THE PSYCHOPATH'S SECRET

THE PSYCHOPATH'S SECRET
DIA DI SINI !



BAB 42


Di persimpangan jalan dekat rumah Genie, Keanu menunggu di dalam mobil milik Sean. Ia mengamati sekitarnya kalau-kalau wanita itu datang.


Lima menit kemudian, Genie benar-benar datang ke tempat perjanjian. Ia berjalan kaki untuk sampai ke tempat tersebut.


"Dia berjalan kaki? Itu artinya, rumahnya tidak begitu jauh dari sini," ucap Keanu.


Tiba-tiba saja ponsel Sean bergetar. Genie menelepon Sean karena ia sudah sampai di lokasi perjanjian. Keanu menekan tombol merah karena ia tidak ingin menerimanya.


"Di mana Sean, mengapa dia belum muncul di sini?" gumam Genie.


TRUT


Sebuah pesan masuk. Genie segera membacanya, namun ia tidak mengerti apa yang dimaksud Sean.


"Kau makin cantik saja di sini. Eh? Apa maksudnya?" Genie bingung.


Diulangnya kembali pesan yang masuk. Namun Genie masih saja tidak mengerti.


"Pulanglah dulu, aku sedang ada perlu sebentar. Aku akan ke rumahmu," begitu isi pesan yang Keanu kirimkan.


"Sean kenapa, ya? Ia terdengar aneh."


Karena Sean meminta dirinya pulang kembali, Genie pun menurut. Ia melangkah pergi tanpa curiga sedikitpun bahwa ada seseorang yang membuntuti di belakangnya.


Keanu mengenakan topinya dan keluar dari mobil. Ia ingin menyapa Genie dengan caranya. Jadi, saat wanita itu tengah berjalan menuju rumahnya, Keanu pura-pura menyerempetnya.


"Aduh.."


"Eh, maaf nona. Aku sedang buru-buru jadi tidak sengaja menubrukmu," kata Keanu sambil menoleh pada Genie.


"Iya, tidak apa-apa,-"


Genie tersenyum karena belum melihat wajah Keanu. Begitu tatapan mereka bertemu, Genie langsung gemetaran. Ia tidak menyangka akan bertemu Keanu di sana.


"Oh ya, nona. Apa kau tahu alamat rumah pak Jenskin?" Keanu berlagak tidak mengenal Genie.


DEG


Wajah Genie memucat, ia menatap Keanu cukup lama. Wajah pria itu, mengapa begitu persis dengan wajah si psycho Keanu?


"K Keanu?" gumamnya lirih.


"Nona, kau tidak apa-apa?" tanya Keanu sengaja sok peduli.


"Eh? Iya. Aku tidak apa-apa," Genie merasa seakan bumi berputar.


"Kenapa dia? Apa dia tidak mengenaliku? Atau mungkin, dia hanya seorang pria yang kebetulan mirip dengan Keanu?"


Genie terus saja bertanya-tanya di dalam hati. Bahkan ia menjadi takut karena saat itu ia sedang mengandung anak Keanu. Jika dia benar pria itu, maka itu artinya dirinya tengah terancam.


Entah itu Keanu dari masa lalu atau bukan, Genie tetap harus berhati-hati.


"Nona. Apa kau baik-baik saja? Kau tampak tidak sehat," Keanu menyentuh lengan Genie.


"Ohh!" Genie reflek menolak sentuhan itu. Ia jelas menampakkan perasaan takutnya pada Keanu.


"T tidak. Maaf, aku harus pergi," Genie buru-buru melarikan diri.


Ia tidak bisa berlama-lama berdiri di hadapan Keanu atau pria yang mirip dengan Keanu itu.


"Astaga. Semakin cantik dan mont*k dirinya, semakin aku menginginkannya,,,,, mati,,," Keanu menyeringai gila sambil memperhatikan Genie yang lari ketakutan.


Setelah Genie pergi cukup jauh darinya, Keanu melangkah dan mengikuti kekasih di masa lalunya itu sambil merenges. Sesekali saat Genie menoleh ke belakang, ia langsung bersembunyi.


"Kenapa sayang, apa kau takut padaku?" Keanu terus melangkah mengikuti Genie dengan santai.


Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah rumah berlantai dua. Di sana Genie berlari dan buru-buru masuk.


Teresha yang sedang mengepel lantai menoleh kaget saat bibinya itu tergopoh-gopoh memasuki rumah.


"Ada apa bibi?"


"Anak-anak, cepat bersembunyilah ke kamar, kalian," Genie memerintahkan agar anak-anak itu bersembunyi ke lantai atas.


"Kenapa?"


"Bibi baru saja bertemu dengan pria yang sangat mirip dengan Keanu. Meski saat bertatap muka dia tidak mengenal bibi, tapi bibi yakin. Dia sedang berpura-pura saja."


"Paman Keanu? Apa dia di sini juga?" Trissa terkejut dan menjadi gemetaran. Seketika ia mengingat saat-saat pria dewasa itu menjamahnya.


"Pria itu ada di depan rumah kita. Bibi yakin, dia memang Keanu."


"Kalau begitu, kenapa tidak minta bantuan bibi Sean?"


"Entahlah. Hari ini, Sean sedikit aneh. Ia mengajak bertemu namun justru ia membatalkannya sendiri."


DOK


DOK


DOK


Suara pintu diketuk seseorang dengan keras. Genie berlari melihat dari layar kuncian siapa tamu yang datang ke rumahnya.


"Dia ada di sini, anak-anak. Cepat sembunyilah di kamar dan telepon polisi. Kunci pintu dan jangan bersuara. Jangan pula membuka pintu sebelum aku ataupun polisi yang datang."


