THE PSYCHOPATH'S SECRET

THE PSYCHOPATH'S SECRET
SAKIT JIWA YANG AKUT



BAB 19


Beberapa hari kemudian setelah Keanu dibebaskan kembali dari kantor polisi, ia memfokuskan diri dalam mencari tahu siapa kira-kira yang ada di balik boneka beruang yang ia perkirakan menjadi saksi kejahatannya.


Seraya terus mengencani Genie dan menjalani kehidupan normal sebagaimana manusia lainnya. Pada saat kematian Jordan, Keanu pikir hasratnya dalam hal menyakiti dan membunuh akan berakhir juga.


Namun siapa yang menyangka? Setelah pembunuhan balas dendamnya pada keluarga Jordan, Keanu justru merasa lubang hitam dalam dirinya menginginkan hal lebih.


Kejiwaannya yang sudah terganggu mengharapkan tantangan lain dari sebagian besar orang di sekitarnya. Bahkan kali ini, ia menjadi semakin gila gara-gara sebuah kejadian tak terduga.


Seperti petang itu. Ia pulang dari pekerjaannya dan berjalan pulang melewati toko-toko di pasar yang sebagian mulai tutup. Di beberapa toko yang memang buka sampai jam 9 malam tampak lampu-lampu yang masih bersinar terang.


Sesekali Keanu menyuapkan ke dalam mulutnya, roti daging yang ia bawa dari restoran. Di persimpangan jalan, seorang wanita mabuk menubruknya hingga roti yang sedang ia makan jatuh ke tanah.


Keanu berhenti melangkah dan melihat wanita mabuk berjalan sempoyongan berlalu darinya. Wewangian yang dipakai wanita itu terasa segar dan harum di hidung Keanu. Sehingga ia menoleh dan terus memperhatikan wanita tersebut.


Ketika wanita itu hampir jatuh, Keanu reflek menahan tubuhnya.


"Hey.... jangan menyentuhku seenaknya!" tanya si wanita mabuk dengan suara khas.


"Kau sedang mabuk, nona. Sebaiknya duduk dan jangan biarkan dirimu melangkah tanpa kendali," kata Keanu.


"Bukan urusanmu. Aku harus mencari uang sekarang. Jadi lepaskan aku," kata wanita itu lagi.


Keanu melepaskan wanita itu dan mengikutinya di belakang. Dan karena wanita itu berjalan menuju jalan yang sama sepertinya, pikiran gila Keanu pun semakin tertantang.


Meski sulit sekali mengelabui wanita malam itu, Keanu akhirnya berhasil membawanya pulang, dengan menjanjikan beberapa dolar pada wanita itu. Tidak butuh waktu lama untuknya, kini di kamarnya yang gelap itu, ia tengah menikmati tubuh sang wanita mabuk.


Untuk seorang wanita yang sebentar lagi akan mati, pelayanan yang diberikan wanita itu sangat memuaskan Keanu. Hingga tanpa sadar mereka melakukannya hingga semalaman suntuk.


••••••


Ketika pagi menyingsing, keduanya tengah tertidur pulas. Namun wanita itu bangun lebih dulu dan membangunkan Keanu untuk meminta bayarannya.


"Aku mau pulang, mana bayaranku?" kata wanita itu to the point.


Keanu hanya menggeliat dan mengganti posisi tidurnya. Ia tidak merespon ucapan wanita tersebut meski sempat membuka mata.


"Hey, bangunlah! Bayar upahku sekarang! Semalaman suntuk aku melayani birahimu, jadi bayar lebih dari tarifku," ucap wanita tersebut seraya mengurut pay*daranya yang nyeri karena efek semalam.


Lagi-lagi Ken hanya menggumam dan tetap tidur dengan posisi tertelungkup. Hal itu membuat sang wanita kesal dan menampar kepala Keanu.


"Dasar sialan! Kalau tidak mampu membayar upah seorang pelacur sepertiku, seharusnya potong saja pen*smu itu!"


Meski tamparan pada kepalanya lumayan kencang, lagi-lagi Keanu hanya masa bodoh dengan keberadaan wanita panggilan itu. Bahkan ia kembali memejamkan matanya tanpa memperdulikan ucapan kasar yang baru saja dilontarkan sang wanita.


Wanita yang kesal itu mencari uang di laci meja, lemari pakaian, bahkan di kolong tempat tidur. Namun ia tidak menemukan sepeserpun uang di tempat-tempat tersebut.


"Hiiihh!! Menyebalkan sekali!!"


Dengan kesal, wanita itu mendekati Keanu dan langsung menindih punggung serta mencekiknya dari belakang. Tentu saja hal yang mengagetkan Keanu itu membuatnya terpaksa bangun dari tidurnya.


Cekikan itu cukup menyakiti lehernya. Apalagi kuku-kuku panjang si wanita yang menghujam kulitnya perlahan melukainya.


Dengan kekesalan yang akhirnya menumpuk, Keanu berbalik dan langsung membanting tubuh si wanita. Kemudian bergantian dirinya yang menindih dan mencekiknya kuat.


"Aaahhkk! Lepaskan aku!!" pekik tertahan dari mulut sang wanita.


Sambil meraih-raih leher Keanu, pelacur itu mengeluarkan suara tercekat dan amat tersiksa.


Keanu tersenyum miring.


"Dasar brengsek! K kau sudah aku layani meski kau hanya pria yang miskin dan Kumal, sekarang kau mau membunuhku?" suara pekikan wanita itu semakin serak.


