
BAB 13
Pada bulan-bulan kemudian. Di awal musim salju. Daisy merasakan bahwa perutnya semakin berisi. Ia mulai yakin bahwa dirinya sedang mengandung.
Setiap kali Keanu datang padanya untuk meminta dilayani, Daisy berusaha keras untuk menyembunyikan kehamilannya tersebut.
Namun, beberapa hari ini Keanu tidak datang menemui Daisy.
Lalu, di mana Keanu berada?
Rupanya pria gila itu sedang sibuk bersama Genie, putri Jordan. Akhir-akhir ini, hubungan mereka semakin berkembang. Apa maksudnya?
Yah. Mereka berpacaran.
Kala itu, Genie menyatakan perasaannya pada Keanu dan mengajaknya berlayar santai di sebuah perahu. Rencana yang semula disusun rapi oleh Keanu untuk menghabisi gadis itu pun tertunda akibat pernyataan cinta yang tidak disangka-sangka.
Keanu sendiri menjadi goyah. Ia sedikit bimbang antara dendamnya pada keluarga wali kota dengan perasaannya pada Genie.
Dengan kesibukannya yang baru, kebiasaan gila Keanu sedikit terlupakan. Kebiasaan apa? Tentu saja dalam hal membunuh orang.
Beberapa bulan lalu, polisi melakukan pencarian pelaku pembunuhan Pete dan kekasihnya. Keanu sempat diperiksa karena usulan dari beberapa warga yang tidak suka dengan silsilah Keanu di desa mereka.
Namun tidak ada bukti pasti yang mengarah kepadanya. Hingga akhirnya ia pun dibebaskan dari tuduhan yang dibebankan kepadanya.
Karena tuduhan warga tersebut, Keanu semakin membenci orang-orang sekitarnya. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dirinya akan memberi kejutan untuk mereka semua.
Belum lagi saat sebuah kejadian di restoran tempatnya bekerja membuat kegilaannya kembali muncul. Meski kini dirinya sibuk dengan Genie, penyakit kejiwaannya yang sedikit berkurang tetaplah ada.
Hari itu, Keanu melayani pelanggan yang rupanya seorang gadis dari rumah yang pernah ia datangi. Ya. Rumah tempat pesta kecil bakar-bakar ikan. Dimana Keanu dilempar bara api oleh seseorang di sana.
"Apakah nona ingin memesan yang lain?" tanya Keanu setelah meletakkan segelas coklat susu panas dan berdiri di hadapan gadis itu.
"Bukankah kau orang gila itu? Kenapa ada di sini?" kata Lorena mengenali Keanu sebagai orang dengan kejiwaan terganggu yang suka menatap dirinya ketika lewat di depan rumahnya.
Namun ia tidak tahu bahwa keganasan Keanu berawal dari sebuah kata-kata yang terucap.
"Itu karena,,, Aku bekerja di sini, nona."
"Menyingkirlah! Aku tidak ingin dilayani manusia macam dirimu," gadis itu membuang muka karena muak melihat pria lusuh macam Keanu.
"Tapi nona, dua pelayan yang lain sedang bergantian istirahat makan siang. Hanya ada aku di sini," kata Keanu berlagak sopan.
SPLASH!
Lorena menyiramkan minuman dalam gelasnya ke muka Keanu karena kesal. Air yang disiramkan itu pun rupanya coklat susu panas yang baru saja diantarkan.
Keanu bereaksi dengan mundur selangkah dan menundukkan kepala saat minuman panas itu menyiram wajahnya. Lorena sendiri tidak terkejut apalagi menyesal. Dia tampak baik-baik saja setelah melakukan hal seperti itu.
"Menjijikkan! Aku jadi kehilangan nafsu makan!" Lorena meletakkan gelas dengan kasar sambil melangkah meninggalkan Keanu dengan jijik.
Beberapa pelanggan menoleh kepadanya karena merasa heran. Sebab, jika dilihat-lihat, tidak ada yang salah dengan penampilan Keanu.
Begitu Lorena pergi, Keanu mengangkat wajahnya dan menatap gadis itu dengan sengit.
••••••
Krik Krik Krik....
(Suara jangkrik)
Di suatu malam, Keanu sedang duduk mengintai rumah keluarga pria yang pernah memukulnya dengan kayu bara api. Rumah tersebut adalah rumah Lorena.
Setelah menunggu beberapa waktu, tatapannya yang tajam mulai memperhatikan seorang gadis yang keluar dari rumah tersebut. Namun Keanu juga melihat ada seorang pria yang menjemputnya.
Lorena yang hendak pergi bersama pacarnya itu berjalan menyusuri jalanan sepi di dekat pasar. Tanpa disangka-sangka, Keanu mencegat mereka di tengah jalan.
"Hey bung! Apa yang kau lakukan?" tanya pacar Lorena saat melihat Keanu menghalangi langkah mereka.
Keanu diam saja hingga Mathews melangkah mendekatinya. Namun langkah pria itu terhenti saat dilihatnya tangan kanan Keanu membawa martil besi.
"Hey? Apa yang akan kau lakukan dengan martil itu? J Jangan bercanda, bung? Itu tidak lucu," Mathews merasa cemas dan mulai mundur perlahan.
Ketika Keanu mengangkat wajahnya, ia tersenyum menyeringai pada Lorena.
"Kau??!" Lorena terkejut.
Tanpa ragu lagi, Keanu mendekati Mathews dan memukul kepala pria itu dengan martil yang ia bawa.
CROK!
CROK!
CROK!
