THE PSYCHOPATH'S SECRET

THE PSYCHOPATH'S SECRET
BERTEMU MUSUH LAMA



BAB 40


SRET


Keanu menuang semua peralatan senjata yang dicurinya dari Borg ke atas tanah. Ada beberapa jenis senjata tajam di sana. Namun tidak sesuai dengan tipe dan karakternya.


"Huh,, apa hanya ini yang dia punya? Barang-barang karatan."


TREK


Keanu melihat sebuah rantai kecil yang ujungnya memiliki pengait.


"Huff, aku merindukan ruangan itu," sambil menghela nafas, ia mengingat semua kenangan tentang tawanannya.


Saat dirinya tengah serius memilih senjata, dari belakang Flip datang tiba-tiba dan langsung menekan lehernya dengan sebuah pisau.


"Jadi. Apa kau membunuh semua kawan kita?"


Keanu diam.


"Aku tanya lagi. Kau yang membunuh Borg dan yang lain?"


Keanu menoleh tanpa terintimidasi oleh pisau yang menempel di lehernya, "Ya. Aku membunuh mereka semua."


GULP


Flip menelan ludah. Ternyata ia memandang Keanu terlalu santai. Benar seperti ucapan Borg waktu itu bahwa pria itu menyembunyikan sesuatu.


"Kau melewati batas, Kean! Bagaimana kita akan mencari uang setelahnya!"


"Tidak masalah. Kita bisa melakukannya sendiri."


"Sendiri kepalamu! Di sini, kita mempunyai tugas dan keahlian masing-masing. Jika kita kehilangan mereka, maka misi kita pun akan lebih sulit," Flip menekan lebih kuat.


"Aku tidak peduli soal itu. Kau bisa melakukannya sendiri karena aku akan pergi dari tempat ini."


GLEK


"K kau akan pergi meninggalkanku?" tanya Flip gugup sambil menyingkirkan tangannya.


"Ya. Kau terlalu cerewet dan berisik. Aku tidak ingin tinggal dengan wanita sepertimu."


"A apa???"


Flip gemetaran. Ia tidak mengira, malam bersama Keanu waktu itu dianggap tidak ada apa-apanya oleh pria itu.


"Tidak bisakah kau tinggal di sini bersamaku?"


Keanu menoleh dan meraih tas ransel milik Clark yang sudah ia siapkan.


"Sayangnya tidak. Kau baru saja ingin membunuhku. Mengapa aku harus tinggal? Aku pergi dulu."


SRET


Keanu berjalan keluar dari ruangan dan melangkah pasti meninggalkan gedung. Tapi tiba-tiba saja, Flip berlari memeluknya dari belakang sehingga langkah Keanu tertahan.


"Kean! Aku mohon, jangan pergi. Tinggallah bersamaku di sini. Aku janji, aku akan menuruti semua keinginanmu jika kau bersedia untuk tinggal."


"Kenapa kau berisik sekali, Flip. Menyingkir dari punggungku, aku harus pergi."


"Tidak! Sejak kita menghabiskan malam bersama, aku merasa jatuh cinta padamu. Aku tidak bisa melepasmu pergi."


"Jatuh cinta? Benarkah? Tapi kenapa yang ku dengar seolah hanya tubuhku yang dibutuhkan olehmu."


GLEK


Flip tidak percaya Keanu bisa menebak pikirannya. Walaupun itu benar, tapi Kean tidak seratus persen benar. Sejak ia bercinta dengannya, memang timbul rasa cinta dalam hatinya.


Dengan cepat, Flip berbalik ke hadapan Keanu.


"Ya. Aku memang menginginkan hal itu darimu, Kean. Aku tidak bisa melupakan setiap sentuhan jarimu. Aahh.. Aksimu yang panas dan brutal juga membuatku melayang-layang di atas awan. Jika kau memberiku waktu untuk melakukannya lagi dan lagi, aku berjanji akan melayanimu kapanpun kau mau," Flip meraih tangan Keanu dan menggiringnya masuk ke dalam pakaiannya.


Sambil mendengus, Keanu menatap Flip lurus. Jika wanita itu bersedia melayaninya kapanpun ia mau, tentu saja Keanu akan mempertimbangkannya.


Bahkan, benda kenyal yang sedang ia sentuh itu membuat darahnya panas dan mendidih. Dengan penuh irama, ia merem*snya kuat.


Tak terelakkan lagi, kedua manusia itupun melampiaskan hasrat yang meluap-luap saat dalam jiwa.


••••••


Suatu hari, Flip dan Keanu tengah mencuri berlian peninggalan ratu Di*na di sebuah museum. Penjagaan yang ketat membuat keduanya bekerja dengan sangat hati-hati.


