
Sekarang,mereka telah tiba di gerbang sekolah,tempat belajar anak-anak di sekitar situ.
Baihe beberapa lalu mendaftarkan putrinya di sekolah itu.Awalnya di tolak,karena umur putrinya belum cukup,tapi Baihe tak pantang arang,dia kemudian membawa putrinya untuk di ujih,Guru di sekolah itu sangat terkejut dengan kecerdasan Baixu,akhirnya Baixu di terima bersekolah di situ.
Baihe menitipkan anaknya ke pada guru,kerena nanti dia akan menjemputnya setelah jam pulang.Dia sekarang menuju warung ibu Lyly,untuk membantunya sambil menunggu jam pulang putrinya.
-------
Tidak lama setelah kepergian Baihe,datanglah seorang pria yang dari sorot matanya sangat merindukan orang yang tinggal di dalam rumah itu.Dia pun masuk ke dalam,tetapi tidak menemukan orang yang di rindukannya itu.
Dia adalah Rong Bang,yang datang ingin menemui istrinya karena sangat merindukannya.Tetapi istrinya tak ada,dia berusaha berpikir positif.Mungkin,dia sedang ke ibu kota,akhirnya dia menunggunya di rumah.
Sementara di ibu kota,terlihat Baihe sedang melatih energi internalnya bersama Lyly.
"Wow,Baihe,energi internal dalam tubuhmu sudah sangat kuat.Bahkan aku tak bisa menandingimu,kau seperti seorang tirani.Kecepatanmu memahami sesuatu patut di acukan jempol,bahkan,kau mampu mengaplikasikannya kepada ilmu belahdiri" kata Lyly.
"Hmm,aku harus berlatih,agar aku bisa melindungi putriku," kata Baihe, "Sudahlah,aku harus menjemput putriku sekarang,sudah waktunya pulang,dan kau pulanglah ke rumahmu,suami dan anakmu juga membutuhkanmu," Kata Baihe,lalu pergi dari sana.Sedangkan Lyly bergegas pulang.
Ya,Lyly telah menimah dengan pujaan hatinya dua tahun lalu,dan sudah di karuniai seorang pitri juga.sekarang dia ikut tinggal di ibu kota sama suaminya.Tetapi dia akan selalu mengunjungi Baihe jika merindukannya.
-----------
Di depan sekolah,terlihat Baixu sedang menunggu ibunya dengan di temani oleh guru.Tak lama,datanglah Baihe,dan berterima kasih pada guru tersebut.
"Kita akan langsung pulang sayang,hari sudah sore,takutnya kita akan kemalaman di jalan," Kata Baihe,dia berbicara dengan Baixu yang ada di gendongannya.
"Baik ibu," kata Baixu dengan lemah,karena rasa ngantuk yang menyerangnya.
"Tidurlah sayang jika kau mengantuk," Baixu langsung memeluk leher ibunya.Mendengar dengkuran halus dari putrinya,Bajhe tersenyum,ternyata putrinya sudah tidur karena sangat lelah.
Mereka akhirnya tiba di rumah di saat matahari sudah terbenam.Dia langsung meletakan putrinya di atas tempat tidur,lalu membasuh badannya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian putih polos,agar putrinya itu nyaman.
Kemudian dia keluar untuk memasak makan malam,setelah selesai,dia menata masakannya di atas meja,tanpa sepengetahuannya,ada sepasang mata yang sedang mengawasinya.
"Apakah dia telah menikah lagi,sehingga sekarang dia telah memiliki anak," batin orang tersebut dengan kecemburuannya,karena,tadi sore dia melihat ada seorang pria yang masuk untuk menyalakan lampu.Tapi suara lembut itu mengalihka. pemikiran buruknya.
"Sayang,bangun makan malam dulu,cup,cup" Kata Baihe dengan lembut sambil mengecup kedua pipi Baixu.
"Baik ibu," kata Baixu dengan merentangkan tanganya,Baihe pun langsung menggendingnya dan membawanya ke meja makan.Mereka makan sambil ngobrol,dan orang yang memperhatikan mereka cuma menyimak saja.
"sayang,bagaimana di sekolah tadi?" tanya Baihe,
"Huft,aku tidak mau sekolah lagi ibu," adu Baixu.