"Tapi bibi, bersembunyilah bersama kami. Atau kita bisa melarikan diri bersama-sama."


"Baiklah. Kami akan mengunci diri di kamar. Tapi bibi harus berjanji, akan kembali menemui kami."


"Hmm. Bibi janji. Cepatlah," sambil menitikkan air mata, Genie memeluk anak-anak seakan itu hari terakhirnya bersama mereka.


Dan anak-anak pun mengerti bahwa bahaya yang sedang mereka hadapi bukanlah hal yang main-main.


Setelah memastikan anak-anak lari menyelamatkan diri dengan mengunci diri di kamar, Genie berbalik sambil menghela nafas. Diusapnya perut buncit berisi bayi Keanu itu dengan perlahan.


"Anakku, mari kita habiskan waktu terakhir kita bersama ayahmu," Genie berkata pada bayi dalam perutnya.


TRAK


Diintipnya layar kuncian sekali lagi. Tapi Keanu tidak lagi berdiri di depan pintu. Seketika itu juga, jantung Genie berdegup kencang karena tidak menemukan pria itu di sana. Keringat dingin pun bercucuran karena membayangkan sesuatu yang mengerikan.


"Di mana dia? Apakah sudah pergi?"


Sambil gemetaran, Genie mengepalkan tangannya di depan mulut. Ia mempunyai firasat buruk mengenai itu.


"Apa kau mencariku, sayang?" suara Keanu tiba-tiba saja ada di dalam ruangan di mana Genie berdiri.


DEG


Wanita itu membalikkan badan dengan cepat begitu mendengar suara yang tidak ia inginkan itu.


"K kau. Bagaimana kau bisa masuk??"


"Itu mudah saja."


"T tidak mungkin."


Keanu terkekeh.


"B bagaimana bisa kau ikut ke dunia ini padahal aku menyaksikan kematianmu sendiri?" Genie tampak ketakutan.


Keanu tertawa. Ia sungguh senang melihat ekspresi ketakutan Genie. Tanpa berbasa-basi, ia mendekati kekasihnya itu dengan langkah perlahan.


"Kau pasti heran. Mengapa aku bisa sampai di sini. Sean bilang, aku sudah mati dan berada di tempat pembakaran. Sayangnya, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa hidup kembali di dunia baru ini," ucap Keanu tertawa menyeringai seraya melangkah maju dan membelai dagu Genie.


GLEK


Mata Genie melirik ke samping mengikuti posisi Keanu. Tangannya terus saja menahan perutnya yang cukup besar.


Keanu memperhatikan gerak-gerik Genie dan melihat bahwa wanita itu tengah mengandung.


"Setelah aku pikirkan, aku ingat bahwa di masa lalu kita berdua memiliki hubungan yang istimewa. Kau dan aku, beberapa kali melakukannya, bukan?"


DEG


Genie melangkah mundur, namun Keanu semakin maju mendekatinya. Bahkan tangan kanannya mengusap perut buncit Genie.


"Aku yakin, dia pasti bayiku."


Genie mendelik takut dengan kepala yang menunduk, "I ini... b bukan..."


Melihat Genie semakin gemetaran, Keanu mencoba mendekatkan wajahnya dan mendesak tubuh Genie ke dinding. Kedua tangannya memegangi tangan wanita itu dengan kuat. Tanpa meminta ijin terlebih dahulu, ia menyesap bibir Genie dengan paksa.


"Hmmpphh.."


PRANG


Karena sangat takut pada Keanu, Genie meraih vas bunga di meja dekat kursi dan memukulkannya pada pria itu.


Tentu saja Keanu menyeringai. Ia senang, perlawanan dari Genie masih sama beraninya seperti di dunianya dulu.


Ketika ia menyentuh dagu Genie kembali, terdengar dari kejauhan suara sirine mobil polisi. Keanu mendengus dan segera mengintip dari tirai jendela yang ada di sebelahnya. Tampaklah dari kejauhan iringan mobil polisi.


"Apa kau yang menghubungi mereka? Aah, di mana anak-anak, apa mereka ada di atas? Sudah pasti, kau yang menyuruh mereka melapor bahwa ada aku di sini, kan," Keanu menatap ke lantai atas dan berlagak hendak pergi ke sana.


Genie buru-buru menghalangi, "Tidak. Jangan ke sana."


Karena jawaban Genie, Keanu tahu bahwa anak-anak sedang ada di atas. Namun, situasi sedang mendesak. Ia tidak bisa berlama-lama menunggu di sana jika tidak ingin ditangkap polisi. Akhirnya untuk mempersingkat waktu, ia memukul tengkuk Genie supaya wanita itu jatuh pingsan.


SRET


Dengan gerakan cepat, Keanu menjunjung tubuh Genie di pundaknya dan segera berlari keluar. Untuk menuju mobil Sean yang ia parkirkan tidak jauh dari rumah Genie, ia masih harus berjalan beberapa meter.


Untung saja, tempat itu sepi sehingga ia dengan leluasa menggendong tubuh pingsan Genie. Meski ia terburu-buru, namun akhirnya ia sampai ke tempat parkiran mobil dan menyalakanya segera.


BRUMM


Tepat saat mobilnya pergi, iringan mobil polisi berhenti di depan rumah Genie. Mereka mengepung dan mengira bahwa Keanu ada di dalam. Siapa yang mengira, target mereka lolos begitu saja.


.


.


.


BERSAMBUNG......


...----------------...


Hai readers,,, baca terus ya,,,


Jangan lupa juga kasih like,,,πŸ‘πŸ»


Sambil menunggu bab baru di up, boleh juga mampir ke karyaku yang lain "Hug Me : Love and Friendship" πŸ₯°