
Novel baru tergeletak di meja rias. Marcel mengambilnya lalu membaca sinopsisnya. Novel fiksi yang berlatar belakang romawi kuno. Menceritakan peradaban romawi dari masa pemerintahan berbentuk kerajaan, republik kuno sampai kekaisaran.
Dalam ketiga masa peralihan tersebut terjadi cinta segitiga. Namanya juga cerita fiksi. Walaupun karakter di dalam novel menggunakan istilah-istilah kerajaan, namun hanya latar belakangnya yang sama.
Seorang gadis keturunan bangsawan yang di cintai oleh 2 pangeran dari klan yang berbeda. Yang satunya adalah sahabat karib sejak kecil. Yang satunya bertemu pada saat yang tidak terduga. Di mana sang putri sedang tersesat di hutan dan tidak tahu arah jalan pulang.
Si pangeran datang di saat yang tepat. Ketika sang putri hampir putus asa. Dia dengan suka rela mengantarkannya kembali ke kekerajaan.
Seperti pangeran-pangeran pada umumnya. Yang terkenal ksatria dan gagah perkasa. Dia mengantarkan sang putri sampai di depan pintu gerbang istana. Gerbang yang di jaga penuh dengan penjaga militer kerajaan yang sudah terlatih. Sehingga Pangeran merasa aman meninggalkan sang putri.di tempat itu.
Pertemuan keduanya berlanjut di saat ada acara kenegaraan. Di salah satu pesta para bangsawan. Tentu saja sahabat karib sang putri juga hadir di pesta itu.
Terjadi perbincangan di antara ketiganya. Mengobrol ringan sambil bercanda. Layaknya kalangan berdarah biru. Para bangsawan yang masih menjunjung tinggi norma-norma. Walaupun mereka sedang bercanda.
Pangeran yang menyelamatkan sang putri bernama Pangeran Arthur. Dia terkesima dengan Princess Amora. Matanya tak berhenti berkedip menatapnya. Wajah Princess Amora ketika sedang tertawa sambil menutup mulutnya memukau pandangan Prince Arthur.
Sinar mata sang Princess yang memancarkan kelembutan sejati sebagai kodratnya sebagai wanita kerajaan. Suara tawanya tidak mampu meruntuhkan sejatinya.
Sahabat Princess yang bernama Pangeran Brutus, tampak cemburu melihat mereka berdua akrab. Seolah tidak menghiraukan dirinya yang sedang memperhatikan dengan kedua alis berkerut.
Selama ini princess tidak pernah dekat dengan pria manapun selain Prince Brutus. Apalagi peraturan kerjaan yang membatasi pergaulan mereka.
Memilih teman seperti memilih pasangan. Harus dengan pertimbangan seribu kali. Kecuali mereka adalah salah satu keluarga yang tinggal di dalam kerajaan. Entah bekerja sebagai pembantu, tukang masak, atau prajurit penjaga.
Maka dari itu melihat keakraban Princess Amora dengan Prince Arthur, Pangeran Brutus sangat jengkel.
Tak kuat menahan melihat keakraban mereka Pangeran menarik tangan Princess. Menjauh dari arena pesta.
Ini yang membuat Princess selalu ingin bermain di luar istana. Tidak mungkin berteriak atau melepaskan paksa tangan Pangeran Brutus. Di tengah-tengah acara para bangsawan tersebut.
Dia mengikut saja ketika tangannya di tarik oleh Pangeran Brutus. Tidak akan ada yang memprotes adegan mereka berdua yang seperti adegan film. Karena mereka berdua sudah di kenal akrab sejak kecil.
Tapi di batin Princess Amora...
Awaasss kau Brutuuss!! Seenaknya saja mengganggu kesenanganku!! Tunggu pembalasanku!!
Selembut-lembutnya seorang wanita mereka bisa juga marah dan kecewa. Merasa haknya di rebut tanpa persetujuaannya. Di kalangan kerajaan sah-sah saja berteman dengan para pangeran dan putri.
Brutus memang kekanak-kanakan!!
Huuhh
Wajah Princess Amora berubah drastis. Dari wajah yang imut mempesona dengan kelucuannya mendadak jadi beringas seperti macan betina. Wajahnya merah padam menahan amarah.