Three Lives, Three Worlds

Three Lives, Three Worlds
Bab 15.



"Janji," kata Rong Bang dengan menautkan jari kelingkingnya.Baixu sangat senang,lalu memeluknya dengan erat.


"Baixu,sekarang waktunya mandi,kau nanti terlambat berangkat sekolah," Kata Baihe dengan membawa nampan berisi makanan.Entah sejak kapan dia keluar dan memasak,karena ayah dan anak yang sedang melepas rindu itu tidak menyadarinya.


"Ibu,,tidak bisakah aku tidak ke sekolah," kata Baixu sambil memeluk lengan ayahnya.


"Tidak bisa Baixu,kau baru masuk kemarin," kata Baixu.


"Bagai mana kalau kau ke sekolah di antar oleh ayah," Kata Rong Bang.


"Baiklah," pasrah Baixu,kemudian beranjak dari sana menuju kamar mandi.melihat anaknya keluar,Baihe segera membantu anaknya itu berpakaian.Selesai berpakaian,mereka pun makan dengan tenang.


"Kemarilah Baixu,ayah akan menggendongmu sampai ke sekolah," kata Rong Bang saat mereka berangkat ke pusat kota.


"Benarkah ayah?" tanya Baixu dengan mata berbinar,dan di jawab anggukan oleh Rong Bang.Secepat kilat Baixu melompat ke gendongan ayahnya,mereka pun berangkat ke pusat kota.


 


Di istana langit.


Kaisar langit sedang berdiskusi dengan para dewa.


"Yang mulia,saya melihat panggoda yang mengurung raja iblis semakin melemah,apa yang harus kita lakukan," kata dewa bumi,dewa yang di tugaskan mengamati panggoda bersama dengan dewa takdir.Kaisar langit pun berpikir.


"Dan yang bisa menyegel kembali yaitu hanya murid Kunlun," kata dewa petir, "akan tetapi,yang aku dengar,di antara mereka tidak ada yang tau cara menyusun atau menguatkan kembali farmasi pengurung itu," lanjut dewa petir.


"Anda benar sekali dewa petir,yang aku ketahui,para murid Kunlun hanya bisa menambah kekuatan farmasi itu,tapi tidak bisa menyusun ulang untuk menguatkannya," kata dewa air.


"Oh ia,aku dengar,hanya satu yang bisa,dia adalah murid kesayangan Hua Rong,dewa Yun Hai,tetapi,sejak kejadian itu,aku tidak pernah mendengar kabar tentangnya lagi,kabar terakhir yang aku dengar,kalau para murit Kunlun sedang mencarinya,karena dia membawa jasad Hua Rong," kata dewa petir.


"Kalau begitu kita harus menemukan dewa Yun Hai," perintah Kaisar langit akhirnya,karena dari tadi cuma menyimah.


"Tetapi yang mulia,sudah sekian lama,tidak ada yang bisa menemukannya,bahkan jejaknya pun tidak ada,dia seperti menghilang dari dunia ini," kata dewa petir.Kaisar pun bingung,karena mereka para dewa yang ada cuma bisa membantu memberikan kekuatan pada panggoda itu,dan lama kelamaan kalau tidak di susun kembali,maka kekuatan yang mereka keluarkan akan sia-sia.


"Yang mulia,"kata dewa takdir akhirnya bersuara juga,setelah melihat semua dewa sudah pada bingung,karena sejak tadi dia cuma menyimak saja.


"Ada satu orang lagi selain Dewa Yun Hai yang bisa menyusun ulang farmasi itu," mendengar itu para dewa dan Kaisar pun melihat kepadanya,siapa gerangan orang itu.


"Siapa!" tanya kaisar,pasalnya selain Dewa Yun Hai,murid kesayangan Hua Rong,Ada siapa lagi.


"Dia adalah putri dewa rubah,tunangan putra mahkota,yang mulia,Ratu Ye Liu Li," kata dewa takdir.Kaisar terkejut,bagai mana bisa,bukannya Liu Li tidak pernah keluar dari Lembah pohon persik.


"Karena,beberapa tahun yang lalu,panggoda sempat melemah,tetapi kemudian Ratu Liu Li datang,dan menyusun ulang panggoda tersebut," Kata dewa takdir lagi,karena,melihat kebingungan di wajah Kaisar dan para dewa.


