
BAB 11
Karena Keanu sudah lama tidak pergi bekerja, hari ini ia kembali pada tujuan awalnya. Yaitu mencari kebenaran atas kematian orang tuanya.
Ketika ia sampai di restoran tempat ia bekerja sebelumnya, sang pemilik marah kepadanya.
"Hey Ken! Ke mana saja kau selama ini?" begitulah panggilan sang pemilik pada Keanu.
"Maaf bos, aku mempunyai urusan yang harus ku selesaikan beberapa waktu lalu. Apa aku masih boleh bekerja untukmu?' tanya Keanu mencoba terlihat normal.
"Haargg! Sejak beberapa hari yang lalu restoranku sibuk. Tapi kau tidak muncul dan tanpa memberi kabar sedikitpun. Kau tahu? Itu membuatku gila."
"Maaf bos."
Setelah membuang nafas kesal, pemilik restoran mengijinkan Keanu kembali bekerja padanya.
"Baiklah. Kau boleh kembali bekerja. Bereskan semuanya dan bersiap untuk pelanggan yang akan datang," kata pemilik.
"Siap."
Keanu mulai mencuci persediaan seafood yang ada di kotak pendingin. Ia membersihkan kerang, ikan dan lobster dengan cepat.
Pada saat hari mulai siang, seseorang datang dan meminta pemilik ikut serta dengannya. Keanu mengintip dari jendela dan melihat Gun menunggu di dalam mobil. Pria itu berbicara sebentar pada pemilik restoran.
"Bukankah itu Gun? Sedang membicarakan apa mereka?"
Keanu merasa itu benar-benar serius. Dilihat dari ekspresi bosnya, sepertinya pria itu tengah mendapat panggilan mendadak dari sang wali kota.
Setelah mobil Gun pergi, pemilik menemui Keanu dan mengatakan bahwa dirinya hendak pergi ke suatu tempat sebentar saja.
"Ohya Ken, aku pergi dulu sebentar. Kau dan yang lainnya tetap membuka dan melayani pembeli seperti biasanya. Mungkin aku akan pulang sore hari."
"Baik, bos."
Begitu bosnya itu berbalik dan pergi, Keanu melirik tajam dengan tatapan penasaran. Maka, tanpa sepengetahuan bosnya tersebut, Keanu diam-diam mengikuti ke mana bosnya itu pergi secara mencurigakan.
Di sebuah rumah yang berada di lokasi perkotaan, bosnya bertemu seseorang dan masuk ke dalam rumah tersebut. Keanu membuntuti diam-diam dan melihat Gun dan wali kota di dalam sana. Dari gerak gerik mereka, bosnya tampak sedang dimarahi.
Pada saat Keanu hendak mengintip lebih dekat, dua orang pria yang pernah datang ke restoran dan juga membakar ikan waktu lalu datang juga. Sehingga Keanu menunggu kesempatan berikutnya untuk berpindah tempat persembunyian.
Sependengarannya, wali kota meminta bos dan kedua temannya untuk menyuap warga kotanya guna memperlancar pawai pemilihan wali kota bulan depan. Rupanya, tuan Jordan menginginkan agar posisi tersebut tetap menjadi miliknya. Sekarang dan untuk masa yang akan datang.
Karena Keanu sudah tahu maksud pertemuan mereka, ia pun pergi begitu saja. Di sepanjang perjalanan, ia menggerutu dan memaki keluarga Gun.
Ketika sampai di gerbang desanya, ia duduk melamun di atas rumput liar. Ia membayangkan seperti apa dulu ayahnya disepak oleh pria bernama Jordan itu. Demi kekuasaan yang belum seberapa, pria itu menyingkirkan saingannya dengan cara licik.
"Sekarang aku mengerti. Seperti apa kelicikan kalian. Lihat saja. Aku akan datang pada keluarga kalian dan membuat kekacauan," gumam Keanu.
