
"Selamat yang mulia putra mahkota,kau talah berhasil mengusir ibuku,kau berhasil memisahkan aku dengan ibuku,kau berhasil merenggut nyawa ibuku,selamat,selamat," kata Baixu dengan tatapan mata seperti elang,bahkan aura membunuh keluar dari tubuhnya,seperti siap membunuh siapa saja yang ada di depannya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Rong Bang pada Chichi.Balum sempat Chichi menjawab,suara Baixu mengagetkannya,karena jawaban anak itu.
"Ibuku telah pergi,dengan melompat ke lubang itu," jawab Baixu dengan sangat pilu.
Bagai di sambar petir,Rong Bang langsung lemas seketika,air matanya mengalir begitu saja.Dia menoleh ke arah Lubang Zhu Xian,di dekat lubang itu ada tudung(topi yang di kelilingi oleh kain yang dapat membuat orang tidak dapat melihat wajah)yang biasa di pakai Baihe,ada juga cincin giok yang sudah pecah,cicin itu adalah cincin pernikahan mereka.
Karena malas melihat Rong Bang,Baixu beranjak pergi dari sana,tapi sebelum pergi,dia memberikan surat kain pada Rong Bang,lalu lergi dari sana.
Sedangkan Rong Bang,segera membuka kain itu,dia lalu membaca isinya.
"Rong Bang,aku tidak tau apakah pantas aku memanggilmu seperti itu,aku pamit,aku ingin kembali ke tempatku berada,aku ingin beristrhat,aku sudah sangat lelah,oh ia,masih ingatkah kau dengan janji pernikahan kita,sekarang,di antara kita sudah tidak ada apa-apa lagi,karena janji itu telah di langgar,biar aku yang menanggung sumpahmu itu dengan nyawaku,aku pamit.
untuk Baihe,tetaplah jadi anak yang baik dan berbakti,dan makanlah dengan teratur,jangan suka begadang,ibu pamit ya,ibu harap kau akan selalu bahagia, Baihe".
Sekarang Rong Bang berada di kamar Baihe,dia memerintahkan pengawal,tidak ada yang boleh masuk atau menemuinya,bahka. bila mereka kehilangan nyawanya.
Di dalam kamar,Rong Bang teringat akan janji mereka.
Flash back.
"Aku Rong Bang,aku berjanji akan selalu setia dan akan selalu manjaga serta membahagiakan istriku,jika aku melanggar,maka petir akan menyambarku,dan aku akan kehilangan nyawaku." sumpah Rong Bang.
"hmm… tidak usah terlalu berlebihan seperti itu,aku takut kau akan termaka sumpahmu,"
"Tidak masalah,"
karena kekeras kepalaan Rong Bang,maka Baihe juha ikut berjanji.
"Aku Baihe,jika suamiku tidak menjalankan janjinya dengan benar,maka,biar aku saja yang menanggungnya,"
"apa yang kau katan,"
"biar kita sama-sama berjanji,"
mereka pun tersenyum,mereka merasa lucu dengan janji yang mereka ucapkan.
Flash back off.
Dan sekarang,Rong Bang sangat menyesal,ternyata Baihe tidak main-main dengan janjinya itu,sebaliknya dialah yang telah melanggar.Menyesal hanya tinggal penyesalan,andai saja dia tidak terlalu menurut dengan perintah kakeknya,ini mungkin tidak akan terjadi.Dia mengira dengan patuh nyawanya akan di ampuni,ternyata dia salah,Dialah yang telah memaksa dirinya pergi,karena sikapnya.Seandainya dia memberitahukan rencana yang sudah di susunya,bisahkah dia berpikir,kalau mungkin sekarang Baihe masi ada di sisinya.
Di dalam,yang di lakukan Rong Bang cuma mabuk-mabukan,bahkan dia tidak perduli lagi kalau nama baiknya rusak.
Di aula,kaisar sedang berdiskusi dengan anak-anaknya tentang Rong Bang.
"Apakah aku terlalu keras kepada anak itu?" tanya kaisar dengan sedih,dia tidak menyangka kalau cucunya akan terpuruk seperti itu.
