Three Lives, Three Worlds

Three Lives, Three Worlds
Bab 2.Mulai Belajar



Pada bab sebelumnya.


"Bisakah kau menjelaskan kepadaku mengapa kau mengirimnya menjadi muridku!"


"Baiklah, tampaknya rasa penasaranmu lebih besar dari pada rasa hausku," kata Mu Lingyu, karena, sebelum teh yang di sediakan di minum olehnya,sudah di serbu oleh pertanyaan dari Hua Rong.


 


 


Lanjut. . .


Mu Lingyu menarik napas sejenak sebelum menjelaskanya.


"Dia adalah anak terakhir dari Dewa Liu Xing,dan nanti anak itu yang akan melanjutkan tahtah ayahnya nanti,"


"Lalu apa hubungannya dengan kau membawanya kepadaku,"


"Kemarin ayahnya minta tolong kepada ku,ayahnya meminta aku untuk mengajarinya ilmu beladiri dan latihan berkultivasi untuk mempersiapkan anak itu sebelum menggantikan tahtahnya nanti.Tapikan,kau tau sendiri, aku tak punya keahlian lain selain di bidang alkemis.Maka dari itu aku membawanya kemari,karena,aku rasa di sini kaulah guru yang tepat untuk anak itu." ujar Mu Lingyu, "jadi kau harus mau menerimanya menjadi muridmu, yah, yah," bujuk Mu Lingyu dengan gaya yang di buat imut dan sambil menarik-narik ujung kain lengan Hua Rong.


"Baiklah, baiklah, dan hentikan tingkahmu itu," ujar Hua Rong akhirnya, karena, merasa jijik dengan kelakuan temannya,dan tak ada cara untuk menolak,akhirnya dia pun menerimanya.Mendengar itu Mu Lingyu sangat senang, karena dia sudah menjalankan amanah dari Dewa Liu Xing. Karena Liu Li sudah di terima menjadi murid di sana, dia pun berpamitan kepada Hua Rong untuk pulang.


________


Sementara itu, Liu Li,Yi Yang, dan Hong Zhuang telah sampai di kediaman lotus hitam. Kediaman lotus hitam adalah tempat tinggal para murid. Tibalah mereka di depan sebuah pintu.


"Nah, ini kamarmu adik ke dua belas," lalu bergeser ke samping, "dan ini kamarmu adik ke tiga belas,masuklah." jelas Hong Zhuang lalu berbalik pergi dari sana.


Liu Li pun langsung masuk ke dalam, ternyata di kamar itu ada orang lain selain dia.orang itu melihat Liu Li masuk, dan menyapanya.


"Hai,perkenalkan,aku Xiao An, dan kau bisa memanggilku kakak ke tiga. kau adik ke tiga belas yang mendapat pusaka tadi kan? "tanya orang itu


"Ia,,hai, aku Yun Hai, dan yah, aku yang mendapat pusaka tadi" jawab Liu Li


"wah, selamat datang di perguruan kita," kata Xiao An dengan senyum, Liu Li sangat senang dengan teman kamarnya.Setelah membereskan bawaannya, Liu Li pun berniat keluar berkeliling untuk melihat seperti apa dan sebesar apa perguruan Kunlun ini. Setelah lelah berkeliling, dia meliat sebuah batu besar di dekat danau, Liu Li pun menaikinya dan beristirahat di sana sejenak,lalu dia teringat akan pusaka yang di dapatinya tadi.


______


Di tengah jalan, Mu Lingyu melihat Liu Li sedang duduk di atas batu besar yang ada di dekat danau, dia pun menghampirinya untuk berpamitan,sebenarnya tadi dia akan langsung pulang.Tapi,karena sudah melihat Liu Li, jadi apa salahnya jika dia berpamitan.


"Liu Li, sedang apa kau di sini,"


"Aku sedang memperhatikan ukiran yang berada di pedang kecil ini," sambil menunjukan pusaka yang baru saja di dapatkan tadi.


"Yah, kau benar, ukirannya sangat indah," Liu Li menanggapinya dengan senyuman.


"Hmm,"


"Liu Li,aku akan kembali ke lembah pohon persik," mendengar itu Liu Li pun menoleh, "kenapa cepat sekali,"ujar Liu Li sedih.


