THE PSYCHOPATH'S SECRET

THE PSYCHOPATH'S SECRET
HARUSKAH ADA KORBAN LAGI



BAB 41


CLAP CLAP CLAP


TRAK


TRAK


Keanu tengah menikmati makanan oat kalengnya yang mendekati tanggal kadaluarsa.


"Aku rasa kita perlu menambah stok makanan. Makanan ini sudah tidak enak dimakan," ucap Keanu disela-sela mengunyah.


"Iya. Aku akan pergi ke swalayan nanti, apa ada sesuatu yang kau inginkan?" sahut Flip.


"Hmm, sepertinya aku ingin makan daging ham. Apa boleh?"


"Itu saja? Baiklah. Nanti akan kubelikan itu juga," Flip yang baru selesai mandi itu berjalan mendekati Keanu.


"Ada apa?" Keanu menerima tangan Flip yang meraih dan melingkar di lehernya.


"Berikan aku ciumanmu," katanya.


"Tidak, tidak. Aku baru saja sarapan dan belum menggosok gigi."


"Tidak masalah..." Flip mendesak Keanu.


SRET


Keanu berdiri dari tempat duduknya dan sedikit mendorong Flip, ia pergi sambil berkata, "Jangan melebihi batas. Aku sedang tidak ingin melakukan apa-apa hari ini. Jadi cepat ganti bajumu dan pergi ke supermarket."


Flip memperhatikan Keanu yang menurutnya semakin dingin bersikap. Maka ia buru-buru memakai pakaiannya dan pergi keluar untuk membeli stok makanan.


Begitu Flip pergi, Keanu juga pergi. Ia ingin mencari tahu tempat tinggal Sean. Atau siapapun yang ikut pergi ke masa depan bersamanya.


Sampai di depan kantor polisi, Keanu bersembunyi di rerimbunan semak. Ia menunggu kemunculan Sean dari pagi hingga siang hari.


"Sial. Sebenarnya dia ada di dalam atau tidak? Kenapa belum juga muncul di depan mataku."


Hingga sore menjelang, Keanu masih menunggu dalam persembunyiannya. Meski diganggu semut atau serangga lain, ia tetap tak menyerah. Dan karena sedang beruntung, akhirnya ia melihat Sean keluar dari kantor polisi dan hendak memasuki sebuah mobil.


Akan tetapi, seseorang memanggil Sean dan menyerahkan sesuatu padanya sebelum ia masuk ke dalam mobil.


WUZZ


Sekelebat bayangan tampak memasuki mobil Sean dengan diam-diam. Siapa dia? Apa itu Keanu?


Selesai bicara dengan juniornya, Sean kembali masuk ke mobilnya tanpa curiga sedikitpun.


Selama di jalan, Sean tidak sedikitpun curiga ada sesuatu yang menyelinap ke dalam mobilnya. Hingga akhirnya ia menghentikan mobil tersebut di depan sebuah rumah.


Namun ia tidak langsung turun karena harus menerima telepon dari temannya..


"Ya, Nicole?"


"Apa kau sudah sampai di rumah? Bagaimana, apa kau menerima berkas yang ku titipkan pada Brad?" Nicole mempunyai firasat buruk tentang Sean.


"Ya. Aku sudah sampai di rumah. Hemm, aku menerimanya tadi. Dan akan ku periksa setelah aku membersihkan diri."


Keanu mendengar bahwa rumah yang mereka singgahi adalah rumah Sean. Maka, kesempatan itu digunakan Keanu untuk menyelinap keluar dari mobil diam-diam.


DUK


Sean sempat menoleh ke belakang sebentar saat ia mendengar suara pintu mobilnya seperti baru saja ditutup. Namun karena tidak ada orang, ia pun segera menyudahi teleponnya dan turun dari mobil.


Saat Sean membuka kunci pintu rumahnya, Keanu tengah memanjat dinding samping dan naik menuju lantai dua.


Jadi, begitu Sean masuk ke dalam rumah, Keanu sudah lebih dahulu berada di dalam tanpa diketahuinya.


Sean yang lelah bekerja seharian, memutuskan segera pergi mandi. Ia meletakkan amplop berisi berkas yang akan ia tunjukkan pada seseorang ke atas meja.


Tanpa curiga sedikitpun, Sean melucuti pakaiannya dan masuk ke kamar mandi dengan santai. Siapa sangka, seseorang telah menunggunya di dalam.


GREB


Pintu kamar mandi ditutup. Sean mengisi bak mandi hingga penuh dengan air hangat. Begitu ia mencelupkan kakinya, seseorang membekapnya dari belakang.


"Mmmpppfffhh!!" pekiknya terkejut.


Sean tahu bahwa yang membekapnya adalah seorang pria. Tapi siapa?


Dengan susah payah ia mencoba meraih-raih kepala Keanu. Tapi ia justru dipaksa menungging di dalam bak mandi.


Melihat pantulan wajah seseorang dari alumunium pipa keran, Sean akhirnya tahu bahwa pria di belakangnya adalah Keanu.


Sekali lagi ia mencoba melawan dengan menggigit tangan Keanu yang menutupi mulutnya. Karena sakit, Keanu mengerang sebentar. Namun dengan cepat ia menjambak rambut Sean dengan kasar.


"Jal*ng sialan! Apa kau sangat takut hingga menggigit jariku?" ucap Keanu seraya menjambak rambut Sean kencang.