"Memangnya kenapa sayang,kau akan memiliki banyak teman di sana,"
"Aku tidak suka pada mereka ibu,mereka sangat lambat,"
"Ia ibu," jawab Baixu sambil menunduk.
"Sayang,ibu cuma menasihatimu bukan memarahimu," kata Baihe dengan lembut mambil mengelus rambut panjang putrinya."Kemarilah," kata Baihe,dan Bauxu pun mendekat.Setelah di dekatnya,Baihe segera mendekap tubuh putrinya,di elusnya rambut panjangnya,dan di cium keningnya.
"hiks,hiks, maafkan aku ibu," Kata Baixu dengan terisak.
"Hey sayang,jangan menangis,jadikan saja ini pelajaran tambahan untukmu,yah. Besok berarti Anak ibu yang manis ini mempunyai tugas tambahan," kata Baihe.
"Tugas tambahan," kata Baixu bingung,"tugas apa ibu," tanyanya lagi.
"Ia,besok,kamu akan menjadi murid dan guru sekaligus,biar ilmu yang kau dapatkan bermanfaat sayang," Kata Baihe.
"He…he…he, ibu benar,berarti aku harus tidur cepat bu,agar besok aku tidak telat," kata Baixu dengan semangat, "cup,cup, selamat malam ibu," kemudian pergi menuju ranjang mereka,tapi taklupa dia mengecup kedua pipi ibunya. Baihe hanya tersenyum,kemudian keluar untuk melihat bulan.Setelah Lyly Menikah,itu adalah aktivitas yang sering dia lakukan,karena menurutnya bulan sangat membantu menenangkan pikiran.
Tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang,Baihe sangat terkejut,dia ingin teriak tetapi setelah mendengar suara orang tersebut membuatnya diam.
"Sayang," kata Rong Bang,kare tidak ada balasan dari Baihe,diapun memutar tubuh Baihe menghadap kepadanya.Di lihatnya Baihe sedang menangis.
"Sayang,kenapa menangis," kata Rong Bang sambil menangkup kedua pipi Baihe,Baihe diam saja,hanya air mata yang keluar makin deras.Di dekapnya tubuh wanita yang sangat di cintainya itu.
"Menangislah,jika itu membuatmu tanang," kata Rong Bang. Tetapi dalam pikirannya menerka-nerka.
"Kau menangis karena apa,apakah kau sediah karena telah menghianatiku,bahkan kau telah memiliki anak dengannya,atau kau sedih karena yang lain," batin Rong Bang.
Setelah merasa legah,Baihe melepaskan pelukannya,dan menatap wajah pria yang sangat di cintainya itu.Di usapnya wajah yang sangat di rindukan itu,Kemudian tersenyum.
"Apakah ini nyata,apakah aku tidak berhalusinasi?" tanya Baihe.Yang di jawab gelengan oleh Rong Bang.
"Tidak,ini nyata,aku ada di hadapanmu," kata Rong Bang.mendengar itu,terbitlah senyum d wajah Baihe,di peluknya pria yang sangat di cintainya.
"Kenapa kau baru datang setelah sekian lama," kata Baihe.
"Maksudnya? tanya Rong Bang dengan keritang di alisnya.Baihe mengurai pelukannya dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.
"Kemarilah,aku akan mengenalkanmu kepada seseorang," berbagai pikiran negatip berkumpul di fikirannya,hingga sampailah mereka di pinggir ranjang,yang di tiduri oleh Baixu.
"Rong Bang,kenalkan ini Baixu," kata Baihe,
"Untuk apa kau mengenalkannya padaku," kata Rong Bang dengan memandang ke arah lain.
"Tidakkah kau ingin melihatnya,"
"Tidak," Jawab Rong Bang dengan cepat.kerena gemas dengan tingkah suaminya itu,dia menangkup wajahnya agar menghadap kepada dirinya.
"Lihatlah walau sebentar,setelah terserah dengan apa yang kau pikirkan," kata Baihe dengan nada tegas dan sorot mata yang tajam,tidak ada lagi kelembutan di wajahnya.Melihat perubahan istrinya,membuat Rong Bang,mau tidak mau di pun memandang wajah anak itu.