THE PSYCHOPATH'S SECRET

THE PSYCHOPATH'S SECRET
KORBAN KEDUA



BAB 6


Keanu berjalan pulang melewati jalan setapak sebuah gang. Di depan sebuah rumah judi, ia melihat sebuah kotak permainan. Seperti monopoli dengan koin atau permainan lempar panah.


Keanu berhenti ketika seseorang bertanya padanya, "Kau mau bermain?"


"Eh?"


Keanu melihat seorang gadis yang asyik bermain game berbicara kepadanya.


"Hey? Kenapa malah bingung? Aku sedang berbicara padamu," kata gadis itu.


"Kau bicara padaku?"


"Yeah!"


"Apa kau tidak takut kepadaku?"


"Tidak. Kenapa aku harus takut padamu? Duduklah!" gadis bernama Genie menjawab pertanyaan itu sambil lalu.


Keanu duduk di kursi samping Genie. Ia memperhatikan Genie lama.


"Kenapa menatapku seperti itu?"


"Oh, tidak. Aku hanya,-" Keanu tergagap.


"Namaku Genie. Panggil saja Gen. Aku sering melihatmu lewat di depan jalan rumahku. Apa itu kebetulan semata?"


"Memangnya di mana rumahmu?" Keanu benar-benar tidak tahu bahwa Genie adalah putri wali kota.


"Aku tinggal di rumah putih di Cornwall."


"Rumah putih?"


"Hemm. Mungkin kau tahu kakakku Gun?" Genie tidak tahu bahwa Keanu adalah pembunuh kakak iparnya.


"Ooh. Iya aku pernah dengar nama itu."


Keanu mengamati Genie dari kepala, turun ke leher, bagian dada, bokong, paha dan kaki.


"Dia putri wali kota? Kebetulan macam apa ini? Ah! Apapun itu, rupanya keberuntungan sedang berpihak kepadaku."


Keanu tersenyum. Ia sedang mengincar keluarga wali kota. Siapa sangka mangsanya itu menyapa dirinya lebih dahulu.


"Aku pernah dengar kisah adikmu. Dan aku juga tahu, itu berkaitan dengan kakakku," Genie menoleh cepat.


Lalu ia melanjutkan, "Aku minta maaf dan sungguh menyesal. Kau pasti sangat sedih."


Keanu diam.


"Kenapa kau meminta maaf padaku?"


"Aku tahu, apa yang dilakukan kakak dan ayahku. Mereka menyuap hakim agar menghentikan penyelidikan."


"Lalu?"


"Aku minta maaf. Karena tidak bisa melakukan apa-apa untukmu," jawab Genie.


"Lalu untuk apa kau muncul di hadapanku seperti ini? Tidakkah kau takut aku akan membalas dendam atas perbuatan mereka?!" Keanu berkata keras.


Genie menggelengkan kepalanya. "Aku rasa tidak. Jika kau ingin membalas dendam, sudah tentu kau akan menyingkirkanku sekarang juga," jawabnya.


Keanu menahan marah. Ia benar-benar ingin segera memberantas keluarga walikota. Akan tetapi ia berpura-pura tidak mengapa. Dan menunjukkan diri sebagai pemuda yang baik hati.


"Genie, apa kau mau pulang? Aku ada urusan, jadi aku pergi lebih dulu, ya," katanya.


"Kau sudah mau pergi? Baiklah. Lusa, apa kau mau bertemu kembali di tempat ini?"


"Lusa?"


"Ya."


"Baiklah. Sampai jumpa lusa."


...----------------...


Keanu mengasah pisaunya sambil terus mengingat wajah Genie. Ia masih belum bisa menemukan kebenaran atas kematian orang tuanya, namun hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu.


Pada saat ia kembali dirasuki pikiran jahat, Keanu tersenyum miring. Tidak mau menunggu waktu lama, ia bergegas pergi ke rumah walikota. Dalam perjalanan ke sana, tanpa sengaja ia berpapasan dengan seorang gadis yang pernah bertemu dengannya di pantai.


Gadis yang pernah menghinanya dengan ucapan yang menyakitkan, bahwa dirinya bau tidak sedap itu rupanya masih mengingat Keanu. Meski saat itu Keanu memakai hodie hitam yang menutupi kepalanya, gadis itu masih mengenali tipe hidung Keanu. Maka dengan panik, ia berjalan buru-buru dan mencoba menghindar.


Ketika gadis itu melewati Keanu, angin menghembuskan aroma parfum dari tubuh sang gadis. Yaitu aroma kopi. Hembusan angin yang sepoi membawa aroma kopi yang wangi dari parfum tersebut terhirup oleh Keanu.


Seketika timbullah keinginan di dalam diri Keanu untuk memiliki gadis itu. Maka, Keanu berbalik dan mengikutinya dari belakang.


Sadar karena dirinya diikuti, gadis itu menoleh dan merasa ketakutan. Ia mempercepat langkahnya. Lebih tepat jika disebut sedikit berlari.


