Three Lives, Three Worlds

Three Lives, Three Worlds
Bab 39.



"Liu Li," panggil Rong Bang.


"Hmmm, " hanya di jawab deheman oleh Liu Li.


"Kemarin kau pergi kemana! aku mencarimu kemana-mana, bahkan sampai ke lembah pohon persik tetapi aku tidak menemukanmu," tanya Rong Bang.Tetapi Liu Li hanya diam saja.


"Liu Li," panggil Rong Bang tetapi tetap saja tidak ada balasan. Rong Bang pun menarik Liu Li dari pelukannya. Ternyata Liu Li telah tertidur. Akhirnya Rong Bang membaringkannya agar Liu Li merasa nyaman.Rong Bang pun ikut berbaring di samping sambil menarik badan Liu Li agar masuk ke dalam pelukannya. Karena sejatinya, Rong Bang juga butuh mengistrahatkan tubuh dan pikirannya, karena beberapa hari ini terus memikirkan dan mencari Liu Li.


Tengah malam, Liu Li tersadar karena dia merasa sangat lapar. Saat sadar, dia merasa kalau ada Rong Bang yang sedang memeluknya dari belakang. Karena tidak ingin mengganggu tidur Rong Bang,Liu Li memindahkan tangan Rong Bang dengan sangat pelan agar tidak membangunkannya. Saat berhasil diapun beranjak akan tetapi…


"Mau ke mana, " suara Rong Bang menghentikan pergerakan Liu Li.


"Hmmm, aku sangat lapar.Kau tidurlah, aku akan keluar mencari maka," kata Liu Li,lalu beranjak, tetapi di hentikan oleh Rong Bang yang menahan tangannya.


"Tetaplah di sini," kata Rong Bang lalu membangunkan badannya, "biar aku yang menyiapkan makanan untukmu, " kata Rong Bang lembut, lalu Rong Bang berlalu dari sana.Perlakuan lembut itulah yang membuat Liu Li merasakan perasaan lebih padanya.


Tidak berapa lama,Rong Bang datang dengan membawah berbagai macam buah-buahan dan teko teh.


"Aku cuma menemukan ini di dapur.Aku takut kau kelaparan jika menungguku memasak, jadi aku membawakan ini untuk mengganjal perutmu, " kata Rong Bang,Lalu ingin pergi lagi, tetapi di hentikan oleh Liu Li.


"Mau ke mana lagi?"tanya Liu Li dengan menggenggap tangan Rong Bang.


"Aku ingin memasak untukmu mu,"Jawab Rong Bang.Mendengar itu,Liu Li pun menarik tangan Rong Bang agar duduk di sampingnya.


"Tidak perlu,ini saja sudah lebih dari cukup," kata Liu Li sambil bersandar di bahu Rong Bang.


"Apa kau yakin?"


"Ia," jawab Liu Li, lalu makan buah,juga menyuapi Rong Bang,dan Rong Bang hanya bisa membuka mulutnya mengikuti keinginan Liu Li.


"Oh ia," kata Liu Li lalu menghadap ke arah Rong Bang."Tadi sebelum tertidur, aku sempat mendengar kau menanyakan sesuatu! Apa itu?" tanya Liu Li dengan mulut yang terisi.Rong Bang yang melihat itu, bukannya merasa jijik,dia hanya tersenyum.Justru dia merasa saat itu Liu Li sangatlah imut. Tingkah masa bodoh itulah salah satu sifat Liu Li yang di sukai oleh Rong Bang.


"Makanlah dulu, baru bertanya,aku takut kau keselek makanan yang kau makan," kata Rong Bang sambil membersikan makanan yang belepotan di sekitar bibir Liu Li,lalu menyodorkan cangkir teh.


"Terima kasih," kata Liu Li sambil menerima teh dan meminumnya.


"Hmmm…,sudah kenyang!" tanya Rong Bang karena melihat Liu Li berhenti makan.


"Belum, aku hanya sedang mencoba mengingat apa yang kau tanyakan sebelum aku tertidur tadi," jawab Liu Li,lalu lanjut memakan buah anggur. Rong Bang yang melihat wajah Liu Li yang sedang berpikir sambil makan itu membuatnya sangat gemas, rasanya dia pengen menggigit Liu Li.Rong Bang pun mencubit kedua Pipi Liu Li yang sedang mengembung karena penuh dengan buah anggur.


