
"he…he…he, ya kau juga," kata Baihe dengan wajah merah.
"Nah,sekarang kau malu," Kata Lyly, "Baiklah,tapi ingat,jika ada waktu senggang,jenguklah kami," putus Lyly akhirnya.
"Baiklah,"
kemudian mereka pun berangkat.
Sampailah mereka di gerbang istana teratai.
"Wow,ayah,rumahmu sangat besar dan indah," melihat kekaguman anaknya pada kediamannya membuat Rong Bang tersenyum.Padahal,kalai di depan keluarganya dia orang pendiam dan tenang.
"Masuklah,dan istrahat,kalian pasti capek habis perjalanan jauh," kata Rong Bang kepada istrinya,lalu memerintahkan kepada pelayan di sana untuk melayani istri dan anaknya.
"Kau hendak ke mana suamiku?" tanya Baihe.
"Aku sedang ada kerjaan,istrahatlah," Kata Rong Bang,da pergi dari sana.
Di kediaman tulip,atau kediaman Jiaojiao.
Wanita itu sedang marah sekarang,mendengar laporan pelayan setianya,bahwa Rong Bang membawa seorang wanita ke kediaman teratai.Dia sangat penasaran,siapa gerangan wanita itu.
"Kau," tunjuk Jiaojiao pada pelayannya, "pergi dan awasi gerak gerik di kediaman teratai," perintah Jiaojiao.
"Baik yang mulia," lalu pelayan itu segera pergi melaksanakan tugasnya.
Di aula kerajaan langit.
Rong Bang sedang berdiskusi dengan kaisar.
"Rong Bang,kau harus segera menemui Raru Liu Li,karena selain dewa Yun Hai,cuma dia yang bisa menyusun kembali farmasi di panggoda itu," Kata kaisar langit.
"Baik kakek,aku akan pergi menemui Ratu Liu Li," lalu Rong Bang pergi dan segera berangkat ke lembah pohon persik,karena,dar yang dia dengar dari para dewa,Ratu Liu Li tinggal di lembah itu.Tapi sebelum itu,dia menemui istrinya terlebih dahulu untuk berpamitan.
Sampailah dia di kediaman teratai,dia melihat istrinya sedang duduk di kursi yang ada di halaman kediaman itu.
"Kenapa tidak istrahat," kata Rong Bang,lalu duduk di samping istrinya.
"Aku belum terbiasa dengan lingkungan di sini,jadi aku merasa aneh," kata Baihe,Rong Bang lalu mengelus tangan istrinya untuk menenangkannya.
"Tananglah,lama-kelamaan kau akan terbiasa.Oh ia,aku akan pergi melaksanakan tugas," kata Rong Bang.
"Berapa lama,"
"Tidak lama,paling cuma tiga hari saja,"
"Baiklah,aku akan menunggumu di sini,"
Lalu Rong Bang pergi dari sana.
Sesampainya di lembah pohon persik,dia langsung menuju ke kediaman Mu Lingyu.Mu Lingyu pun menyambut tamunya itu.
"Salam yang mulia," kata Mu Lingyu
"Salam juga dewa tinggi," Kata Rong Bang.
"Ada apa gerangan kau menemuiku!"
"Aku datang kesini ingin menemui Ratu Liu Li,aku membawa titah dari kaisar langit,apa Ratu Liu Li sudah kembali dari dunia bawah," Mu Lingyu terkejut,api tidak di tunjukan,"sedang apa Liu Li di dunia bawah,aku akan mencari tahu nanti," Kata Mu Lingyu dalam hati.
"Oh,Liu Li ada,tapi…"
"Tapi apa?"
"Tertidur!"
"Ya,tertidur,anda tau sendiri bagaimana tabiat rubah ekor sembilan kan,ada masa di mana mereka akan tertidur,bahkan aku tak tau kapan mereka akan bangun," kata Mu Lingyu
"Ada apa gerangan kau mencarinya?" tanya Mu Lingyu lagi.
"Ini soal panggoda,aku dengar kemarin dia bisa menyusun kembali farmasi di panggoda itu,karena saat ini kaisar sedang mencari dewa Yun Hai," Mu Lingyu hanya mengangguk saja.
