
"Kalian semua bersiaplah, kita akan ke hutan Kunlun. Karena aku rasa dia masuk kesana, karena hanya hutan kunlun yang dekat dengan kamarku, " perintah guru.
"Baik guru, "
Di saat mereka sedang bersiap,tiba-tiba muncul Liu Li dari gerbang, Liu Li bingung melihat guru dan kakak seperguruannya bersiap.dia berpikir"mereka akan kemana, ".
"Guru," panggil Liu Li.Semua yang ada di sana menoleh kepada Liu Li.
"Kau dari mana saja adik ke tiga belas!" tanya kakak ke dua.
"Aku cuma Jalan-jalan sebentar di sekitar sini," kata Liu Li, karena,memang dia tidak mengetahui kalau hutan yang di masukinya tadi adalah hutan yang sangat di larang untuk sembarangan masuk ke dalam.
"Tapi tadi kami mencarimu,tapi tidak menemukanmu. Bahkan, ini kami lagi bersiap untuk pergi mencari mu. Takutnya kamu terlalu jauh berjalan,"ujar kakak pertama. Mendengar itu Liu Li sangat terharu. Akan tetapi,dia di kejutkan oleh suara Yang Song yang mengingatkan akan tujuannya.
"Oh ia, hampir aku lupa. Maaf ya Yang Song," batin Liu Li. Dia pun bergegas menghampiri Gurunya.
"Guru," panggil Liu Li. Tetapi tadah ada sahutan dari gurunya, Liu Li bingung, biasanya di saat dia ajak bicara,pasti gurunya akan menanggapinya, tetapi ini. Padahal, bukan tak mau menjawab, tapi Guru Hua Rong masih teramat sangat khawatir kepadanya.Entahlah,yang ada apa, itu hanya Guru Hua Rong yang tau.
"Guru, " panggil Liu Li lagi, tapi kali ini dengan menarik-narik ujung kain lengan Gurunya.Melihat kelakuan muridnya dia jadi gemas sendiri.
"Ya, " akhirnya Guru Hua Rong menjawabnya.Tetapi itu terkesan sangat dingin bagi siapa yang melihat dan mendengarnya.
"Guru, maaf, " kata Liu Li.
"Maaf untuk apa," tanya Guru Hua Rong.
"Maaf karena murud ini telah membuat Guru dan kakak seperguruan cemas, " kata Liu Li dengan sedih. Dia ingin menangis,tetapi sekarang ini dia lagi menyamar jadi pria, katanya sih jaga imeg.
"Baiklah,jangan di ulang lagu," kata Guru akhirnya,sambil mengelus kepala muridnya itu. Liu Li sangat senang, karena Gurunya memaafkannya.
"Guru, ada yang ingin Yun Hai sampaikan, "
"Yah, katakanlah,"
"Hmmmm,sewaktu aku memasuki hutan, ada burung yang memberitahuku kalau raja iblis sedang berusaha memasuku hutan," kata Liu Li.
"Ya, guru tau.Pergilah beristirahat."
"Baik guru, " Liu Li pergi dari sana,dia sampai lupa untuk menagih janji yang gurunya buat.
"Kalian semua tetaplah di sini, guru akan ke kerajaan langit, " perintah Guru Hua Rong.
"Baik guru, " jawab semua murid.
-------------
Di Kerajaan Langit.
"Menghadap yang mulia, di luar ada Dewa perang ingin menghadap, " kata kasim.
"Persilahkan dia masuk, " kata kaisar langit. Lalu masuklah Hua Rong.
"Hormat hamba yang mulia. " salam dari Hua Rong.
"Berdirilah, apakah kau sudah mendengar pesanku?" tanya kaisar langit.
"Ya yang mulia, dan dalam perjalanan kesini tadi, saya melihat mereka telah menghancurkan hampir setengah dari hutan kunlun.Apa yang harus kita lakukan yang mulia?" tanya Hua Rong. Sebenarnya Hua Rong bisa bertindak sesuai pikirannya, akan tetapi dia menghormati pemimpin tertinggi, walaupun dia yang terkuat.
"Raja iblis telah melanggar perjanjian, maka, tidak ada cara lain selain membuat nya turun dari takhtanya," kata kaisar langit, dan Hua Rong cuma menyimak.
