THE PSYCHOPATH'S SECRET

THE PSYCHOPATH'S SECRET
UMPAN



BAB 35


Digantinya pakaian basah yang melekat di tubuhnya dengan pakaian kering berlengan panjang yang tergeletak di lantai. Karena semua pakaiannya berwarna hitam, Keanu tidak perlu memilih warna.


SRET


Ia berjalan keluar sembari mengenakan jaket bertudung dan topi baret hitamnya. Kakinya melangkah dengan pasti menuju rumah Genie.


30 menit kemudian


Hening.


Rupanya, Keanu sudah sampai di seberang pekarangan rumah Genie. Diamatinya rumah itu dari semak belukar di kejauhan sana. Karena saat itu menjelang malam, keadaan sedikit gelap karena matahari sudah mulai terbenam.


"Tidak ada polisi? Mencurigakan.." gumamnya memeriksa situasi.


TRAK TAK TAK


Keanu melempar sebuah batu untuk melihat adakah reaksi yang muncul. Namun, suasana tetap hening. Mungkinkah rumah itu sudah ditinggalkan? Ataukah, tidak ada penjagaan satupun?


"Puih! Polisi-polisi tol*l. Mereka meninggalkan rumah korban tanpa penjagaan begitu saja?"


Selesai mengumpat, Keanu keluar dari persembunyiannya dan melangkah menuju sisi samping rumah.


Ia terus saja menoleh ke kanan dan kiri untuk berjaga-jaga. Keheningan itu, sebenarnya cukup mencurigakan untuknya. Namun ia mencoba percaya pada diri sendiri bahwa keberuntungan akan berdiri di pihaknya.


Tanpa ia sadari, beberapa tim pemburu dengan penembak jitu sedang mengepung dan bersembunyi di tiap-tiap tempat. Sudah beberapa hari ini, mereka mengamati dan menunggu Keanu datang ke rumah itu.


Dan seperti pemancing melihat mangsanya, mereka pun bersemangat saat Keanu benar-benar datang ke dalam perangkap. Tangan-tangan mereka sibuk memberi kode dengan senjata api yang siap ditarik kapan saja saat kapten mereka memerintah.


GRATAK


Keanu masuk ke rumah Genie lewat jendela kamar wanita itu. Di dalam, lampu kamar gelap karena dimatikan. Secara perlahan, ia mengendap-endap mendekati Genie yang sedang tidur.


Ia tidak tahu, bahwa wanita yang sedang tidur itu bukan Genie, melainkan Sean. Genie dan anak-anak berada di tempat aman sekarang. Mereka, tim khusus dari satuan polisi sengaja melakukan itu untuk menangkap Keanu.


Selama enam belas hari lamanya. Mereka memasang umpan. Tetapi baru malam ini, mangsa mereka itu datang.


Tanpa menunggu Genie bangun, Keanu mengendus leher wanita itu.


"Lama tidak bertemu, sepertinya tubuhku benar-benar menginginkanmu," sambil mendaratkan ciumannya, Keanu meremas payud*ra wanita yang kini mulai membuka mata. Namun begitu, ia masih belum menyadari situasi.


"Yang benar saja, apa kau ditinggalkan mereka begitu saja tanpa penjagaan? Kalau begitu, mudah untukku melenyapkanmu," ucap Keanu mengusap area bawah si wanita.


Dan ketika ia mulai melepas kancing baju wanita yang ia kira Genie itu, lampu di kamar tersebut menyala tiba-tiba.


PLOP


"Sayang sekali, apa kau tidak bisa membedakan ukuran dadaku dan milik pacarmu?" ucapan Sean yang bebarengan dengan nyala lampu itu mengejutkan Keanu.


"K kau?"


Keanu menoleh ke sekelilingnya. Ia dikepung prajurit bersenjata.


"Sialan! Aku masuk perangkap," umpat Keanu.


Tanpa menunggu detik berikutnya, Keanu bangkit dan bergerak hendak pergi melarikan diri. Namun Sean memeganginya erat. Bahkan wanita itu membantingnya ke lantai dan menindih tubuhnya.


Sean juga memberi aba-aba agar menunda tembakan. Ia mengatakan bahwa dirinya akan menjatuhkan Keanu dengan tangannya sendiri.


"Ke mana saja kau enam belas hari ini, hmm? Jika melarikan diri, harusnya kau tidak perlu muncul kembali di hadapan kami," ucap Sean seraya mencekik leher Keanu kuat-kuat.


"Akkgghh! Sialan aku..."


SRAT


Keanu meraih leher Sean dan membalikkannya ke posisi bawah. Ia juga menarik dan memaksanya untuk berdiri. Ia menjadikan Sean sebagai perisai agar polisi tidak berani menembakkan peluru padanya.


Tidak sampai di situ, Sean berpikir untuk menjatuhkan lawannya kembali. Ia pun menyikut perut kiri Keanu yang kebetulan sempat terkena tembakan Genie. Tentu serangan tak terduga itu membuat Keanu lengah beberapa saat.


Kesempatan itu digunakan Sean untuk memukuli pria yang beberapa waktu lalu telah memerkosanya.


