THE PSYCHOPATH'S SECRET

THE PSYCHOPATH'S SECRET
SERIGALA DAN TIGA ANAK AYAM



BAB 20


Keanu menoleh pada Daisy dan Lorena dengan mata gelap seorang iblis. Senyuman menyeringai juga menghiasi wajahnya yang mengerikan.


"Apa yang kalian lihat?" tanyanya pelan.


Mendapat pertanyaan seperti itu, kedua wanita tawanan yang ada di dalam ruang rahasia itu pun segera menggeleng dan menundukkan kepala. Mereka tidak berani menatap langsung mata tajam Keanu.


Dengan tubuh yang gemetaran, Daisy dan Lorena sesekali melirik kegiatan Keanu yang tengah memotong tubuh wanita berambut pirang itu. Seakan-akan memotong daging sapi ataupun ayam, Keanu melakukannya dengan mudah dan tanpa ragu.


Bahkan sekarang, ia menguliti kepala wanita itu dan menyimpan kulit kepala serta rambutnya yang panjang.


Selesai menguliti bagian kepala, Keanu mulai mengenakan sarung tangan karetnya yang tebal. Kemudian ia mencuci bagian-bagian tubuh wanita itu ke dalam drum yang berisi cairan kimia racikan yang selama ini ia gunakan untuk menghilangkan sidik jari.


Zat kimia itu sendiri, ia dapat dari apotik ataupun pabrik kimia yang ia lihat ketika membuntuti Gun ke kota kala itu.


BRUK


BRUK


BRUK


Keanu melemparkan satu persatu bagian tubuh itu ke dalam plastik hitam. Untuk bagian kepala dan bagian bawah tubuh sang wanita pelacur, Keanu dengan khusus merogohkan tangan ke dalamnya untuk membersihkan sisa-sisa cairan yang tertinggal.


"Lihat. Nasib kalian tergantung pada jalan mana yang kalian pilih. Jika kalian patuh dan bersikap manis kepadaku, aku akan mengijinkan kalian untuk tetap hidup," Keanu bicara tanpa menengok ke belakang.


Lorena dan Daisy seperti tercekik menyaksikan pembantaian manusia yang terjadi di depan mata mereka secara jelas. Bahkan, mereka melihat Keanu meletakkan selongsong rambut wanita itu di sebuah patung kepala sebagai hiasan di ruang rahasia tersebut.


Setelah selesai dengan potongan mayat itu, Keanu pergi keluar membawa kantung plastik hitam tersebut dan hendak membuangnya ke laut.


••••••


Lepas membuang kantung mayat, Keanu berjalan pulang melewati rumah Genie. Di depan gerbang itu, tiga anak Gun sedang bersiap ke sekolah mereka dan diantar oleh Genie sendiri.


Keanu berlagak menyapa mereka dengan ramah.


"Hay Genie,,,,"


"Oh? Hay Keanu. Kau di sini?"


"Ya. Aku baru dari pasar mencari sarapan," jawab Keanu asal.


"Lalu, mana sarapanmu?" Genie bertanya karena Keanu tidak membawa apa-apa.


"Oohh, itu,, aku makan di tempat."


"Begitu rupanya."


"Kau mengantar mereka sekolah?" Keanu mengalihkan pandangannya kepada anak-anak.


Anak-anak yang melihat Keanu merasa sedikit takut. Mereka melihat lingkar hitam di kedua mata pemuda yang tengah bicara dengan bibi mereka. Dan bagi mereka, itu menakutkan.


"Ah, ya. Sekarang, aku yang mengurus mereka. Jadi, beginilah kegiatanku setiap pagi meski aku sendiri harus pergi ke kampus untuk ujian," Genie tidak menyadari bahwa Keanu memperhatikan ketiga anak tersebut dengan maksud lain.


"Apa aku bisa membantumu?"


"Membantu?"


"Bagaimana jika mulai sekarang aku yang mengantar mereka ke sekolah, kau bisa mengurus dirimu sendiri dan tidak diburu waktu mengenai kuliahmu," Keanu menawarkan diri.


"Apa kau tidak keberatan?"


"Tentu saja tidak."


Merasa Keanu menawarkan keuntungan kepadanya, Genie berpikir sejenak dan akhirnya menerima tawaran Keanu. Ia mengatakan pada anak-anak bahwa pemuda itu adalah kekasihnya. Dan mulai sekarang, kekasihnya itu yang akan membantu mengantarkan mereka sekolah.


