
POV Author.
David Montgomery terduduk lemas. Ini adalah murni kebodohannya bisa terjebak dengan gadis-gadis itu yang ternyata menargetkannya dan Carla.
Saat kejadian kemarin dia sudah punya firasat sesuatu yang salah saat kejadian. Dia seperti sangat tera*ngsang dengan gadis-gadis yang membuat pertunjukan di depannya secara live itu. Padahal jelas dia bisa menghindari itu, tapi respon tubuhnya sangat tidak biasa sehingga dia menyerah dan kalah di tangan lima gadis itu. Harusnya dia bisa menghindar ...
Dia tahu jika Carla mengetahui ini tak akan ada kesempatan lagi untuknya. Dia berusaha meyakinkan Cara akan niatnya di saat-saat terakhir. Tapi ternyata itu tak cukup mempengaruhi apapun saat ini terjadi saat ini.
Lima gadis itu memasang jebakan untuknya. Itu direncanakan dengan baik. Carla akan kembali ke LA jika mereka tak berhasil, Ibunya akan mengutuknya karena video itu jelas!
Dia butuh teman bicara! Satu-satunya orang yang bisa memberikannya saran saat ini hanya satu, Xavier. Dia menelepon sahabatnya itu di Minggu pagi ini.
"Minggu pagi, kau tak pacaran?" Sebuah pertanyaan tanpa filter dari Xavier melayang begitu teleponnya diangkat.
"Aku sudah selesai..."
"Kau selesai dengan apa?" Xavier yang tak tahu duduk persoalannya jelas binggung apa yang selesai.
"Carla meninggalkanku. Dia membenciku, mengutukku..."
"Kenapa dia meninggalkanmu?!"
Dengan cepat dia menceritakan apa yang terjadi di Puerto Rico dan apa yang terjadi pagi ini. Xavier sekarang seperti mendengar drama absurd telenovela latin di telinganya. Sayangnya itu terjadi dengan David Montgomery temannya sendiri.
"Kau memang menggali kuburanmu sendiri David. Kepala bawahmu itu lebih punya kekuasaan dari kepalamu sendiri. Sepertinya kau kena karmamu sekarang, aku sangat percaya kau terkena hukum karma atas kelakuanmu."
Xavier juga menghujatnya. Dia memang salah, tak ada siapapun yang akan membelanya sekarang.
"Aku yakin aku terkena obat perangsang, mereka menjebakku Xavier."
"Kau masih mencari kambing hitam atas kesalahanmu sendiri. Sudah jelas kau menggali kuburanmu sendiri." Xavier menggelengkan kepalanya untuk kelakukan absurd sahabatnya ini. "Lalu apa sekarang?"
"Bisakah kau memikirkan sesuatu untukku, biasanya kaù selalu punya cara untuk mengatasi masalah apapun." Xavier tak punya pilihan selain menertawakan sahabatnya itu. Kali ini bahkan jika David sahabatnya dia tidak akan membelanya.
Xavier mencercanya sekarang.
"Aku hanya menganggap mereka semua teman. Hanya dia yang kuajak menikah, apa dia tidak melihat semua itu. Aku sudah mengatakan padanya itu tidak akan terjadi lagi."
"Stupid *******! You jerk Kau mengajaknya menikah tapi kau mengiyakan semua wanita yang mengajakmu tidur bersama? Kau memang gila David, sudut pandangmu sangat luar biasa. Jika menganggapnya itu normal, maka jelas itu hanya terjadi di kepalamu saja. Kau melakukannya saat kalian baru pacaran, kau pikir dia percaya dengan omonganmu?! Sekarang aku mendukung Carla meninggalkanmu, dia adalah wanita baik yang mau menerimamu tapi kau memang tak layak."
"Mereka menjebakku Xavier!"
"Fine-fine, seperti kataku, kau menganggap tidur dengan sembarang wanita itu casual activity, bukan masalah yang perlu diributkan, aku tak punya bantahan soal itu. Kau dijebak ...yah baiklah."
"Tak bisakah kau membantuku, bagaimana cara agar dia tak pergi."
"Kau lebih baik bicara dengan Ibumu, mungkin dia punya cara untuk bicara dengannya. Dia satu-satunya harapanmu."
"Jika dia melihat video yang dikirimkan Carla dia akan mengutukku dan mendoakanku berakhir di panti jompo."
"Cobalah berpikir positif, mungkin perawat di panti jompo ada yang cantik, atau anak seorang penghuni masih bisa kau pacari."
"Sangat membantu Xavier, terima kasih untuk sudut pandang yang sangat mencerahkan itu."
"Yang jelas kau harus bicara dengan Ibumu dulu. Aku akan coba memikirkan sesuatu, yang jelas aku tak punya cara apapun sekarang, mungkin Allison bisa membantu ide. Tak usah berharap kau akan berhasil membujuknya sekarang. Jika kau mencobanya saat ini aku yakin dia akan menendangmu sejauh-jauhnya. Pasti video itu sangat memojokkanmu, aku membayangkan apa isinya, lima orang heh, kau memang sangat keterlaluan."
Belum cukup Carla yang mencercanya habis-habisan. Xavier menganggapnya juga keterlaluan.
"Iya aku akan bicara pada Ibuku, jika kau bisa memikirkan sesuatu tolong bantu aku."
"Akan kucoba memikirkannya. Entahlah mungkin kita harus mencoba menyewa penasehat pernikahan untuk mediasi." Xavier meringis sendiri dengan idenya, tapi penasihat pernikahan jelas seseorang yang lebih kompeten dari dirinya yang hanya tahu pasal hukum dan pasal perceraian. Dia jelas tahu apa yang dibutuhkan untuk membereskan perceraian dan memenangkan sejumlah uang setidaknya.
Tapi untuk menyatukannya, dia sama sekali tak punya bakat.