahat bukan,"
"Eh, tidak perlu, aku…"
"Tidak ada bantahan, aku tidak suka di bantah," potong Liu Li.
Baixu pun tidak bisa menolak lagi, diapun segera berbaring di samping Zhi Jun.Tiba-tiba,Liu Li menariknya dan memeluknya.
"Tidurlah," kata Liu Li.Baixu pun segera memejamkan matanya, karena nyaman dengan cepat dia tertidur. Liu Li pun ikut tertidur.
Rong Bang yang menunggu Liu Li di kamar, tetapi Liu Li tak kunjung datang, dia pun pergi menyusulnya,saat dia masuk,dia di suguhkan dengan pemandangan yang menyejukkan mata. Rong Bang melihat kalau anak-anaknya tidur sambil memeluk istrinya. Entah bagaimana bisa, saat ini Liu Li tertidur di antara Baixu dan Zhi Jun.Rong Bang sangat bahagia melihatnya, akhirnya dia ikut merebahkan dirinya di samping Baixu dan memeluknya sampai Rong Bang ikut tertidur pula.
Setelah masalah itu, Zhi Jun dan Baixu sekarang tinggal di kediaman dekat sekolah, mereka juga sesekali pulang menjenguk Liu Li,itu adalah syarat uang di berikan Liu Li.Dan tidak terasa mereka sudah bersama selama seratus tahun.
Baixu telah menjelma menjadi gadis yang cantik, penyayang,dan anggun. Sementara Zhi Jun terlihat seperti remaja seusia kakaknya Baixu, bahkan badannya lebih besar dari Baixu. Dia tumbuh dengan subur, tidak seauai dengan umurnya yang masi muda.Bahkan kalau ada orang baru,bila melihat mereka, orang baru itu tidak percaya kalau Zhi Jun adalah adiknya Baixu,hanya karena melihat badan Zhi Jun sangat besar untuk seusianya.
Sementara Rong Bang dan Liu Li sekarang mereka sedang pusing, mereka pusing dengan permintaan anak-anaknya.Memang tidak ada salahnya jika mengabulkanya, tetapi selama ini hubungan mereka hanya sekedar dekat saja, bahkan Rong Bang belum pernah sama sekali melihat wajah Liu Li tanpa cadar, walau Rong Bang penasaran, tetapi dia menunggu Liu Li yang menunjukannya sendiri, Rong Bang tidak ingin memaksakannya.