"Anak-anak, mulai sekarang paman ini akan mengantar kalian sekolah. Kalian bisa memanggilnya paman Keanu."


"Tapi, bibi. Apa kau akan ikut bersama mobil kami," jawab Tracy.


"Hmmm. Sepertinya bibi akan naik mobil lain," jawab Genie tidak sadar bahwa serigala bertanduk iblis sedang mengincar tiga anak ayam.


"Baiklah..." Tracy murung.


"Sudahlah, ayo kita berangkat sekolah. Kalian tidak mau ketinggalan pelajaran Mr. Hans, kan?" Teresha membujuk adiknya.


Tracy dan Trissa mengangguk bersamaan. Maka, mereka pun segera masuk ke dalam mobil dan duduk di jok belakang bersama-sama.


"Titip anak-anak, ya. Mohon antar mereka dengan selamat," Genie melongok ke jendela mobil anak-anak dan berbicara pada Keanu.


"Hmm. Tenang saja, nyonya. Aku akan mengantar mereka agar selamat sampai tujuan."


Genie melambaikan tangan ketika mobil yang dibawa Keanu sudah beranjak dari halaman rumah. Ia sendiri bergegas ke kampus untuk mengikuti ujian.


Hari pertama ia mulai menjadi supir bagi anak-anak Gun, Keanu mencoba bersikap manis di hadapan anak-anak. Selama perjalanan, ia berusaha mengajak bicara anak-anak tersebut.


"Apa aku boleh tahu nama kalian?" tanyanya.


Setelah diam dan berpikir beberapa saat, Teresha memberikan jawaban.


"Aku Teresha. Mereka adikku, Trissa dan Tracy," jawab Teresha sambil memperkenalkan adik-adiknya.


"Aah,, nama yang cantik. Apa kalian kembar?" tanya Keanu lagi.


"Ya, kami kembar. Tapi tidak identik."


"Ooh, pantas saja. Ngomong-ngomong, kelas berapa kalian sekarang?"


"Maaf paman, tapi kami tidak berpikir bahwa kau bisa bersikap santai kepada kami."


"Apa kau tidak nyaman? Ah, kalau begitu aku minta maaf jika membuat kalian tidak nyaman," jawabnya sambil tetap mengemudi.


Teresha, Tracy dan Trissa diam dan fokus pada bukunya hingga Keanu membawa mereka sampai di sekolah.


"Jam berapa aku harus menjemput kalian?" tanya Keanu ramah.


"Jam 2. Kau harus sudah sampai di sini sebelum kami keluar."


"Oke. Baiklah. Belajar yang rajin, anak-anak!" suara Keanu yang berlagak menyemangati mereka.


Begitu ketiganya masuk ke sekolah, Keanu pergi meninggalkan lokasi dan menyambangi toko mainan anak. Ia sengaja pergi ke sana untuk mencari sebuah boneka pemancing.


Ya. Dia akan memancing pemilik boneka yang menjadi saksi mata kasusnya. Di antara tiga anak gadis Gun, siapakah itu?


Keanu memilih-milih boneka yang agak mirip dengan Tedy bear yang sempat ia lihat sebelumnya. Warna coklat. Begitu mendapatkannya, Keanu segera menyimpannya ke bagasi mobil.


Ketika hendak pulang, Keanu melewati seorang wanita muda yang tengah menunggu taksi di pinggir jalan. Wanita itu terus saja menatap ke jam tangan miliknya dan menoleh ke sana kemari menandakan bahwa ia sedang terburu-buru.


Dari kejauhan, ia sudah merasa tertarik pada penampilan wanita tersebut. Maka, dihentikannya mobil Genie yang sekarang ia tumpangi itu tepat di depan sang wanita.


"Apa kau butuh tumpangan, nona?"


"Eh?"


"Kelihatannya kau sedang buru-buru?"


"Ah, iya benar."


"Aku bisa mengantarmu jika kau mau," kata Keanu.


"Benarkah? Apa kau tidak keberatan?"


"Tidak sama sekali."


Keanu tersenyum amat ramah kepada wanita yang ia temui itu. Melihat keramahan Keanu, wanita itu termakan juga.


"Kau mau aku antar ke mana?"


"Ah. Bisakah kau antar aku ke hotel De Rosette?"


"Kau mau ke sana?"


"Ya. Suamiku sedang menunggu di sana. Tolong antar aku ke sana, ya," kata wanita itu tanpa curiga.


