Three Lives, Three Worlds

Three Lives, Three Worlds
Bab 28.



"Ha…ha…ha, kau terlihat seperti monyet sekarang," kata Baixu, karena melihat Zhi Jun telah berhasil naik ke gendongan ibunya.


Rong Bang sangat terpana mendengar tawa anaknya, yang selama ini tidak pernah lagi terdengar setelah kejadian itu. Sementara di sisi Liu Li dia sangat kesusahan karwna anaknya itu tidak mau turun.


"Sayang, turunlah dulu, kakak Baixu tidak akan menjahilimu lagi," bujuk Liu Li.Tapi Zhi Jun tetap tak mau.Sementara Baixu, saat ini dia hanya tersenyum melihat penampakan itu.


"Kak Baixu kan?" tanya Liu Li.


"Ia, aku adalah Baixu," jawab Baixu dengan senyuman manisnya.


"Bisakah kau berhenti dulu menjahili Zhi Jun,aku sangat kesusahan sekarang,"kata Liu Li memelas, memang tubuh Zhi Jun sangat kecil,tetapi sekarang dia sudah sangat berat.Rong Bang yang mendengarnya itu mengalihkan pandangannya dari anaknya ke pada Liu Li.Zhi Jun memang masi kecil untuk ukuran anak dewa, tapi anak itu sangat gembul, kentara sekali kalau ibunya merawatnya dengan baik.


"Baixu," panggil Rong Bang, mendengar suara ayahnya, Baixu baru menyadari, ternyata sedari tadi ada Rong Bang di sana, seketika dia kembali ke mode wajah dingin tanpa ekspresi.Melihat perubahan Baixu, Liu Li jadi bertanya-tanya,apa yang terjadi di antara kedua orang ini.Begitu pula Rong Bang, melihat perubahan wajah anaknya, dia menjadi sedih.


"Maaf, kalau begitu aku permisi," kata Baixu lalu berlalu dari sana. Zhi Jun yang mendwngarnya segera bertanya.


"Kak Baixu, kau hendak pergi kemana, bukannya kita sedang bermain," tanya Zhi Jun.


"Nanti lain waktu lagi baru bkita bermain," jawab Baixu.


"Baiklah, tapi janji ya, " kata Zhi Jun sambil menyodorkan jarinya, dan di balas oleh Baixu dengan mengaitkan jari kelingkingnya pula.


"Janji, " kata Baixu, lalu segera pergi dari sana.Setelah kepergian Baixu, datanglah Zheng Meng.Malihat kehadiran Zheng Meng.Zhi Jun segera turun dari gendongan ibunya dan beralih ke gendongan Zheng Meng.


"Baiklah, mari aku akan mengantarmu ke tempat kalian beristirahat,"kata Rong Bang.


"Baiklah, " jawab Liu Li,lalu mereka pergi dari sana.


Sampailah mereka di kediaman teratai.Entah kenapa Rong Bang membawanya ke sana, padahal masih ada halaman lain, jawabannya cuma Rong Bang yang tau.


"Ini adalah kediamanku, kediaman teratai namanya, kalian akan beristirahat di kediaman ku,"


Saat memasuki kediaman itu, Liu Li seperti merasakan kalau dia pernah lama di sana.Liu Li melihat kalau di halaman kediaman itu banyak tumbuh pohon persik.


"Wow, ibu, di sini ada pohon persik juga," kata Zhi Jun,lalu turun dari gendongan Zheng Meng.Dan segera berlari dan bermain di bawah pohon itu.


"Zheng Meng, pergi temani Zhi Jun bermain,"perintah Liu Li.lalu Zheng Meng pergi menyusul Zhi Jun.Sementara mereka melanjutkan perjalanan. Sampailah mereka di sebuah kamar.


"Ini adalah kamar kalian,untuk prlayanmu dia akan tidur di kamar sebelah," jalas Rong Bang, sementara Liu Li masi sibuk memperhatikan setiap sudut ruangan itu.


"Bagus, tempat ini terasa sangat nyaman," komentar Liu Li.


"Baguslah kalau kau betah," kata Rong Bang.


"Hmmm…,apakah kau butuh pelayan wanita untuk melayanimu?" tanya Rong Bang.


"Tidak perlu,aku terbiasa melakukan sendiri sesuatu yang bersifat pribadi,jadi tidak perlu,lagian sudah ada Zheng Meng yang melayani kami," jawab Liu Li.


