
BAB 44
Keanu meninggalkan pesan pada Flip untuk menjaga Genie dengan benar. Sebab ia akan pergi keluar untuk memeriksa anak-anak.
"Jangan pernah berpikir untuk membuka pintu kamar itu selain dengan perintahku. Mengerti?"
Flip mengangguk.
"Pastikan saja kalau dia tidak keluar dari sana."
"Baiklah."
"Kalau begitu aku akan keluar sebentar."
"Ya."
Tanpa mengucapkan apapun lagi, Keanu segera meninggalkan lokasi gedung tua itu.
WUZZ
Flip duduk dan memainkan ponselnya. Sambil mulutnya terus mengunyah permen karet. Samar-samar, ia mendengar suara rintihan seseorang.
"Apa itu suaranya?"
Sejak kemarin Keanu melakukan hal itu pada pacarnya, Flip belum masuk ke kamar itu lagi. Jadi ia tidak tahu bagaimana kondisi terakhir wanita hamil itu.
Namun karena rasa penasarannya, ia mendekati kamar tersebut dan membuka engsel gembokkannya.
DAMN!
Dilihatnya pakaian Genie yang berantakan. Dengan beberapa bagian tubuhnya terluka dan mengeluarkan darah yang sudah agak mengering.
"Nona, aku mohon tolonglah aku. Perutku terasa sakit sekali," rintih Genie.
"A apa?"
Flip memeriksa tubuh Genie dan menemukan rembesan air yang bercampur darah di bawah pakaiannya. Tahulah ia bahwa kantung air ketuban Genie telah pecah.
"Oh Tuhan!"
"Nona, tolong bantu aku melahirkan, hosh,, hosh,,"
Genie merasa perutnya amat sangat sakit. Kandungannya yang berumur enam bulan itu mengalami pecah ketuban akibat perbuatan Keanu semalam.
"Aaaahhhhh....." pekik Genie seakan benar-benar akan melahirkan.
"No nona, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku belum pernah membantu seseorang melahirkan bayinya," Flip merasa takut sekali.
"Tidak masalah, bantu saja aku mengeluarkan bayiku. Aaahh,,, ini sakit sekali,, aku tidak tahan lagi,,," Genie mulai mengerang kuat.
Dengan tangan gemetaran, Flip mendekati Genie. Disibaknya perlahan pakaian yang menutupi jalan keluar sang bayi.
Karena kedua kaki Genie terikat rantai di tepi dipan, Flip kesulitan membantu proses persalinan sebab kaki Genie tidak bisa diangkat.
Maka, dengan sangat hati-hati ia menunggu kepala bayi itu muncul.
"Ayo tarik nafas, nona. Mengejanlah dengan perlahan.."
Rupanya, proses melahirkan tidak segampang yang Flip pikir. Ia melihat warna hitam sudah muncul di celah liang kewanitaan Genie. Tapi bayi kecil itu belum juga mau keluar meski air ketuban sudah pecah.
Suara erangan Genie yang kuat pun tidak dapat membantu kelancaran proses lahirannya. Kepala bayi itu seakan berhenti di tengah-tengah jalan.
Karena sudah cukup lama Genie mengejan, ia mulai kehabisan tenaga. Matanya mengantuk dan hampir saja tidak sadarkan diri.
"Nona, jaga kesadaranmu!"
Karena Genie pingsan, Flip merasa ketakutan. Ia pun menghubungi Keanu dengan segera.
"K Kean! Cepat pulang. Pacarmu pingsan saat melahirkan!"
"Apa maksudmu?"
"Air ketubannya pecah dan dia terus mengejan."
"Bagaimana itu bisa terjadi!"
"A aku tidak tahu."
Keanu segera menutup telepon dari Flip. Ia yang sudah sampai di rumah Genie akhirnya pulang sia-sia.
•••••
DRAK
"Bagaimana kondisinya?" tanya Keanu begitu tiba.
"Aku berusaha membangunkannya. Tapi dia masih tidak sadarkan diri," jawab Flip cemas.
"Ambilkan aku air."
"Baiklah," jawab Flip bergegas.
Tanpa pikir panjang, Keanu berusaha membangunkan Genie. Dipangkunya kepala wanita itu sambil mengusapkan minyak mint pada hidungnya supaya lekas membuka mata.
