
“Wah, indahnya!” ucap seorang gadis kecil dengan nada girang. Gadis itu berambut coklat dengan mata bernetra hijau permata zamrud.
Ia senang saat melihat banyak sekali Nona-nona bangsawan dengan pakaian mewah mereka berjalan didampingi para pelayan.
Gadis bersurai coklat itu adalah Celliana Anvele Lagronvi, gadis itu baru saja bisa keluar dari mansion yang super besar dan mewah! Dan ia baru sadar jika dirinya ditempatkan di Istana terpencil yang dinamakan Istana Glowne.
Bukan sebuah mansion.
Ah, kalau dipikir-pikir Viviana melupakan nama Istana itu sedari 5 tahun. Padahal dalam novel “Kematian Putri Marquess”, dijelaskan bahwa Kastil sang antagonis alias Lezarus, bernama Istana Glowne.
Istana itu cukup besar dari luar, namun besar dari dalam. Entah karena dirinya yang terlalu pendek atau bagaimana, yang jelas itu tidak terlalu penting dijelaskan.
“Huft...” aku menghela nafas panjang. Menetralkan perasaan yang bersedih hati karena tidak memiliki kekayaan yang bergelimpangan di istana Glowne.
Andai saja, ia mempunyai banyak uang pasti ia tak akan sesenang ini saat berhasil keluar.
Oh ya, saat ini aku berada di pasar ibu kota terdekat, dan ini adalah wilayah salah satu anggota keluarga Duke Lagronvi. Mungkin aku juga sudah melupakan pemilik wilayah ini.
Tuk
“Ah! Gaun ku...” rintis gadis yang hampir berusia sama dengan ku. “Apa yang kau lakukan bodoh?!” teriaknya sambil berkacak pinggang ke arahku.
Aku hanya bisa terperangah dibuatnya, bagaimana bisa hanya batu kecil yang ku tendang tadi merusakkan gaun mewahnya 'itu?
Demi Dewa yang tercinta, apakah engkau bisa mengutuk orang didepan ku ini agar ia menjadi batu? “Maaf.” ucapku acuh. Dalam hati, ‘Yakali aku meminta maaf kepadanya, gaunnya saja tidak rusak ataupun kotor sedikit pun. Orang bodoh.’ rutukku didalam hati memarahi Nona kecil didepan nya.
“Permintaan maaf mu tidak ku terima!” tolak gadis bersurai pirang itu dengan nada keras, didepan keramaian pasar.
‘Meresahkan.’ pikir ku saat menyadari situasi.
Yap, mereka menjadi pusat perhatian gara-gara Nona kecil didepannya yang sangat galak ini.
“Hey lihatlah anak kecil itu, sepertinya ia bernasib sial kali ini.”
“Hush, jangan berbicara. Mari kita tonton saja.”
“Nina, berikan aku sapu tangan.” ucap gadis itu dengan nada kesal. Setelah itu pelayan yang dipanggil Nina itu mengeluarkan sebuah sapu tangan dari sebuah kotak kayu dengan lapisan emas yang mewah.
“Ini Nona.” ucap pelayan itu menyodorkan kotak emas itu dengan hati-hati, seolah-olah tak boleh sampai terjatuh kotak berlapis emas yang berisi sapu tangan milik Nona-nya.
Gadis itu mengambilnya dan membersihkan bagian gaunnya yang terkena batu kecil itu. “Huh!” dengusnya kesal. “Apakah kau tak diajarkan sopan santun oleh keluarga mu?” tanyanya dengan nada sinis.
Wajahku seketika menggelap.
Diajarkan sopan santun oleh keluarga ya? Sepertinya aku akan menjawab 'tidak' tapi tenggorokan ku terasa berat untuk mengatakan kata 'tidak' itu.
Ia sangat menyesal telah dilahirkan di keluarga yang pilih kasih, contohnya keluarga Gansha. Nama aslinya adalah Viviana Feelnea Gansha, namun ia memutuskan untuk tidak menggunakan marga keluarga terkutuk itu.
Ayahnya adalah seorang CEO dengan perusahaan terbesar ke-3, ibu tiri atau kandung yang ia tidak ketahui adalah seorang aktris papan atas yang terkenal sebagai Ratu Film.
Kakak-kakaknya sendiri ada yang mengikuti pekerjaan ayah dikantor, ada yang mengikuti jalan ibunya menjadi aktris, dan menjadi guru yang bijak nan pintar.
Sedangkan dirinya? Dirinya hanyalah seonggok debu didepan mereka, ia tak memiliki bakat apa-apa sejujurnya.
Tapi mau bagaimana lagi, buah jatuh tak jauh dari pohon nya bukan?
[Bersambung!]
Hai hai semuanya, AnnaOne minta maaf sama kalian yah, kalau sudah beberapa hari tak update novel ini. Karena lagi kurang sehat saat itu😩 jadi mohon maaf sekali lagi atas kesalahan yang saya perbuat, dan terimakasih telah membaca cerita ini dari awal.
Dan makasih lho ya yang udah nungguin ceritanya ini update, hehe. Makasih lagi.
Salam hangat dari AnnaOne.