THE PSYCHOPATH'S SECRET

THE PSYCHOPATH'S SECRET
TAHANAN SANG PSYCHO



BAB 10


Keanu keluar rumah menenteng dua kantung hitam berisi potongan tubuh tetangganya. Dengan alas kaki yang sudah usang, ia berjalan cepat menuju arah pantai yang tidak begitu jauh dari rumahnya.


Ketika ia sampai di tepi pantai, ia melangkah beberapa meter ke lautan. Kemudian menuang keluar isi dari kantung hitam yang ia bawa.


Setelah pekerjaannya itu selesai, ia mencuci sarung tangannya hingga bersih dengan air laut. Kemudian kembali ke rumah dengan santai. Pada saat ia kembali dan hendak masuk ke dalam rumah, sesuatu pikiran melintas. Maka ia meraih karung bekas berwarna coklat yang terletak di samping rumah.


Keanu melangkah menuju rumah Ferdinand dan masuk secara diam-diam. Ia langsung pergi ke dapur mereka dan menemukan banyak bahan makanan di dalam kulkas. Dengan cekatan, ia mengarungi semua persediaan makanan yang ia temukan.


Setelah karung yang digendongnya penuh, Keanu meletakkannya sebentar di lantai. Ia melangkah menuju kamar utama dan kamar anak.


Ya! Keanu ingat bahwa tetangganya itu memiliki seorang anak perempuan yang masih muda.


SRET...


Pintu kamar milik Daisy, putri Ferdinand terbuka perlahan. Keanu melihat seseorang tengah tidur pulas berselimut kain berwarna merah muda.


Namun ia tidak berniat melakukan apapun kepada gadis itu. Maka ditutupnya kembali pintu kamar Daisy. Sepintas, Keanu merasa bersalah.


"Huuff.. Aku minta maaf karena melenyapkan kedua orang tuamu," gumam Keanu lirih.


Rupanya, Daisy sempat mendengar suara berisik di dapur. Saat ia mengintip ke bawah dan melihat sosok yang menuju tempatnya, ia berlari kembali ke kamar untuk berpura-pura tidur.


Begitu Keanu keluar dan turun kembali, Daisy diam-diam membuntuti Keanu dan meraih tongkat golf yang ada di dekat kamar ayahnya.


Keanu yang tidak tahu bahwa gadis itu membuntutinya, dengan santai mengembalikan beberapa stok makanan ke dalam kulkas. Ia merasa bahwa gadis tersebut juga butuh makan.


Siapa sangka?


Ketika Keanu tengah mengembalikan beberapa stok makanan ke dalam kulkas, Daisy nekat berjalan pelan di belakangnya sambil memegang tongkat golf yang siap dipukulkan pada Keanu.


Dan...


BLETAK!


Tongkat golf itu benar-benar memukul kepala Keanu dengan keras. Tentu saja Keanu terkejut dan berbalik.


"Arghh!" Keanu memegangi kepalanya.


Di ruang gelap dan remang-remang tersebut, Keanu melihat sosok wanita berdiri di belakangnya dan membawa alat pukul yang cukup membahayakan. Bahkan, wanita itu dengan berani memukulkan kembali alat tersebut pada tubuh Keanu.


"Siapa kau?! Di mana ayah dan ibuku, cepat katakan!!!" teriak Daisy marah sambil terus memukuli Keanu.


BRAAKK!


Karena kesal, Keanu membanting Daisy hingga jatuh menimpa kursi dan meja makan lipat di ruang tersebut. Kemudian ia merebut tongkat golf dari tangan gadis itu dengan cepat dan membuangnya jauh. KLANGG!


Hosh Hosh...


Suara nafas Keanu terdengar tidak beraturan. Kepala dan punggungnya terluka akibat pukulan yang dilakukan Daisy. Maka,,,,


Keanu menjambak rambut gadis itu dan menyeretnya ke dekat kulkas.


"Lihat! Karena aku menghabisi kedua orang tuamu, aku merasa kasihan dan merasa bersalah padamu. Bahkan aku meninggalkan beberapa makanan di sana! Tapi perbuatanmu barusan, membuatku marah," ucap Ken kesal.


"Aarrhh,, Jadi, kau membunuh ayah dan ibuku? Kenapa tidak sekalian saja kau bunuh aku!!" teriak Daisy sambil menangis histeris.


"Baik! Aku akan membunuhmu," suara Keanu dikuasai iblis jahat.


Dengan cepat ia mencekik leher Daisy dengan kuat dan berusaha membunuhnya. Mendapat cekikan kuat di lehernya, Daisy pun mulai gelagapan dan tidak bisa bernafas.


Ia menatap benci pada pria yang juga menatapnya dengan mengerikan. Tangannya meraih-raih kepala Keanu berusaha membalas cekikan yang diterimanya.


Namun tiba-tiba saja, Keanu menghentikan perbuatannya dan justru menampar keras kepala gadis itu hingga jatuh pingsan. Melihat Daisy pingsan, Keanu segera memanggulnya di atas bahu kanan, sedang tangan kirinya membawa stok makanan yang sudah ia kemasi ulang.


BRAK!


Tubuh Daisy dilempar kasar oleh Keanu ke lantai dasar di dalam ruangan bawah tanah. Kemudian dengan cepat diikatnya kedua tangan gadis itu ke belakang tubuhnya.


