
BAB 38
PATH
PATH
Flip memapah Keanu turun dari Mercedes AMG G63 6x6 model terbuka milik mereka. Membuat Borg menatap keduanya dengan pandangan tidak suka. Sebagai teman mesra Flip, ia tidak ingin wanita itu mempunyai pria lain di hatinya.
"Apa kau tidak bisa berjalan sendiri?" katanya pada Keanu.
Keanu menoleh.
"Borg. Kaki Keanu terluka. Karena ini pertama kali untuknya, maklumi saja. Aku dulu juga begitu, kan?"
"Cih! Terserah saja."
Borg pergi ke dalam diikuti Clark dan Wild. Mereka mengamankan uang rampokan ke dalam ruang dan membaginya.
"Apa kau cemburu pada pria itu, Borg?" tanya Clark.
"Diam, kau! Dia tidak bisa mendapatkan hati Flip selama masih ada aku."
Pada saat Borg sedang membagi uang bersama yang lain, Keanu dan Flip baru sampai.
"Nah.. Kau bisa istirahat di sini."
Sebenarnya sejak tadi Keanu bisa berjalan sendiri. Tapi ia senang melihat sikap aneh Borg yang menampakkan kecemburuan.
"Jika ku amati, pria ini selalu menatapku dengan kesal. Apa karena wanita ini? Sepertinya benar. Ada hubungan apa di antara mereka berdua?"
Karena sepertinya Flip tertarik padanya, ia sengaja menggunakan perhatian wanita itu dengan baik untuk mengganggu Borg.
Diliriknya pria itu dengan tatapannya yang khas, "Terima kasih Flip, kau banyak membantuku hari ini."
"Dengan senang hati," jawab wanita itu jujur.
Borg akhirnya selesai membagi uang hasil rampokan. Seperti biasanya, ia mendapat 30% darinya. 20% Untuk Flip, Clark dan Wild. Dan sisanya untuk Keanu.
"Karena kau membantu misi kami, jadi ini bagianmu. Terimalah," kata Borg datar.
"Eh? Aku dapat jatah juga?"
"Tentu saja. Kau bisa gunakan uang itu untuk apapun yang kau inginkan," jawab Clark sembari menepuk-nepukkan uang bagiannya ke telapak tangan kiri.
"Kalau begitu, terima kasih."
Begitu uang dibagikan, mereka pergi untuk urusan masing-masing. Keanu menatap punggung-punggung pria itu dengan tatapan gelap.
"Menarik sekali. Aku yakin, mereka tidak suka padaku. Tapi mereka cukup pandai menyembunyikan perasaan yang sebenarnya dariku. Bahkan, menerimaku di sini karena wanita itu menginginkanku ada di sini. Bersyukurlah, untuk saat ini aku akan membiarkannya saja."
Keanu membatin. Ia sangat tahu bagaimana pria-pria itu keberatan awal mulanya. Dan karena Flip menginginkannya untuk tinggal, maka mereka pun menurut.
••••••
Malam di tempat itu, terasa sangat dingin. Angin berhembus dari Utara membawa udara yang menyesakkan dada. Sambil berjalan berkeliling halaman gedung kosong, Keanu menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya agar tidak membeku.
Ketika sampai di barat bangunan, Keanu mendengar suara yang sayup-sayup. Seperti suara lenguhan seseorang.
Tanpa membuang waktu, Keanu mencari asal suara dengan perlahan. Di sela-sela reruntuhan tembok bangunan itu, ia semakin yakin bahwa asal suara dari sana.
"Aa'ahhh... aaahhh..."
KLIP
Mata Keanu mendelik. Ia melihat Borg sedang bercinta dengan seseorang. Siapakah wanita itu?
"Flip, apa kau tidak puas dengan pelayananku selama ini?" tanya Borg di sela-sela pergumulannya.
"Kenapa menanyakan itu, Borg?"
"Kau menginginkan anak baru itu, kan?"
"Keanu maksudmu?"
"Ya."
"Sepertinya, dia memiliki hasrat yang lebih besar darimu. Jadi, aku menginginkannya."
"Tidak bisakah kau hanya melakukan ini denganku?"
"Aaaaahhhh...... aku akan keluar, Borg!" Flip melenguh kencang.
"Aah Flip,,, jawab pertanyaanku lebih dulu, tidak bisakah kau melakukan ini hanya denganku?"
"Entahlah. Aku tidak bisa menjamin."
Keanu menonton adegan itu cukup lama. Bahkan tongkatnya terbangun karena terangsang.
"Sialan! Mereka membuat milikku bangun," umpat Keanu lirih.
Karena sudah puas baginya menonton, Keanu berjalan menuju padang ilalang luas yang mengitari bangunan. Ketika ia pergi, tidak sengaja Flip melihatnya.
