THE PSYCHOPATH'S SECRET

THE PSYCHOPATH'S SECRET
RASA PENASARAN GENIE



BAB 31


Keanu mencatat di buku hariannya tentang kesibukannya dua hari kemarin. Sambil duduk di meja dekat patung lilin Jin.


Choa dan anak-anak sedang menikmati roti isi yang baru saja Keanu bawakan. Sedangkan Sean tengah berusaha melepaskan tangannya dari borgol.


"Hey Tracy, berikan jepit rambutmu padaku," bisik Sean.


Choa menoleh dan menggelengkan kepala, "Jangan! Dia sedang ada di sini, apa yang akan kau lakukan?"


"Aku harus melepaskan diri dari borgol ini. Bantu aku. Aku akan menolong kalian.'


Tiba-tiba saja Keanu sudah berdiri di dekat mereka, "Apa kau butuh bantuan?"


Choa dan anak-anak menoleh ketakutan. Mereka mendekap kaki-kaki mereka di depan dada. Sedangkan Sean menggeleng sambil menelan ludahnya.


Karena tidak ada yang menjawab, Keanu mendekati Sean. Ia merunduk pelan dan merangkak di atas wanita polisi itu.


"Bagaimana pengalaman malam pertamamu di sini? Terasa menyenangkan, bukan? Tidur di lantai yang dingin tanpa alas dengan kedua tangan terikat ke atas..?"


"Cuih!" Sean meludahi wajah Keanu.


Keanu mengusap ludah Sean yang ada di pipinya perlahan. Kemudian ia mengusapkannya kembali ke baju Sean sambil meremas pay*daranya.


"Apa yang kau lakukan!" pekik Sean terkejut.


Syarat untuk menginap di sini adalah bersedia melayaniku kapanpun aku mau.


"Apa? Dasar gila! Jangan sembarangan menyentuhku!" bentak Sean sambil membenturkan dahinya ke dahi Keanu.


Karena merasa nyeri, Keanu mengusap-usap dahinya yang menjadi merah. Lalu, ia terkekeh dan menertawakan perbuatan Sean.


"Kau lucu sekali..."


Sean memelototi Keanu dengan nafasnya yang terengah, "Apa maksudmu!'


"Kau tampak berbeda dari saat pertama datang. Apa sekarang kau merasa takut?"


"Aku tidak pernah takut padamu!"


"Benarkah?"


Tangan kiri Keanu mengangkat pakaian Sean hingga terlihat perutnya. Sedangkan tangan kanannya menarik turun celana Sean hingga bawah pusar. Kemudian seperti seekor kadal beracun, ia menjulurkan lidahnya yang panjang dan menjilati perut Sean dengan sensual.


"Aah. Singkirkan lidahmu..." ucap Sean seraya menggeliat seperti cacing kepanasan.


Oh tidak! Saat itu juga Sean merasa tubuhnya panas dingin. Baru pertama kali ini ia merasakan sensasi luar biasa dari sentuhan pria. Selama sepuluh tahun bekerja sebagai polisi wanita, ia tidak pernah membuka hati pada pria manapun.


Prioritas utamanya adalah kemampuan bela diri di setiap tugasnya. Ia tidak memikirkan sedikitpun tentang kehidupan percintaannya.


Ketika Keanu mulai menutup bibir Sean dengan bibirnya, wanita itu bereaksi di luar dari perkiraan.


"Apa kau seperti ini di belakang Genie? Membawa wanita yang kau culik ke ruang rahasia dan memerkosa mereka? Sejak kapan kau melakukan semua ini, ha?!" tanya Sean di sela-sela sesapan Keanu.


Keanu berhenti sebentar dan menatap ke dalam mata Sean.


"Apa pedulimu?"


"Tentu saja aku peduli, karena saat ini aku sedang menjadi korbanmu. Tapi jangan berpikir kalau aku akan menyerah! Apapun itu, aku akan menghentikanmu!"


"Baiklah. Hentikan aku kalau bisa. Aku jadi penasaran, bagaimana kau akan menghentikanku."


Sean menatap Keanu dengan kesal. Kenapa ada manusia gila semacam itu, "Cih! Dasar gila!"


"Ya. Aku memang gila. Karena itulah aku membunuh wanita itu dan menjadikannya boneka cantik," sahut Keanu seraya menoleh pada boneka lilin Jin.


"Apa???" Sean menoleh dan memperhatikan boneka lilin Jin juga.


Matanya terbelalak saat melihat boneka dengan posisi duduk di sebuah kursi. Lalu ada juga deretan patung kepala dengan rambut-rambut panjang.


"A apa semua itu hasil pembunuhan yang kau lakukan?? Benarkah selama ini kau juga yang membunuh warga desa?"


"Menurutmu bagaimana?"


GLEK


"Keluarga wali kota, pak tua nelayan, sepasang suami istri tua yang terbunuh di pinggir pantai, tetangga dekatmu, sepasang kekasih yang wanitanya sedang hamil, seorang pria nelayan yang sedang merajut jaring di rumahnya, lalu seorang pemuda di pasar. Apakah semua itu perbuatanmu??"


