The Antagonist'S Younger Sister

The Antagonist'S Younger Sister
Chapter 10



Gadis kecil itu merasa lupa dengan kejadian kemarin yang menimpanya, ia hanya ingat bahwa dirinya kehilangan penglihatan. “Apa aku amnesia?” tanyaku padaku sendiri, namun seperti nya aku tidak amnesia. Aku masih ingat dengan jelas tentang Novel “Kematian Putri Marquess”.


Dan aku kabur dari Istana Glowne.


Kriet...


“Selamat pagi nona!” ucap seorang wanita, pintu terbuka yang menampakkan wanita memakai pakaian pelayan, sembari menunduk hormat.


“.....” Celliana Anvele Lagronvi.


Bukan kah dia adalah pelayan nya dulu? Chena.


Pelayan Celliana saat bayi yang sangat jutek dan pastinya terlihat jahat, namun sejujurnya ia tidak jahat. Dia berkepribadian tegas dan disiplin, tapi juga kasar.


Namun kenapa sifatnya berubah menjadi ceria dan ramah tamah begitu? Dan, kenapa ia bisa berada disini?!


“Kakak pelayan berdirilah, aku tak suka jika engkau begini...” ucapku sok ramah, sebenarnya ‘Lebih baik kau tak kembali, disini sangat panas bagaikan neraka!’.


Chena pun menurut saja, “Prok, prok!” ia menepuk tangannya dengan nyaring, lalu keluarlah 2 orang pelayan yang membawa nampan berisi buah-buahan serta daging domba panggang. Ah! serta jus jeruk manis.


“Ini...” aku tak tahu harus berkata bagaimana lagi, ini adalah makanan favorit ku.


Chena berdahem, “Ekhem, saya harap Nona menyukai hidangan pagi ini.” ucapnya dengan sopan, disertai senyuman yang aku maupun Celliana asli tak pernah lihat. Ini pertama kali, walau aku tidak bisa membedakan itu senyuman tulus atau tidak.


“Em... ya” aku menggaruk tengkuk leher yang tak gatal. Sebenarnya ini agak mencurigakan, tapi mau bagaimana lagi? Aku sudah dibuat tergoda olehnya dengan makanan itu.


“Kalau begitu saya pamit Nona.” ucap Chena sembari membungkuk, lalu ia berbicara dengan pelayan yang ia panggil “Mari kembali kedapur” ucapnya.


“Baik.” ucap salah satu dari mereka, sedangkan yang satunya hanya terdiam.


Akhirnya mereka pun keluar, dan mereka meninggalkan kedua nampan itu diatas nakas yang panjang.


Seperti yang kalian ketahui, Istana Glowne adalah istana termiskin dimansion besar Duke Lagronvi.


“Haaa~” aku menghela nafas panjang.


Tanpa berpikir panjang, aku berjalan mendekati nakas yang panjang itu. Dan meraih nampan yang berada diatasnya.


Aku membawa nampan itu keatas ranjang, dan mengambil kursi yang tak jauh dari nakas. Mendirikan kursi itu di samping ranjang.


Glek.


Aku menatap makanan itu dengan rakus, ‘Hik, aku lapar...’ batinku menangis. Akan tetapi yang aku takutkan adalah apakah ada semacam racun didalamnya? Chena, pelayan nya dulu seharusnya tidak kembali, bagaimana bisa ia bekerja kembali sebagai pelayan ku? Padahal ia sudah putus kerja karena muak, huh.


Ish, bukan kah itu terlihat cukup mencurigakan?


Dalam novel pun tak dijelaskan tentang masalah ini. “Ukh...” aku mengeluh.


1 menit


2 menit


3 menit


4 menit


5 menit


30 menit kemudian.


Selama setengah jam, aku hanya bisa menatap dan melenguh nampan yang berisi makanan kesukaan nya.


Kruukk~!


“.....” Celliana Anvele Lagronvi.


Perutku berbunyi dengan cukup nyaring, dan bernada! “Aku ingin makan, aku ingin makan!” itulah kira-kira arti ucapan perut ku yang sedang lapar tak berisi.


“Ah! Sudahlah, masa bodoh jika aku diracuni. Toh siapa sih yang tega membunuh anak kecil seimut ini?” ucap ku sarkas, aiya aku tak tahu siapa yang kusindir. Mungkin angin kosong.


30 menit kemudian.


Setengah jam telah berlalu, sekarang aku telah kenyang. Perutku yang kelaparan kini sudah terisi dengan penuh.


“Grooo~” aku bersendawa dengan tak elite nya. Tapi siapa yang perduli?!


[Bersambung!]


Haii hai everybody, maafkan author yang jarang upload setelah up chapter 9. Author sibuk banget, sampai lupa buat up. Hehe, maafin yaa, nanti kedepannya gak akan sampai lupa buat up lagi kok.


Thanks bagi yang sudah menunggu dan membaca novel ini sampai sini, see you next chapter!


Salam hangat author AnnaOne~ Ngooo