Three Lives, Three Worlds

Three Lives, Three Worlds
Bab 31.



Setelah bersiap, mereka segera ke tempat acara. Tiba di depan gedung, Liu Li membuka tudungnya, menyisahkan cadar saja. Lalu dia di tuntun oleh Rong Bang masuk kedalam, karena saat ini Liu Li berjalan sambil menutup mata, karena cahaya yang terlalu terang.


"Bukalah matamu, kita sudah di dalam sekarang, " kata Rong Bang. Liu Li lalu membuka mata dan benar saja apa yang di katakan Rong Bang, kalau di sana tidak terlalu silau.


Sebenarnya orang-orang pada bertanya-tanya,kenapa ruangannya di atur dengan kurang pencahayaan,tetapi tidak ada yang tau, selain kaisar dan keluarga Liu Li,selain itu tak ada lagi.


Kasim mangumumkan kedatangan mereka,maka mata semua orang tertuju kepada mereka, tapi mereka membuat kerutan di dahi.


"Mengapa pengantinnya memakai cadar!" batin semua tamu undangan.


Akan tetapi terlepas dari rasa penasaran itu, mereka di buat pakain yang mereka gunakan. Walau terkesan sederhana, tetapi terlihat elegan,karena yang mengenakannya bukan orang sembarang, tetapi keduanya orang yang di hormati di segala penjuru.


Sampailah sepasang pengantin di hadapan kaisar.


"Salam hormah kami kepada kaisar, " hormat keduanya.


"Bangunlah," kata kaisar, "Karena yang bersangkutan telah hadir, maka, acarapun akan di mulai, " kata kaisar lagi.


Berbagai prosesi adat budaya kerajaan langit mereka berdua ikuti. Setelah sekian lama akhirnya selesai juga.Setelah selesai para hadirin di persilakan untuk menikmati hidangan yang di sediakan.


Rong Bang sedari tadi memperhatikan Liu Li yang tampak tak nyaman,dia pun mendekatkan tubuh kepada Liu Li dan menanyakannya dengan agak berbisik.


"Liu Li,apakah kau baik-baik saja?" tanya Rong Bang.


"Ya," Liu Li menjawab dengan singkat.


"Aku perhatikan dari tadi, kau seperti merasa tak nyaman," tanya Rong Bang lagi.


"Huh, aku cuma tidak terbiasa berada di tengah keramaian, karena aku sangat suka ketenangan. Jadi aku meresa kurang nyaman," jawab Liu Li.


"Bersabarlah, setelah pengumuman itu di umumkan, aku akan membawamu kembali ke kamar," kata Rong Bang.


"Baiklah, aku akan menahanya,"


Dari kejauhan, Jiaojiao memperhatikan mereka, dia cuma bisa meremas tangannya saking emosinya, karena, jika di perhatikan kedua orang itu tampak sangat romantis.Seakan-akan keduanya sedang mengumbar keromantisan keduanya.


Di pihak keluarga Liu Li dan kaisar juga sama. Mereka merasa kalau keduanya sangat romantis,seperti pasangan yang menikah karena saling mencintai.


Di acara itu juga turut hadir Baixu dan Zhi Jun, akan tetapi mereka di tempat berbeda, mereka akan keluar dari tempat itu jika pengumuman itu sudah di keluarkan.


Sedari tadi Liu Li hanya mengaduk makanan yang ada di depannya,kentara sekali kalau dia sudah sangat bosan.Sehabis Rong Bang menanyainya tadi, dia merasa semangat kembali karena dia akan keluar dari keramaian, tetapi setelah menunggu sekian lama pengumuman itu tidak juga di keluarka, saat ini dia merasa kalau Rong Bang mempernainkannya.


Sementara Rong Bang, dia menyadari kalau Liu Li pasti sedang memakinya dalam hati, karena pengumumannya belum juga di keluarkan.Akhirnya Rong Bang, mendekati kaisar dan membisikan tujuannya.


"Maaf kakek, bisahkah kau segera mengumumkannya," kata Rong Bang dengan berbisik.


