
"Sayang, akhirnya aku menemukanmu." Aku menoleh karena suara itu dekat sekali. Christian Rawley tersenyum padaku dengan manis dan langsung menggandeng tanganku sehingga membuatku hampir terlombat karena kaget, dia memanggilku sayang?! Sebuah kedipan dan remasan keras di tanganku membuatku tahu itu ada permintaannya untukku bekerja sama karena di sampingnya ada seorang gadis cantik melihatku dengan tatapan penyelidik.
"Sayang ada apa?" Aku terpaksa ikut sandiwara ini karena dia memintaku menjadi pacar pura-puranya. Cristian adalah anak salah satu pemegang saham yang bekerja di sini. Walaupun sahamnya jelas tidak sebesar keluarga Dabis.
Tiba-tiba aku melihat cara bagaimana menyelesikan masalah dengan David.
"Aku mau mengenalkanmu pada temanku. Dia bilang dia mau bertemu kekasihku. Ini Annabelle Hogan." Namanya menang secantik orangnya. Gadis berambut kecoklatan panjang itu melihatku dengan pandangan menyelidik sementara aku menyalaminya sambil tersenyum padanya.
"Dia Carla Winston, Direktur keuanganku, juga direktur hatiku." Aku langsung meringis lebar.
"Sayang kau manis sekali." Aku balik memeluk lengannya dengan mesra. Gadis sudah itu patah hati sekarang. Wajahnya berubah sedih, aku kasihan padanya.
"Kenapa Anna mengunjungimu sayang."
"Ahh aku hanya lewat saja. Sudah lama kami tak bertemu. Dulu kami teman sejak high school." Anna menjawab dengan cepat, nampaknya dia tidak ingin dirinya terlibat masalah dengan merebut kekasih orang lain.
"Ohh benarkah. Kau baik sekali pada teman lamamu ini, kalian nampaknya punya hubungan yang sangat awet. Kenapa aku tidak pernah mendengar dia menyebutmu." Aku terpaksa jadi bit*ch yang memojokkannya.
"Kami sudah lama tidak bertemu. Kemarin di reuni kami bertemu. Aku baru tahu dia tinggal di NY sekarang."
"Ternyata begitu. Sekarang kau bahkan tahu dia di sini dan sudah punya pacar yang menjaganya. Aku juga teman lama dengannya, kami sudah delapan tahun harus melihat satu sama lain setiap hari. Benar bukan sayang." Aku menyenggol Christian. Senggolanku masuk tepat di rusuknya.
"Benar-benar..." Dia langsung mengiyakan sambil mengusap d*adanya yang kena sikutku.
"Hahaha, baiklah. Aku hanya kebetulan mampir..."
"Hahaha, baiklah. Aku mengerti kalau kali ini kebetulan." Aku merasa jadi sangat jahat padanya. Dia gadis yang baik harusnya. Cristian Rawley pemilih ini tak bersyukur mendapatkan gadis secantik ini.
"Kalau begitu aku pergi, aku hanya mampir seperti yang kubilang." Wajahnya sedikit memerah gadis yang malang. "Bye Cristian."
"Bye..." Aku menjawabnya untuk Cristian. Melihat kepergian gadis itu dengan cepat aku berbalik menghadap ke pria tampan ini kembali. Sekarang saatnya meminta bayaran.
"Dia sudah pergi, gadis secantik itu kau abaikan, kau benar-benar pemilih."
"Dia terlalu baik untukku."
"Bullshit!" Aku langsung menyumpah mendengar kata itu. Christian meringis lebar.
"Kenapa kau kembali ke sini. Bukankah kau harusnya di NY belum setahun kau sudah kembali."
"Tugasku sudah selesai. Tapi bukan itu, aku ingin meminta bayaran yang sama." Christian langsung menaikkan alisnya.
"Meminta bayaran yang sama? Maksudmu aku harus jadi pacar pura-puramu juga."
"Iya. Benar sekali. Aku sudah membantumu kau harus membantuku."
"Aku baru mendengar kau punya pengagum rahasia yang harus di tangani. Padahal kau baru kembali dari NY." Kami punya hubungan baik di kantor ini dan sudah kenal selama delapan tahun. Dia ini seperti David, tapi dia lebih normal, dia hanya pemilih. Tapi Iblis itu membabat yang cantik, dia hanya memacari sedikit orang yang dianggapnya menarik, tapi dia juga nampaknya anti komitmen seperti David. "Tunggu dulu apa aku kenal padanya?"
"Kau kenal."
"Siapa?" Dia langsung penasaran.
"David Montgomery."