"Baiklah,hmm…,bisahka kita ngobrol,karena kau sudah menjelaskan tentang dirimu, maka aku juga ingin memberitahumu tentang diriku,"kata Rong Bang.


"Baiklah,"


Sekarang mereka sedang duduk di posisi masing-masing, Liu Li di pinggir rangang, sementara Rong Bang di meja belajar.Tiba-tiba Liu Li menggunakan kekuatanya,dia membuat ruangan itu tidak terlalu terang. Rong Bang sangat bingung. Setelah itu dia melihat Liu Li membuka tudung di kepalanya hanya menyisahkan cadarnya saja.


"Ada apa? mangapa kau menurunkan semua gorden?"tanya Rong Bang.


"Mataku sangat sakit jika melihat sesuatu yang sangat terang, itulah mengapa aku memakai tudung kepala," jawab Liu Li.


"Yah, aku tidak sengaja melukai mataku," jawab Liu Li.


"Lupakan tentang mataku, apa yang ingin kau bicarakan denganku!" tanaya Liu Li.


"Aku ingin memberitahumu kalau aku juga sudah memiliki anak, " kata Rong Bang.


"Apakah Baixu?"tanya Liu Li.


"Ya, bagaimana kau tau!"


"Karena tadi aku melihat perubahan mimik wajahnya, dan dia juga tidak memberimu salam, aku pikir,selain anak,siapa lagi yang berani seperti itu, kecuali pengen di hukum,hanya saja, kenapa dia menjadi anak yang dingin seperti itu,itulah yang membuatku penasaran, " kata Liu Li.


"Huft, itu terjadi karena diriku,"


"karenamu,"


"Yah, karena aku, aku telah melakukan kesalahan fatal,"


"kesalahan apa yang begitu fatal?"


"Aku yang mengakibatkan ibunya bunuh diri, "


"AAAAPPPAAA, bagaimana bisa,"


Lalu Rong Bang menceritakan masa lalunya, tanpa ada yang di tutup-tutupi sedikitpun, dia ingin pernikahannya dengan Liu Li di jalani dengan kejujuran.Dia ingin Liu Li bisa mejadi sinar di kehidupannya dan anaknya.


"Ternyata seperti itu, Humm…,bagitulah nasip kita yang lahir dengan kedudukan tinggi," Kata Liu Li.


"Kenapa kau tidak menjelaskan pada anakmu?" tanya Liu Li.


"Karena pada saat itu aku masi dalam keadaan bersedih, jadi aku tidak memperhatikannya," jawab Liu Li.


"Tenanglah, aku akan membantumu menjelaskan pada Baixu secara perlahan," kata Liu Li menenangkan Rong Bang.


"Baiklah, karena aku sudah menjelaskannya maka aku akan pamit ke ruang kerjaku,jika kau ingin menemuiku, kau pegilah ke bangunan sebelah barat, dari kamar ini," jelas Rong Bang.


"Baiklah, aku akan ingat," kata Liu Li,lalu memakai Tudung kembali, karena dia akan mengantar Rong Bang.


"Baiklah, aku pargi sekarang, " lalu Rong Bang pergi menuju ke arah barat.


----------


Sementara di kediaman tulip,Jiaojiao mendapat kabar kalau Rong Bang mambawa tamu kerajaan menginap di kediamannya, yang selama ini siapapun tak boleh masuk kesana, hanya Chichi dan Baixu yang boleh masuk. Dia sangat marah,Dia yang sudah lama di sisi Rong Bang pun tak di bolehkan masuk ke sana, Jika dia nekat masuk, maka, gelar selir akan di cabut darinya.


Siapakah tamu itu, apakah begitu penting sampai Rong Bang membiarkan tamu menginap di kediamannya.


"Lulu, pergi cari tau siapa tamu kekaisaran itu," perintah Jiaojiao.


"Baik yang mulia, aku berangkat sekarang," kata Lulu, pelayan Jiaojiao.


"Yah, lebih cepat lebih baik,kerena aku sangat penasaran sekarang,"


"Baik," Lulu pun pergi dari sana.


"Siapapun dirimu, aku yakin,bisa menyingkirkanmu seperti Baixu, aku yakin itu, karena hanya aku yang pantas mendampongi Rong Bang," kata Jiaojiao. Tanpa tau siapa lawannya kali ini.