TRAK


TRAK


TRAK


Suara langkah yang terburu-buru terdengar begitu kentara. Sesekali pula gadis itu menoleh ke belakang dengan cemas. Pada awalnya, setiap gadis itu menoleh curiga, Keanu selalu berhenti dan berpura-pura sibuk. Namun, semakin lama Keanu semakin berani menampakkan dirinya yang sebenarnya.


Ketika waktu menjadi begitu sempurna, Keanu langsung membekap gadis itu dari belakang. Tentu saja gadis itu melawan dengan sekuat tenaga. Bahkan ia berani meremas bagian sensitif Keanu sebagai perlindungan diri.


"Hhaaaahhh!!" erang Keanu karena terkejut dan kesakitan.


Seketika bekapan tangan Keanu terlepas dari mulut sang gadis. Hal itu pun memberikan kesempatan bagi si gadis untuk melarikan diri. Dengan cepat, gadis itu berlari menjauh. Dan berusaha terus menjauh. Sejauh mungkin. Merasa targetnya begitu licin, Keanu segera bangkit dan mengejar gadis tersebut.


Karena sudah kepalang basah, Keanu tidak bisa membiarkan gadis itu lepas begitu saja. Ia semakin berhasrat dalam melakukan pengejaran. Dan akhirnya, ia berhasil meraih tubuh gadis itu dan kembali membekapnya.


"Diamlah. Atau aku akan menghabisimu sekarang juga," kata Keanu sambil merobek rok yang dipakai sang gadis.


Sobekan tersebut ia gunakan untuk menahan mulut sang gadis agar tidak dapat berteriak meminta tolong pada orang-orang.


Kemudian dengan melintasi jalan alternatif, Keanu membawa gadis itu menuju sungai. Begitu sampai di tepian sungai, Keanu langsung memukul tengkuk si gadis hingga pingsan.


Suasana sungai yang sepi membuat Keanu leluasa melakukan aksinya seperti biasa. Dibungkusnya kepala si gadis dengan plastik yang ia tiup terlebih dahulu. Kemudian, ia menyeretnya memasuki air sungai yang menuju tempat persembunyiannya.


BLUKTUK BLUKTUK


Suara gelembung nafas Keanu yang berenang sambil membawa gadis itu di pelukannya. Entah mengapa, Keanu menjadi tertarik untuk menyakiti gadis tersebut. Padahal gadis itu bukan bagian dari keluarga walikota.


Rupanya, sakit hatinya belum lenyap. Ia masih merasakan hinaan yang keluar dari mulut gadis tersebut.


Begitu sampai di gua persembunyiannya, Keanu segera meletakkan gadis itu di sudut ruangan. Kemudian, Keanu duduk mengatur dan mengambil nafasnya kembali.


Setelah memandangi tubuh yang pingsan itu cukup lama, Keanu mendekati gadis itu kembali. Dengan perlahan, ia mengulurkan tangannya dan membuka kancing baju yang dikenakan sang gadis.


"Aah.. kulit yang lembut," ucap Keanu saat mengusap belahan dada.


Perlahan namun pasti. Hingga terbukalah pakaian tersebut dan menampakkan buah dada yang berukuran besar berbalut bra putih. Tanpa perlawanan sedikitpun, Keanu berhasil melucuti semua pakaian yang dikenakan sang gadis. Hingga tiada satupun yang tersisa.


Dengan cepat, Keanu mengikat kedua tangan gadis itu ke belakang. Dan tali ikatan itu juga menyatu dengan ikatan pada kaki gadis tersebut.


Dengan senyuman miring khasnya, Keanu mengusap perlahan buah dada indah sang gadis dengan areola yang masih berwarna kemerah mudaan. Jarinya mengusap memutar ke sekitar manik kecil, meremasnya sedikit, kemudian turun ke perut. Oohh.. Begitu sensual terasa.


Merasakan bahwa tubuhnya disentuh seseorang, gadis itu membuka matanya. Gadis itu pun terkejut begitu menyadari dirinya sedang digerayangi oleh kakak Rula. Pria yang mengejarnya tadi.


"Aah... apa yang kau lakukan?" lenguh gadis yang bernama Gricel ketika jari jemari Keanu mulai mengusap celah dengan rambut hitam yang terdapat di bagian bawah pusarnya.


Keanu menoleh dan mendekati wajah Gricel, "Apa yang kau rasakan? Apa usapan jariku membuatmu senang?"


"Cih!! Jangan bercanda! Singkirkan tanganmu dari sana!!" pekik Gricel muak sambil meludahi wajah Keanu.


Keanu tersneyum dan memejamkan mata saat menerima ludahan dari Gricel.


"Kau maupun Rula, sama rendahnya! Jika seorang pelacur seperti Rula masih hidup, maka kau pantas menjadi pria yang melacur untuknya!" lanjut Gricel tidak mampu menahan kekesalan.


"Melacur untuknya? Aah,, aku rasa kau masih tidak paham peraturan di sini. Berkatalah yang lemah lembut. Maka aku akan memberimu ampunan," kata Keanu tersenyum menyeringai.


