THE PSYCHOPATH'S SECRET

THE PSYCHOPATH'S SECRET
JARI, KUPING DAN BOLA MATA MANUSIA



BAB 22


Dengan sepatu booth coklat lusuhnya, Keanu berjalan mondar mandir di dalam gudang restoran tempatnya bekerja. Ia sebegitu inginnya membunuh dan menguliti seseorang. Tapi kulit kepala wanita mana lagi yang akan menjadi koleksinya?


Wah wah wah.


Sekali gila, orang akan berlagak gila seterusnya. Sekali merasakan sensasi dan hal ganjil yang ia lakukan, maka hari-hari berikutnya, orang gila tersebut mampu menikmati dan merasa ketagihan.


"Kau sedang apa di sini?" tanya Choa teman kerjanya.


"Eh?"


"Kau dipanggil bos."


"Aku? Ada apa?"


"Entahlah," jawab Choa.


Keanu bergegas menemui bosnya yang tidak lain adalah salah satu anak buah Jordan yang ikut andil dalam kematian kedua orang tuanya dulu.


TOK TOK TOK!


Keanu mengetuk pintu dan mengatakan bahwa dirinya datang.


"Masuklah!"


"Apa bos memanggilku?" tanyanya begitu masuk dan melihat bosnya sedang duduk di sofa sambil membaca koran.


"Ya. Duduklah."


Keanu pun duduk di sofa yang terletak di hadapan bosnya.


"Kalau ku pikir-pikir, kaulah yang lebih cocok untuk kuberi tugas."


"Tugas?"


Pemilik restoran mendehem.


"Jadi begini. Lusa, aku harus pergi ke ibu kota, tempat putriku tinggal. Di sana, aku akan menjalani pengobatan untuk penyakitku. Mungkin butuh satu atau tiga bulan lamanya."


Pemilik restoran duduk menopangkan sikunya di atas kedua paha. Sedangkan Keanu belum mengerti ke mana arah pembicaraan mereka.


"Selama aku pergi berobat, kau akan kuberi tugas untuk mengelola restoran. Apa kau bersedia melakukannya?"


"Mengelola restoran? Tapi bukankah kau memiliki Rudolf sebagai asisten langsungmu?"


"Benar juga. Tapi dalam beberapa kasus, dia sedikit mengecewakanku. Jadi aku berpikir bahwa kau lebih baik darinya."


Keanu diam.


"Apa kau keberatan?"


"Tidak bos. Kalau begitu, aku akan mengambil tugasku dan berusaha sekuat tenaga untuk membuatmu bangga."


"Benar, kan?"


"Tantu saja. Aku akan memimpin dan mengelola restoran dengan baik!"


"Tapi,,,"


"Eh??"


"Sayangnya, pagi ini aku mendengar berita bahwa suplier daging langganan kita telah gulung tikar. Aku berharap kau bisa sesegera mungkin menemukan suplier daging yang baru."


"Suplier daging?"


Pikiran Keanu langsung tertuju pada daging cincang yang ada dalam drum di ruang rahasianya.


"Kau bisa mencarinya di pasar atau peternak yang ada di dekat sini."


"Masalah itu, jangan khawatir, bos. Aku pasti dapat mengatasinya dengan mudah. Akan kutemukan suplier terbaik demi restoran kita!" seru Keanu amat meyakinkan.


"Baiklah. Aku akan mempercayakan restoranku kepadamu mulai lusa nanti. Jadi tolong bekerjalah dengan baik."


Mereka berdua bersalaman menyepakati kerja sama itu.


••••••


Satu bulan sudah, Keanu memimpin restoran milik bosnya. Ia juga menyediakan daging cincang setiap dua hari sekali seperti yang bosnya inginkan.


Namun siapa yang tahu?


Daging yang Keanu katakan pada karyawan lain ia ambil dari seorang pedagang, nyatanya ia ambil dari daging manusia.


Esok hari, setiap ada jadwal mengambil daging dari suplier, malamnya akan ada orang hilang dan diam-diam dicincang oleh Keanu.


WUUUZZZ....


Pagi itu, restoran yang sekarang diambil alih olehnya sedang ramai. Menurut pengunjung, rasa daging yang segar dan saus istimewa buatan Keanu sangat unik. Rasanya benar-benar mampu membuat ketagihan setiap orang yang mencicipi.


Keanu tak ambil pusing dengan kesehatan mereka yang setiap hari mengkonsumsi masakan daging manusia dari restorannya.


Bahkan, ekspresi nikmat setiap suapan dari pelanggan, membuat Ken menyeringai jahat. Ia merasa bahwa idenya dalam memanfaatkan daging dari para korban pembunuhannya benar-benar cemerlang.


Suatu malam, saat Keanu tengah berbenah selesai restoran tutup, ia menurunkan kotak suplai daging yang sore tadi ia ambil dari rumah.


Di dalamnya, ada tiga kantong plastik daging yang ia simpan untuk dua hari ke depan. Dalam kesunyian itu, ia menuang satu plastik penuh daging cincang buatannya ke dalam wadah kotak penyimpanan di restoran, tiba-tiba saja ia merasa ingin buang air kecil.