"Uh, hentikan," jerit Liu Li, "Itu sangat sakit," kata Liu Li dengan muka cemberut.


"Maaf, maaf. Aku cuma sangat gemas melihatmu seperti itu. Jadi maafkan aku ya," pinta Rong Bang dengan muka memelas.


"Huh, baiklah," kata Liu Li,lalu lanjut makan lagi. "Jadi tadi itu kau bertanya apa?" tanya Liu Li.


"Baiklah," pasrah Rong Bang," tadi aku bertanya, seminggu ini kau ke mana, aku mencarimu ke mana-mana, tetapi tetap tidak menemukanmu, bahkan aku sampai pergi ke lembah pohon persik untuk mencarimu!" tanya Rong Bang.


"Benarkah?" tanya Liu Li,seakan-akan tidak percaya.


"Bukan,bukan seperti itu," jawab Liu Li dengan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Lalu,!"


"Aku cuma bingung saja, kenapa kau pergi mencariku sampai ke lembah pohon persik!" tanya Liu Li.


"Bukannya kau sendiri yang bilang kalau kau sedang marah kepada ayahmu, kau akan bersembunyi di lembah pohon persik,di kediama dewa tinggi Mu," jawab Rong Bang.


"AAAAPPPAAA,"jerit Liu Li." jadi Mu Lingyu tau tentang aku yang menghilang!," tanya Liu Li,yang di jawab anggukan oleh Rong Bang. Liu Li hanya bisa menepuk jidatnya sambil geleng-geleng kepala, ternyata Rong Bang orang yang sangat polos masalah rumah tangga kaya begitu.


"Ya tuhan," jerit tertahan Liu Li,karena dia baru sadar kalau ini masi tengah malam, tidak enak di dengar oleh pelayan nanti.


"Ada apa, kenapa dari tadi kau terus berteriak?"


"Tidak ada," jawab Liu Li singkat. Karena bisa di pastikan kalau Mu Lingyu pasti akan mengejeknya kalau dia ketemu dengannya nanti.


"Lalu, " tanya Rong Bang.


"Lalu apa," tanya balik Liu Li.


"Lalu kau menghilang kemana kemarin," tanya Rong Bang dengan kesal.


"he…he, maaf, maaf. Aku akan menjawabnya," kata Liu Li.Menarik nafas sedikit.


"Sebenarnya aku tidak kemana-mana, aku ada di kamar ini," kata Liu Li.


"Di kamar ini?" yang di jawab anggukan oleh Liu Li, "tetapi kenapa aku tidak menemukanmu saat aku kembali ke kamar kita!" tanya Rong Bang dengan bingung.Liu Li tersenyum lalu memeluk Rong Bang.


"Tentu saja kau tidak akan menemukanku, karena aku berada di suatu tempat yang tidak bisa di masuki siapa pun, hanya aku saja yang bisa masuk," jawab Liu Li.


"Di mana itu!"


"Lautan spritualku," jawab Liu Li.


"Ah, pantas saja, kau menghilang tepat di depan mataku,bahkan mencarimu tetapi tidak menemukanmu," kata Rong Bang.


"Bahkan, kaupun muncul tiba-tiba di depanku. Kalau seperti itu,seberapa kerasnya aku mencarimu, pasti jawabannya aku tetap tidak akan bisa menemukanmu," kata Rong Bang lagi.


"Ya," jawab Liu Li dengan lirih.


"Jangan tidur dulu," kata Rong Bang saat menyadari kalau Liu Li akan tidur.


"Ada apa lagi? bukannya pertanyaannya sudah aku jawab!" tanya Liu Li,Pasalnya saat itu dia sangat mengantuk, karena dia merasa kenyang.


"Ia, kau memang sudah menjawab pertanyaanku,tetapi kau juga melupakan sesuatu, " kata Rong Bang,Liu Li bingung.


"Apakah masih ada yang lain lagi yang aku lupakan," Kata Liu Li dalam hati.