Sorotan mata Keanu benar-benar menakutkan. Ia tidak lagi berhati lembut seperti saat Rula ada. Sekarang ia benar-benar dikuasai iblis yang menyeretnya dalam dunia gelap. Dan kini, iblis dalam dirinya tidak bisa lagi dikendalikan.
Dengan kemantapan hati, Keanu mengincar semua anggota keluarga wali kota dan keluarga dua pria yang membantunya.
•••••
Malam itu.
Keanu duduk di pojokan kamarnya yang rapi. Meski tampak rapi dan bersih, namun kurangnya pencahayaan membuat ruangan itu menjadi pengap.
Dengan bolpoin di tangannya, Keanu mencatat kematian beberapa korbannya. Dalam dua bulan kemarin, ia telah membunuh tujuh orang penduduk. Dan semuanya, belum selesai diselidiki oleh kepolisian karena tidak ada bukti yang mengarah pada pelaku.
Ketika sedang berpikir, ia teringat pada Daisy. Ia ingat juga bahwa sejak tiga hari kemarin ia belum memberi makan gadis itu. Maka, Keanu merapikan buku catatannya dan mengantonginya ke saku celana belakang. Kemudian ia pergi ke dapur untuk mengambil makanan.
Pulang dari restoran tadi, ia membawa sisa makanan yang lumayan banyak. Ada beberapa potongan daging, kentang dan telur rebus. Dengan sisa makanan itu, ia memberi makan dirinya dan juga Daisy.
GRETEK!
Pintu rahasia dibuka dan ditutup kembali. Daisy yang sudah lemas dari kemarin membuka matanya perlahan.
Dilihatnya sosok Keanu yang baginya begitu mengerikan itu masuk dan membawa sebuah peti.
"Apa kau tidur?" sapa Keanu sambil berjongkok dan meletakkan peti yang dibawanya.
Daisy hanya mengedip pelan. Ia tidak bisa bergerak bebas karena kedua tangannya masih terikat ke belakang.
"Makanlah," Keanu meletakkan kentang dan telur rebus di hadapan Daisy.
Kemudian Keanu berdiri kembali dan meraih sesuatu dari dalam peti. Terdengar suara benda yang berdentingan satu sama lain ketika Keanu mencari-cari sesuatu di dalamnya.
TLANG! TLANG! TLANG!
Keanu memukul kuat-kuat hingga pasak tersebut tertanam separuh di dalam lantai. Setelah selesai, ia menoleh dan menatap Daisy dengan senyuman khasnya. Ia mendekat dan melepas ikatan tangan gadis itu dengan perlahan. Apakah ia akan membebaskanya??
Tentu saja tidak.
Ia justru berniat menjerat Daisy dengan belenggu rantai yang akan ia pasangkan di kaki kirinya. Ah! Gadis yang malang. Ia benar-benar tidak dapat lari dari kesialan yang menimpanya.
KLIK!
Gelang rantai itu pun akhirnya terpasang dengan erat di kaki Daisy. Memang benar, kedua tangannya tidak lagi diikat. Tapi apa gunanya jika ikatan itu berpindah ke kaki dan justru semakin erat menjeratnya.
"Habiskan makananmu jika tidak ingin ku setubuhi sekali lagi," kata Keanu santai.
Jika ucapan itu biasa saja bagi Keanu, berbeda dengan Daisy. Ucapan itu justru benar-benar terdengar mengerikan untuknya. Dengan cepat Daisy meraih kentang rebus yang ada di hadapannya dan melahapnya dengan rasa takut.
Keanu sadar betul. Daisy sedikit kurus karena tekanan darinya. Maka, ia berusaha membuat tubuh gadis itu kembali berisi setelah tiga hari sebelumnya tidak ia beri makan.
"Benar, makanlah yang lahap seperti itu. Dengan begitu kau akan kembali menggemaskan. Dan saat itulah aku akan menyetubuhimu kembali, kelinci manisku."