"Baiklah,aku permisi dulu,karena aku rasa Ratu Liu Li juga tidak bisa di ganggu,"
"Ah,ia,kalau dia terbangun nanti,saya akan menyampaikan pesan ini,"
Lalu Rong Bang kembali ke istana langit.Sementara itu,sekarang Mu Lingyu tau di mana gerangan Liu Li sekarang,yang dia bingungkan,ada apa dia sampai ke dunia bawah.
---------------
Di Aula istana langit,Jiaojiao sedang melapor kepada kaisar.
"Hormat hamba Yang mulia,"
"Bangunlah,ada apa,"
"Yang mulia,tadi hamba lewat di depan kediaman teratai,hamba melihat jika ada orang duniawi di dalamnya,"
"APA,bagaimana bisa ada orang duniawi di kerajaan langitku ini!" Kata Kaisar langit marah.
"Ampun yang mulia,saya harap anda harus menindaki ini,karena,saya khawatir,berita ini sampai ke telinga Raja rubah,ini tidak akan baik,"Kata Jiaojiao mengompori.
"Baiklah,Jika Rong Bang telah kembali,suruh dia menemuiku," titah kaisar langit.
"Baik yang mulia,hamba undur diri,"
Lalu Jiaojiao pergi dari sana,sekarang dia merasa di atas angin,karena sekali melempar batu,akan ada dua burung yang terkena sekaligus.
Rong Bang baru saja masuk gerbang istana langit,tetapi di hentikan oleh prajurit yang menyampaikan titah kaisar,untuk segera menemuinya,Rang Bang pun menemui kaisar.
"Salam hormat kakek," salam Rong Bang.
"Bangunlah," Kata Kaisar.
"Apakah kau sudah menemui Ratu Liu Li?" tanya kaisar langit.
"Saya sudah ke sana kakek,tapi,sekarang Ratu Liu Li sedang tertidur dan tidak tau kapan bangunnya,di sana saya hannya bertemu dengan dewa tinggi Mu Lingyu," lapor Rong Bang.
"Lalu aku ingin bertanya padamu Rong Bang," kaisar langit berhenti sejenak, " Siapa wanita yang ada di kediamanmu sekarang," lanjut kaisar.
Rong Bang sangat terkejut,yang di takutkan pun terjadi sekarang,tapi dia tidak mengharapkan kalau kaisar akan tau secepat ini.Tapi dia berusaha tenang sekarang,karena tidak ada gunanya mengelak.
"Dia istriku kakek," kata Rong Bang. Kaisar terkejud dan sangat marah sekarang.
"APA,itu tidak benar kan,jangan bercanda sama kakek Rong Bang,"
"Aku tidak bercanda kek,aku serius,dia adalah istriku,yang aku nikahi,saat aku menjalankan tugasku di dunia bawah,"
"Tidak,itu tidak boleh,apa kau lupa kalau kau sudah bertunangan dengan Ratu Liu Li,bagaimana jika berita ini sampai ke telinga mereka,mereka akan merasa di permainkan,apa kau ingin kerajaan langit berperang dengan Kerajaan rubah,Kau tau sendiri seberapa kuatnya mereka,bahkan kau pun tak akan mampu melawannya," Kata kaisar dengan suara lantang,menandakan kalau dia sedang marah sekarang.
Rong Bang pun sekarang merasa sangat bersalah,dia tahu betul seberapa kuatnya kaum rubah,apa lagi Ratu Liu Li,bahkan Ratu Liu Li seorang mampu meratakan kerajaan langit ini.Tapi,dia tidak mungkin meninggalkan anak dan istrinya.
"Kembalikan dia ke duniawi,dan tinggalkan dia," perintah kaisar.
"Tidak,aku tidak bisa," bantah Rong Bang.
"Kenapa tidak,"
"Kami telah mempunyai anak,aku tidak mungkin meninggalkan mereka,"
"Apa,Rong Bang,Rong Bang,tidakkah kau berpikir dulu sebelum bertindak,tidakkah kau tau apa akibatnya," kata Kaisar.Dia sangat marah,tapi semua sudah terlanjur.Apalagi ada anak yang berarti cicitnya.Dia bisa mengabaikan ibunya,tapi cicitnya tidak,biar bagaimanapun darahnya mengalir di tubuh cicitnya.