"Aakhh! S siapa kau! Apa kau Keanu si pembunuh gila itu? Bagaimana kau bisa masih hidup. Bukankah kau sudah mati dan dikremasi di tahun 1882? Mengapa kau muncul di sini???"


Keanu tertawa. Kemudian ia mendekap tubuh Sean dari belakang sambil berbisik di telinga wanita itu.


"Kenapa, kenapa kau bertanya soal Keanu dari tahun 1882. Apa kau merindukan sentuhannya di jaman ini?"


"Tidak! Kau gila! Lepaskan aku!" Sean berusaha bangun.


Namun Keanu menekan kepalanya ke dalam air begitu lama hingga Sean gelagapan dan kesulitan bernafas.


Sialan!


Kali ini Keanu memperkosa Sean di dalam bak mandi!


Ukuran bak mandi yang cukup besar memberi ruang bagi Keanu melancarkan aksinya dengan mudah.


Suara berkecipak air bersatu padu dengan leng*han Keanu. Ia amat senang, bisa merasakan Sean kembali di masa depan itu.


Meski begitu, Sean tetap mencari cara untuk melawan. Ia meraih-raih botol shampo beling yang ada di depannya.


Dalam hitungan detik, ia berhasil memukulkan botol tersebut ke kepala Keanu.


PYAARR


"Aaargh!" spontan, Keanu melepas kedua tangannya dari tubuh Sean dan memegangi kepalanya.


Kesempatan itu digunakan Sean untuk bangkit dan menendang Keanu keluar dari bak. Kemudian, ia kembali meraih benda-benda beling dan melemparkannya ke arah Keanu.


Melihat pria itu terluka dan berdarah-darah, Sean berlari menuju pintu kamar mandi. Tapi sayang, Keanu mengejar dan meraih kaki kirinya.


Sambil berteriak histeris, Sean menendangi muka Keanu dengan kaki yang satunya.


"Lepaskan! Lepaskan aku!!"


"Beri tahu aku, di mana Genie. Maka aku akan membiarkanmu hidup," kata Keanu.


"Aku tidak tahu!"


"Dia ada di dunia ini juga, bukan? Jadi katakan, di mana dia tinggal."


"A aku tidak tahu, sungguh...."


"Benarkah? Maka mari kita lihat. Apa setelah ini kau masih bisa berbohong.."


Keanu berdiri dan menendang kuat kepala Sean hingga wanita itu lemas seketika. Kemudian ia meraih Sean dengan cara menyeret rambutnya.


"Sekarang katakan padaku. Di mana dia berada."


"Aku...."


"Cepat katakan!" Keanu membenturkan kepala Sean ke pinggiran washtafle hingga berdarah.


"Tidak akan..." Sean tetap diam karena tidak mau membahayakan nyawa Genie dan tiga keponakannya.


"Katakan!" Keanu membenturkan kepala Sean ke lantai beberapa kali.


"Walaupun kau membunuhku, aku tidak akan mengatakan apapun kepadamu," ucap Sean tersendat-sendat.


"Sialan!"


Karena tidak sabar, Keanu menyeret Sean kembali ke dalam bak mandi. Ia mencelupkan kepala wanita itu ke dalam air sampai kehabisan nafas.


BLUKUTUK


BLUKUTUK


Begitu Keanu melihat korbannya tidak bernafas lagi, maka ia duduk dengan perasaan kesal.


"Dasar wanita sialan. Sampai akhir hidupmu pun kau tidak mau memberitahuku di mana Genie tinggal."


Beberapa menit kemudian, ia memasukkan semua tubuh Sean ke dalam bak mandi. Kemudian menuangkan semua kosmetik yang ada di sana ke dalam air bak.


"Nikmati mandi saunamu," sambil memegangi dagu Sean, ia berucap santai.


Keanu mengubah setelan air dalam bak menjadi lebih panas hingga gelembung-gelembung sabun meluap-luap ke tepian.


Ia juga menyiram semua bekas darah yang ada di washtafle dan lantai dengan keran untuk membuang bukti pembunuhan.


Setelah semua selesai, ia pun mengenakan kembali pakaiannya dan berjalan menuju kamar. Dicarinya ponsel Sean yang ia lihat tadi.


Nah! Ponsel itu ada di atas kasur. Dengan cepat ia meraihnya. Sambil memeriksa kontak Genie yang ada di ponsel tersebut, Keanu mengusap wajahnya dengan kasar.


KLIP


"Ini dia."


Keanu mengirim pesan pada nomor dengan nama Genie.


"Genie, bisakah kita bertemu di luar?"


Tak lama kemudian, Genie membalas pesannya tanpa curiga bahwa bukan Sean yang mengiriminya pesan.


"Ada apa Sean? Tidak biasanya kau memintaku bertemu di luar."


"Ada sesuatu yang ingin ku berikan padamu. Dan ini rahasia," balas Keanu lagi.


Setelah menentukan tempat janji temu, Keanu meraih berkas yang dibawa Sean tadi. Tidak lupa ia juga memeriksanya. Rupanya Sean ingin memberitahu Genie bahwa dirinya juga ada di dunia baru itu.


"Rupanya begitu? Hmm, sayang sekali kalau begitu."


Dibawanya berkas itu ke dapur. Kemudian dinyalakannya kompor untuk membakar berkas tersebut.


Keanu menyeringai puas melihat laporan khusus tentang dirinya lenyap dilahap api. Tanpa beban, ia meninggalkan rumah Sean dengan kompor yang menyala begitu saja hingga menyebabkan ledakan dan api yang menyambar-nyambar.


BERSAMBUNG.....