THE PSYCHOPATH'S SECRET

THE PSYCHOPATH'S SECRET
BIBI MEREKA MENGHILANG



BAB 43


Para polisi yang datang memenuhi panggilan dari anak-anak itu merasa kedatangan mereka terlambat. Sebab, saat menemukan anak-anak yang bersembunyi di dalam kamar, anak-anak tersebut mengatakan bahwa bibi mereka menghadapi penjahat itu sendiri dan menghilang.


BRUUMMM


Sementara itu, mobil yang dikendarai Keanu melaju dengan santai di tengah kota. Tiada yang tahu bahwa pengendara mobil itu baru saja menculik seorang wanita hamil dan berniat membawanya ke suatu tempat.


Genie yang tertidur di jok belakang itu tampak terikat dengan tali. Ia tidak sadar bahwa Keanu membawanya ke tempat persembunyiannya bersama Flip.


Perlahan, mobil itu memasuki halaman gedung tua terbengkalai itu. Karena semua sisi gedung tertutup seng dan padang ilalang, tempat itu cukup tersembunyi dari publik. Apalagi, lokasinya yang ada di tengah lahan tandus dekat perbatasan negara yang lumayan jarang dilewati orang.


SRAK


Keanu sampai di lantai atas dengan mudah meski ia menggendong Genie di pundaknya. Begitu memasuki salah satu kamar tempat kesukaan Carl dulu, dijatuhkannya tubuh Genie dengan kasar dari gendongannya.


"Merepotkan sekali," Keanu mendengus sambil menepuk-nepuk kedua telapak tangannya.


Ia melepas ikatan pada tubuh Genie dan menggantinya dengan mengikat tangan dan kaki wanita hamil itu pada tepian dipan.


"Dari mana saja kau?" tanya Flip muncul dari arah belakang.


KLIP


Dilihatnya Keanu sedang mengikat seorang wanita hamil ke sebuah dipan, "Siapa dia? Mengapa kau membawanya ke mari? Tunggu, apa dia sedang mengandung??"


Flip buru-buru mendekat untuk memastikan apa yang ia lihat. Benar saja. Wanita itu sedang hamil.


"Kau menculik seorang wanita hamil? Bagaimana jika suaminya mencarinya??" Flip menoleh dan bertanya heran.


"Dia kekasihku. Bayi dalam kandungannya juga bayiku. Jadi tidak ada suami yang akan datang mencarinya."


"Kalau begitu mengapa harus repot-repot menculiknya? Bisa saja kan, kau mengajak dia kemari secara baik-baik."


Keanu tersenyum miring, "Itu karena aku terlalu mencintainya. Aku harus memberinya sebuah kejutan istimewa. Dan karena cintaku padanya begitu besar, Dia akan ku bunuh secara perlahan."


"A apa?"


Keanu menggiring Flip agar keluar dari ruangan tersebut.


"Bantu aku mengawasi wanita ini. Tapi jangan sekalipun berani mengganggunya karena aku menginginkan bayi yang ada di dalam rahimnya."


Flip mendelik. Tidak disangka, pria yang ia pikir lugu itu ternyata seorang psychopat.


Setelah menutup pintu kamar tempat Genie disekap, Keanu duduk di sofa lawas milik Borg.


"Apa kau sudah membeli semua keperluan?" tanyanya pada Flip.


"Ya. Aku membeli semua yang kita butuhkan. Apa kau mau makan sesuatu?"


"Hmm. Ambilkan aku sesuatu."


"Baiklah. Tunggu sebentar."


Flip pergi ke tempat penyimpanan barang dan makanan. Ia mengambil beberapa butir telur dan sosis. Karena ia mempunyai roti gandum, maka ia akan membuat telur ceplok dan sosis untuk melengkapi roti gandumnya.


Ya. Karena tempat itu cukup lama ia huni bersama Borg dan yang lainnya, mereka juga punya kompor, alat memasak serta alat makan seperlunya.


••••••


Flip maupun Keanu, menyantap roti gandum dengan dua telur ceplok serta sosis untuk masing-masing. Karena sekarang ada Genie, Flip juga menyisakan seporsi untuknya.


"Aku akan melihat wanita itu. Mungkin saja dia sudah bangun dan merasa lapar."


"Hmm..." Keanu hanya mendehem.


TRIK


TRIK


Di tangan kanannya, Flip membawa sebuah piring berisi makanan untuk Genie. Sedang tangan kirinya, ia membawa sebuah kemasan air mineral dengan sedotan.


Sampai di dalam, rupanya Genie sudah siuman.


"Kau sudah bangun?"


"S siapa kau?"


"Aku Flip. Aku membawakanmu makanan."


"D di mana pria yang membawaku tadi? Apa dia di sini??" Genie berharap Keanu sedang pergi sehingga ia bisa meminta bantuan dari wanita yang bernama Flip itu.


"Dia di luar. Apa kau mau aku memanggilkannya untukmu?"


"Eh?"


"Keluarlah. Aku mau bicara dengannya," Keanu muncul tiba-tiba dan meminta Flip keluar.


"Tapi dia belum sempat makan,,"


"Letakkan saja makanan itu di sana," Keanu menunjuk sebuah meja.


"Baiklah."


Sebelum keluar dari kamar, Flip menoleh sebentar ke arah Keanu. Kemudian ke arah Genie. Ia bisa melihat ekspresi ketakutan dari wanita itu begitu Keanu masuk ke dalam kamar tersebut.


"Apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka??"


Pikir Flip heran. Ia menutup pintu perlahan dan berdiri mematung di depan pintu. Ia penasaran. Apa yang akan dilakukan Keanu pada wanita yang ingin ia bunuh perlahan itu.


"Aku mohon jangan bunuh aku, Kean. Kau lihat sendiri aku sedang mengandung,," Genie benar-benar takut dan gemetaran saat Keanu mendekatinya.


"Kau takut jika ku bunuh?" perlahan Keanu merangkak di atas Genie.


GLEK


"A aku... tolong jangan sakiti aku,,," kini Genie menangis.


Keanu tersenyum miring. Ia mengusap bibir Genie dengan telunjuk dan jari tengah tangan kirinya. Dengan pandangan liarnya, ia menatap bagian-bagian yang indah pada tubuh Genie. Lebih-lebih, dua gunung kembar yang semakin membesar karena Genie sedang mengandung.


Ketika ia mendekatkan wajahnya, Genie berusaha membuang muka. Ia benar-benar memilik trauma bersama pria yang menjadi kekasihnya di masa lalu itu.


Tiba-tiba, Keanu mengeluarkan sebuah pisau lipat dari saku celananya dan menempelkannya ke pipi Genie.


"Jika di dunia itu kau yang menusuk dan menembakku, maka di dunia ini adalah giliranku," katanya membuat Genie takut.


"T tidak. Jangan lakukan itu. Aku mohon."


"Meski kau memohon sambil menangis, aku tidak peduli dengan semua itu. Cepat atau lambat, aku akan menyakitimu perlahan. Bahkan akan kubawa ketiga keponakanmu kemari untuk merasakan hal yang sama."


Keanu terkekeh di hadapan muka Genie. Ia benar-benar tidak peduli soal perasaannya pada wanita itu.


"Kean. Jika di masa lalu Gun membuatmu marah dan menyimpan dendam, aku mohon kasihanilah aku dan anak-anak. Selama ini, kami benar-benar tidak tahu menahu soal itu. Bahkan aku baru mengetahui kasus adikmu setelah dia menjalani sidang dan dibebaskan tanpa tuduhan."


Genie berkata panjang lebar. Namun hanya didengarkan sebelah kuping oleh Keanu. Permohonan maaf macam itu, sudah sangat basi bagi Kean. Entah itu Gun, atau keluarganya. Baginya sekarang hanya kematianlah yang pantas mereka dapatkan.


"Semua itu tidak menutup kenyataan bahwa kalian adalah satu keluarga."


Genie menangis takut. Ia benar-benar putus asa menghadapi Keanu, "Baiklah. Kau boleh membunuhku, Kean. Tapi aku mohon. Biarkan anak-anak hidup. Mereka tidak bersalah. Hanya karena ayahnya berbuat dosa padamu, mereka yang tidak tahu apa-apa menjadi korban juga."


Keanu menekankan pisaunya dan melukai pipi Genie. Tentu saja wanita itu merintih.


"Menurutmu, apa rasa sakit adikku sebanding dengan rasa sakitmu ini?


GLEK


Genie tidak bisa menjawab dan hanya mampu menelan ludahnya. Ia tahu, apa yang dihadapi Rula pastinya lebih menakutkan dari goresan pisau di pipinya.


"Tidak, aku tidak berpikir seperti itu. Maafkan aku."


"Kalau begitu, akan kuperlihatkan padamu apa yang dirasakan Rula kala itu. Bagaimana sakitnya diperkosa dan dibunuh dengan sadis lantas kepalanya dipenggal dan dibuang secara terpisah."


DEG


Genie terkejut saat Keanu menekankan pisau itu ke lehernya. Dan dengan santainya, pria itu melukainya tanpa melihat bahwa ia kesakitan. Genie menggerakkan kedua tangannya. Namun karena tangannya terikat di tepi dipan, ia tidak bisa melakukan apa-apa.


Begitu pun saat Keanu mulai merobek pakaiannya dan mulai memperkosanya. Ia tidak bisa melawan. Ia hanya bisa menangis dan berdoa agar dirinya menjadi korban terakhir bagi Keanu.


Dari tempat berbeda, Flip yang sedari tadi mengintip dan mendengarkan pembicaraan mereka pun terkejut. Ia semakin tidak percaya bahwa pria yang ia kira lugu ternyata seorang yang benar-benar gila.


Maka ditutupnya kembali pintu yang sedari ia buka sedikit itu. Buru-burulah ia pergi dan mengambil minuman untuk mendinginkan pikirannya.


Meski ia sudah menjauh dari tempat penyekapan, tetapi tetap saja ia masih dapat mendengar tangis dan rintihan Genie di sela-sela pergumulannya.


"Gila. Aku baru tahu kalau dia seorang psycho. Pantas saja dengan mudahnya dia membunuh Borg dan yang lainnya. Kekasihnya sendiri pun tega ia sakiti."


Flip meneguk air seolah belum minum beberapa hari lamanya. Matanya berputar karena tubuhnya juga gemetar.


Apakah ia harus melanjutkan hidup bersama pria macam itu? Jika ya, ia benar-benar harus pandai menjaga ucapannya di hadapan Keanu. Jika tidak, bisa-bisa ia dibunuh Keanu kapan saja.


.


.


BERSAMBUNG.....