Ketika akhirnya Genie siuman, Keanu mencengkeram rahang wanita itu.
"Cepat lahirkan bayimu, jika tidak ingin aku membunuhnya di depan matamu meski ia masih di dalam perut."
"Ah??" Genie terkejut dan menjadi gelagapan.
Nafasnya kembang kempis karena takut Keanu akan membunuh bayi dalam perutnya.
"Tidak, tolong jangan bunuh anakku, Kean. Iya, baiklah. Aku akan berusaha melahirkannya sekarang juga," nafas Genie tersengal.
"Cepat lakukan."
Maka tidak lama kemudian, Genie kembali mengejan dengan Keanu sendiri yang membantu persalinan.
"Keluarkan lagi! Jangan berhenti di tengah jalan!" perintah Keanu keras.
"Heeeeeeggg....!" suara Genie saat mengejan.
Keringat membasahi tubuh Genie seperti habis mandi. Darah pun sudah mengalir banyak dari jalan keluar bayi.
Ketika akhirnya kepala bayi itu keluar, Keanu memasukkan tangannya dengan cepat untuk mengeluarkan seluruh tubuh sang bayi.
BROLL
Gumpalan darah dan plasenta pun keluar bersamaan. Keanu tidak terpengaruh dengan semua itu. Bahkan ia tidak merasa jijik sedikitpun karena sudah terbiasa melihat darah dan isi tubuh manusia.
Untuk saat ini, yang ia pedulikan hanyalah kelahiran sang bayi. Yang ia yakini akan menjadi penerusnya.
Namun takdir berkata lain. Bayi itu ternyata sudah tiada sejak Genie pingsan tadi. Meski berulang kali Keanu membolak balikkan badannya, bayi itu tetap tidak bergerak.
"Apa yang terjadi dengannya. Hah! Kenapa dia tidak bergerak!"
"Ma maafkan aku..."
Keanu menoleh dengan amarah, "Kenapa kau meminta maaf!"
"Aku tidak berusaha dengan baik untuk melahirkannya.." ucap Genie tersengal-sengal.
Karena Genie mengakui kesalahannya, Keanu kembali mendekati wanita yang masih berkubang darah itu. Tanpa belas kasihan, ia mencekik leher Genie begitu saja hingga kukunya seakan menancap ke dagingnya.
"Aaa'kk.."
"Kau pasti sengaja melakukan itu agar aku tidak bisa bertemu dengan bayiku, bukan?"
"T tidakk.."
"Maka hidupkan lagi bayi ini," Keanu melepas cekikannya dan meraih tubuh bayi yang sudah membiru itu.
Genie menangis, "Aku tidak bisa...huhuhu.."
PLAK
Keanu menempeleng kepala Genie sangat keras hingga pingsan.
"Cukup Kean..." Flip yang datang membawa air menyentuh tangan Keanu.
"Bersihkan dia. Aku akan memakainya lagi untuk memberiku keturunan."
Mata Flip membelalak. Ia benar-benar tidak bisa mengerti. Pria yang bersamanya ini sungguh sudah gila!
••••••
Di rumah Genie, lagi-lagi Keanu mengincar tiga anak remaja cucu Jordhan. Ia diam-diam memasuki rumah yang tampak sepi dari luar itu.
Ternyata, rumah tersebut sudah ditinggalkan. Anak-anak itu tidak ada di sana.
Ketika ia sedang memeriksa kamar anak-anak, tiba-tiba saja sebuah peluru menembus pundak belakangnya. Kemudian, disusul sekelebat bayangan berlari menghindarinya.
"Siapa di sana!" teriaknya.
Tanpa berpikir lagi, Keanu berlari mengejar bayangan yang baru saja menembaknya. Mereka berkejaran hingga ke balkon. Dan ketika sosok yang dikejarnya itu terdesak, ditembaknya Keanu sebanyak dua kali. Kemudian, melompatlah ia ke gedung sebelah dan menghilang dalam sekejap.
"Hosh.. hosh.. ke mana dia?"
Usai berkata seperti itu, Keanu pun tersungkur ke lantai karena darah yang ia keluarkan cukup banyak.
SIIIINGGGG
Matahari sore yang berwarna jingga itu menyorot cukup terang menyilaukan mata. Keanu tersadar dari pingsan dan terduduk kesakitan.
