
"mereka bisa selamat, tetapi ibunya harus istrahat total, dan selalu memakan-makanan yang bergizi," kata tabib. Bibi sangat senang sekaligus bingung sekarang.Dia harus berdiskusi dengan keluarganya dulu.
"Baiklah tabib,terimahkasi,"
"Baiklah,ini abatnya,rebus sesuai resep,dan di minum selagi hangat," pesan Tabib,dan pergi dari sana.Setelah tabib pergi,bibi segera memasak dan merebus obatnya.,setelah selesai,dia menata makanan di meja yang berada di dalam kamar,dia juga membawa dengan obat yang telah di rebusnya.
Beberapa menit kemudian Baihe pun sadar,dia melihat di sampingnya ada Lyly anak dari bibi kenalannya.Lyly pun melapor kepada bibi kalau Baihe sudah sadar.
"Baihe,akhirnya kau sadar juga," kata bibi senang. Baihe ingin duduk,Lyly pun membantunya dan menyusun bantal untuk sandaran.
"Apa yang terjadi bibi?" tanya Baihe
"Kami tadi datang berkunjung,tetapi kami melihat kamu pingsan,jadi kami bantu mencari tabib dan memeriksa kondisimu," kata bibi.Baihe bingung,tumben ada yang datang mengunjunginya.
"Jangan bingung,kemarin suamimu menemuiku,dan menitipkan dirimu kepadaku," jelas bibi,karena melihat kebingungan Baihe.
"Lalu aku sakit apa bibi," tanya Baihe
"Hmm,sekarang kau sedang mengandung,dan kandunganmu sangat lemah," kata bibi pelab dan hati hati.seketika air mata Baihe keluar dengan sendirinya.
"Lalu apa yang harus aku lakukan bibi," kata Baihe dengan derai air mata.
"Tenangkan dirimu Baihe,anakmu bisa selamat,asal kau harus istrahat total," kata bibi sambil memeluk dan menenangkan Baihe.
"Tapi bibi tau sendiri,kalau aku sekarang tinggal sendirian," kata Baihe.Lyli yang dari tadi hanya menyimak akhirnya buka suara.
"Biar saya yang merawat Baihe ibu," kata Lyly.
"Tidak usah Lyly,aku takut kau kerepotan nanti.Dan tidak ada yang membantu bibi di warung makan," Baihe menolaknya.
"Tidak apa Baihe,lagian ibu sudah mempunyai benyak kariawan.Sedangkan aku,sejak kedatanganmu,aku merasa seperti punya teman," kata Lyly,"Jadi biarka aku membantu merawat Baihe ibu," katanya lagi tapi kali ini kepada ibunya.Bibi yang mendengar kalau anaknya tak memiliki teman menjadi sedih,karena,saking sibuknya membantunya,dia sampe tidak keluar dan memiliki teman.
"Baiklah,tapi berjanjilah kalau kau akan merawatnya," kata bibi akhirnya.
"Baiklah,aku berjanji ibu," kata Lyly dengan senang.
Bermula dari rasa ingin menolong,sekarang Lyly dan Baihe seperti saudara yang tak bisa di pisahkan.Hari-hari mereka lewati dengan penuh canda dan tawa,dan saling mendukung dan menyemangati.Terkadang,kalau Baihe sedang merindukan suaminya,maka,Lyly akan menghiburnya.Begitu pula sebaliknya,kalau Lyly sedang sedih,maka,Baihe akan menghiburnya.
Seperti sekarang ini,Lyly sedang melatih energi internalnya.Karena yang ada di dunia bawah hanyalah melatih energi internal,karena di dunia bawah hanya mengandalkan ilmu bela diri.Baihe selalu menyemangati Lyly,jikalau Lyly sedang malas berlatih.
Tidak terasa Sembilan bulan berlalu,Baihe akan segera melahirkan,dan Rong Bang belum pernah pulang sama sekali.Itu yang membuat sedih Baihe,di saat membahagiakan seperti ini,seharusnya dia di dampingi oleh suaminya.Tapi Lyly selalu menghiburnya,Baihe sangat bersyukur,dengan adanya Lyly,kesedihannya sedikit berkurang.
Malam ini,di tengah malam,tiba-tiba suara guntur dan kilat bersahut-sahutan,hujan beserta angin kencang. Baihe merasakan perutnya sangat sakit,dia pun membangunkan Lyly yang tidur di sampingnya.