Keanu berkata dalam hatinya.
••••••
Pada 13 Mei 1877,
Keanu mengintai rumah wali kota. Beberapa hari lalu, ia datang dan mengawasi kegiatan Penela istri Jordan. Wanita berusia 50an itu selalu keluar di pagi hari jam 10 setiap satu minggu sekali untuk menghadiri pertemuan dengan para istri pejabat.
Dengan seorang supir yang mengantarnya pagi ini, Penela akan berangkat ke pertemuan tanpa diantar suami atau putranya.
Sebelum berangkat, kebetulan sekali sang supir meminta ijin untuk pergi ke toilet sebentar. Maka Penela memberinya ijin dan menunggu di dalam mobil.
DAMN!
Itu sebuah kesempatan bagi Keanu!
Tanpa menunggu lama, Keanu menyelinap masuk ke halaman rumah wali kota dan berputar ke halaman belakang tempat sang supir pergi. Begitu melihat toilet, ia bersembunyi di balik dinding menunggu supir pribadi keluarga itu keluar.
Benar saja. Begitu supir itu keluar dari toilet, Keanu mencekik sang supir dari arah belakang dengan tali sepatu yang selalu ia bawa.
Setelah supir itu pingsan, Keanu langsung melucuti pakaian pria itu dan mengenakannya dengan cepat untuk menyamar.
Tanpa curiga, Penela tersenyum saat supir pribadinya masuk ke dalam mobil dan mulai menjalankan mobil. Ia hanya berpikir, tumben sekali supirnya mengenakan topi dan masker wajah.
"Kita ke tempat pertemuan seperti biasanya," kata Penela.
Keanu mengangguk tanpa menoleh. Perlahan, mobil Penela mulai keluar dari halaman rumahnya. Keanu berencana membawa wanita tua itu ke daerah jalan bertebing.
"Kita mau ke mana tuan Dawn? Kalau dipikir-pikir, kau sedikit aneh hari ini?" kata Penela mulai gelisah sambil terus memperhatikan supirnya dari bangku belakang.
Karena merasa supirnya bukanlah supirnya, Penela membuka pintu mobil dengan paksa dan berniat melompat. Namun Keanu segera mengunci pintu mobil dan menarik kasar rambut wanita itu.
Penela berteriak dan berusaha menghentikan mobil dengan mengetuk-ngetuk kaca jendela. Berharap ada yang melihat dan menolongnya. Namun karena wanita tua itu terlalu berisik, Keanu memukul kepala Penela dengan kuat menggunakan martil miliknya.
BLETAK!
Seketika Penela jatuh pingsan. Kesempatan itu digunakan oleh Keanu untuk mempercepat laju kendaraannya. Tak berapa lama kemudian, sampailah mereka di jalan bertebing. Keanu meraih kotak hitam pada mobil dan menyimpannya.
Karena jalan itu benar-benar sepi, Keanu dengan leluasa memindahkan tubuh Penela ke bangku kemudi. Kemudian, setelah dirasa cukup, ia kembali memukulkan martil ke kepala Penela beberapa kali hingga tengkorak wanita itu remuk.
Malang sekali! Wanita itu tewas dengan tujuh pukulan. Darah segar pun mengalir keluar membasahi rambut putih wanita itu.
"Jangan terlalu membenciku. Semua ini akibat kejahatan suamimu. Jadi salahkan dia jika kau akhirnya pergi ke neraka," kata Keanu pada jasad Penela.
Tanpa membuang waktu, Keanu memasukkan martil ke dalam tasnya dan meninggalkan wanita tua itu beserta mobilnya di tengah jalan.
Tempat itu adalah titik rawan dimana jalan bertebing yang sepi tanpa ada pengguna jalan lain yang lewat. Dan siapa sangka? Tempat seperti itulah yang menjadi favorit bagi manusia seperti Keanu.
Upss!!
Masih pantaskah ia disebut manusia??
Bersambung......