"Keanu? Apa dia baru saja melihat kami?"
•••••••
Pukul 01.45
Sudah dua hari berlalu sejak ia melihat Flip bercinta dengan Borg, Keanu selalu datang dan berbaring di tengah padang ilalang di jam yang sama. Ia juga melewati tempat pergumulan dua orang itu setiap malam, namun tidak melihat mereka lagi.
"Mereka tidak bercinta di sini lagi?" tanya Keanu heran.
"Sialan! Mengapa aku menginginkan melihat mereka di sini? Haissshh!" lanjutnya sambil pergi.
SRAK
SRAK
Tengah padang ilalang!
Rupanya ia menemukan tempat kesukaannya itu secara nyata. Sambil menatap bintang, ia berpikir apakah dunia ini sedang memberinya kesempatan untuk menjalani kehidupan baru?
Jika dipikir-pikir, apa yang terjadi padanya itu aneh sekali. Bagaimana mungkin ia berpindah tempat yang jaraknya ratusan tahun?
Apalagi, seperti yang diceritakan Flip padanya, pembunuhan keji dan melegenda di daratan Cornwall adalah nyata perbuatannya. Namun pelaku di cerita tersebut dinyatakan sudah mati. Bagaimana itu mungkin terjadi sedang dirinya di sini masih hidup?
"Aaahh... Aku merindukan saat-saat itu," gumam Keanu mengenang kembali bagaimana ia memalu kepala dan tubuh korbannya.
Hari berikutnya, Keanu datang lagi dan merebahkan diri sambil menatap langit berbintang dari atas tanah. Ia merasa takjub, ternyata ada keindahan di dunia ini. Selama ini, ke mana saja dirinya hingga tidak pernah melihat keindahan semacam itu.
Kedua tangannya terangkat ke atas, menyilang dan ia gunakan untuk menopang kepalanya. Tiba-tiba saja seseorang menahan tangannya itu dari atas.
"Apa kau sedang melamun?" tanya Flip tiba-tiba.
"Ehh?" Keanu mendongak dan melihat Flip di sana.
Wanita itu datang padanya hanya dengan mengenakan kemeja putih tanpa bawahan.
"Kau sendirian?"
"Ya. Seperti yang kau lihat," Keanu mendongak lagi untuk melihat wajah Flip.
Pada saat yang tepat, Flip menurunkan kepalanya dan langsung menyesap bibir Keanu.
Ciuman itu terasa hangat bagi Keanu. Lebih-lebih di saat udara dingin malam itu merasuk tubuhnya.
Ketika suasana itu cukup memanas, Flip merayap maju untuk melucuti celana Keanu. Dengan posisi terbalik, Flip memancing Keanu untuk menyesap apa yang ada di celah pahanya sementara ia menyesap tongkat Keanu dengan lahap.
"Aa'ahhh... wanita ini sangat agresif. Apa dia tidak puas dengan hanya satu pria? Menarik sekali. Mari bermain, sayang. Kau akan menerima berkah yang amat besar dariku."
Keanu membatin sambil menahan linu.
Tanpa menunggu lama lagi, Keanu segera membalas permainan Flip dengan bersemangat. Ia memainkan lidahnya dengan brutal di area basah tersebut. Mendapat serangan dari Keanu, tentu saja Flip kewalahan. Baru pemanasan seperti itu saja, wanita itu sudah keluar dua kali.
••••••
GEMERISIK
GEMERISIK
GEMERISIK
Suara ilalang yang menari lembut karena hembusan angin itu terdengar berbaur dengan gerakan konstan cenderung kasar dari dua orang yang sedang beradu di tengahnya.
Posisi dada Flip yang tengkurap di rumput dengan pinggul yang menungging membuat Keanu dengan leluasa melakukan dorongan demi dorongan.
Sesekali ia mengendus punggung wanita itu sambil memeluk dan merem*s payud*ranya dengan gemas.
"Aaahhh.... Kean.. ini nikmat sekali..." Flip meraih-raih kepala Kean agar mendapatkan ciumannya.
Tanpa diminta Flip untuk yang ke dua kali, dipagutnya bibir yang terus saja mendes*h itu hingga pemiliknya gelagapan karena tidak sempat mengambil nafas.
Mengerikannya, Keanu masih terpengaruh dengan jiwa psychonya. Sehingga ia melakukan itu seperti orang yang kesetanan.
Ia tidak peduli bahwa Flip sudah mengalami org*ane berkali-kali. Punggungnya dipenuhi gigitan Keanu hingga mengalami luka-luka. Kedua pay*daranya pun memiliki luka akibat rem*san yang terlalu keras. Bahkan terlihat juga liangnya yang membengkak karena dorongan liar yang tak ada henti-hentinya.
BERSAMBUNG....