Baru saja memasuki ruang khusus, alarm tanda bahaya pun berbunyi. Beberapa menit berikutnya pun segerombol polisi datang mengepung.


"Sial! Tempat ini terlalu beresiko," umpat Flip.


"Sudah ku bilang, bukan? Tempat seperti ini tidak mudah untuk diterobos."


"Baiklah, kau benar."


DORR


Sebuah tembakan mengarah ke arah mereka berdua.


"Cepat lari!" Keanu meraih pisau yang ada dalam ikat pinggangnya.


Beberapa polisi mengejar mereka hingga ke balkon. Tepat ketika Keanu dan Flip terpojok, seorang polisi menembak pundak Keanu. Spontan ia pun menoleh ke belakang menatap si penembaknya.


DEG!


Itu Sean! Benarkah itu Sean??


Wuuuzzzz....


••••••


"Apa!! Bagaimana bisa, mereka semua tidak bisa menangkap dua maling itu!" teriak inspektur kepala memarahi bawahannya.


"Maafkan kami Bu, karena keadaan saat itu tidak memungkinkan, kami jadi kehilangan kesempatan. Tapi meski begitu, sepertinya kami berhasil mendapatkan gambar wajahnya terekam di CCTV."


"Benarkah? Cepat bawa kemari rekaman CCTV di museum itu. Periksa dan dapatkan identitasnya segera!"


"Baik, Bu."


Sean keluar dari ruang inspektur kepala dengan lesu. Ia mengingat kejadian sebelumnya di balkon museum.


"Apa benar yang aku lihat itu Keanu? Tapi mengapa dia di sini juga? Bukankah aku ikut menonton saat peti matinya dikubur?" Sean merasakan kejanggalan.


"Jika Keanu sudah mati, lalu siapa dia?? Apakah dia lahir kembali di zaman ini?? Atau jangan-jangan, bukan hanya aku saja yang berpindah dimensi?" Sean berpikir keras soal perpindahannya ke masa depan.


"Hai sersan Sean! Apa kau sudah melihat laporannya?"


"Eh, belum. Apa sudah bisa diakses?"


"Ya. Kau bisa memeriksanya jika kau mau."


"Tentu saja aku mau," Sean bergegas ke mejanya.


KLIK


KLIK


KLIK


Dibukanya laporan yang baru saja masuk. Tepat sekali! Sebuah rekaman CCTV itu membuktikan bahwa pria yang sedang melarikan diri bersama seorang wanita itu mirip sekali dengan Keanu.


"Dia.. Mana mungkin bisa sangat mirip..." karena geram, tubuh Sean jadi gemetaran.


"Mirip siapa? Apa kau mengenalnya?"


"Eh? Tidak. Bukan seperti itu."


GRUUTT


Sersan George menarik kursi untuk ia duduk, "Tapi Sean. Apa kau tahu sesuatu yang janggal?"


"Apa?"


"Setelah diperiksa, tim penyidik tidak dapat menemukan identitas pria itu. Dengan kata lain, orang itu tidak terdaftar dalam negara kita maupun negara orang."


DEG


Benar! Dirinya maupun Keanu tidak terdaftar sebagai penduduk di masa itu. Namun, sebagai orang yang berhasil mendapatkan pekerjaan di dalam yurisdikasi kepolisian, ia pun mampu membuat identitas baru.


"Apakah selama ini dia bersembunyi di suatu tempat?" pikirnya.


"Kau sedang memikirkan apa"


"Eh? Tidak ada."


•••••


Hosh Hosh...


"Kenapa dia juga ada di sini?" gumam Keanu.


"Siapa?"


Keanu menoleh sedikit, "Bukan siapa-siapa."


"Apa polisi yang tadi? Kau mengenalnya?"


"Tidak."


SRET


"Eh, apa yang akan kau lakukan dengan pisau itu?" Flip berteriak takut saat melihat Keanu menusukkan ujung pisau ke dalam luka tembaknya.


"Diam. Ambilkan saja aku Paracetamol."


"Baik."


Kaeanu mencongkel peluru yang terbenam di pundaknya dengan sebuah pisau yang ia simpan di ikat pinggang. Suara bletak yang terdengar setelahnya, menandakan bahwa peluru itu berhasil ia keluarkan.


Kemudian diraihnya sebuah pakaian di dalam kardus dan ia pun menyobeknya sebagian untuk mengikat lukanya.


"Aku mau istirahat sebentar. Bangunkan aku jika ada sesuatu."


"Iya. Baiklah."


Tanpa berkata apapun lagi, Keanu merebahkan diri di atas beberapa meja kayu yang disejajarkan yang ada di ruangan tersebut.


.


.


.


BERSAMBUNG.....