"Baiklah,sambil mencari dewa Yun Hai,aku akan menyuruh putra mahkota untuk berkunjung ke Lembah pohon persik," kata Kaisar.


"Tidak bisa yang mulia," kata dewa takdir.


"Kenapa seperti itu," kata Kaisar bingung.


"Pada saat itu Ratu Liu Li terluka,pada saat itu energi di dalam tubuhnya tidak seimbang,Energi Qi dalam tubuhnya lebih besar dari pada Ebergi Internalnya.Maka aku menyarankan dia turun ke dunia paling bawah untuk memulihkan energi internalnya," kata dewa takdir, "dan di sana dia akan menghadapi cobaan hidup yang sangat menyakitkan," lanjut dewa takdir.


------------


Di lembah pohon persik.


Terlihat Mu Lingyu sedang mgunjungi Hua Rong di tempat Liu Li menyembunyikannya.Ketika dia di mulut gua,dia merasakan aura yang sangat kuat,dan aura itu milik Hua Rong,dia segera masuk,betapa terkejutnya dia,dia melihat Jiwa Hua Rong yang terpencar,mengelilingi jasad Hua Rong,yang berarti setelah jiwa itu berkumpul,maka Hua Rong akan bangun. Tetapi Yang dia bingungkan,Liu Li tidak kembali dari memperkuat segel,padahal sudah lewat berapa tahun.


-----------


Di daratan lijing.


Terlihat sepasang suami istri sedang berbincang-bincang di samping ranjang,terlihat anak mereka sedang terlelap dalam dekapan ibunya.


"Sayang,aku harus kembali," Kata Rong Bang.


"Apakah kau ingin meninggalkan kami lagi?"tanya Baihe.


"Bagaimana jika kalian ikut denganku?" tanya Rong Bang,karena jujur,dia sangat berat meninggalkan istrti dan anaknya.


"Tapi,apakah keluargamu akan menerima kami?"


"Yang penting kalian ingin ikut,maka soal keluargaku,biar aku yang memberi mereka pengertian,"


"Baiklah,aku akan ikut denganmu," kata Baihe,"karena aku yakin,anak ini tak mau jauh darimu," Kata Baihe lagi sambil mengelus surai anaknya.


"Oh ia,sebenarnya aku sudah lama ingin menanyakan ini," Kata Rong Bang.


"Apa itu,tanya kanlah,"


"Di saat Baixu melihatku pagi itu,kenapa dia bisa mengenaliku kalau aku adalah ayahnya?


"Itu karena setelah kau pergi dan tidak tau kapan akan kembali,maka aku pun mengundang pelukis dan melukis wajahmu,karena,aku takut,aku akan lupa," kata Baihe,sambil mengambil gulungan lukisan di laci meja dekat ranjang,lalu memberikannya kepada Rong Bang,Rong Bang membuka lukisan wajahnya itu "dan dari lukisan itu,aku memperkenalkan dirimu kepada Baixu," lanjut Baihe dengan senyumannya.Dan di balas senyuman olah Rong Bang. setelah itu mereka tidur,karena sudah larut malam.


Dan sekarang mereka sedang berpamitan kepada bibi dan Lyly.Yang paling sedih adalah Lyly,karena dia sudah menganggap Baihe seperti saudara.


"Baihe,tidak bisakah kau tidak pergi," kata Lyly dengan air mata yang mengalir deras,sekarang dia sedang memeluk Baihe dengan sangat erat.


"Aku ingin tinggal,tapi Baixu sangat bahagia berada di dekat ayahnya,"Kata Baihe tak kalah sedihnya.


"Baixu,apa cuma dia saja yang tidak bisa jauh,bukannya kau juga," kata Lyly masi sempat-sempatnya mengejek Baihe di tengah kesedihannya.


"he…he…he, ya kau juga," kata Baihe dengan wajah merah.


"Nah,sekarang kau malu," Kata Lyly, "Baiklah,tapi ingat,jika ada waktu senggang,jenguklah kami," putus Lyly akhirnya.


"Baiklah,"


kemudian mereka pun berangkat.