"Sial."
Ia mencoba untuk berdiri namun dirasakannya kepalanya pusing dan berputar-putar. Sebab itulah ia jatuh terduduk kembali.
Tepat pada menit ke dua belas setelah ia mencoba berdiri, datanglah beberapa polisi yang hendak menyergapnya.
Rupanya, peluru yang ditembakkan tadi bukanlah peluru biasa. Agen detektif mereka yang berjaga di sana, menembakkan peluru berisi chip pendeteksi. Jadi singkatnya, ke mana pun Keanu lari, akan diketahui oleh polisi.
Dalam keadaan pusing, Keanu kalang kabut. Ia melarikan diri dari rumah Genie dan bersembunyi ke rumah sebelah dengan cara memanjati dinding dan jendela.
Karena polisi-polisi itu terus mengejarnya, Keanu menerobos setiap rumah yang ia lewati hingga akhirnya ia melihat ada sebuah kesempatan untuk kabur ke jalanan.
DRAK
Ia melompat ke atas sebuah mobil dari balkon sebuah rumah. Begitu melompat ke atas mobil, ia melompat lagi ke sebuah truk besar.
Tentu saja ia masih dikejar. Bahkan sekarang mobil-mobil polisi itu mengikutinya dengan jelas.
"Sialan, aku masih diikuti."
Ketika truk yang ditumpanginya melewati sebuah jalan yang di atasnya terdapat jalan lain, ia pun segera meraih besi-besi penyangganya dan naik ke atas. Mobil-mobil polisi itu pun terpaksa memutar agar mudah menyusul melewati jalan yang sama.
Keanu berlari dan menyetop sebuah taksi. Ia pun duduk di dalam dengan cepat dan meminta supir taksi itu segera menuju alamat yang dekat dengan tempat persembunyiannya.
WUUZZZZ
Sambil tertatih-tatih, akhirnya Keanu sampai juga di rumah persembunyiannya. Ia jatuh pingsan tepat saat Flip menanyainya.
"Apa yang terjadi padamu?? Eehhh..." Flip memegangi Keanu yang pingsan.
Melihat darah merembes dari pundak belakang dan dada Keanu, Flip pun menyadari bahwa pria psycho itu sedang diburu.
Direbahkannya Keanu ke atas dipan kayu. Kemudian ia melepaskan pakaian yang kotor berlumuran darah itu dengan cepat sambil menyeka luka yang terus mengalirkan darah.
"UHUK! UHUK!" Keanu siuman.
"Bagaimana ini bisa terjadi?"
"Aku sedang diburu.." jawab Keanu lemah.
Karena darah itu tidak juga berhenti, Flip mengambil beberapa peralatan jahit. Ia meminta ijin pada Keanu untuk mengeluarkan peluru yang ada di dalam tubuhnya.
Karena Keanu mengijinkan, tanpa banyak bicara ia pun mulai menyiramkan bir ke setisp luka Keanu. Kemudian, mencungkil peluru-peluru yang tertanam ke dalam daging Keanu.
CETAK
Ketika dua peluru berhasil ia keluarkan terlebih dahulu, sebuah peluru dengan sebuah warna merah menyala berkedip-kedip berhasil diambilnya juga.
"Ah?? Peluru pendeteksi?" kata Flip.
"Peluru pendeteksi? Apa maksudmu.." tanya Keanu sangat lemah.
"Kau diawasi. Mereka mendeteksi keberadaanmu dengan peluru ini. Jika itu yang terjadi, maka keberadaan kita di sini tidak aman. Kau harus pergi sekarang juga."
"Pergi? Ke mana?"
Flip bangun berdiri dan menelepon seseorang, "Aku meminta bantuan temanku untuk menjemput kita. Semoga saja dia sampai lebih dulu."
Setelah menunggu lima belas menitan, teman-teman Flip datang bergerombol. Mereka adalah sebuah gank penguasa distrik 7 yang hampir semua anggotanya berkulit hitam.
"Cepat bantu kami pergi dari sini. Polisi sebentar lagi datang karena ada sebuah peluru pendeteksi."
"Yoo! Cepat bantu mereka!"
"T tunggu. Masih ada seseorang di kamar itu. Tolong bawa dia juga," kata Keanu.
"Baiklah."
.
.
.
BERSAMBUNG......