
"Liu Li,biarkan dewa tinggi Mu minum dulu," kata Rong Bang.
"Tidak masalah yang mulia, aku sudah terbiasa dengan perilaku Liu Li ini," kata Mu Lingyu,apalagi melihat wajah Liu Li yang di tekuk. Dia sangat hafal, kalau Liu Li itu selama hidupnya dia tidak pernah di kekang oleh aturan. Karena di kerajaan rubah tidak banyak aturan seperti di kerajaan langit. Kalau untuk kesopanan,dia akan sangat sopan sama orang yang lebih tinggi kedudukannya,tetapi tidak dengan orang yang sudah akrab dengannya, seperti dirinya.
"Yang mulia, boleh kah saya berbicara dengan Liu Li!" tanya Mu Lingyu.Liu Li ingin protes,tetapi Mu Lingyu segera memberi kode padanya. Liu Li pun mengerti kalau itu berita yang hanya mereka berdua saja yang tau.
"Baiklah kalau begitu, kebetulan aku juga ada pekerjaan," kata Rong Bang setelah melihat Mu Lingyu yang memberi kode kepada istrinya.
"Salam dewa tinggi Mu," lalu Rong Bang pergi ke ruang kerjanya.
Setelah melihat suaminya pergi, Liu Li segera bertanya.
"Ada apa?" tanya Liu Li.
"Gurumu akan bangkit," jawab Mu Lingyu.
"Benarkah, kapan guru akan bangkit!"
"Entahlah," jawaban Mu Lingyu mebuat Liu Li kembali sedih, setelah tadi dia gembira.
"Hanya ada satu cara yang belum aku lakukan," kata Mu Lingyu.
"Cara apa?"
"Memberikan air terjun surgawi padanya, karena air terjun surgawi sangat ampuh memperbaiki dan menyatuhkan jiwa yang sudah tercerai berai,"
"Lalu,Air terjun itu ada di mana,"
"Aku juga kurang tau,Dulu air itu ada di istana langit.Tetapi Hua Rong memindahkannya, agar tidak ada rasa cemburu antar daratan,"
"Apa guru tidak memberitahukan air terjun itu ada di mana?"
"Tidak, karena Hua Rong merasa cukup dia saja yang tau,"
"Huh, baiklah, aku akan coba mencari tau, sapa tau guru menyimpan suatu petunjuk, "
"Baiklah, kalau begitu aku akan kembali juga, aku juga aka berusaha mencari tau,"
"Hmmm, " Mu Lingyu pun kembali ke lembah pohon persik.
Setelah kepergian Mu Lingyu,Liu Li sedang melamun sekarang, dia ingin mencari petunjuk,dan tempat yang dia pikirkan adalah perguruan Kunlun, tetapi bagaimana caranya dia ke sana, sementara sekarang ini dia sedang di cari oleh kakak seperguruannya. Kalau dia ke sana sebagai ratu rubah itu juga tidak mungkin, karena menurut rumor yang beredar, dia tidak pernah keluar sedikit pun.
"Liu Li," panggil Rong Bang dengan menepuk bahunya.
"Astaga," kaget Liu Li sambil mengusap dada sakibg kagetnya.
"Hei, apa yang sedang kau pikirkan, aku memanggilmu sedari tadi!"
" Ah, tidak ada.Aku cuma lagi memikirkan kata Mu Lingyu tadi,"
"Memangnya apa yang dia katakan?"
"Ah tidak penting, " elak Liu Li.
"Apa ada yang kau sembunyikan dariku?"
"Ah, t…tidak," jawab Liu Li dengan gugup, "Dia cuma menceritakan tentang paniknya dirimu saat aku menghilang waktu itu," kata Liu Li saat melihat tatapan tajam Rong Bang.
"Apakah cuma itu. Lalu kenapa dia tidak ingin berbicara di hadapanku?"
"Itu,,, itu karena dia tidak ingin kau malu. Karena katanya dia telah berjanji tidak menceritakan itu,"
Rong Bang berpikir kembali ke masa itu, yah, benar adanya kalau dia melarang Mu Lingyu bercerita walau sama Liu Li,tapi apa ini.
"Lalu, kenapa dia bercerita padamu,"
"He…he…he,itu,,,itu karena aku paksa,"
"Huh, baiklah, ayo kita ke kamar," ajak Rong Bang.
"Ke kamar, mau apa!"
"Mau melanjutkan proyek adik buat Zhi Jun,"
"Apa, tapi ini masi siang,"
"Aku tidak peduli,karena sekarang aku sedang menginginkannya, " Lalu Rong Bang menggendongnya.
"Hei turunkan aku, malu di lihat peayan," tetapi tidak di hiraukan, akhirnya yang bisa Liu Li lakukan menyembunyikan mukanya di dada Rong Bang.