"Rasakan ini! Pria psyco semacam dirimu seharusnya dibantai sejak lama! Dan burungmu ini, aku akan meremukkannya dan menjadikannya sebagai pakan babi!" teriak Sean sambil menendangnya kuat dengan lutut.


"Aargggh!"


Keanu membungkuk memegangi anunya yang berasa sudah patah, sedangkan pandangannya tetap pada Sean. Sambil ngos-ngosan, ia melakukan ancang-ancang.


"A apa ini?" Sean menelan ludah.


"Aku harus pergi, jadi tetaplah diam dan ikuti saja ucapanku. Sebelum itu, perintahkan pasukanmu untuk tidak menembak, cepat!" hardik Keanu.


"Se semuanya tenang. Biarkan dia lewat," Sean menuruti perintah Keanu.


"Tapi kapten!"


Sean mengangguk. Ia terus diseret menuju halaman luar dengan pisau yang masih menekan lehernya.


"Aku akan membunuh wanita ini jika ada salah satu dari kalian yang menembak! Jadi biarkan aku pergi dari sini!" seru Keanu di tengah-tengah halaman.


Sekarang, walau ia tidak melihat mereka satu per satu, ia mampu merasakan ada banyak pasukan yang bersembunyi dan siap menembaknya. Ia melangkah menuju pintu luar halaman rumah Genie dengan cemas. Jika saja ada yang menembak dirinya, ia benar-benar akan menyayat leher Sean.


Pada detik terakhir ia hendak melepaskan Sean, sebuah tembakan menerpa lengan kanannya. Lengan yang ia gunakan untuk memegangi pisau itu pun berdarah-darah.


Mendapat serangan seperti itu, Keanu pun menyayat lengan kanan Sean hingga berdarah pula.


SRET


"Aakhh... Kau melukaiku!" pekik Sean.


"Diam!"


Keanu menekankan kembali pisau bedahnya ke leher Sean sambil berteriak kencang,


"Beraninya kalian! Sudah ku peringatkan, jika ada satu dari kalian menembak, maka aku tidak segan-segan melukai wanita ini!"


Tetapi baru saja ia mengatakan itu, sebuah tembakan kembali mengenainya dan melukai punggungnya.


Ternyata, seseorang muncul di belakangnya dengan membawa senapan laras panjang. Dialah kapten satu. Seorang senior dari Sean.


Tubuh Keanu terdorong sedikit ke depan saat peluru itu menembus dagingnya. Saat itu juga, ia mengalami batuk berdarah dan jatuh bertekuk lutut di atas tanah. Tangannya terkulai lemas sehingga Sean terbebas.


BUG


Tiba-tiba, kapten senior itu menendang keras punggung Keanu hingga jatuh tertelungkup. Usut punya usut, ia amat geram dengan perbuatan Keanu yang dengan keji menghilangkan nyawa para penduduk.


Tanpa ampun, ia juga menekan kepala Keanu dengan kaki. Kemudian menodongkan ujung senapannya itu ke pelipis Keanu.


"Asal kau tahu. Kematianmu tidak bisa membayar semua nyawa yang berharga dari semua korbanmu. Akan lebih baik jika kau mengalami kematian mengenaskan di sepanjang hidupmu meski kau sudah bereinkarnasi selama sepuluh ribu tahun."


GLEK


"Kenapa kalian melakukan ini padaku? Apa sebenarnya salahku? Aku hanya membalas perbuatan jahat mereka kepada keluargaku. Ayah, ibu dan adikku, semuanya mati mengenaskan di tangan keluarga ini. Dan semua warga desa, mereka hanya diam tak berbuat apapun ketika hukum yang tidak adil terjadi pada keluargaku!" protes Keanu atas ketidakadilan yang ia dapat dengan nafas tersengal dan uraian air mata.


Kapten satu itu menginjak kuat luka tembak pada punggung Keanu. Darah yang mengalir pun semakin deras.


"Aaaaaarrrggghh!!" teriak Keanu.


"Dasar picik! Lalu setelah kau membunuh mereka, apa itu juga adil untuk keluarganya, ha?!"


Keanu terkekeh mendengar ucapan kapten satu itu. Ia tentu saja tidak bisa memikirkan soal keluarga korbannya. Sebab ia sendiri adalah keluarga dari korban yang merasa disakiti. Selain kehilangan keluarga, ia juga kehilangan harga diri.


Di manapun ia berada, semua orang menatapnya sinis dan menganggapnya gila. Bahkan tidak seorangpun menerima kehadirannya. Mereka semua menganggapnya menjijikkan dan dengan kasar mengusirnya pergi.


Tidak satupun warga yang ramah dan berbaik hati padanya. Entahlah, dirinya berubah menjadi jahat karena perlakuan warga desa yang terus mengintimidasi dirinya. Atau karena dirinya memang jahat sehingga warga desa jadi membencinya.


"Jadi maksudmu, perasaanku yang terluka tidak berharga sedikitpun? Sudahkah kau bertanya pada mereka, apa yang selama ini mereka lakukan padaku?"


"Aku tidak peduli! Selama ini yang ku tahu, kaulah penjahatnya!" bentak kapten satu sambil menembak punggung Keanu sebanyak tiga kali.


DOR


DORR


DORRR


.


.


BERSAMBUNG.....