The Antagonist'S Younger Sister

The Antagonist'S Younger Sister
Chapter 20



“Hoam...” aku terbangun dengan sinar matahari yang mengganggu. Sudah berapa lama aku tertidur?


Ah ya! Apakah tidak ada seorang pun yang memasuki kamarku? Aku merutuki diriku sendiri yang terlalu ceroboh, sangat membingungkan ada apa sebenarnya dengan kondisi tubuh Celliana ini? Suka sekali tertidur disiang bolong, huh.


Aku lebih memikirkan patung mini Dewi Davlen, aku pun mencarinya diatas kasur dan ketemu. “Hah... untung saja, aku takut kekuatan milik seorang Celliana Anvele ini ketahuan, bisa saja cerita didalam novel benar-benar akan menjadi masa depanku! Seorang Viviana Feelnea.” gumam ku histeris, aku pun berdiri dan menaruhnya kembali pada dalam lemari.


Aku harus disuguhkan dengan pemandang tidak rapi di dekat lemari, ukh...


Baiklah, karena demi masa depan yang baik, aku harus mulai belajar dari hal sederhana yaitu membiasakan merapikan kondisi kamar yang benar-benar berantakan dengan tubuh kecil.


Sungguh diluar nalar manusia.


35 menit kemudian.


“Hah, akhirnya...” aku menghela nafas lega, karena semuanya telah dibereskan.


Aku merebahkan tubuh mungil ini di kasur, bergerak bagaikan sayap elang yang sedang mengepakkan sayapnya (:v). “Bosan.” gumam ku singkat dan jelas.


Rasa ingin keluar berkeliling di seluruh wilayah mansion Grand Duke Lagronvi, meningkat dengan drastis di dalam pikiranku. Aku tidak bodoh soal konsukuensi yang akan ku dapatkan karena itu. Makanya aku harus bermain pintar dalam suatu hal, ini adalah dunia Novel yang sangat misterius.


Novel "Kematian Putri Marquess" terlalu banyak menceritakan pemeran utama wanita nya saja dan tentu tokoh utama pria. Tentang dunia novel ini, tidak ada yang tahu pasti. Intinya, yang kudapat dari novel “Kematian Putri Marquess” adalah cerita cinta segi tiga bermuda.


Aku hanya bisa tersenyum pahit. Novel tersebut terlalu banyak menceritakan kata 'cinta'. Dulu saat aku masih menjadi seorang Viviana Feelnea, kata 'cinta' orang lain tak berarti dalam hidupku, sampai sekarang sih.


“Hwaaa!” aku meregangkan otot tubuhku Krek, bunyi tulang patah terdengar cukup nyaring, “Argh...!” seketika tubuhku lemas.


Dan pada akhirnya hanya bisa terdiam di atas kasur. “Aku ingin jalan-jalan...” gumam ku pelan. Tanpa lama-lama aku memakai sepatu dan pergi keluar dari istana Glowne.


Aku berlarian di taman yang ada di istana Glowne, karena didalam novel sang pemeran utama akan sangat sering kesini melalui jalur kecil atau yang bisa disebut semacam lubang tikus. Untuk mengenang sang second lead, ya siapa lagi kalau bukan Lezarus Lagronvi.


Cintanya kepada sang Lezarus tak akan pudar sampai ia tua dan menikah dengan Male Lead yang sesungguhnya, karena di novel ke bucinan antara keduanya begitu Daebak!


Aku yang membacanya pun langsung baper, dan tentu iri.


10 menit kemudian.


Aku telah sampai didepan lubang tikus, karena tubuh ini kecil jadi memudahkan ku untuk masuk dan merangkak layaknya bayi. “Ini adalah istana milik istri nya ayahnya Lezarus!”


Aku tak menyangka akan sebesar ini, lihatlah desain interior luar istananya mewah dengan emas yang memantulkan sinar bling-bling.


Aku juga ingin punya istana dulu, tapi dalam mimpi, ‘Tetapi tujuan ku bukan itu sekarang.’


Aku langsung berlari menyelinap dengan profesional, aku pintar menyelinap ingat kah kalian dengan terakhir kali aku menyelinap di kehidupan sebelumnya?


Ngomong-ngomong istana istri resmi ayahnya Lezarus bernama ‘Istana Cavron’ berada disebelah timur dan istana Glowne berada disebelah barat. Khusus pangkat Duchess.


[Bersambung!]


Hai semuanya, maaf kan author yang serba punya dosa ini. Author tidak update selama beberapa Minggu ini karena urusan sekolah:) dan kakak saya yg lagi sakit dia ga sembuh selama 2 Minggu ini, saya turut sedih. Jadi semoga kalian paham dengan kesulitan saya, terimakasih semuanya nantikan novel baru dari saya kalau sudah mogok inspirasi di novel ini😘


Salam Hangat Tangan AnnaOne, see ya~


R: Revisi :3.