"Aku cuma meresa kalau Liu Li sekarang merasa kurang nyaman," kata Rong Bang, Lalu kaisar melihat ke arah Liu Li,Terlihat jelas kalau saat ini Liu Li tidak bisa memunggu lebih lama lagi, Jika pengumuman di tunda lagi maka, Kaisar merasa Liu Li akan melakukan sesuatu yang tidak dapat kaisar pikirkan. Seperti akan menghancurkan acara itu. Maka kaisar pun mengangguk kepada Rong Bang, dan Rong Bang pun kembali ke sisi Liu Li.Karena saking kesalnya Liu Li sampai tidak menyadari itu.


"Mohon perhatiannya, " kata kasim, "Ada yang ingin yang mulia kaisar umumkan," Seketika ruangan itu menjadi hening, serta perhatian semua tertuju kepada kaisar.


"Baiklah, " kaisar pun berdiri.


"Aku ingin mengumumkan kalau hari ini aku sangat bahagia akan pernikahan keduanya, aku merasa kalau hubungan kami semakin erat," kata kaisar, "lalu aku pun akan mengumumkan kalau dari pernikahan keduanya sudah ada dua orang anak, yaitu Mu Baixu dan Mu Zhi Jun," kata kaisar, yang membuat orang-orang pada bingung dan bertanya-tanya, kalau Baixu mereka telah mengenalnya, tapi siapa Zhi Jun.


"Persilahkan keduanya masuk," masuklah Baixu dan Zhi Jun.


"Salam hormat kepada yang mulia kaisar," hormat keduanya.


"Bangunlah," kata kaisar. lalu kaisar melanjutkan.


"Dan saat ini juga aku Mengumumkan kalau mereka telah resmi di angkat menjadi Pangeran dan putri kaisar langit, jadi kalian harus menghormati mereka," putus kaisar.Walau bingung, tetapi mereka hanya bisa mematuhinya.


"Baik yang mulia kaisar," jawab merwka serempak.


"Baiklah silahkan lanjutkan acaranya, " acarapun berlanjut.


Setelah pengumuman tadi, Rong Bang pun izin undur diri, dengan alasan Liu Li butuh istirahat.Setelah mendapat izin dari kaisar, mereka pergi dari sana bersama Baixu dan Zhi Jun.


Sesampainya di kamar, Zhi Jun langsung bercerita kepada ibunya apa yang dia dan Baixu mainkan di ruangan tadi, sementara Baixu dan Rong Bang cuma menjadi pendengar saja, setelah bercerita Zhi Jun pun izin kepada Liu Li kalau dia ingin bermain dengan Baixu.


"Ibu, aku ingin pergi bermain dengan kak Baixu,ya," kata Zhi Jun.


"Tidak, ini sudah waktunya kau tidur siang," jawab Liu Li.Mendengar itu, Zhi Jun sangat sedih. Rong Bang yang melihatnya pun akhirnya berbicara juga.


"Liu Li,biarkan saja, hanya untuk hari ini," kata Rong Bang.


"Tapi…," tapi di potong oleh Rong Bang.


"Biarkan saja, lagian sebelum Baixu kembali masuk sekolah," kata Rong Bang.


"Hore, terimah kasih ayah. Kau dengar itu kak, ayah mengizinkan kita bermain, ayo kita pergi kak, " kata Zhi Jun dengan girang. Mereka berdua beranjak dari kamar. Setelah kepergian mereka, Liu Li langsung mengomel.


"Rong Bang,seharusnya kau tidak mengizinkannya, dia akan terbiasa nanti, selama ini aku selalu mengajarnya untuk mentaati aturan, kalau seperti itu dia akan membangkang nanti, " ngomel Liu Li.Karena pusing mendengar Liu Li ngomel, akhirnya dia pun menghentikannya dengan men***m bibirnya, walau tak secara langsung karena Liu Li masi memakai cadar. Saking terkejutnya Liu Li hanya diam.


"Udah ngomelnya, sekarang kita istrahat," karena melihat Liu Li hanya diam, Rong Bang pun menggendongnya dan membaringkan Liu Li,setelah itu, secepat kilat dia membuka pehiasan yang menghiasi kepala Liu Li,setelah selesai,dia pun memeluknya sebelum Liu Li sadar.


Liu Li tersadar saat mendengar helaian nafas teratur dari Rong Bang.Dia juga mendapati tubuhnya di peluk dengan erat oleh Rong Bang,seakan-akan dia akan kabur.


"Sejak kapan aku berada di tempat tidur?" tanya Liu Li dalam hati.