
Setelah sampai di kamar, Rong Bang membaringkan Liu Li lalu menindihnya. Rong Bang lalu membuka cadar Liu Li,maka terlihatlah wajah cantik Liu Li.
Lalu Rong Bang mengecup kening lalu turun ke bibir, awalnya hanya di kecup, lama kalamaan kecupan itu berubah menjadi l*****n, Bahkan tangannya sudah bermain di gunung kembar Liu Li,dan tangan satunya berada di area sensitif Liu Li.
Setelah merasa panas, Rong Bang segera melakukan penyatuhan yang akan mengantarkan mereka kepada kenikmatan yang luar biasa.
Setelah satu jam lebih, Liu Li merasa sangat lelah,apa lagi dia sudah berkali-kali mencapai puncak,hanya saja, Rong Bang belum ada tanda-mencapai puncaknya.
"Rong Bang,aku sangat lelah, apakah masi lamah?" tanya Liu Li dengan lirih.
"Sebentar lagi sayang," jawab Rong Bang,dia pun mempercepat tempo permainannya, dan itu kembali membuat Liu Li kenikmatan.
"Aaahhhh, " erang keduanya. Rong Bang pun ambruk di atas Liu Li.Setelah itu, Rong Bang menggeser tubuhnya ke samping, tanpa melepas penyatuhan mereka.
Sementara Liu Li mengerang dalam tidurnya karena terjadi pergerakan di bawah sana.
"Aah," erang Liu Li.Mendengar itu Rong Bang tersenyum lalu memeluknya, dan menyusul Liu Li ke alam mimpi, yang pastinya tanpa berpakaian dan tanpa melepaskan penyatuhan mereka.
Sudah sebulan Liu Li dengan Rong Bang menjalani pernikahan yang sesungguhnya. Walau kadang Rong Bang masi belum terbiasa dengan wajah Liu Li yang mirip dengan Baihe.
Dan sudah sebulan juga Liu Li terus mencari infi tentang letak air terjun surgawi.
"Sayang, sebenarnya ada apa sampai kau mencari air terjun itu!"
"Itu untuk mengobati teman Mu Lingyu,waktu dia datang kesini dulu, sebenarnya dia meminta tolong padaku, agar aku menanyakannya padamu," jawab Liu Li dengan sedikit kebohongan.Yang benar hanya soal teman Mu Lingyu,karena memang Hua Rong adalah teman bagi Mu Lingyu.
"Tetapi, kata kakek, Air terjun itu telah di pindahlan oleh dewa perang Hua Rong.Dan sampai saat ini tidak ada yang tau dia memindahkannya ke mana," kata Rong Bang.
"Ya sudahlah. Ayo kita tidur," kata Liu Li.
"Lalu kau mau apa," Liu Li pura-pura tak tahu arah pembicaraan Rong Bang.
"Huh,,,, kau bertanya seakan-akan tak tahu,"
"Ha…ha…ha, " tawa Liu Li.Dan langsung di hentikan dengan ciuman Rong Bang.
"Sayang, aku ingin kali ini kau yang memuaskan aku," kata Rong Bang.
"Hah, bagaimana caranya?" tanya Liu Li.
"Kau cukup lakukan seperti yang aku lakukan padamu setiap harinya,"
"Hum, baiklah, "
Maka Liu Li melakukan seperti yang di lakukan Rong Bang padanya.
Awalnya dia mengecup keningnya, lalu turun ke bibir, seperti yang telah di lakukan Rong Bang selama ini padanya.
Setelah cukup lama mereka memadu kasih,dengan berbagai macam gaya, akhirnya mereka mecapai kenikmatan itu bersama.
Setelah itu mereka tertidur dengan harapan akan tumbuh cabang bayi di rahim Liu Li,seperti kemauan Zhi Jun yang ingin segera memiliki adik.
Maaf yah, aku cuma bisa nulis kaya gitu, maaf kalau tulisanku tidak sesuai dengan harapan kalian.Soalnya tulisanku sebelumnya di tolak, di suruh refisi ulang.
Mohon maap ya. he he he