"Oh ia, aki dengar kalau anak keduanya sangat bijak, walaupun perilakunya di luar sangat menyeleneh, bagai mana menurutmu Hua Rong?" tanya kaisar langit.
"Baiklah, besok kita akan ke kerajaan iblis.Oh ia, apakah kita harus pergi dengan banyak prajurit?"tanya kaisar langit.
"Tenang yang mulia, itu biar saya yang mengaturnya, kalau begitu saya undur diri, " kata Hua Rong.
"Baiklah, " kata kaisar langit sambil tersenyum.
---------
Di hutan Kunlun.
Terlihat prajurit sangat tergesah-gesah memasuki tenda kaisar langit.
"Hormat hamba yang mulia, " hormat prajurit
"Bangunlah, ada apa, sehingga kau terburu-buru seperti itu?" tanya raja iblis.
"Ampun yang mulia, tadi ada utusan dari kerajaan langit,kalau besok mereka akan berkunjung," lapor prajurit
"Hmmm, baiklah," kata raja iblis,lalu dia menoleh kepada kasim di sampingnya, "pergi persiapkan, kita akan kembali ke kerajaan, " titahnya.Tanpa menjawab, kasimpun pergi dari sana.
---------
Keesokan harinya rombongan kaisar langit berangkat ke kerajaan iblis,dengan tujuan baik, mereka tidak ingin terjadi peperangan.Akan tetapi, ternyata raja iblis lebih memilih berperang,karena dia merasa sudah cukup kuat dengan para best yang dia temukan di hutan kunlun.Karena tidak membuahkan hasil yang baik, rombongan kaisar langit pun kembali ke kerajaan langit untuk membuat strategi.
------
Di kunlun
Para murid di kumpulkan di aula,karena,ada yang mau di sampaikan oleh gurunya.Guru Hua Rong pun memasuki aula.
"Hormat kepada Guru, " hormati para murid.
"Bangunlah, dan dengarkan perintahku, sebulan lagi kita akan berperang dengan kerajaan iblis.Kalian dalam sebulan ini harus mempersiapkannya, " kata Guru Hua Rong.
"Baik guru, " ujar para murid serentak, lalu Hua Rong pergi dari sana. Di perjalanan dia di hentikan sama suara Liu Li.
"Guru, " panggil Liu Li. Guru Hua Rong pun menoleh."Guru, apa guru masih ingat masa janji guru?" tanya Liu Li.
"Tentu saja ingat, baiklah, kemarilah, aku akan membawamu ke sana," tak lama, mereka pun menghilang, dan muncul di gerbang kerajaan langit. Prajurit yang melihat Hua Rong langsung menghormat.Mereka pun masuk, Liu Li sangat kagum sama keindahan Kerajaan langit.
Sekarang, mereka telah sampai di sebuah danau lotus, di tengah-tengah danau itu, terdapat sebuah pohon besar, itu adalah pohon kehidupan.
"Berkultivasi lah di sini,terserah mau d manapun, karena di sini memiliki energi Qi yang sangat besar. "
"Baik guru, " Hua Rong pun meninggalkannya, dia pergi menemui kaisar untuk membahas strategi peperangan.
Liu Li mencari tempat yang nyaman menurutnya, dia pun melihat ada daratan di bawa pohon,dia pun bergegas ke sana, dan melakukan posisi lotus, untuk memulai berkultivasi.Tidak terasa sudah dua minggu dia berkultivasi.
----------
Di aula kerajaan langit, tiba-tiba di kagetkan dengan bunyi kilat penghukuman,itu berarti sedang ada yang menerobos ke tingkat Selanjutnya.Merekapun bergegas mencari di mana asal suara itu. Maka sampailah mereka di danau lotus.Mereka melihat Hua Rong sedang mengawasi seseorang, Kaisar pun menghampirinya.
"Siapa gerangan anak muda berbakat itu Hua Rong?" tanya kaisar langit.Mendengar ada suara yang menegurnya, itu membuat kaget dirinya, pasalnya sedari tadi dia sangat menghawatirkan muritnya itu.
"Itu salah satu muridku, aku sengaja membawanya ke sini," jawab Hua Rong.
"Tampaknya dia sangat spesial," kata kaisar langit sambil tersenyum.
"Anda benar yang mulia,dia salah satu muritku yang sangat cerdas, " kata Hua Rong sambil tersenyum pula. Tapi jika di perhatikan,matanya menyimpan kekhawatiran.