"Lyly," lirih Baihe,sambil menahan sakit.
"Ia ada apa Baihe," kata Lyly dengan setengah sadar.
"Perutku sangat sakit," ucap lirih Baihe.
"Oh,perutmu sakit," kata Lyly,tapi tidak lama kemudian,"APAAAA,perutmu sakit,tahan-tahan,aku akan memanggil tabib di kamar sebelah," ujar Lyly dengan panik.Syukurnya mereka sudah menyuru tabib menginap sejak kemarin,karena kontraksi yang di rasakan Baihe dari kemarin,yah,kata Lyly untuk berjaga-jaga.
"Baihe,kau harus ingat,kalau anak ini adalah bentuk dari usahamu.kau sudah memilih mempertahankannya,jadi kau juga bertanggung jawab untuk membuat dia melihat dunia," bisik Lyly.Seketika Baihe mengingat perjuangannya dan Lyly.Diapun kembali bersemangat.
"Ayo,mengejan sekali lagi," kata bidan.
"hugh..huh,huh,hugh.." Baihe mengejan.dan..
"oek,oek,oek,"
Bayi Baihe akhirnya terlahir ke dunia.
"Selamat nona,bayi anda perempuan," kata bidan,sambil memperlihatkan wajah putrinya.Melihat wajah putrinya,seketika air matanya mengalir mengigat suaminya,pasalnya,wajah anaknya sangat mirip dengan suaminya.
Setelah di bersikan baik ibu maupun bayinya,bayi mungil itu di letakan di samping ibunya,untuk di kasi asi pertama.
Anehnya,hujan berangin,serta suara guntur dan kilat yang bersahut-sahutan tadi seketika berhenti setelah bayi Baihe keluar.Ternyata itu di saksikan juga oleh para dewa,tetapi mereka cuma beranggapan kalau ada seorang dewi yang sedang melahirkan.
-----
Tiga tahun kemudian.
Di sebuah kamar yang sangat sederhana,terlihat seorang wanita cantik mendekati ranjang tidur,yang di tiduri oleh anak berusia lima tahun.
"Baixu,bangunlah sayang,ini hari pertamamu masuk sekolah," kata wanita itu dengan lembut sambil mengelus rambutnya.Anak tersebut membuka matanya.
"Baik ibu," kata Baixu,lalu memeluk ibunya.Tidak lama masuklah wanita lain membawa nampan berisi makanan.
"Baihe,Baixu,ayo kita makan," kata Lyly.Yah,wanita itu adalah Baihe,dan anaknya dia beri nama Baixu.
"Baik,bibi,tapi aku mau mandi dulu, cup," kata Baixu,turun dari ranjang menghampiri Lyly Kemudian mencium pipinya, " ayo ibu,aku ingin mandi sekarang," Kata Baixu lagi.
"Baik lah,ayo kita mandi,nanti air mandimu dingin," kata Baihe,dan mereka berdua menuju ke kamar mandi.Setelah selesai mandi,Baihe memakaikan baju pada anaknya,kemudian mereka menghampiri Lyly,untuk sarapan,sebelum memulai aktivitas.
"Sayang,apakah semua keperluan sekolahmu sudah beres," Baihe menghampiri putrinya.
"Sudah ibu,"kata Baixu,
"Ok,sekarang kita berangkat,bibi Lyly sudah menunggu di depan"
"Ayo ibu," Baixu mendekat kepada ibunya,dia merentangkan tangannya.Baihe yang paham maksud anaknya itu langsung menggendongnya. mereka pun berangkat.
--------
Sekarang,mereka telah tiba di gerbang sekolah,tempat belajar anak-anak di sekitar situ.
Baihe beberapa lalu mendaftarkan putrinya di sekolah itu.Awalnya di tolak,karena umur putrinya belum cukup,tapi Baihe tak pantang arang,dia kemudian membawa putrinya untuk di ujih,Guru di sekolah itu sangat terkejut dengan kecerdasan Baixu,akhirnya Baixu di terima bersekolah di situ.
Baihe menitipkan anaknya ke pada guru,kerena nanti dia akan menjemputnya setelah jam pulang.Dia sekarang menuju warung ibu Lyly,untuk membantunya sambil menunggu jam pulang putrinya.