Maka, ia meninggalkan pekerjaannya itu sebentar. Selang beberapa detik, temannya yang bernama Choa datang untuk mengambil tasnya yang ketinggalan di ruang istirahat.


Ketika melewati dapur, Choa kebetulan menoleh. Ia mencium bau anyir yang menusuk hidung. Dan karena Keanu sedang tidak ada di tempat, teman kerjanya itu mendekati plastik hitam berisi daging yang mencurigakan.


Baru saja ia mengangkat sedikit plastiknya, sesuatu yang panjang keluar menggelinding di antara daging cincang tersebut. Awalnya, mata anak itu mengira bahwa yang ia lihat semacam tulang rawan sapi.


Maka dipungutnya benda yang ia kira tulang rawan sapi itu dengan tangannya. Namun ketika diamati lebih dekat, yang ia kira tulang itu adalah potongan jari tengah!


GLEK!


"I ini, jari manusia??" Choa mengais-ngais tumpukan daging yang ada di kotak simpanan. Lagi-lagi ia menemukan sesuatu yang membuatnya jantungan.


Ada dua buah kuping dan bola mata manusia. Melihat semua kejanggalan itu, Choa pun kaget setengah mati. Tubuhnya gemetaran dan berkeringat, matanya pun mendelik ketakutan.


Ia semakin takut ketika merasakan seseorang tengah mengawasinya dari dekat. Choa menoleh perlahan dan gemetaran.


JRENGG!


Rupanya, Keanu sudah berdiri di belakangnya seraya menatapnya dengan tatapan yang tajam dan menakutkan.


"Astaga! Kau mengagetkanku!" Choa memegangi jantungnya karena kaget.


"Sedang apa kau di sini? Bukankah restoran sudah tutup?"


"I itu,, ada jari dan bola mata manusia. Kemarilah cepat, lihat ini," ucapnya tergagap-gagap mencoba melaporkan penemuannya.


"Jadi, kau melihatnya?"


"Apa??"


Pada mulanya, Choa tidak mengerti apa maksud Keanu. Namun sedetik kemudian, ia menyadari bahwa Keanu sudah mengetahui ada jari dan bola mata manusia di dalam daging cincang itu. Atau jangan-jangan Keanu sendiri yang meletakkan itu di sana?


Bagaimana caranya?


Dan mengejutkannya, daging itu dimasak menjadi tumisan ataupun steak. Kemudian, dimakan kembali oleh sesama manusia!


Hiiy! Membayangkannya saja sudah ngeri.


DEG!


DEG!


DEG!


Choa gugup tiada tara. Ia mengerti sekarang. Soal berita hilangnya beberapa warga di sekitar desa, rupanya Keanu lah pelakunya!


Sungguh? Pikir Choa.


Keanu menatap gadis di depannya dan maju selangkah. Karena Choa takut, ia pun mundur. Tetapi ia terpojok sebab meja dapur ada di belakangnya.


Sambil menghadap ke Keanu, tangannya meraih-raih sesuatu di belakangnya. Barangkali ia temukan alat untuk melindungi diri.


Yeah! Ia berhasil menyentuh sebuah pisau! Maka dengan sangat hati-hati ia menggenggam pisau tersebut dan bersiap untuk melawan jika Keanu menyerangnya.


Dalam hitungan detik saja, tangan kanan Keanu sudah mencekik leher Choa. Sedang tangan kirinya mencekal tangan Choa yang menggenggam pisau.


"Apa yang akan kau lakukan? Menusukku dengan pisau itu?" Keanu mendekatkan wajahnya dengan ekspresi menakutkan.


"Aaah,, Sakit. Lepaskan aku!" Choa merintih.


Keanu tersenyum miring. Lalu ia menekan kuat tangan Choa yang memegang pisau hingga pisau tersebut jatuh ke lantai.


"Aa' aaah!!!"


Choa kesakitan ketika pergelangan tangannya di tekan terbalik. Ia juga berusaha bernafas saat tangan Keanu menekan lehernya kuat-kuat.


"Le lepaskan aku,,"


Keanu tidak mau tahu. Ia mencondongkan tubuhnya begitu dekat dengan tubuh Choa. Bahkan ia menekankan bagian bawah tubuhnya ke bagian lipatan paha Choa.


Choa mendelik. Ia benar-benar takut. Namun apa yang harus ia lakukan? Keanu teman kerjanya itu dengan sengaja melecehkan dirinya!


Dengan keberanian yang besar, Choa menendang pangkal paha Keanu dengan kencang hingga Keanu mengerang kesakitan dan membungkukkan badan.


Kesempatan itu tentu saja digunakan oleh Choa untuk melarikan diri. Ia berlari menuju pintu dapur agar dapat lolos dari tangan pembunuh itu.


Namun sayang, baru saja ia melangkah keluar, Keanu berhasil menjambak rambutnya. Choa menjerit-jerit ketakutan.