Keanu menyeringai senang karena akhirnya ada juga yang menebak dengan tepat siapa dirinya.


"Aku hanya membunuh mereka yang berkata kasar dan dengan mudahnya mencaci diriku."


"Apa??!"


"Jika kau tak ingin mati di tanganku, jagalah ucapanmu karena aku akan sangat marah jika mendengar hinaan dalam bentuk apapun."


Tanpa menunggu persetujuan Sean, Keanu melanjutkan aktivitasnya dengan mer*mas dada kiri Sean secara kasar, hingga Sean pun merasa kesakitan.


Choa yang melihat pemanasan seperti itu pun meminta anak-anak untuk mengalihkan perhatian mereka. Namun Trissa sudah pernah melalui malam bersama Keanu. Maka dengan jujurnya ia menceritakan itu semua pada saudaranya.


"Apa paman akan bermain juga dengan nona itu?"


"Apa?" Choa tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan Trissa.


"Naik kuda."


"Kau bicara apa, Trissa??" tanya Teresha bingung.


"Apa maksudmu mengatakan paman Keanu akan bermain? Naik kuda? Apa pula itu?" Tracy semakin tidak paham...


"Paman memasukkan tongkatnya ke sini sambil memejamkan mata. Lalu setelah itu, paman akan mulai berkuda dengan cepat," jelas Trissa seraya mengusap bagian anunya.


"Trissa, apa kau sadar apa yang telah dia lakukan padamu?" Choa merasa miris.


Trissa mengangguk, "Dia sudah merenggut kegadisanku, bukan?"


Semuanya menunduk dan memeluk Trissa. Mereka menangis bersama menyesali takdir buruk yang menimpa mereka. Terutama Choa. Ia sangat menyayangkan kejadian yang tidak layak itu telah dilalui gadis kecil sepertinya.


Trissa menoleh sebentar ke arah Keanu. Saat itu juga dilihatnya pria itu sedang memaksa nona polisi untuk melayaninya.


•••••••


Sean terus saja meracau. Terpaan dari Keanu membuat tubuhnya terhentak dan terguncang hebat.


Karena kedua tangannya terborgol di atas kepala, ia hanya bisa pasrah saat kedua kakinya ditekuk, dibentangkan maupun diangkat ke atas oleh Keanu.


Liang kewanitaannya juga sudah benar-benar basah dan berdarah. Namun Keanu belum juga berhenti. Apalagi di menit-menit terakhir puncak kenikmatan. Sean tidak mampu menahan hasrat dalam dirinya yang meluap-luap dengan meraih kepala Keanu dan menyesap penuh nikmat bibir pria itu.


Untuk sesaat ia lupa, sedang bercinta dengan siapa dirinya saat itu. Ia hanya mampu menikmati apa yang ia rasakan. Sesuatu yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.


Pada saat penting seperti itu, Genie datang dan mencari Keanu di rumahnya. Ia baru saja dari rumah sakit bersalin untuk memeriksakan diri. Tanpa ia duga, dirinya telah berbadan dua sejak dua bulan yang lalu.


Namun, saat datang dengan wajah bahagia karena ia ingin menunjukkan surat dari dokter, ia tidak menemukan kekasihnya itu di dalam rumah.


"Ke mana dia? Bukankah mobilnya ada di rumah?" gumam Genie.


Sambil berjalan menoleh ke sana kemari, ia keluar dari dalam rumah dan mengikuti langkah kakinya.


Entah mengapa, kakinya itu membawa dirinya ke sebuah gudang. Gudang yang pernah ia periksa sebelumnya.


"Kenapa aku kemari?" Genie bingung.


Gudang itu berbau apek dan berdebu. Jaring laba-laba pun ada di mana-mana. Bahkan bangkai tikus yang sudah membusuk dan berbelatung dibiarkan begitu saja oleh Keanu.


"Huweekk!" Genie spontan merasa mual dan ingin muntah.


Ia pun tiba-tiba merasa pusing hingga terjatuh di lantai. Namun ia sanggup berdiri kembali dan berdiri tepat di depan cermin.


Ketika ia melangkah hendak meninggalkan gudang tersebut, Genie merasa ada yang aneh. Maka didekatinya cermin tersebut. Saat ia pertama datang ke sana, tidak begitu banyak barang yang menutupi cermin tersebut.


Tapi sekarang, cermin itu terhalang oleh beberapa benda. Seakan siapapun yang menemukannya tidak diizinkan untuk mendekat.


Ketika Genie menyentuh bingkai cermin, tidak sengaja cermin itu sedikit bergeser. Tanpa menunggu lagi, Genie yang sudah sangat penasaran pun menggesernya dan menemukan sesuatu yang tersembunyi di balik bingkai cermin.


Apa yang Genie temukan?


A. Harta karun


B. Lukisan kuno


C. Grafiti Ikan Koi


D. Tulang belulang


BERSAMBUNG......