Three Lives, Three Worlds

Three Lives, Three Worlds
Bab 40.



"Ya," jawab Liu Li dengan lirih.


"Jangan tidur dulu," kata Rong Bang saat menyadari kalau Liu Li akan tidur.


"Ada apa lagi? bukannya pertanyaannya sudah aku jawab!" tanya Liu Li,Pasalnya saat itu dia sangat mengantuk, karena dia merasa kenyang.


"Ia, kau memang sudah menjawab pertanyaanku,tetapi kau juga melupakan sesuatu, " kata Rong Bang,Liu Li bingung.


"Apakah masih ada yang lain lagi yang aku lupakan," Kata Liu Li dalam hati.


"Apa lagi?" tanya Liu Li sambil melihat Rong Bang.Dari pada bertanya-tanya dalam hati,mending dia bertanya langsung pada orangnya.


"Kau melupakan tetang sesuatu yang terjadi sebelum kau menghilang," jawab Liu Li.Liu Li pun memutar otaknya kembali ke sebelum dia menghilang.


"Oh, masalah Zhi Jun yang meminta adik, dan kau yang akan mengajarkan aku caranya, itu maksudmu," tanya Liu Li,akhirnya mengingat akan kejadian sebelum dia menghilang.


"Ia, dan aku ingin mempraktekkannya sekarang," jawab Rong Bang.


"Hah, apa tidak bisa besok saja?" tanya Liu Li.


"Tidak, aku maunya sekarang, " jawab Rong Bang.


"Tetapi sekarang aku sangat mengantuk," kata Liu Li,barusaha menghindar.


"Tidak bisa, aku ingin sekarang. Anggap saja, itu sebagai hukumanmu karena kabur tanpa mendengar penjelasan aku dulu," kata Rong Bang dengan sedikit ancaman, karenadia tau Liu Li pasti hanya mencari alasan saja.


"Huh, baiklah," Liu Li akhirnya setuju.


Karena Liu Li tetah setuju, Pertama-tama yang di lakukan Rong Bang adalah membuat Liu Li merasa nyaman dulu, seperti saat ini dia memeluknya sambil mengelus pundaknya. Setelah Liu Li merasa nyaman, di angkatnya dagu Liu Li agar dia dapat memandangi wajah Liu Li, berikutnya dia mencium kening Liu Li sedikit lama,lalu mengecup kedua matanya, hidung,lalu mengecup bibir Liu Li dengan singkat,agar Liu Li tidak kaget,karena selama ini Rong Bang hanya mencium keningnya saja.


Setelah itu dia kembali menempelkan bibirnya dengan sedikit lama, tanpa adanya lu****n,setelah itu melepasnya, Rong Bang melihat sejauh ini tidak ada perlawanan dari Liu Li.Maka,diapun melanjutkan tahap berikutnya, yaitu mencium bibir Liu Li di sertai dengan Lu****n. Walau tidak ada balasan dari Liu Li,Rong Bang tetap sabar.


"Hah, kau ingin membunuhku ya, hah…hah, " kata Liu Li sambil menghirup udara banyak-banyak.Tetapi tidak di jawab oleh Rong Bang.


Rong Bang malah kembali menciumnya,kali ini bukan cuma bibir saja yang berkerja, tetapi tangan Rong Bang pun sudah mulai berkerja, dengan m****a bagian sensitif pada tubuh,Liu Li yang merasakan itu, ada perasaan berbeda yang dia rasakan pada tubuhnya, Liu Li pun ingin menghentikan Rong Bang,Tetapi Rong Bang tidak melepaskannya. Malah sekarang Rong Bang membaringkan Liu Li di kasur, lalu mengunci pergerakannya, dengan mengangkat kedua tangannya di atas kepala dan memegangnya dengan satu tangan, dan mengurungnya di bawah kungkungannya,tanpa melepas tautan bibirnya.Rong Bang terus saja mencium, dan merabah tubuh Liu Li sampai Liu Li te******ng dengan perbuatan Rong Bang.


Rong Bang merasa Liu Li yang sudah te******ng, diapun melepas tangan Liu Li,lalu menggunakan kekuatannya untuk melepas pakaian mereka.


Liu Li yang sadar, lalu buru-buru menutupi tubuh mereka.


"Kenapa bajunya di buka?" tanya Liu Li.


"Karena memang harus di buka," jawab Liu Li,Lalu kembali menciun Liu Li,agar Liu Li tidak lagi bertanya.


Bahkan tangannya saat ini telah meremas kedua gunung kembar Liu Li.Ciumannya pun telah berpindah kepada salah satu gundukan itu.dan tangan satunya telah bermain di area sensitif Liu Li.Liu Li hanya bisa mendesah merasakan sesuatu yang baru dia rasakan.


Karena melihat Liu Li telah siap di masuki olehnya.Maka Rong Bang pun melakukan penyatuan antara dirinya dan Liu Li,sedikit sulit, padahal Liu Li sudah pernah melahirkan,tetapi itu karena sudah lama tidak di masuki, akhirnya area sensitifnya kembali rapat.


Dan malam itu, mereka melakukan penyatuhan berkali-kali sampai pagi. Setelah selesai, mereka akhirnya tertidur, karena sangat lelah.


*


*


*


*


Maaf kalau kurang panas menurut kalian. sesungguhnya aku pun merasa geli.


Maaf juga aku lama. Karena masi bantu mama buat kue.