"Sh*it!" Dia langsung mengumpat dan melihat padaku. "Kau hebat, no-no-no aku tak mau melawannya." Sialnya Christian langsung angkat tangan begitu aku menyebutkan nama itu.
"Kau tidak bisa mengatakan tidak! Aku sudah membantumu mengenyahkan wanita itu."
"Aku tidak bisa mengenyahkan pemegang saham utama dari kantornya sendiri. Kau gila menyuruhku menantang David Montgomery?! No-no-no..." Dia langsung pergi dari depanku.
"Kau juga pemegang saham. Dia tidak akan berani macam-macam denganmu. Kau hanya perlu mengaku kau kekasihku saja. Lalu aku yang akan menghadapinya."
"Tidak...tidak. Dia orang gila, dia berani berkelahi sementara aku tidak ingin mencari masalah."
"Dia tidur dengan rombongan gadis istagram, dia mengkhianatiku, jika dia berani menyentuhmu, akan kubuat dia merasakan jadi bintang porno!" Christian melihatku dengan heran.
"Maksudmu kau punya video dia sedang bersenang-senang dengan gadis-gadis itu?!"
"Iya kau benar." Dia membeku memandangku.
"David Montgomery itu benar-benar bangs*at heh?"
"Pure evil. Christian kau temanku, kau tega tak mau menolongku?" Aku memohon padanya sekarang.
"Kau harus cerita padaku lengkapnya kenapa kau sampai bisa terlibat dengannya..."
Diakhir cerita aku akhirnya bisa meyakinkan Christian untuk menjadi pendukungku. Akhirnya aku punya back-up yang tidak kuduga.
\=\=\=\=\=
Aku berpikir David akan lama baru ke LA. Tapi ternyata seminggu kemudian dia sudah menampakkan batang hidungnya di sini. Dia memindahkan Vincent ke NY, dia jadi memegang department di LA.
Pertemuan level management diselenggarakan untuk menyambutnya, aku terpaksa menghadirinya. Semua orang memperkenalkan diri mereka, aku ikut pertemuan itu dengan malas dan memperkenalkan diriku seadanya.
"Bagaimana kabarmu." Sebuah suara menyusul langkahku ke ruanganku setelah pertemuan itu. Aku menghentikkan langkahku dan melihat ke belakang.
"Masih hidup. Kenapa kau perduli... Tahun baru sudah lewat, berapa wanita yang sudah kau tiduri selama libur tahun baru?" Dia tidak menjawabku.
"Aku tidak menyentuh siapapun." Aku meringis mendengar kata-katanya.
"Kau pikir aku percaya David."
"Tak masalah jika kau tak percaya. Tapi sekarang aku sudah ada di sampingmu seperti janjiku padamu."
"Kau memang munafik ke dirimu sendiri. Aku bukan wanita yang membuat deal dengan selir-selir. Kenapa kau menyusahkan dirimu sendiri datang ke sini. Kau cukup mencari wanita yang menerima deal kau bisa punya selir."
"Aku tahu kau tak percaya padaku. Jadi biar aku buktikan padamu aku ada di sini."
"Aku sudah punya kekasih. Kau tak bisa mengangguku lagi."
"Ohh siapa? Bisa kau bawa ke depanku orangnya?"
"Bukan urusanmu."
"Kekasih khayalanmu tak bisa dipamerkan bukan." Tepat saat itu Christian lewat, dia melihatku bicara dengan David dia langsung balik badan ke arahnya sebelumnya.
"Christian!" Bahunya langsung turun, aku tahu dia bilang ..fu*ck! Tapi dia memutar tubuhnya akhirnya dan melangkah tegap ke sampingku.
"Yes honey. What's up?" Dia memberikan senyuman kaku padaku dan melihat ke David "David, senang kau di sini, Bro." Sementara David memicingkan matanya melihatnya, sambil menyilangkan tangannya di depan dada, aku tahu Christian sudah kalah mental.
"Ini pacarku, dan jika kau macam-macam dengannya. Aku masih punya videomu, kau ingin jadi bintang porno, kan kusebar videomu menyebar ke semua orang di kantor ini dan di upload ke internet. Kau jangan menggangu pacarku. Satu saja rambut alisnya hilang karenamu akan kubuat kau jadi bintang porno." Aku mengancamnya dengan suara pelan sambil menùnjuknya, dia tak menjawabku hanya tersenyum kecil, sementara Christian tak berani bicara apapun.
"Sayang, ayo pergi." Aku menarik tangan Christian menjauh dari David.
"Haaaahh, aku akan mati setelah ini." Dan yang satu ini memang tak bisa diharapkan melawan Iblis itu!