Gricel menggeliat nikmat ketika Keanu menggesek-gesekkan jarinya ke dalam celah. Begitu jarinya tersiram cairan lengket dari celah yang kini basah, dengan cepat Keanu membawanya ke mulut Gricel dan menyuapkannya ke dalam dengan paksa.


"Aaahhkkk.." suara Gricel saat keanu menyuapkan cairan miliknya sendiri ke dalam mulutnya.


Keanu melepaskan pakaiannya sehingga nampak oleh Gricel setengah badannya. Melihat Keanu mulai melepas ikat pinggangnya, Gricel berteriak kencang dan meminta tolong pada orang sekitar agar menolongnya.


Sayangnya, ia tidak tahu di mana ia berada. Siapapun tidak ada yang bisa mendengar teriakan sekencang apapun dari bawah gua tersebut.


"Kau tidak perlu repot meminta tolong pada orang lain. Tak ada siapapun di sini," Keanu mulai melepas celananya.


Gricel semakin histeris. Ia berteriak tiada henti dan menggeliat ke sana kemari agar Keanu tidak dapat menjamahnya.


Keanu tidak gentar. Meski gadis itu bersikap seperti ulat kepanasan, ia tetaplah penjahat yang tidak kenal ampun sekarang. Dengan cepat ia mendekap tubuh Gricel yang masih alami.


Tentu saja Gricel berteriak ketakutan. Apalagi Keanu berusaha dengan kasar untuk mendapatkan bibirnya. Dengan tangan kirinya, ia memaksa Gricel untuk menerima ciuman darinya.


"Tolooooonnng!"


Suara Gricel disela-sela paksaan ciuman yang dilakukan Keanu. Tiba-tiba saja Keanu merasa kesal. Maka dicekiknya leher Gricel dengan kuat.


"Sudah ku bilang. Bersikaplah yang baik. Kenapa kau tidak mau diam dan menurut saja padaku?"


"Aaahhkkk.... Ahk khhg" Gricel tidak dapat bicara.


Gricel pun menangis. Melihat air mata kesedihan dari korbannya, maka Keanu melepaskan cekikannya dan menggantinya dengan kegiatan lain. Saat itu juga ia berusaha menyetubuhi Gricel dengan paksa.


Meski gadis itu terus saja meronta dan mencoba menyingkirkan tubuh Keanu dari atasnya, Keanu terus saja menggenjot dengan begitu nikmat.


Begitu selesai, Keanu melepas ikatan tangan dan kaki Gricel. Rupanya ia belum juga ingin mengakhiri persetubuhan dengannya. Dengan melepas ikatan tali tersebut, ia berharap akan mendapatkan kenikmatan yang lebih menyegarkan.


Namun, Gricel mencoba lari darinya dan mengambil martil dari dinding. Keanu tidak takut saat Gricel mengacungkan martil tersebut padanya.


Maka, ia tetap melangkah mendekatinya. Melihat Keanu tidak takut, Gricel mencoba menyerang Keanu dengan martil tersebut.


"Mati kau!" seru Gricel penuh kebencian.


"Jangan terburu-buru. Aku rasa, bukan aku yang akan mati di sini. Melainkan dirimu," ucap Keanu sambil nyengir.


"Keparat Kau!! Dasar sampah bau! Sampah menjijikkan!! Sampai kapanpun, aku tidak sudi melayanimu!" teriak Gricel tidak mau tahu.


Keanu menatap Gricel tajam. Kemudian, dengan cepat Keanu menjambak rambut gadis itu dan mengambil alih martil yang ada di tangannya.


Kini, Keanu telah dipenuhi amarah. Diseretnya gadis itu kembali ke tempat semula dan ia pun kembali menyetubuhinya dengan sangat kasar hingga celah milik Gricel robek dan berdarah.


Begitu Keanu selesai dan memaksa Gricel untuk meminum cairan yang bercampur darah dari tongkatnya, gadis itu justru menggigit bagian tersebut. Rupanya Gricel ingin kepala dari tongkat itu terlepas agar tidak ada korban lain yang bernasib sial seperti dirinya.


BUG!


Merasa dibuat kesal, Keanu memukul kepala Gricel dengan martil yang ada di tangannya dengan kencang hingga gadis itu jatuh tersungkur dengan luka berdarah di kepalanya namun masih hidup.


"Aakhh... tolong aku, selamatkan aku," ucapnya dari ambang kematian. Tangannya menggapai-gapai kaki Keanu.


"Sudah terlambat bagimu meminta tolong. Aku sudah mengatakan padamu sebelumnya agar menjadi anak yang baik jika ingin selamat. Tapi bagaimana lagi, kau memilih untuk mati di tanganku seperti ini," Keanu menyeringai.


Untuk mengakhiri rasa sakit Gricel, Keanu kembali memukul kepala gadis itu dengan martil sebanyak lima kali hingga kepala itu remuk. Begitu selesai, Keanu bernafas lega.


Terlihat jelas olehnya, bagian otak Gricel yang ikut hancur tercecer dengan bola mata yang keluar dari tempatnya. Darah segar dengan warna merah membanjiri lantai gua dan bagian kepala yang remuk itu.


Bersambung.....