"ayah,tenanglah,ayah sudah melakukan yang terbaik,aya mendidiknya seperti itu,agar dia menjadi nanti mampu memimpin kerajaan," kata Ning Xin.
"Yah,saking baiknya,aku bahkan tak tau kalau itu akan menyakitinya," ujar kaisar sendu, "lalu bagaimana dengan Baixu," tanya kaisar.
"huh…,dia menjadi dingin dan pendiam,bahkan dia sangat tertutup dan tak tersentuh,dia hanya mau berbicara sama pelayan setia ibunya,Chichi" jawab paman Xue.
"hmmm" kaisar sangat bingung sekarang.
"Ayah,bagaimana kalau kita majukan saja pernikahan antara Ratu Liu Li dan Rong Bang," kata Zhi Xue.
"Kakak ipar,tidakkah itu malah tambak melukai Rong Bang,setidaknya biarka dia tenang dulu,dia sedang kehilangan sekarang," kata paman Xue, "lagian kita tidak tau apakah Ratu Liu Li telah bangun atau belum," kata paman Xue lagi.
"Sebaiknya kita tungu Rong Bang tenang dulu,kalian bubar sekarang," putus kaisar.Setelah bubar,kaisar kembali merenung,dari kecil,Rong Bang sangat penurut,bahkan tidak pernah sekalipun dia meminta sesuatu darinya,kaisar sangat menyesal,kenapa hanya satu permintaan saja dia tidak bisa memakluminya.
Di lembah pohon persik,Ratu Liu Li sedang tertudur.Di sampingnya ada Mu Lingyu.Ingatan Mu Lingyu kembali ke bulan lalu.
Saat di baru bangun tidur, dia ingin kelur menghirup udara segar.Tetapi dia melah mendapati Liu Li dengan penuh luka, walau pun hanya luka luar saja,dan paling parah adalah matanya, dia lalu mengobatinya,setidaknya matanya hanya tak bisa melihat sesuatu yang terlalu tetang. Tapi dia melakukan kesalahan, dia memasukkan herbal kuat, yang mampu menghapus ingatan seseorang.Ketahuannya,karena setelah lama tertidur akhirnya Liu Li bangun, tapi yang anehnya pas di tanya, dia tidak mengingat apapun. Dari situlah Mu Lingyu tau kalau dua melakukan kesalahan, karena terlalu panik.Sekarang dia sedang menjaga Liu Li yang sedang tertidur.
Keesokan harinya,Liu Li pun terbangun.Dia tidak melihat siapapun, Dia pun bangun dan keluar, dia melihat Mu Lingyu sedang menyiapkan sarapan.
"Kau sudah bangun, kemarilah, ayo kita sarapan," kata Mu Lingyu.
"Ia, tapi mataku agak sakit, " keluh Liu Li, karena matahari telah terbit.
"Hm…jangan terlalu di paksa," peringat Mu Lingyu.
"hmm…," di balas deheman oleh Liu Li.
Mereka pun sarapan dengan tenang.Setelah selesai,Liu Li pergi mengunjungi guru Hua Rong.Sesampainya di sana, dia merasakan sesuatu,Baihe bergegas masuk, dia melihat bola warna warni mengelilingi tubuh Gurunya, yah, itu adalah kepingan-kepingan jiwa guru, sama dengan yang dli lihat Mu Lingyu beberapa tahun yang lalu. Liu Li terduduk dan menangis, berarti sebentat lagi, dia gurunya akan sadar. Dia segera pergi mencari Mu LingYu,dia ingin menanyakan tentang gurunya itu, dia takut kalau prediksinya salah.
Setelah sampai di depan kamar Mu Lingyu, Mu Lingyu yag melihat Liu Li hanya tersenyum,dari senyumanya menyatakan kalau prediksi Liu Li tidak salah.
"Kemarilah, temani aku minum arak untuk merayakannya, " kata Mu Lingyu, tanpa di suru dua kali Liu Li pun langsung duduk dan meminum araknya, tapi dia cuma minum sedikit. Dia akan minum sampai mabuk kalau gurunya benar-benar sadar.