"Apa kau menyesal sudah melayaniku?" tanya Keanu dengan mata yang terbuka lebar.


"Ya! Dasar otak mesum melarat!! Birahimu saja yang besar, tapi hartamu tidak ada sedikitpun!!" hina sang wanita.


Hhiieehhhhh!!


Suara tawa Keanu yang terdengar seperti hembusan nafas melengking seperti sedang sakit asma.


"L lepaskan aku,,,"


"Bukankah semalam kau juga sangat lahap saat meneguk cairan milikku?"


"Akkh,, lepaskan aku brengsek! Aku bisa mati jika terus begini!!" pekik wanita itu panik.


Keanu menampakkan wajah yang sangat kesal. Ia tidak bisa terus membiarkan pelacur itu mengatai dirinya seenak hati. Dalam keadaan yang masih telanjang bulat, ia menindih wanita itu kembali dan menyetubuhinya sekali lagi.


Tangan yang semula ia gunakan untuk mencekik si wanita, kini ia gunakan untuk meremas pay*daranya. Dengan kaki kiri si wanita yang ia angkat tinggi-tinggi, Keanu melakukan dorongan yang kasar.


Wanita yang baru satu tahun melacur itu merasa benar-benar kuwalahan. Lenguhan panjang yang keluar dari mulut mereka memecah kesunyian di rumah tua peninggalan orang tua Keanu tersebut.


Sudah satu jam berlalu namun Keanu terus saja gigih dalam berkuda. Si wanita yang sudah sangat letih itu hanya bisa menerima hantaman demi hantaman yang membuat bekak dan berdarah pada bagian sensitifnya.


Sudah beberapa kali ia membuang cairan org*smenya hingga tiada tenaga tersisa dalam dirinya. Meski ia juga sudah meminta ampun pada Keanu, namun Keanu tidak ada niat untuk mengampuni wanita yang sudah menghinanya dengan jelas.


Ketika akhirnya Keanu mencapai puncak, ia menarik keluar pen*snya dan menuangkan cairannya ke mulut si wanita yang ia buka paksa.


"Telan semuanya!!"


Wanita itu menggeleng lemah.


PLAK!!


Keanu menampar sang pelacur dengan kencang hingga hidungnya berdarah. Lalu dengan kasar pula ia menjambak kembali rambut wanita itu.


"Telan sekarang!!"


Wanita itu menelan semuanya dengan sekaligus. Meski ia doyan dengan hal semacam itu, namun keadaanlah yang membuatnya terasa berat dalam melakukannya


Melihat betapa brutalnya Keanu dalam bercinta, membuat wanita itu ketakutan. Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Bercinta dengan pria gila itu membuat semua tulangnya seakan remuk. Bahkan sendi-sendi ototnya lumpuh dengan pay*dara dan bagian sensitifnya yang lecet-lecet dan berdarah.


Tidak mau menunggu ada orang lain yang melihat, Keanu menutup mata sang pelacur dengan bajunya. Mengikatnya erat lalu menjambak rambut wanita itu dan menyeretnya agar mengikutinya.


Dengan langkah terseok-seok, wanita telanjang bulat itu hanya bisa mengikuti ke mana arah pria itu membawanya.


Begitu sampai di dalam ruang rahasia, Keanu segera menjatuhkan wanita itu ke lantai. Mengikatnya ke tali yang terpasang di dinding, lalu membungkusnya dengan plastik sehingga wanita itu pun kesulitan dalam bernafas.


Daisy dan Lorena memperhatikan apa yang sedang dilakukan Keanu dengan ketakutan. Mereka menelan ludah beberapa kali menyaksikan saat Keanu memukuli kepala wanita itu dengan tongkat besi yang kebetulan ada di dekat sana.


Meski tidak sampai mati, darah dari kepala wanita itu merembes keluar dan membasahi bagian kepalanya. Dalam keadaan sekarat, detak jantung wanita itu terlihat sangat lemah.


Pay*dara dengan manik yang mencuat itu tampak naik turun perlahan, menandakan bahwa masih adanya tanda kehidupan.


Samar-samar terdengar wanita dalam plastik bening itu berkata, "Hei pria gila.. Jika aku mati sekarang, aku akan memastikan akan menyeretmu ke dalam neraka.... dan memintamu membayar hutang atas apa yang kau lakukan.."


Keanu menoleh dan menyeringai.


"Apa kau berkata padaku?"


"Dasar sampah! Aku bersumpah. Pen*smu itu akan membusuk hingga birahimu tidak akan pernah terpuaskan!!" umpat wanita sekarat itu.


Mendengar ucapan seperti itu, Keanu berdiri, pergi dan mengambil sesuatu. Begitu ia datang kembali dan membawa gulungan tali, pisau daging dan gunting, maka dengan cepat ia mengikat kaki wanita itu berlawanan arah sehingga tampaklah posisinya yang mengangkang lebar.


Lalu dengan gilanya, Keanu menancapkan pisau daging tersebut ke bagian tengah. Tepat di bagian yang beberapa menit lalu ia nikmati.


CRAKK!!


"Kyaaaa!"


Jerit Daisy dan Lorena bersamaan. Mereka benar-benar ketakutan melihat iblis yang ada di hadapan mereka. Lebih-lebih saat Keanu memotong tubuh wanita pelacur itu menjadi beberapa bagian!


Astaga.......


Benar-benar sakit jiwa!!


Bersambung.......