
"Yyyeee.... Aku menaaanngg.. Aku mennaanngg.."
Teriakan Zahra membuat mahasiswa di sekeliling melihatnya.
Castela terlihat masam wajahnya. Dia kalah taruhan. Dan harus menyiapkan koceknya memenuhi permintaan Zahra.
"Ceeelll... Ikut tidak? Castela mau traktir nih."
"Apaan??!.Cuman kamu perjanjiannya."
Tukas Castela.
Marcel hanya diam melihat kedua wanita di depannya.
"Kamu ikut tidak?"
Zahra mencoba membujuk Marcel. Tanpa menghiraukan protes dari Castela.
"Kalau Marcel ikut kamu yang bayar lho."
Kata Castela.
"Tidak masalah. Mama memberiku uang tadi."
"Yeee uang orang tua di bangga-banggain!"
Marcel tidak mengerti apa yang mereka selisihkan.
Dia berlalu hendak pulang ke rumah.
"Heeyy.. Mau kemanaa Ceelll?"
Teriak Zahra.
"Kamu pulang barenga Castela ya? Aku pulang dulu."
Marcel berpamitan. Lalu melangkah keluar.
"Marcel masih marah denganmu? Hanya aku yang di pamitin."
Ucap Zahra.
"Mungkin.."
Jawab Castela.
"Mungkin apaa?? Jelas-jelas dia hanya diam padamu."
"Biarlah.. Besok juga baikan kembali. Ayoo kamu mau makan atau apa?"
"Makan saja...Memang mau minta apa?"
"Ke street food terdekat saja ya?"
"Baiklah.."
Kedua gadis itu meninggalkan auditorium dan menuju ke parkiran.
+
+
Tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk mentraktir Zahra. Tubuhnya yang kecil tidak mampu menampung banyak makanan.
Street food 24 jam itu masih banyak pengunjung.
Karena Zahra dan Castela sudah kenyang mereka memutuskan untuk pulang ke rumah.
"Besok hari minggu ada acara?"
Tanya Castela sembari mengemudikan motor.
"Tidak. Kenapa?"
Suara Zahra terdengar agak keras di telinga Castela.
C: "Suara kamu keras sekali. Bising di telinga, tahu?!"
C: "Besok pergi renang yuk."
Z: "Iihh kamu tidak capek apa?"
C: "Kenapa?"
Z: "Lihatlah.. jam segini kita baru pulang."
C: "Ya sudah kalau kamu tidak mau."
Z: "Bukannya tidak mau. Badan tidak fit setelah bergadang. Tidur setengah hari saja belum tentu bisa segar kembali."
C: "Iya sih.. Andai badan bisa kita ajak untuk berpura-pura.."
Z: "Maksudnya?"
C: "Yaaa... Berpura-pura masih fresh. Masih fit dan kuat untuk berenang."
Z: "Teori apa itu? Ngaco kamu."
C: "Berandai-andai boleh kan?"
Z: "Boleh-boleh saja. Tapi yang masuk akal dong."
C: "Terkadang yang tidak masuk akal itu bisa membuat kita bergembira lho."
Z: "Iya... Tidak masuk akal seperti kamu."
C: "Kok bisa?"
Z: "Imaginasimu membuatku gembira."
C: "Hahahh..."
Castela memukul betis Zahra.
Tidak ingin melanjutkannya lagi karena jawaban Zahra pasti semakin ngacau.
Setengah jam kemudian mereka sampai di depan rumah Zahra..
"Sudah sampai nih."
Castela menghentikan motornya di depan rumah Zahra.
"Makasih yaa.."
Zahra turun dari motor.
"Sama-sama.. Sweet dream, darling."
"Mmuuaahh."
Zahra berjalan ke dalam rumah sambil melambaikan tangannya pada Castela.
+++
Sampai di rumah Castela langsung merebahkan diri di sofa. Badannya terasa pegal-pegal. Seluruh persendian terasa kaku dan tegang. Dengan sekejap matanya terpejam dan tertidur pulas.
+
+
Marcel masih mencoba menahan kantuknya. Ketika dia mendapati Marcya yang belum pulang ke rumah hingga malam menjelang pagi ini.
Di lihatnya jam dinding..Masih pukul 4 pagi.
Pintu kamar Marcya terbuka dan dia bisa melihat di dalam kamar itu kosong. Tidak terlihat Marcya di pembaringan.
Melangkah ke dalam kamar mencoba memastikan jika Marcya memang benar belum pulang ke rumah.
Ternyata memang benar. Marcel memeriksa semua sudut dan tidak terlihat Marcya di sana.
Beranjak keluar kamar. Beralih ke kamar Olivia. Siapa tahu dia ketiduran di kamar itu.
Olivia mengetuk pintu kamar, karena tidak ada jawaban dari dalam Marcya membukanya.