Dalam perjalanan, Keanu terus melirik belahan dada si wanita. Entah mengapa semakin hari pikiran kotornya semakin menumpuk. Belum lagi aroma parfum yang wanginya sesuai dengan selera Keanu. Tanpa pikir panjang, ia membawa wanita itu melewati jalanan yang sepi dan jarang ditempuh mobil lain.


"Kenapa lewat sini? Bukankah jalan ini berbalikan dengan hotel De Rosette?" tanya wanita itu sadar bahwa jalan yang diambil Keanu salah.


Tanpa menunggu lagi, Keanu menggerakkan tangannya untuk meraba paha si wanita yang terbuka.


"Hey! Apa yang kau lakukan?" tanya wanita itu marah dan menampar Keanu.


PLAKK


"Turunkan aku sekarang," seru sang wanita.


"Maaf, nona. Tapi aku sedang mengemudi."


"Turunkan aku sekarang."


Mendengar wanita itu berteriak kepadanya, Keanu menghentikan mobil ke kiri jalan. Begitu menepi, wanita itu berusaha membuka pintu mobil segera. Namun Keanu mencegahnya


Bahkan ia meraih tubuh wanita itu dengan cepat. Menciumnya dengan paksa dan menggerayangi tubuhnya dengan kasar.


Wanita itu menjerit-jerit. Sekuat hati, dilawannya perbuatan pemuda yang beberapa menit lalu itu menawarkan diri untuk mengantarnya dengan ramah. Namun ia baru menyadari, bahwa ada niat tertentu di dalam otaknya.


Beberapa menit kemudian, Keanu berhasil memperk*sa wanita bersuami itu. Jeritan dari mulut sang wanita terdengar hanya sia-sia. Sebab, tiada kendaraan yang melintas di jalan tersebut. Rupanya, Keanu sudah mengenal baik lokasi yang sepi itu


Selama disetubuhi oleh Keanu, pemuda gila yang dikira baik dan ramah, wanita itu terus saja menangis dan meminta dilepaskan. Ia merasa amat bersalah pada suaminya.


"Lepaskan aku sekarang,,,, Aku harus menemui suamiku," suaranya terdengar pilu.


Keanu yang sibuk melakukan dorongan, tidak memperdulikan ucapan sang wanita. Apalagi beberapa kali, terdengar lenguhan nikmat di sela-sela tangisan dari bibir berwarna merah tersebut. Hingga akhirnya satu jam berlalu, Keanu selesai melakukan perbuatannya, ia meminta wanita itu diam dan duduk kembali dengan rapi.


"Aku melihat kau sangat menikmatinya," ucap Keanu.


"Puih!" wanita itu tiba-tiba saja meludahi Keanu.


Tentu saja Keanu terkejut. Tapi ia bersikap biasa saja sambil mengusap ludah di wajahnya.


"Kau menyukainya, bukan? Aku bisa melihat itu dari matamu," kata Keanu.


Wanita itu membenci keadaan yang menimpanya sekarang. Jika boleh jujur, ia mengutuk perbuatan pemuda yang lancang kepadanya itu. Namun begitu, ia juga menikmati apa yang baru saja terjadi padanya.


Sudah tujuh tahun lamanya, ia tidak disentuh oleh suaminya sendiri meski hidup dalam satu rumah. Dan baru hari ini, ia ditelepon dari kantor untuk datang ke hotel tempatnya dulu menghabiskan bulan madu bersama.


Saat berangkat keluar rumah, ia sudah membayangkan hal manis yang akan ia dapat nantinya. Siapa sangka, di dalam perjalanan menemui sang suami, ada seseorang yang membawanya kabur dan melakukan perk*saan kepadanya.


Meski wanita itu marah, namun ia juga tidak bisa memungkiri bahwa dorongan yang ia rasakan hari ini, tidak pernah ia dapatkan sebelumnya dari suaminya. Kesunyian yang dirasakannya selama bertahun-tahun, membuatnya merasa haus cinta dan kasih sayang.


Jika harus berterus terang, ia merasa jijik pada pemuda yang sedikitpun tidak ia kenal itu. Namun reaksi tubuhnya saat bercinta beberapa waktu lalu, berkata lain lagi.


Jadi, apakah yang akan terjadi pada wanita itu selanjutnya? Apakah ia akan mati di tangan Keanu?


Baca terus ya....


Bersambung........