"Yah, karena aku harus kembali ke sana,tenanglah,jika ada waktu luang aku akan mengunjungimu," ujar Mu Lingyu sambil mengelus kepala Liu Li.


"Baiklah, jika kau ingin pergi,tapi janji,jika kau ada waktu luang, kau akan mengunjungiku. Dan yah, jika kau bertemu orang tuaku,sampaikan salamku kepada mereka."


"Baiklah, kalau begitu aku pergi sekarang, dan ingat, belajarlah dengan baik dan patuhilah apa yang di ajarkan oleh gurumu nanti," pesan Mu Lingyu, di jawab anggukan oleh Liu Li. Mu Lingyu pun pergi dari Kunlun.


 ____


Terlihat Liu Li dan murid lainya sudah mulai belajar dengan guru Hua Rong, dia tampak sangat serius mendengarkan penjelasan gurunya tentang berkultivasi.


Kultivasi merupakan suatu metode untuk mendapatkan kekuatan keabadian dengan metode xiuzhe (kultivasi) ini, seseorang dapat memperpanjang umur, meningkatkan kekuatan, dan dapat mencapai keabadian.


Ada 10 tingkat kultivasi dan di setiap tingkatnya ada 3 tingkat, yaitu, awal, menengah, dan akhir.


1.Perunggu


2.Perak


3.Emas


4.Berlian


5.God


6.Master


7.Grand master


8.Petarung senior


9.Petarung terhormat


10.Kaisar petarung


Sebenarnya ada 11 tingkat, namun, baru seorang saja yang mencapainya, yaitu Guru Hua Rong, tingkat Kaisar Langit Petarung.


Dan di sore hari....


Liu Li dan para murid yang lain akan berlatih ilmu beladiri atau energi internal, dan itu di ajarkan langsung oleh gurunya.


Energi internal merupakan energi di dalam tubuh yang di latih oleh seniman beladiri.Manfaat dari itu, seorang seniman beladiri dapat meningkatkan kecepatan,kelincahan,kekuatan dan lainnya.Bahkan,dapat menyembukan luka dan mengeluarkan racun.Juga dapat melakukan qinggong.


"Cukup untuk hari ini,kembalilah ke kamar kalian dan beristirahat,besok guru akan mengajak kalian turun ke kaki gunung, " kata guru Hua Rong,lalu pergi dari sana.Para murid pun kembali ke kamar mereka dengan rasa penasaran akan di ajak ke mana oleh gurunya.


Sekarang Liu Li telah berada di kamarnya.Karena penasaran, diapun bertanya kepada Xiao An.


"Kakak ke tiga, kira-kira kenapa guru mengajak kita turun gunung," Xiao An cuma mengangkat kedua bahunya, lalu Xiao An membaringkan badannya di atas tempat tidur dan menutup matanya.karena Xiao An tidak memberinya jawaban,akhirnya diapun memilih menyusul Xiao An ke alam mimpi.


______


Pagi-pagi sekali, mereka telah berkumpul di aula, dan bersiap untuk turun gunung. Sesampainya mereka di kaki gunung,guru Hua Rong langsung menyuruh mereka berlatih energi internal.Ternyata,tujuan Guru Hua Rong mengajak mereka turun gunung, karena, di sana terdapat energi bumi.Sebenarnya di Kunlun juga ada energi bumi, tetapi di sana lebih banyak atau lebih besar energi Qi,di banding energi bumi.


Tak mau menunggu lagi, Liu Li langsung melatih energi internalnya.Dia mulai melatih pernapasan terlebih dahulu, kemudian melatih ketenangan pikiran,setelah itu harus mengkombinasikan dengan gerakan bela diri atau menyatu dengan alam. Liu Li merasakan ada yang mengalir di dalam tubuhnya, dan itu terasa hangat, dia juga melihat ada cahaya biru mengelilinginya, dan perlahan memasuki tubuhnya. Liu Li berpikir,apakah ini yang di maksud dengan energi internal.


Guru Hua Rong sangat terkejut melihat perkembangan energi internal Liu Li.Dia saja butuh satu hari untuk menguasai berlatih energi internal.


-----------


Sementara itu, di lembah pohon persik,lebih tepatnya di kediaman Dewa Mu Lingyu. Dia kedatangan tamu,Dewa rubah.


"Selamat datang di kediamanku dewa Liu Xing,"ujar Mu Lingyu, menyambut kedatangan Dewa Liu Xing.