"Hhaaaaa,,, Tidaakk!" teriakan tangis Lorena terdengar amat pilu meratapi pacarnya yang jatuh tergeletak di tanah.
Meski pacar Lorena itu sudah bersimbah darah di tanah, Keanu tidak menyesal sedikitpun. Sedangkan Mathews yang tidak mengira bahwa pria itu nekat memukulnya, mencoba melarikan diri dengan merangkak meski kondisinya benar-benar sudah parah.
Akan tetapi, Keanu memukul kaki Mathews hingga tulang lututnya remuk. Teriakan mengenaskan dari mulut Mathews terdengar menyayat hati.Tidak mau menyisakan siksaannya, Keanu memukul kepala Mathews sekali lagi hingga pria itu tewas mengenaskan.
Lorena yang menggigil ketakutan di pojokan pun mencoba melarikan diri dari manusia gila macam Keanu. Sambil terus menangis, ia berteriak minta tolong pada orang-orang sekitar.
Mendengar teriakan dari arah barat, beberapa pria yang sedang berkumpul pun berlari mencari asal suara.
"Tolooong! Seseorang terbunuh!" teriak Lorena.
Ketika Keanu melihat beberapa orang mulai berdatangan dari sisi jalan, ia pun berlari mengejar Lorena dengan lebih cepat.
Gadis itu berlari dan mencoba bersembunyi di pasar. Lokasi pelarian yang melewati lorong-lorong sempit itu pun membuat Keanu kesulitan mendapatkan Lorena. Bahkan, beberapa kali ia harus bersembunyi dari kejaran penduduk.
Ketika para penduduk melihat mayat Mathews dengan darah yang masih segar, mereka yakin bahwa pembunuhnya belum lari terlalu jauh.
"Ada mayat!!"
"Astaga! Benar, itu mayat! Lalu siapa yang berteriak minta tolong, tadi?" kata seseorang.
"Mungkin dia sedang dikejar pembunuh itu?!" sahut yang lain. "Aku mengira, mungkin saja dia melihat siapa pelakunya."
"Kalau begitu ayo cepat kita cari orang itu!!"
"Ayo!!!"
Ketika mereka mulai mencari orang yang meminta pertolongan, suara minta tolong kembali terdengar dari kejauhan.
"Itu suara seorang wanita! Sepertinya dari arah sana! Ayo cepat cari dia sebelum terjadi sesuatu padanya!" seseorang menunjuk ke suatu arah.
Ketika rombongan penduduk itu berhenti di pertigaan jalan, kebetulan Keanu juga ada di sana dan sedang mencoba mencari jalan pelarian.
"Seseorang mencurigakan di sana! Cepat kejar!!" seru beberapa pria saat melihat sekelebat bayangan Keanu.
Ketika penduduk yang mengejarnya semakin banyak, Keanu diam bersembunyi dengan wajah yang berkeringat di sebuah lapak penjual ikan. Tempat yang kotor dan berbau amis menyamarkan bau darah yang menempel di martil milik Keanu.
"Sial!" gumamnya lirih.
Saat ia beringsut pelan, Lorena muncul di depannya dan terkejut saat melihat Keanu. Dengan mata terbelalak, gadis itu mencoba kabur dengan cepat dari hadapan pembunuh kekasihnya.
Namun, kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Keanu. Ditangkapnya Lorena dengan cepat. Kemudian dipukulnya gadis itu hingga pingsan.
Perlahan, Keanu membawa Lorena pergi dalam gendongannya. Menuju arah yang berlawanan dari para penduduk desa yang mengejarnya.
•••••
SRAK!
Dijatuhkannya tubuh Lorena di seberang Daisy. Keanu segera mengambil seutas tali dan mengikatnya dengan erat. Kemudian menyumpalkan kain ke dalam mulut Lorena.
"Jangan pernah berpikir untuk melepaskan ikatannya. Atau aku akan menghabisimu saat itu juga. Mengerti!" kata Keanu pada Daisy.
"I iya."
Keanu berdiri dan meninggalkan mereka berdua begitu saja di dalam ruang rahasia. Setelah itu, ia segera membersihkan diri dari darah yang menempel di tubuhnya dan kembali ke kamarnya.
Keanu mengintip dari jendela kamarnya untuk melihat pergerakan penduduk yang mulai ramai berkeliling di jalan. Sepertinya, mereka semua akan berjaga sampai pagi.
Benar saja, ketika Keanu keluar esok paginya untuk berangkat bekerja, penduduk yang berjaga semalaman menanyainya.
"Hey Keanu! Di mana kau semalam?"
"Semalam? Aku ada di rumah. Memangnya, ada apa tuan?" Keanu berlagak tidak tahu apa-apa.
"Seseorang terbunuh di dekat pasar. Tapi, benarkah kau semalam ada di rumah?" orang itu mencurigai Keanu.
"Benarkah? Aah. Mengejutkan sekali. Emm,, Tentu saja aku ada di rumah. Bukankah kau melihatku keluar dari dalam rumah? Hoaahhem.. Aku harus bekerja, tuan. Jadi maaf tidak bisa berlama-lama menemanimu mengobrol," jawabnya santai.
Pria yang menanyai Keanu itu pun hanya mampu menatap kepergian Keanu dengan pasrah. Tidak ada bukti bahwa pemuda itu sebagai pembunuhnya.
Keanu melenggang pergi tanpa menunjukkan rasa panik ataupun takutnya. Bahkan saat melangkah pergi, ia tersenyum miring karena merasa puas dengan usahanya dalam mengelabui penduduk desanya.
Bersambung........