Karena tidak ingin ada orang lain yang melihat dan mendengar keributan antara mereka, Keanu meraih serbet tangan dan menyumpalkannya ke dalam mulut Choa. Tangan gadis itu pun ia ikat dengan tali agar tidak dapat berkutik.


Untuk berjaga-jaga, Keanu juga mengunci pintu depan dan mengganjalnya dengan meja.


Kemudian ia kembali pada Choa yang tengah mencoba melepaskan ikatan tangannya.


"Apa kau berusaha melarikan diri?"


"Hhmmm hmm hmm!!!"


Keanu meraih pisau yang tergeletak di lantai dengan pelan. Kemudian ia mendekati Choa yang semakin ketakutan karena Keanu menggenggam pisau dan berjalan menuju ke arahnya.


Begitu Keanu dekat dan berjongkok di samping Choa, gadis itu meronta-ronta sambil menggelengkan kepalanya.


"Oh.. Mau minta tolong, ya? Memohon untuk tidak dibunuh? Sayang sekali. Aku tak bisa memenuhi permintaanmu," Keanu meledek dengan suara gilanya.


"Hmm hmm hmm..."


Keanu berlagak tidak mendengar ucapan Choa dengan mendekatkan telinganya, "Kau bicara apa?"


Keanu tertawa beberapa saat. Kemudian setelah puas menertawakan gadis di depannya, Keanu melepas kain serbet yang menyumpal mulutnya pula.


Perlahan, ia mengusap pipi Choa dengan lembut. Didekatinya wajah cantik tomboi itu perlahan-lahan. Nafasnya yang memburu menyapu lembut bulu halus pada wajah Choa yang putih pucat.


Choa yang merasa kecewa mengetahui pemuda yang ditaksirnya itu ternyata seorang psikopat keji pun hanya bisa meratapi perasaannya.


Jika sebelumnya ia sangat ingin berkencan dan berciuman dengan Keanu, kini ia benar-benar takut dan merinding ketika Keanu mendekati bibirnya.


Secara spontanitas, Choa membenturkan dahinya begitu saja pada kepala pemuda yang ada di dlhadapannya itu dengan keras.


Duk!


Keanu mengerang lalu mengusap hidungnya yang berdarah. Pukulan dahi yang baru saja ia terima membuatnya mimisan.


"Apa kau baru saja menolakku?!" tanya Keanu seraya mencengkeram rahang Choa.


Keanu mulai kehabisan kesabaran. Kali ini ia memaksa Choa untuk berciuman. Namun gadis itu terus menghindar dan bahkan meludahi wajahnya.


PUIH!


"Lebih baik kau bunuh saja aku! Sampai kapanpun aku tidak akan menyerahkan harga diriku padamu," umpat Choa.


Keanu diam menatap Choa. Perlahan diusapnya ludah yang membasahi wajahnya itu dengan tangan kirinya.


Hening.


Lalu tiba-tiba saja, ia kembali terbahak-bahak menertawakan sikap angkuh gadis itu. Gadis yang terlalu sombong karena menolak dirinya dan memilih untuk mati.


Keanu berhenti tertawa dan langsung membenamkan pisau yang ada di genggamannya ke paha Choa. Tentu saja Choa mengerang kesakitan sampai menangis.


Melihat gadis di depannya menangis kesakitan, Keanu bukannya merasa iba. Ia justru menarik keluar pisau itu dari paha Choa tanpa perasaan. Lalu menancapkannya kembali dengan kasar.


"Bagaimana? Apa kau benar-benar ingin mati?"


Choa gemetaran mendengar pertanyaan itu Benarkah ia siap untuk pergi dari dunia ini?


Belum sempat menjawab pertanyaannya, Keanu menarik keluar pisau itu sekali lagi. Kemudian ia juga menjilat darah Choa yang ada di pisau tersebut dengan terang-terangan dan tanpa ragu.


Ya Tuhan! Benar-benar sakit jiwa!


"Sudah diam! Jangan menangis lagi! Aku akan menyelesaikan pekerjaanku sebentar," Keanu berdiri.


Pada saat Keanu menuang daging cincang kembali, Choa berusaha melepaskan diri sambil menangis karena putus asa.


Keanu merasa suara Choa terlalu berisik. Maka dengan emosinya, ia melempar pisau ke arah kepala Choa.


CRAKK!


Ya Tuhan!


Ya Tuhan!


Apa yang terjadi??


Ouh!


Untungnya, pisau itu menancap ke lemari kayu di belakang Choa. Gadis itu pun begitu terkejut dan syok dengan apa yang baru saja melayang di dekat kepalanya. Akhirnya, tanpa disuruh lagi, Choa pun diam seribu bahasa.


Melihat gadis itu menurut, Keanu pun melanjutkan pekerjaan menggiling daging yang ia bawa. Daging manusia itu tidak lagi terlihat menakutkan.


Sebab, jari, kuping ataupun bola mata yang ada di sana telah hancur lebur bersatu menjadi adonan daging giling yang lembek.


OMG!!


Bersambung.....