Keanu keluar dari ruang bawah tanah dan merapikan makanan yang ia ambil dari rumah Ferdinand ke dalam kulkasnya. Kulkas yang sudah tidak menyala, karena listrik di rumah Keanu sudah diputus oleh kantor pusat sejak lama.


Ya. Dan rumah yang remang-remang dan lebih tepat disebut gelap gulita itu benar-benar cocok untuk tempat tinggal seorang psycho. Pria gila yang mulai ketagihan untuk membunuh dan menyetubuhi wanita tangkapannya.


•••••


Sudah dua malam, gadis itu belum sadar juga. Maka dari itu, Keanu berjalan perlahan mendekati Daisy sambil membawa sepotong roti yang sudah diolesi selai kacang.


"Hey, bangun!" Keanu mencoba membangunkan Daisy.


Karena tubuhnya diguncang-guncangkan dengan cukup keras oleh Keanu, Daisy pun membuka matanya. Begitu melihat Keanu ada di hadapannya, gadis itu pun ketakutan.


"Makanlah. Kau pasti lapar," ucap Keanu.


Daisy menatap wajah Keanu yang tidak begitu jelas karena penerangan di ruang tersebut tidak ada. Ia juga melayangkan pandangan ke sekitarnya yang nampak sepi dan benar-benar gelap.


Tubuh Daisy gemetaran. Ia benar-benar takut. Sebab, ia berada di sebuah tempat yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Bahkan bersama seorang pemuda gila di dalamnya!


"Lepaskan aku," ucap Daisy lirih.


"Makanlah."


Keanu menyuapkan roti selai kacang ke dalam mulut Daisy dengan paksa. Tentu saja Daisy merasa kesulitan saat mengunyah dan menelannya.


"Apa kau pernah melayani seorang pria?"


Mata Daisy membelalak. Ia benar-benar takut begitu mendengar pertanyaan gila macam itu dari pria yang membunuh orang tuanya dan sekarang juga tengah menculiknya. Maka dengan cepat ia menggelengkan kepala.


"Ampuni aku tuan. Aku berjanji tidak akan menuntut atas kematian ayah dan ibuku jika kau bersedia melepaskanku," Daisy memohon belas kasih dari Keanu.


Keanu berkedip pelan dua kali dan menggerakkan kepala menatap tajam wajah Daisy, "Jawab saja pertanyaanku."


Keanu bertanya datar.


"A Aku,,,,,"


"Jawab pertanyaanku!!" bentak Keanu sambil mencengkeram kedua bahu Daisy.


"I iya.. Aku pernah melakukannya sekali dengan parcarku," jawab Daisy jujur dan takut.


Keanu tersenyum menyeringai, "Kalau begitu, pasti tidak apa-apa jika aku melakukannya denganmu malam ini."


"T tidak. Jangan tuan. Aku mohon!" Daisy menangis histeris.


Keanu menarik paksa celana yang dikenakan gadis itu meski penolakan ia terima dengan jelas. Hasrat yang ia bendung sejak perjalanan bersama Genie sudah tidak mampu lagi ia bendung. Dengan cepat ia menyetubuhi Daisy dengan bengis.


Ia menjambak rambut Daisy hingga kepala gadis itu menengadah ke atas. Sebab, gadis itu terus saja melakukan perlawanan selama proses senggama itu berlangsung.


"Aaah! Aaaah! Aaahh!! S sakit, tuaaan! Tolong le lepaskan akkku," tangis Daisy semakin menyayat hati. Namun Keanu tidak memperdulikannya.


Selagi menggenjot kencang, Keanu menyesap bagian pay*dara dan leher Daisy dengan amat bernafsu hingga meninggalkan tanda merah dan luka di sana sini.


Ukuran Keanu yang besar dan permainan yang kasar membuat liang kewanitaan Daisy robek cukup parah. Gadis itu terus saja merintih kesakitan selama melayani nafsu bejat Keanu.


Beberapa jam kemudian, Keanu selesai dengan hasrat binatangnya. Ia mengusap pelan pipi Daisy dan berkata manis kepadanya.


"Pelayananmu sungguh memuaskan hasratku. Karena kau membuatku senang, maka aku akan mengampunimu."


"Apa kau akan membebaskanku?" tanya Daisy sedih dan sangat lemah.


"Tentu saja tidak. Kau akan melayaniku seperti ini selama sisa hidupmu," Keanu mencium bibir Daisy dengan lembut.


Daisy putus asa. Ia masih dapat merasakan dengan jelas bagaimana Keanu menumpahkan lahar panasnya ke dalam rahimnya. Sejak itu, Daisy merasa bahwa ia benar-benar akan selamanya menjadi budak nafsu pria psyco yang baru saja memperkosanya.


Daisy menangis sedih. Air matanya berurai deras membasahi pipi. Tubuhnya ternodai untuk kedua kalinya. Namun kali ini lebih kejam. Kini, ia juga merasakan bahwa tulangnya seakan patah dan remuk. Tenaga dan semangatnya untuk bebas, kini tiada lagi tersisa.


Keanu membiarkan begitu saja letak celana Daisy yang masih melorot sebatas lutut. Ia membaringkan tubuhnya di sisi gadis itu dengan santai.


"Jika selama di sini kau menurut dan membuatku senang,,, Maka aku tidak akan pernah membunuhmu."


Keanu menoleh.


"Apa kau mengerti?!" tanya Keanu sambil mencengkeram dagu Daisy.


Daisy mengangguk ketakutan kemudian diam dan menangis. Ia benar-benar tidak mempunyai pilihan jika ingin tetap hidup.


Bersambung........